Kamis, 31 Desember 2020
2020
Minggu, 13 Desember 2020
Sukacita Mengajak Yesus ke Rumah
Ada berkat tak terduga di masa pandemi Covid-19. Bapa Uskup Agung Jakarta memperkenankan umat yang sehat dan berada dalam rentang usia 18-59 tahun untuk menjadi Pelayan Pembawa Komuni (PPK) bagi para anggota keluarga lain yang tidak dapat hadir mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja.
Sakramen Maha Kudus (SMK) yang selama masa normal - sebelum terjadi pandemi - hanya bisa disambut dalam Perayaan Ekaristi di gereja, kini SMK bisa dibawa pulang ke rumah. Sungguh berbeda, mengajak Yesus dalam wujud SMK masuk ke rumah, bersemayam dalam meja altar sederhana sementara kita terbenam dalam doa-doa sebelum menyambut-Nya.
Terlepas dari ketidakpantasan kita sebagai umat dalam memperlakukan SMK secara sakral, karena sebelumnya hanya Imam dan Prodiakon yang diperkenankan menghantar SMK kepada umat, kehadiran Yesus di rumah tinggal kita masing-masing membawa sukacita tersendiri. Selamat datang, Tuhan Yesus, di rumah kami.
Jumat, 04 Desember 2020
Terjadi Karena Iman
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan kepada orang buta yang ingin matanya sembuh: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." (Matius 9:29) Kunci mengalami kuasa Tuhan adalah iman yang mendalam dan teguh. Sudahkah kita memilikinya?
Sabtu, 28 November 2020
Sikap terhadap Orang Jahat
Terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita, janganlah sampai kita mengucapkan kata atau mengharapkan yang buruk terjadi kepada orang itu. Dalam hati yang murni dan suci tidak tersimpan sesuatu yang negatif dan buruk. Bukankah Kristus sebagai Putra Allah menghendaki pertobatan orang-orang berdosa, bukan kebinasaan mereka?
Kamis, 19 November 2020
Mutiara Salib
Jika mutiara sudah di tangan, mengapa aku harus melepaskannya, hanya karena tanganku terluka pada saat aku akan mengambilnya? Aku akan terus menggengam rahmat surgawi yang telah engkau anugerahkan kepadaku, ya Bunda Surgawi, meski ada salib yang menyertainya.
Minggu, 01 November 2020
Investasi Dunia vs Investasi Surga
Investasi dunia: Setelah kita berinvestasi, hasil besar segera didapat. Kita senang karena hasil cepat yang diperoleh, lalu memperbesar investasi. Namun, seiring berjalannya waktu, justru hasil yang didapat dari investasi jenis ini semakin lama semakin menurun. Bahkan ada yang berupa investasi bodong.
Investasi surga: Awalnya kita tak berani banyak berinvestasi, masih menimbang-nimbang lantaran hasilnya entah kapan baru bisa dinikmati. Tetapi, jika kita bertekun, sedikit demi sedikit menambah investasi jenis ini dalam hidup kita, maka kita akan mendapat hasil berlimpah berupa mahkota kehidupan kekal kelak.
Jenis investasi mana yang kita pilih?
Jumat, 30 Oktober 2020
Anatomi Tindakan Jahat
Suatu pikiran negatif/buruk melintas dalam benak. Anda berusaha menghalau pikiran tersebut dengan menetralisir pikiran negatif itu, atau mengubahnya menjadi positif. Tak terjadi tindakan jahat.
Suatu pikiran negatif/buruk melintas dalam benak. Anda TIDAK berusaha menghalau pikiran itu. Anda malah terus memikirkannya - semakin lama semakin bertambah negatif/buruk. Belum lagi ditambah "kobaran api" kemarahan dan kebencian, akhirnya memuncak dalam tindakan jahat.
Berhentilah berpikir negatif/buruk pada saat pikiran itu pertama kali melintas dalam benak Anda! Hindari tindakan jahat. Jaga kebersihan hati Anda.
Senin, 12 Oktober 2020
Orang Kudus Zaman Ini
Seorang remaja, Carlo Acutis (15 tahun), dibeatifikasi oleh Takhta Suci Vatikan pada 10 Oktober 2020. Anak milenial yang cerdas dan sangat religius. Ia mengikuti Perayaan Ekaristi setiap hari, juga berdoa Rosario. Ia membersihkan hatinya dengan menerima Sakramen Tobat setiap minggu. Ia memaknai hidupnya yang singkat - karena sakit leukimia - dengan mendokumentasikan mukjizat-mukjizat Ekaristi yang terjadi di seluruh dunia.
Ketika seluruh mata tertegun memandang kesucian Beato Carlo Acutis, pada dini hari 10 Oktober 2020 juga, di Aceh Timur seorang anak lelaki berinisial R (9 tahun) tewas dibunuh. Ia berusaha melindungi ibunya dari nafsu bejat seorang pria yang akan memerkosa ibu itu. R yang masih kanak-kanak merelakan nyawanya demi membela sang ibu. Sejatinya, R adalah martir pembela kesucian.
Tentu banyak kisah orang kudus zaman ini yang jauh dari sorotan khalayak, muncul dalam situasi kehidupan yang beraneka ragam. Cara orang menggapai kekudusan berbeda satu sama lain, tetapi satu hal yang pasti: jalan kekudusan adalah jalan yang selayaknya ditempuh setiap insan yang mengarahkan hidupnya kepada kebenaran dan kekekalan.
Kamis, 01 Oktober 2020
Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang
Memasuki bulan Oktober, berarti 3 bulan lagi tahun akan berganti. Menengok sejenak ketika kita memasuki tahun 2020, adakah yang pernah memprediksi tahun dengan angka cantik ini bakal mengubah wajah dunia secara drastis?
Semua membayangkan dan mengharapkan yang baik, indah, bagus, menyenangkan, menguntungkan. Manusia terlalu yakin dengan dunia dalam genggamannya, sehingga melupakan Tuhan yang menjadikan dunia dan segala isinya.
Jika yang terjadi di tahun ini adalah kebalikan dari bayangan dan harapan kita, apakah kita lantas tidak dapat melihat karya Tuhan di tahun ini?
"Roh Tuhan ada pada-Ku.... untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4:18-19) Tahun rahmat Tuhan telah datang, karena kehadiran dan karya kasih Yesus di tengah umat manusia.
Meski dihantam virus Corona, tahun 2020 adalah juga tahun rahmat Tuhan. Melalui penderitaan yang dialami umat manusia di dunia, adakah kita melihat kehadiran dan karya kasih Yesus di tengah kita? Masih ada tiga bulan untuk menyadarinya, sebelum tutup tahun 2020.
Jumat, 18 September 2020
Selamat karena Memandang Salib
Di padang gurun umat Israel bersungut-sungut karena bosan memakan roti hambar. Tuhan mendatangkan ular tedung yang memagut mereka. Menyadari kesalahan, mereka menghadap Musa untuk memohon ampun dan belas kasih Tuhan. Kemudian, Tuhan meminta Musa membuat ular tembaga yang dipasang pada tiang. Setiap orang Israel yang dipagut ular, jika memandang ular tembaga itu akan selamat. (lihat Bilangan 21:4-9)
Adakah kita yang seperti umat Israel di zaman nabi Musa? Ketika pandemi Covid-19 memporak-porandakan kehidupan seluruh warga dunia; kita tak dapat lagi berelasi dan beraktivitas seperti biasanya, apakah kita bersungut-sungut?
Kita mempertanyakan keberadaan Tuhan, lantaran Ia tidak segera bertindak menyelamatkan umat manusia dari cengkeraman virus mematikan itu. Kita 'memaksa' Tuhan segera bertindak, sebelum semakin banyak manusia berpaling dari-Nya.
Sudahkah kita melakukan yang satu ini? Pandanglah salib, agar selamat.
Rabu, 09 September 2020
Overdosis Live Streaming
Sejak masa pandemi, banyak sekali siaran live streaming terkait kehidupan menggereja. Perayaan Ekaristi on-line diselenggarakan paroki-paroki di seluruh dunia, kita bisa terbang ke mana pun kita ingin ikut ambil bagian dalam Misa virtual. Belum lagi ada seminar, sarasehan, rekoleksi, retret, doa devosi, novena, dan sebagainya yang digelar berbagai komunitas setiap hari.
Tentu saja siaran-siaran tersebut sangat menenteramkan hati yang tengah gundah di rumah saja. Waktu terisi dengan baik, relasi dengan Tuhan tercerahkan. Tetapi, di sisi lain, pernahkah Anda mengalami satu atau beberapa gejala berikut ini?
* Timbul rasa mual dan pusing saat menyaksikan tayangan live streaming
* Tubuh terasa lunglai, tak berdaya
* Tidak bersemangat mengikuti tayangan live streaming
* Tidak memahami topik yang sedang diperbincangkan dalam tayangan live streaming
Kalau mengalami gejala seperti itu, mungkin pertanda Anda overdosis dalam mengikuti acara-acara di media sosial.
Sebaiknya, pilih secara selektif kegiatan rohani apa yang penting untuk Anda ikuti secara live streaming. Ingatlah, Tuhan tidak hanya dapat ditemukan melalui pengajaran atau homili atau ceramah atau apa pun perbincangan yang disiarkan secara on-line melalui media sosial.
Siaran-siaran live streaming terkait hal-hal rohani merupakan salah satu sarana yang dapat membantu meningkatkan keimanan kita di masa pandemi ini. Kita tetap perlu menyediakan waktu hening tanpa siaran media sosial untuk menikmati kebersamaan dengan Tuhan dalam jiwa kita.
Minggu, 06 September 2020
Hater atau Liker?
Media sosial semakin ramai di masa pandemi. Segala hal bisa ditayangkan ke hadapan publik lewat berbagai aplikasi. Keterbukaan informasi publik ini tentu mengundang tanggapan dari para netizen yang merupakan pemirsa media sosial.
Sebagai netizen, terhadap suatu posting di media sosial, kita bisa memilih menjadi orang yang netral (tidak berkomentar), hater (orang yang berkomentar negatif), atau liker (orang yang berkomentar positif). Layaknya audiens media massa yang banyak dan tak semuanya dikenal oleh orang yang menyampaikan pesan, demikian pula netizen tidak seluruhnya dikenal oleh orang yang memposting di media sosial.
Saat ini situasi di sekitar kita cenderung negatif karena imbas pandemi. Hal ini sedikit banyak tentu berpengaruh terhadap komunikasi sosial kita. Namun, dengan pengendalian diri yang baik, kita tetap dapat menjadi netizen yang santun. Tak perlu mengomentari semua posting yang kita lihat.
Jika ingin berkomentar, tebarkanlah ujaran yang positif dan jadilah liker. Kalau mau mengoreksi postingan yang isinya dianggap negatif atau tidak benar, kita tetap dapat memilih menggunakan kata-kata yang membangun, memberi semangat agar orang yang memposting itu berubah menjadi baik; bukan komentar yang memojokkan, apalagi mencaci.
Hidup ini sudah berat dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, janganlah kita menambah berat beban dengan menjadi hater bagi orang lain, meskipun kita tidak mengenalnya. Wajah dunia ditentukan oleh orang-orang yang menghuninya. Ciptakanlah hunian bersama yang indah dan nyaman, di mana setiap insan betah tinggal di dalamnya. Mari mulai dari diri sendiri.
Senin, 24 Agustus 2020
Menantang Maut dan Menentang Maut
Seorang nenek, tetanggaku, berjalan melintas di depan rumah. Aku menyapanya, mengingatkan agar ia memakai masker demi kesehatannya. Bulan depan, nenek ini akan berulang tahun ke-92. Suatu berkat kehidupan yang patut disyukuri.
Tetapi sang nenek dengan mata berkaca-kaca mengatakan, ia sudah tidak peduli dengan hidupnya. Berulang kali ia memohon kepada Tuhan agar mencabut nyawanya. Alasannya, anak yang paling disayanginya telah dipanggil Tuhan beberapa tahun silam.
Tindakan nenek yang berjalan tanpa masker bisa dikatakan menunjukkan sikapnya menantang maut, sementara sebagian besar umat manusia berjuang menentang maut yang mengintai di masa pandemi Covid-19 ini.
Kehidupan adalah anugerah Tuhan yang penuh misteri. Mengapa tidak kita hidupi tanpa menantang atau menentang maut? Jika sampai hari ini Tuhan masih memberi kita napas kehidupan, berarti Ia masih memberi kita kesempatan menikmati anugerah-Nya di dunia ini. Pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik-baiknya; tanpa penyesalan, tanpa ketakutan.
Jumat, 14 Agustus 2020
Militia Imakulata
Salah satu warisan St. Max Kolbe ialah komunitas Militia Imakulata. Awalnya, ketika sedang berada di Roma, St. Max Kolbe melihat parade orang-orang Freemason yang memperingati 200 tahun keberadaan mereka dengan membawa spanduk bertuliskan: "Setan akan menguasai Vatikan dan Paus akan menjadi hambanya."
St. Max Kolbe lalu bertekad mempertahankan Gereja. Pada 16 Oktober 1917 - 3 hari setelah penampakan terakhir Bunda Maria di Fatima kepada 3 anak gembala - St. Max Kolbe mendirikan komunitas Militia Imakulata yang kemudian dikenal dengan nama Bentara Maria Imakulata. Tujuan Militia Imakulata ialah mempertobatkan para pendosa dan penganut bidaah, terutama pengikut Freemason; serta pengudusan semua orang melalui teladan dan perantaraan Bunda Maria.
Pilihan St. Max Kolbe kepada Maria Imakulata berdasarkan keyakinan bahwa Bunda Maria akan menang melawan setan dan menghancurkan kepala setan. Selain itu, Bunda Maria adalah perantara segala rahmat.
Menurut St. Max Kolbe ada 3 "medan pertempuran" bagi anggota Militia Imakulata, yaitu (1) memenangkan jiwa kita sendiri bagi Maria Imakulata, (2) memenangkan jiwa keluarga dan teman-teman kita bagi Maria Imakulata, (3) memenangkan jiwa seluruh umat manusia bagi Maria Imakulata.
St. Maximilian Maria Kolbe dikenal sebagai rasul pengabdian kepada Bunda Maria dan martir cinta kasih. Pada 10 Oktober 1982 ia dikanonisasi oleh Paus St. Yohanes Paulus II.
Jumat, 07 Agustus 2020
Jika Virus Itu Seperti Dosa...
Senin, 03 Agustus 2020
Cara Tuhan Menegur
Senin, 20 Juli 2020
Bersama Ibu-Nya
Kamis, 16 Juli 2020
Tanda Penyertaan
Rabu, 01 Juli 2020
Goresan Warna-Mu
atas goresan warna-warni
yang Engkau berikan di atas kanvas kehidupanku.
Indahlah apa yang telah Engkau buat, ya Tuhan
jiwaku mengaguminya.
Senin, 15 Juni 2020
Berhenti Berpikir Berlebihan
Rabu, 03 Juni 2020
Bunda Maria adalah Ibu Bumi
Jumat, 29 Mei 2020
Pelajaran Lain dari Salib Kristus
Kematian dan kebangkitan Kristus juga mengajarkan kepada kita bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, justru melalui kematian itu Yesus mengalahkan maut yang sangat ditakuti manusia.
Renungkanlah lebih dalam tentang Salib Kristus, penderitaan-Nya yang sangat berat; maka kita akan menemukan pemahaman lain yang dapat menguatkan kita dalam menyusuri lembah duka kehidupan di dunia ini.
Anda pernah menderita? Tentu. Tak ada satu manusia pun yang bebas dari penderitaan. Tetapi, hati-hati. Penderitaan yang tidak dikelola dengan baik, terus-menerus diratapi; dapat membawa manusia pada musnahnya harapan. Jika tak ada lagi secercah harapan, manusia cenderung jadi apatis, memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya.
Sekarang, di tengah penderitaan Anda, cobalah memandang Salib Kristus. Selamilah penderitaan-Nya. Pandanglah wajah-Nya yang menunduk, luka-luka di sekujur tubuh-Nya, sakit yang mendera akibat tusukan paku di kedua tangan dan kaki-Nya. Perlahan, Anda dapat merasakan, kesedihan dan kesengsaraan yang ditanggung Yesus ternyata jauh lebih dahsyat daripada kesedihan dan penderitaan kita. Salib kita tidak seberat Salib-Nya.
Ya Yesus, pada saat aku mengalami duka dan derita, aku akan memeluk Salib-Mu, agar aku dapat memperoleh kekuatan dari penderitaan-Mu.
Rabu, 13 Mei 2020
Memilih Jalan Maria Tak Bernoda
Silakan orang membuka bagi saya sebuah jalan baru kepada Yesus Kristus – dengan segala pahala para orang suci, dengan segala keutamaan yang heroik, dengan segala kecemerlangan dan keindahan para malaikat. Namun dengan kepastian sepasti-pastinya, saya mengatakan kebenaran bahwa jalan yang sangat sempurna yang saya pilih adalah jalan Maria Tak Bernoda. Sebuah lintasan jalan tanpa cacat atau cela, tanpa noda dosa asal atau dosa pribadi, tanpa bayangan atau kegelapan.
