Kamis, 09 April 2026

Dicari: Fransiskus-Fransiskus Assisi Zaman Ini

Penetapan Paus Leo XIV tentang Tahun Yubileum Khusus Santo Fransiskus Assisi 10 Januari 2026 - 10 Januari 2027 mengandung makna tersendiri bagi kita umat Katolik.

Fransiskus (1182-1226), anak saudagar kain yang kaya di kota Assisi, Italia. Ia terbiasa hidup boros, berpesta dengan teman-temannya hingga larut malam. Lama-kelamaan ia bosan dan mulai menarik diri. Fransiskus menjelajah pedalaman di sekitar Assisi, menghabiskan waktu dengan menyepi.

Suatu hari ia masuk ke gereja tua San Damiano yang tak terurus di Assisi. Fransiskus berjam-jam memandang Yesus yang tersalib dan hatinya tersentuh. Dalam batin ia mendengar Kristus memintanya memperbaiki gereja itu. Fransiskus menjual kain-kain ayahnya untuk memperbaiki gereja San Damiano.

Awal pertobatannya tersebut disusul dengan perubahan hidup yang radikal, setelah ia mendengar bacaan Injil dalam Misa. Kristus mengutus murid-murid-Nya pergi mewartakan kabar gembira tanpa membawa tongkat, bekal, atau memakai kasut.

Fransiskus terkesima. Itulah cara hidup yang diimpikannya. Ia memeluk kemiskinan dengan sepenuh hati. Hidup dari derma, memberi perhatian besar pada seluruh makhluk ciptaan, serta mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.

Di kemudian hari, Fransiskus menyadari maksud Tuhan memintanya memperbaiki Gereja yang hampir roboh juga mengandung makna spiritual. Pada zaman itu, institusi Gereja tengah mengalami kemerosotan moral dan spiritual. Melalui Fransiskus, Tuhan menghendaki umat kembali menghayati Injil secara radikal seperti dihayati Fransiskus.

Berkaca pada pengalaman Santo Fransiskus Assisi, Gereja pun sekarang membutuhkan Fransiskus-Fransiskus zaman ini, yang berani menyuarakan kasih dan perdamaian, menampik hal-hal duniawi yang berlebihan, serta memerhatikan keharmonisan alam ciptaan. Mungkin Anda orangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar