Tampilkan postingan dengan label Vision. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vision. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2026

Dicari: Fransiskus-Fransiskus Assisi Zaman Ini

Penetapan Paus Leo XIV tentang Tahun Yubileum Khusus Santo Fransiskus Assisi 10 Januari 2026 - 10 Januari 2027 mengandung makna tersendiri bagi kita umat Katolik.

Fransiskus (1182-1226), anak saudagar kain yang kaya di kota Assisi, Italia. Ia terbiasa hidup boros, berpesta dengan teman-temannya hingga larut malam. Lama-kelamaan ia bosan dan mulai menarik diri. Fransiskus menjelajah pedalaman di sekitar Assisi, menghabiskan waktu dengan menyepi.

Suatu hari ia masuk ke gereja tua San Damiano yang tak terurus di Assisi. Fransiskus berjam-jam memandang Yesus yang tersalib dan hatinya tersentuh. Dalam batin ia mendengar Kristus memintanya memperbaiki gereja itu. Fransiskus menjual kain-kain ayahnya untuk memperbaiki gereja San Damiano.

Awal pertobatannya tersebut disusul dengan perubahan hidup yang radikal, setelah ia mendengar bacaan Injil dalam Misa. Kristus mengutus murid-murid-Nya pergi mewartakan kabar gembira tanpa membawa tongkat, bekal, atau memakai kasut.

Fransiskus terkesima. Itulah cara hidup yang diimpikannya. Ia memeluk kemiskinan dengan sepenuh hati. Hidup dari derma, memberi perhatian besar pada seluruh makhluk ciptaan, serta mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.

Di kemudian hari, Fransiskus menyadari maksud Tuhan memintanya memperbaiki Gereja yang hampir roboh juga mengandung makna spiritual. Pada zaman itu, institusi Gereja tengah mengalami kemerosotan moral dan spiritual. Melalui Fransiskus, Tuhan menghendaki umat kembali menghayati Injil secara radikal seperti dihayati Fransiskus.

Berkaca pada pengalaman Santo Fransiskus Assisi, Gereja pun sekarang membutuhkan Fransiskus-Fransiskus zaman ini, yang berani menyuarakan kasih dan perdamaian, menampik hal-hal duniawi yang berlebihan, serta memerhatikan keharmonisan alam ciptaan. Mungkin Anda orangnya.

Senin, 07 Oktober 2024

Menang

Setiap 7 Oktober, pada hari peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario, kisah kemenangan di Lepanto, Yunani tahun 1571 kembali mengemuka. Betapa Ibu Surgawi turut bertindak membawa kemenangan bagi armada liga suci yang berhadapan dengan armada kekaisaran Ottoman.

7 Oktober 2023 dunia dikejutkan dengan serangan Hamas ke acara konser musik yang digelar di Israel selatan. Kejadian ini menewaskan ribuan warga sipil dan 251 orang disandera. Sejak itu, berkecamuk perang antara Israel dan Hamas, yang masih berkobar sampai setahun setelah peristiwa penyerangan tersebut. 

Dalam peperangan, tak ada yang mau menjadi pihak yang kalah. Kedua pihak yang bertikai tentu sama-sama ingin jadi pemenang. Padahal, seperti dikatakan Paus Fransiskus, peperangan hanya akan membawa kekalahan bagi umat manusia. 

Sebelum Yesus terangkat ke surga, para rasul sempat bertanya kepada-Nya: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Tetapi Tuhan Yesus menjawab mereka: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya." (Kisah Para Rasul 1:6-7)

Tak terhitung doa-doa sudah dipanjatkan di berbagai belahan bumi untuk perdamaian dunia. Konflik-konflik bersenjata yang terjadi di beberapa tempat, segera dapat berakhir.

Melalui butir-butir Rosario yang kita daraskan bersama Santa Perawan Maria Sang Ratu Damai, yakinlah suatu saat perang akan berakhir dan para pengungsi kembali ke tanah air mereka. Kapankah itu akan terjadi? Biarlah Bapa sendiri yang menentukan menurut kuasa-Nya.


Rabu, 22 Februari 2023

Menemui-Mu di Padang Gurun

Perjalanan menyusuri padang gurun kali ini sangat berbeda, karena aku ditemani Ibu-Mu. Memang, aku yang meminta ia menemaniku, supaya aku dapat memandang keindahan padang gurun bersamanya. Ibu-Mu sudah punya pengalaman luas mengarungi padang gurun. Didampinginya, aku tidak akan tersesat dalam perjalanan ini. Kuharap Engkau sabar menunggu kedatangan kami untuk menemui-Mu.

Sabtu, 04 Februari 2023

Tak Bisa Digantikan

Bill Gates memprediksi, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin canggih, bisa menggusur pekerja kantoran, sama seperti robot yang mengancam pekerja di pabrik. "Seiring waktu, tenaga kerja akan pergi dan melakukan pekerjaan lain, tapi kini akan ada lebih banyak kecemasan tentang fakta bahwa AI menargetkan pekerja kerah putih," kata Gates. (dikutip dari berita di detik.com, 30 Januari 2023)

Berita-berita lain mengungkapkan betapa hebat si AI ini. Ada AI yang bisa menyebutkan warna rambut orang yang berbicara dengannya, ada pula yang dapat memainkan irama lagu-lagu persis seperti yang pernah dimainkan grup band legendaris, bahkan ada AI yang pandai melukis.

Anda cemas karena AI sudah mulai mengambil porsi peran manusia? Jangan takut. Ada satu peran yang tak bisa digantikan AI secanggih apa pun, yakni peran manusia yang mengedepankan hati. Manusia memiliki hati yang tidak ada pada AI. 

Hati manusia yang murni dan tulus mampu mengungkapkan cinta. "Pekerjaan" mencinta tidak dapat dilakukan AI. Hanya manusia sebagai ciptaan Allah yang dibentuk segambar dengan-Nya, dapat mencinta seperti Allah mencintai manusia.

Ungkapkanlah cintamu kepada Tuhan dan sesama, maka engkau adalah ciptaan yang sangat hebat, melampaui semua AI.


Minggu, 10 Juli 2022

Waktu-Mu

Engkau meminta kesediaanku untuk bersabar menunggu waktu-Mu.
Tentu saja aku menyanggupi, karena Engkau yang memintanya. 
Meski terasa lama dan berat, aku akan bertahan,
seraya memohon rahmat kesabaran dari-Mu. 
Aku percaya, Engkau akan menepati janji-Mu.
 

Jumat, 03 Juni 2022

Taman Surgawi Hati Kita

Di manakah letak Taman Surgawi? Karena ada kata "surgawi," kita membayangkan taman itu berada di surga, suatu tempat yang bakal kita masuki kelak, setelah beralih dari dunia fana ini.

Sejatinya, Taman Surgawi ada di dalam hati setiap manusia. Serupa Taman Eden, di mana Allah menanam Pohon Kehidupan, yakni Roh Allah dalam jiwa kita. Di dalam Taman Surgawi hati kita juga ada Pohon Pengetahuan tentang Yang Baik dan Yang Jahat, yang membuat hati kita bergumul antara niat baik dan niat jahat, antara kebenaran dan ketidakbenaran.   

Apakah kita selama ini sudah menaruh perhatian dengan merawat Taman Surgawi Hati kita? Berfokuslah merawat Pohon Kehidupan dalam Taman Surgawi hati kita, sebab jika Pohon Kehidupan ini semakin tumbuh subur, kita dapat dengan mudah menetapkan yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang tidak benar. Kehadiran Pohon Pengetahuan tentang Yang Baik dan Yang Jahat di dalam Taman Surgawi Hati kita tidak lagi menimbulkan gejolak batin. ...dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yohanes 8:32)

Ciptakanlah Taman Surgawi yang indah di dalam hati kita, agar Roh Allah betah bersemayam di sana dan mengagumi keindahan jiwa kita.

Selasa, 29 Maret 2022

Mengapa Perlu Berserah kepada Hati Bunda Maria Yang Tak Bernoda?

"Oleh karena itu, ya Bunda Allah, kepada Hatimu yang Tak Bernoda, dengan sepenuh hati kami percayakan dan kuduskan diri kami, Gereja, dan seluruh umat manusia, khususnya Rusia dan Ukraina. Terimalah pemberian diri kami yang penuh kepercayaan dan kasih....," cuplikan doa yang didaraskan Bapa Suci Paus Fransiskus, ketika mengkonsekrasikan Rusia dan Ukraina kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda pada tanggal 25 Maret 2022.

Dengan konsekrasi tersebut, Sri Paus secara khusus memohon perlindungan Tuhan melalui Bunda Maria bagi seluruh umat manusia, khususnya Rusia dan Ukraina yang sudah satu bulan bertikai. Mengapa permohonan perlindungan itu ditujukan secara khusus kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda?

Peran Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda dalam membantu keselamatan jiwa-jiwa disampaikan sendiri oleh Bunda Maria dalam beberapa kali penampakan di Fatima-Portugal tahun 1917 kepada tiga anak gembala: Lusia, Fransiskus, dan Yasinta.

* 13 Juni 1917 Bunda Maria berkata kepada Lusia: "Yesus ingin engkau membuatku dikenal dan dicintai. Ia ingin dunia mengadakan devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Kepada mereka yang menghayatinya, aku menjanjikan keselamatan dan Allah akan mencintai jiwa-jiwa ini bagaikan bunga-bunga yang kuletakkan untuk memperindah takhta-Nya."

* 13 Juni 1917 ketika Lusia diberitahu oleh Bunda Maria bahwa Fransiskus dan Yasinta akan ke surga lebih dahulu, Lusia bersedih. Bunda Maria berkata kepada Lusia: "Jangan kehilangan keberanian. Aku tidak akan meninggalkanmu. Hatiku yang Tak Bernoda akan menjadi tempat pengungsianmu dan jalan yang menghantarmu kepada Allah."

* 13 Juli 1917 "Persembahkan korban-korban bagi para pendosa dan ulangi sesering mungkin, secara khusus ketika mempersembahkan sebuah korban, katakankanlah: 'Yesus, semua ini demi cinta kepada-Mu, untuk pertobatan para pendosa, dan demi pemulihan dosa-dosa yang melawan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda."

* 13 Juli 1917 Bunda Maria memperlihatkan lautan api dengan setan-setan dan jiwa-jiwa di dalamnya. "Kalian baru saja melihat neraka, ke mana jiwa-jiwa para pendosa yang malang pergi. Untuk menyelamatkan mereka, Allah menginginkan untuk mengadakan devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda di dunia. Jika mereka melakukan apa yang aku katakan kepadamu, banyak jiwa akan diselamatkan...."

* 13 Juli 1917 ".... Ia [Allah] akan menghukum dunia karena kejahatan perang, kelaparan, dan penganiayaan melawan Gereja dan Paus. Untuk mencegah hal ini, aku akan datang untuk meminta penyerahan Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda dan penerimaan Komuni demi pemulihan pada hari Sabtu Pertama setiap bulan. Jika permintaan-permintaanku diperhatikan, Rusia akan dipertobatkan dan mereka akan memiliki damai. Jika tidak, Rusia akan menyebarkan kesesatan ke seluruh dunia, memancing perang dan penganiyaan terhadap Gereja.

Dari pemaparan di atas, Bunda Maria 5 kali menyebut tentang Hatinya yang Tak Bernoda dalam 2 kali penampakan di Fatima. Pada penampakan di bulan Juni dan Juli ini, Bunda Maria menyatakan bahwa Yesus dan Allah yang menghendaki adanya devosi kepada Hatinya yang Tak Bernoda di dunia. Dengan berserah dan berdoa kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda secara rutin, misalnya setiap Sabtu Pertama dalam bulan; kita telah memenuhi permintaan Yesus dan Allah untuk Bunda Maria.

Seperti dikatakan Bunda Maria kepada Lusia, tentu juga kepada kita semua anak-anaknya, bahwa Hatinya yang Tak Bernoda adalah tempat pengungsian dan jalan yang menghantar kepada Allah. Pendosa yang masuk ke dalam rengkuhan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda, akan disucikan dari dosa-dosanya, sehingga jiwanya selamat dari api neraka. Jiwa yang sudah disucikan ini kemudian dapat bertemu dan bersatu dengan Allah.

Kepada Hatimu yang Tak Bernoda, ya Bunda Maria, dengan sepenuh hati kami percayakan dan kuduskan diri kami....

Kamis, 15 Juli 2021

Mati Raga

Dalam situasi yang mendesak saat ini, selain berdoa dengan tekun, kita perlu bermati raga. 
 
Ingatlah yang dilakukan penduduk Niniwe, ketika diperingatkan Nabi Yunus untuk bertobat (lihat Yunus 3:1-10). Raja memerintahkan semua penduduk bahkan ternak berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah. Mereka harus berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 

Bermati raga dalam hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sehari-hari. Misalnya, mengurangi waktu menyaksikan siaran televisi, diganti dengan berdoa; membagi makanan yang kita miliki kepada tetangga di sekitar kita yang sangat membutuhkan; menyapa kenalan, saudara, sahabat kita yang sedang berduka; dan perbuatan-perbuatan baik lain yang bisa kita lakukan disertai penyangkalan diri. Inilah saat kita dengan rela memikul salib, tanpa menimbang untung-rugi.

"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." (Yoel 2:12)

Kamis, 13 Mei 2021

Fisik dan Roh

Kehadiran fisik dibatasi tempat dan waktu
Kehadiran roh melampaui tempat dan waktu 
 
Dengan kembali ke surga, 
Engkau malah bisa menjangkau lebih banyak jiwa.
Engkau tidak meninggalkan kami sebagai yatim-piatu,
kehadiran-Mu dalam Sakramen Ekaristi
tanda penyertaan nyata bagi raga kami yang lemah.

Kehadiran fisik dibatasi tempat dan waktu
Kehadiran roh melampaui tempat dan waktu
 
Terima kasih, Tuhan Yesus

Kamis, 15 April 2021

Penundaan Bukan Pengingkaran

Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. 
(Habakuk 2:3) 
 
Meski saat ini aku belum memahami maksud-Mu; aku tahu, penundaan ini bukan berarti pengingkaran. Aku perlu bersabar menunggu waktu-Mu.

Aku tidak menyesali penundaan ini. Aku membuka diri seluas-luasnya bagi penyelenggaraan-Mu. Perbuatlah sesuai kehendak-Mu, itulah yang lebih utama. Engkau yang bergerak di dalam aku, buatlah aku peka akan gerakan-Mu.


Minggu, 28 Maret 2021

Tiga Salam Maria Setelah Komuni

Sempatkanlah berdoa 3 Salam Maria, setelah Anda menerima Sakramen Mahakudus dalam Perayaan Ekaristi - baik Komuni Batin di rumah maupun Komuni Sakramental di gereja. Tiga Salam Maria diintensikan untuk:

- Imam yang mempersembahkan Perayaan Ekaristi yang sedang Anda ikuti, agar Imam ini mencintai Bunda Maria seperti Yesus mencintai Ibu-Nya, sehingga Imam ini dapat tetap setia pada janji Imamatnya dan memiliki kedekatan hati dengan Bunda Maria.

- Seluruh Imam, agar para Imam mencintai Bunda Maria, sehingga para Imam tetap memiliki hati yang suci, selalu dilindungi Bunda Maria, dan menjadi pewarta Hati Bunda Maria Yang Tak Bernoda.

- Kemenangan Hati Bunda Maria Yang Tak Bernoda di seluruh dunia, sebagai pendahuluan dari masa pemerintahan selamanya Hati Mahakudus Yesus.


Jumat, 14 Agustus 2020

Militia Imakulata

Hari ini Gereja Katolik memperingati kemartiran Santo Maximilian Maria Kolbe (1894-1941), seorang Imam Fransiskan asal Polandia, yang merelakan dirinya menggantikan seorang tawanan lain di kamp konsentrasi Auschwitz pada masa penguasaan Nazi. 

Salah satu warisan St. Max Kolbe ialah komunitas Militia Imakulata. Awalnya, ketika sedang berada di Roma, St. Max Kolbe melihat parade orang-orang Freemason yang memperingati 200 tahun keberadaan mereka dengan membawa spanduk bertuliskan: "Setan akan menguasai Vatikan dan Paus akan menjadi hambanya."

St. Max Kolbe lalu bertekad mempertahankan Gereja. Pada 16 Oktober 1917 - 3 hari setelah penampakan terakhir Bunda Maria di Fatima kepada 3 anak gembala - St. Max Kolbe mendirikan komunitas Militia Imakulata yang kemudian dikenal dengan nama Bentara Maria Imakulata. Tujuan Militia Imakulata ialah mempertobatkan para pendosa dan penganut bidaah, terutama pengikut Freemason; serta pengudusan semua orang melalui teladan dan perantaraan Bunda Maria.

Pilihan St. Max Kolbe kepada Maria Imakulata berdasarkan keyakinan bahwa Bunda Maria akan menang melawan setan dan menghancurkan kepala setan. Selain itu, Bunda Maria adalah perantara segala rahmat.

Menurut St. Max Kolbe ada 3 "medan pertempuran" bagi anggota Militia Imakulata, yaitu  (1) memenangkan jiwa kita sendiri bagi Maria Imakulata, (2) memenangkan jiwa keluarga dan teman-teman kita bagi Maria Imakulata, (3) memenangkan jiwa seluruh umat manusia bagi Maria Imakulata.

St. Maximilian Maria Kolbe dikenal sebagai rasul pengabdian kepada Bunda Maria dan martir cinta kasih. Pada 10 Oktober 1982 ia dikanonisasi oleh Paus St. Yohanes Paulus II.

Jumat, 01 Mei 2020

Partikel-Partikel Kasih-Mu

Virus mematikan itu berukuran sangat kecil, bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut. Virus itu juga bisa bertahan di udara selama beberapa jam. Mendisiplinkan diri dengan hidup lebih higienis, sudah diterapkan semaksimal mungkin. Tetapi, bagaimana jika tanpa diketahui, virus itu menyelinap ke dalam tubuh?

"Anak-Ku, janganlah terlalu khawatir. Tidakkah engkau tahu, di udara ini ada partikel-partikel kasih-Ku? Partikel-partikel ini lebih banyak jumlahnya dan siap bergerak menyelubungi virus mematikan itu, sehingga engkau terluput dari mara bahaya. Percayalah!"

Jumat, 21 Februari 2020

Siapa Dia?

Siapakah yang tidak akan mati sebelum melihat Kerajaan Allah datang - seperti dikatakan Yesus dalam Injil Markus 9:1?
"Aku berkata kepadamu; Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa."

Segala tafsir dapat dikemukakan, mungkin juga Yesus berkata-kata dalam arti kiasan. Jumlahnya bisa satu orang atau bisa juga beberapa orang. Tetapi saya meyakini, orang yang dimaksud Yesus dalam ayat tersebut adalah Bunda Maria. Mengapa?

Meski dalam iman Katolik diyakini Bunda Maria diangkat jiwa dan raganya ke surga - sesuai dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang ditetapkan Paus Pius XII pada 1 November 1950, namun dalam perannya sebagai co-redemptrix - rekan dalam penebusan manusia - Bunda Maria masih beredar di dunia ini untuk membantu Sang Putra menyelamatkan umat manusia.

Setelah mengalahkan maut dan bangkit dari mati, Tuhan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa - kita mengakui kebenaran ini dalam Kredo Para Rasul. Tetapi, Bunda Maria - Ibunda Kristus yang telah diserahkan kepada umat manusia dan diterima oleh rasul Yohanes di bawah salib Yesus - masih menampakkan diri antara lain di Guadalupe, Lourdes, Fatima. Dalam penampakan-penampakannya, Bunda Maria selalu meminta umat manusia bertobat, berdoa, dan bermatiraga.