Minggu, 03 Mei 2020
Panggilan kepada Kekudusan
tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:15-16)
Sabtu, 02 Mei 2020
Percaya dan Tahu
Pernyataan rasul Petrus menyadarkan kita: dengan percaya terlebih dahulu, maka barulah kita akan mengetahui kebenaran.
Jumat, 01 Mei 2020
Partikel-Partikel Kasih-Mu
Minggu, 12 April 2020
Bukan Ritual, Melainkan Spiritual
Tak ada nyanyian berkumandang,
Tak ada perarakan dengan lambaian daun palem,
Tak ada pembasuhan kaki,
Tak ada pentakhtaan Sakramen Mahakudus,
Tak ada penciuman Salib,
Tak ada lilin-lilin yang bernyala,
Tak ada pujian Eksultet,
Tak ada dentang lonceng,
Sunyi, pintu-pintu pagar gereja terkunci.
Ah, Tuhan, mengapa pandemi ini terjadi di masa suci Paskah?
Tidakkah Engkau salah mengatur waktu?
Seandainya ia melanda dunia setelah Paskah berlalu,
kami masih bisa hadir dalam rumah-Mu ,
kami masih bisa melakukan ibadah Pekan Suci.
Tetapi, Engkau mengizinkannya terjadi di masa Prapaskah,
Engkau membiarkan umat-Mu menjauh dari rumah-Mu,
Engkau membuat umat-Mu termenung dalam diam,
Engkau memperkenankan semua ini terjadi,
Engkau tidak menghendaki sekadar ritual, melainkan yang spiritual.
Sabtu, 11 April 2020
Mengisolasi Diri Bersama Bunda Maria
hari ketika Bunda Maria kehilangan Yesus secara manusiawi,
sejak ia mengandung-Nya, melahirkan-Nya, membesarkan-Nya,
dan menyertai-Nya selama 33 tahun masa hidup-Nya di dunia.
Sang Bunda memilih berdiam di rumah,
mengisolasi diri dalam kedukaan yang sangat,
penuh harap menanti janji Sang Putra,
besok fajar kebangkitan akan terbit.
Hari-hari yang sunyi,
ketika pandemi mengharuskan masyarakat tinggal di rumah,
mengubah irama kehidupan ceria menjadi murung,
menyaksikan wajah dunia yang tanpa daya.
Mengisolasi diri bersamamu, Bunda
saling menghibur dalam kesedihan dan penantian,
Putramu besok akan bangkit, Ibu
Pandemi ini akan berakhir, anakku
Jumat, 10 April 2020
Ketakutan Kita
Kamis, 09 April 2020
Memaknai Doa Ini
Minggu, 05 April 2020
Ketika Yesus Tak Memerlukan Lambaian Daun Palem
Kali ini, Yesus tidak menginginkan kita melambai-lambaikan daun-daun palem.
Kali ini, Yesus tidak mengharapkan pekik sorak dan tawa umat-Nya.
Kali ini, Yesus tidak menerima kumandang lagu-lagu pujian kita.
Kali ini, Yesus tidak menghendaki kehadiran kita di rumah-Nya.
Tuhan Yesus tidak menyukai hal-hal yang artifisial.
Kali ini, Yesus menginginkan kita menelaah hati kita sedalam-dalamnya.
Kali ini, Yesus mengharapkan kita mengakui segala dosa dan berbalik kepada-Nya.
Kali ini, Yesus menerima anak-anak-Nya yang dengan tulus hati berserah.
Kali ini, Yesus menghendaki kita menanti kedatangan-Nya di rumah kita.
Rabu, 01 April 2020
Padang Gurun di Tengah Kota
Sabtu, 28 Maret 2020
Bersih-Bersih
Jumat, 20 Maret 2020
Doa Komuni Batin
Doa Komuni Batin
dari St. Alfonsus Maria de Liguori
Yesus-ku, aku percaya
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Perayaan Ekaristi,
aku mohon datanglah secara rohani ke dalam hatiku.
(Hening sejenak, satukanlah dirimu dengan Yesus)
Seolah-olah Engkau telah datang.
Aku memeluk-Mu, dan menyatukan diriku sepenuhnya dengan Dikau.
Jangan biarkan aku terpisah dari-Mu.
Amin
Kamis, 19 Maret 2020
Malam Gelap - Santo Yohanes dari Salib
Jumat, 13 Maret 2020
Merefleksikan Covid-19
Rabu, 26 Februari 2020
Menemani-Mu
Anak-Ku, engkau perlu menyingkir sejenak dalam satu tahun siklus kehidupanmu untuk berada di dekat-Ku.
Tapi, aku bisa dekat dengan-Mu setiap hari, tanpa harus ke padang gurun....
Di padang gurun sunyi, dalam keheningan engkau dapat lebih mendengar suara-Ku.
Padang gurun tidak enak, Tuhan. Suasananya gersang, sulit memperoleh makanan dan minuman, tidak ada hiburan....
Justru dalam segala keterbatasan manusiawi itu, engkau dapat menemukan-Ku dan menyatu dengan-Ku.
Ooo... baiklah, Tuhan. Sekarang aku mau menemani-Mu ke padang gurun.
Jumat, 21 Februari 2020
Siapa Dia?
Meski dalam iman Katolik diyakini Bunda Maria diangkat jiwa dan raganya ke surga - sesuai dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang ditetapkan Paus Pius XII pada 1 November 1950, namun dalam perannya sebagai co-redemptrix - rekan dalam penebusan manusia - Bunda Maria masih beredar di dunia ini untuk membantu Sang Putra menyelamatkan umat manusia.
Setelah mengalahkan maut dan bangkit dari mati, Tuhan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa - kita mengakui kebenaran ini dalam Kredo Para Rasul. Tetapi, Bunda Maria - Ibunda Kristus yang telah diserahkan kepada umat manusia dan diterima oleh rasul Yohanes di bawah salib Yesus - masih menampakkan diri antara lain di Guadalupe, Lourdes, Fatima. Dalam penampakan-penampakannya, Bunda Maria selalu meminta umat manusia bertobat, berdoa, dan bermatiraga.
Dari kenyataan tersebut, bisa dikatakan bahwa Bunda Maria-lah orang yang sejak zaman Yesus hidup di dunia sampai sekarang, masih sibuk mengerjakan keselamatan bagi umat manusia; hingga kelak Putra terkasihnya datang kembali dengan penuh kuasa untuk mengadili orang hidup dan mati.
Senin, 03 Februari 2020
Doa yang Diajarkan Bunda Maria Fatima
Berikut ini adalah gambar dan keterangan untaian doa Rosario Maria Fatima yang diperkenalkan Romo Yulius:
Dari untaian manik-manik doa Rosario Maria Fatima ini, tampak bahwa doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima menjadi intinya. Doa "Ya Yesusku yang baik...." didaraskan 7x7 kali.
Dalam kata pengantar buku Ya Yesusku yang Baik - Makna Doa Fatima karya Stephen Bullivant dan Luke Arrendondo, penerbit Marian Centre Indonesia, 2019; Romo Yulius Sudharnoto, OCarm menyampaikan: tujuan mendaraskan doa Rosario Maria Fatima terutama supaya semakin banyak orang berdosa BERTOBAT, terutama ditujukan kepada pertobatan umat dan rakyat China.
Mengapa China? Simbol China adalah naga, musuh Yesus, Putra Terkasih Bunda Maria. Dalam kitab Wahyu bab 12 ditulis, perempuan berselubung matahari - Bunda Maria - yang akan menakhlukkan naga merah si ular tua. Melalui Doa Rosario Maria Fatima dan Doa Kerahiman Ilahi (Koronka), Gereja menyiapkan diriuntk kedatangan kedua kali Yesus Kristus.
Pada saat menampakkan diri di Fatima, Bunda Maria menyarankan doa yang diajarkannya itu diucapkan pada akhir setiap peristiwa dalam Doa Rosario. Tetapi, dalam perjalanan waktu, jika muncul gagasan baik untuk mendaraskan lebih banyak doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima tersebut, mengapa tidak? Doa Rosario Maria Fatima tentu menyenangkan hati Bunda Maria, sekaligus membantunya memenangkan pertempuran melawan si jahat.
Sabtu, 01 Februari 2020
Senin, 27 Januari 2020
Mengikat Orang Kuat
Kamis, 16 Januari 2020
Kalau Engkau Mau....
Minggu, 05 Januari 2020
Sahabat Sejati
Engkau yang bersemayam di dalam tabernakel hati ataukah malaikat pelindung yang menyertai peziarahan setiap anak-Mu?
Sebuah pemahaman yang indah: Setelah jiwa dan raga menyatu dengan-Mu dalam Perayaan Ekaristi, kita akan berjalan bersama sehati-sejiwa dan malaikat-malaikat akan mengiringi langkah kita.