Dari kenyataan tersebut, bisa dikatakan bahwa Bunda Maria-lah orang yang sejak zaman Yesus hidup di dunia sampai sekarang, masih sibuk mengerjakan keselamatan bagi umat manusia; hingga kelak Putra terkasihnya datang kembali dengan penuh kuasa untuk mengadili orang hidup dan mati.

Senin, 03 Februari 2020

Doa yang Diajarkan Bunda Maria Fatima

Dalam penampakan ke-4 di Fatima, Portugal, pada 13 Juli 1917, Bunda Maria mengajarkan kepada tiga anak gembala - Lusia, Fransiskus, dan Yasinta - doa singkat yang sekarang kita daraskan di akhir setiap peristiwa dalam Doa Rosario: 

"Ya Yesusku yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu."

***

Ketika mengikuti Sarasehan Penampakan Bunda Maria Fatima di Marian Centre Indonesia (MCI) pada 13 September 2019, Romo Yulius Sudharnoto, O.Carm, yang waktu itu menjadi Moderator MCI, merangkai doa dalam untaian manik-manik yang menekankan pada doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima tersebut di atas.

Berikut ini adalah gambar dan keterangan untaian doa Rosario Maria Fatima yang diperkenalkan Romo Yulius:


Dari untaian manik-manik doa Rosario Maria Fatima ini, tampak bahwa doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima menjadi intinya. Doa "Ya Yesusku yang baik...." didaraskan 7x7 kali.

Dalam kata pengantar buku Ya Yesusku yang Baik - Makna Doa Fatima karya Stephen Bullivant dan Luke Arrendondo, penerbit Marian Centre Indonesia, 2019; Romo Yulius Sudharnoto, OCarm menyampaikan: tujuan mendaraskan doa Rosario Maria Fatima terutama supaya semakin banyak orang berdosa BERTOBAT, terutama ditujukan kepada pertobatan umat dan rakyat China.

Mengapa China? Simbol China adalah naga, musuh Yesus, Putra Terkasih Bunda Maria. Dalam kitab Wahyu bab 12 ditulis, perempuan berselubung matahari - Bunda Maria - yang akan menakhlukkan naga merah si ular tua. Melalui Doa Rosario Maria Fatima dan Doa Kerahiman Ilahi (Koronka), Gereja menyiapkan diriuntk kedatangan kedua kali Yesus Kristus.

Pada saat menampakkan diri di Fatima, Bunda Maria menyarankan doa yang diajarkannya itu diucapkan pada akhir setiap peristiwa dalam Doa Rosario. Tetapi, dalam perjalanan waktu, jika muncul gagasan baik untuk mendaraskan lebih banyak doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima tersebut, mengapa tidak? Doa Rosario Maria Fatima tentu menyenangkan hati Bunda Maria, sekaligus membantunya memenangkan pertempuran melawan si jahat.

Rabu, 10 Juli 2019

Bukan Di Sini Tempatnya

Manusia cenderung ingin tinggal di tempat yang indah, tenang, dan tenteram; tetapi Tuhan justru mengutus orang-orang pilihan-Nya ke tempat-tempat yang tidak menyenangkan untuk dihuni, penuh tantangan.

Firman Tuhan kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)

Firman Tuhan kepada Musa: "Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." (Keluaran 3:10)

Firman Tuhan kepada Yunus: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." (Yunus 1:2)

Lalu aku (Yesaya) mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6:8)

Beranikah kita menjawab permintaan Tuhan seperti para nabi itu menjawab-Nya?

Sabtu, 15 Juni 2019

Ketika Kita Bertatapan

Tepat tiga tahun silam aku merasakan sapaanmu, ketika kita bertatapan. 
Perjumpaan ini mengubah hidupku selanjutnya....



Tak ada perasaan bersemangat akan bertemu denganmu, ketika aku memutuskan menghadiri acara devosi kepada Bunda Maria Fatima di sebuah aula di kawasan Jakarta Barat pada 15 Juni 2016. Acara yang diselenggarakan Marian Centre Indonesia ini menghadirkan ikon Bunda Maria Peziarah Internasional dari Fatima-Portugal, dirangkai dengan Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi.

Ketika ikon Bunda Maria Peziarah Internasional diarak masuk ke aula, seluruh hadirin berdiri. Dalam hati aku berucap, "Apa yang istimewa? Pasti seperti tampilan Bunda Maria umumnya.... tersenyum manis dengan pandangan mata lembut."

Aku menatap ke wajah Bunda Maria, saat tandu yang membawanya lewat di dekatku. "Ke mana saja kamu selama ini, anakku?" suara itu menggema dalam hatiku. Aku terkesiap! Sapaan Bunda menyadarkanku.  Aku menatap wajah Bunda dengan lekat, lalu menunduk.

Sudah 37 tahun aku dibaptis. Sebagai orang Katolik tentu aku mengenalmu, Bunda. Aku telah mengalami berbagai peristiwa pribadi yang menjadi tonggak-tonggak penting dalam perjalanan hidupku, di dalamnya kuakui ada campur tangan dan peran besar Bunda Maria. Tetapi, selama itu pula relasiku dengan Bunda Maria hanya suam-suam kuku. Setelah masalah selesai dan peristiwa berlalu, penyertaan dan pertolongan Bunda Maria tak lagi kuingat. Bahkan dalam beberapa kasus, peringatan dini Bunda Maria tidak kugubris.

Ke mana saja aku selama ini sampai melupakan Bunda Surgawiku yang dalam diam dan caranya sendiri selalu mendampingi langkah hidupku?

Perjumpaan dengan Bunda Maria dan sapaannya mengubah hidupku. Selubung penghalang lenyap.

Dua minggu kemudian setelah peristiwa itu, aku mengawali devosi kepada Bunda Maria di Paroki dengan mengajak umat mendaraskan Doa Senakel, setelah Misa harian pada Sabtu pertama. Lima belas bulan setelahnya, Paroki kami diminta Marian Centre Indonesia menjadi salah satu penyelenggara Misa dan Doa Senakel bersama Father Laurent Larroque, pemimpin Gerakan Imam Maria Internasional, yang berkunjung ke Indonesia. 

Tiga tahun berlalu sejak engkau menatap dan menyapaku. Terima kasih, Bunda Maria, engkau telah membawaku dekat kepadamu. Dari hari ke hari tumbuh semangat besar untuk makin mengenal dan mencintaimu, agar engkau dapat menggunakan diriku demi kepentingan Hatimu yang Tak Bernoda.   

Minggu, 20 Mei 2018

Pentakosta Baru

Dunia yang diwarnai kerakusan,
                                   kekerasan,
                                   kebencian,
                                   kebejatan,
                                   kejahatan,

membutuhkan curahan Roh Kudus
dalam Pentakosta yang baru
                   Datanglah Roh Kudus
datanglah dengan perantaraan Bunda Maria yang Tak Bernoda - MempelaiMu,
seperti ketika Bunda Maria menyertai para rasul menantikan Roh Kudus
dalam Pentakosta perdana

Senin, 01 Januari 2018

JanjiMu di Tahun Baru

Hai bangsa di Sion yang mendiami Yerusalem, kalian TIDAK AKAN TERUS MENANGIS. Pastilah TUHAN AKAN MENGASIHANI kalian, apabila kalian berseru-seru. Begitu mendengar teriakmu IA AKAN MENJAWAB.

Walaupun Tuhan memberi kalian roti dan air serba sedikit, namun Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi. Kalian AKAN TERUS MELIHAT DIA dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri, SABDA-NYA ini AKAN KALIAN DENGAR dari belakangmu, "Inilah jalannya, ikutilah jalan ini!"

Pada waktu itu TUHAN AKAN MENCURAHKAN HUJAN bagi benih yang baru kalian taburkan di ladang, dan DARI HASIL TANAH itu kalian AKAN MAKAN ROTI YANG LEZAT DAN BERLIMPAH-LIMPAH. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas. (Yesaya 30:19-21, 23)

Selasa, 09 Mei 2017

Keadilan Allah

"Apabila Aku menetapkan waktunya, 
Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran. 
(Mazmur 75:2)


Kami menanti keadilanMu, ya Tuhan, yang jauh melampaui keadilan manusia