Selasa, 24 Maret 2026

Daun di Antara Bebatuan

Betapa sulit menyapu sehelai daun yang terselip di antara batu-batu. Sapuan berulang sapu lidi, tak mampu membuat daun bergeser dari celah batu. Tak ada cara lain, tangan si penyapu harus mengambil daun tersebut dari antara bebatuan.
 
Adakah kita seperti sehelai daun itu? Dengan kekerasan hati, kita memilih tetap berkubang dalam kebiasaan-kebiasaan lama yang sangat merugikan. Sampai tangan Sang Juru Selamat mengangkat kita dari himpitan-himpitan di sekeliling kita.

Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. Tetapi aku menyerukan nama Tuhan: "Ya Tuhan, luputkanlah kiranya aku!".... Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab Tuhan telah berbuat baik kepadamu. (Mazmur 116:3-4, 7)
 
Angkatlah aku, ya Yesus.... bebaskan aku dari belenggu-belenggu yang merantaiku. Hantarkan aku ke tempat Engkau ingin aku berada.
 

Kamis, 19 Maret 2026

Doa untuk Kematian yang Bahagia

Bagi Santo Paus Yohanes Paulus II, setelah Santa Perawan Maria, Santo Yusuf adalah yang terbesar di antara para kudus; mengingat peran penting Santo Yusuf dalam kehidupan awal Yesus di dunia dan keikutsertaannya dalam karya penyelamatan umat manusia yang dirancang Allah.

Santo Yusuf diyakini meninggal sebelum Tuhan Yesus tampil di muka umum untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ketika terbaring dalam sakratul maut, Santo Yusuf didampingi oleh Santa Perawan Maria - istrinya dan Tuhan Yesus - Putranya. 

Demikianlah kondisi kematian yang bahagia bagi seorang manusia: didampingi Bunda Maria dan Tuhan Yesus. Karena itu, umat kristiani dapat berdoa kepada Santo Yusuf untuk memohon kematian yang bahagia. 

Santo Yusuf yang kudus, aku memilih engkau pada hari ini sebagai pelindung istimewa dalam hidupku dan pada saat ajalku. Peliharalah dan tambahkanlah dalam diriku semangat doa dan semangat pengabdian kepada Tuhan. Jauhkanlah aku dari segala bentuk dosa; perolehkanlah bagiku rahmat agar kematian tidak datang tanpa aku mempersiapkan diri, melainkan aku beroleh waktu untuk mengakukan dosa-dosaku dalam Sakramen Tobat dan menangisinya dengan pemahaman yang paling sempurna dan tobat yang paling tulus, sehingga aku boleh menghembuskan jiwaku ke dalam tangan Yesus dan Bunda Maria. Amin.
 

Senin, 02 Maret 2026

Yang Terpenting dalam Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami merupakan doa paling ringkas dan indah, yang diajarkan Yesus sendiri semasa hidup-Nya di dunia ini kepada para murid-Nya. Kalimat-kalimat dalam doa Bapa Kami dapat dipilah ke dalam beberapa bagian, lalu diuraikan maknanya.

Kita tidak akan membahas uraian doa Bapa Kami di sini. Namun, jika Anda perhatikan, ada satu hal sangat menarik. 

Setelah Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, Ia menutup pengajaran-Nya dengan berkata, "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15)

Pernyataan Yesus itu memberi arti bahwa dari semua kalimat pujian dan permohonan yang ada dalam doa Bapa Kami, kalimat terpenting yang diulangi Yesus adalah tentang pengampunan: mengampuni kesalahan orang lain, supaya Bapa juga mengampuni kesalahanku.

Di masa Prapaskah ini, ujud pertobatan paling nyata adalah mengampuni orang yang bersalah kepadaku, yang telah membuat aku menderita. Tuhan Yesus, mampukan aku melakukannya.

Minggu, 22 Februari 2026

Mencermati Godaan Si Jahat

Menarik menelaah pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun. Kita dapat menyimaknya dari Injil Matius 4:1-11 dan Injil Lukas 4:1-13. Yang akan dibahas di sini diambil dari Injil Lukas.

Setelah 40 hari tidak makan apa-apa, Yesus lapar. Iblis mulai mendekati dan mencobai-Nya. Pertama, si jahat membujuk Yesus untuk mengatasi lapar dengan mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus menangkal godaan itu dengan mengutip Sabda Allah: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Lukas 4:4)

Kemudian Yesus dibawa iblis ke suatu tempat tinggi. Si jahat memperlihatkan Yesus semua kerajaan dunia. Perhatikan kata-kata iblis ini, "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki...."

Perkataan iblis terutama yang ditebalkan, menunjukkan dunia dengan segala kekuasaan dan kemuliaannya berada di tangan si jahat. Karena itu, sebagai anak-anak terang, hendaknya kita tidak mudah terseret arus dunia.

Yesus tak mau menyembah iblis demi untuk mendapatkan seluruh dunia. Yesus kembali mengutip Sabda Allah: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Si jahat kalah lagi, lantaran Yesus memakai senjata Firman Allah.

Belum menyerah, iblis membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkannya di puncak atap Bait Allah. Kali ini si jahat mengikuti cara Yesus, ia mengutip Sabda Allah supaya Yesus mau menurutinya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau...."  

Yesus konsisten menanggapinya dengan mengutip Sabda Allah: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Si jahat kalah telak. Ia mundur dari Yesus, namun tetap mengincar-Nya sambil menunggu waktu yang baik untuk kembali menggoda Yesus.

Belajar dari Yesus, dalam menangkis godaan si jahat, kita perlu memakai perisai Sabda Allah secara konsisten. Tetaplah teguh, jangan goyah; maka iblis akan menyingkir.


Rabu, 18 Februari 2026

Kembali ke Padang Gurun

Padang gurun membentang,
tak ada pilihan lain,
aku harus kembali melintasinya.
 
Gersang dan tandus,
sunyi tanpa suara,
sepi tanpa hiruk-pikuk.
 
Padang gurun tak bertepi,
siap kujajaki tanah pasirmu,
dalam terik surya dan temaram bulan.
 

Kamis, 12 Februari 2026

Satu Hal yang Salomo Lupa

Suatu kali, Raja Salomo, penerus takhta Raja Daud, mempersembahkan seribu korban bakaran di Gibeon. Pada malam harinya, Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi. Tuhan berkata, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Salomo meminta hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat Tuhan, sehingga dapat membedakan yang baik dan yang jahat. 

Tuhan sangat berkenan terhadap Salomo yang memohon kebijaksanaan, bukan umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhnya. "Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau." (lihat 1 Raja-Raja 3:4-12)

Raja Salomo memerintah Israel selama 40 tahun. Sayangnya, suatu awal yang baik tidak diikuti dengan akhir yang baik pula. Di kemudian hari, Salomo mencintai banyak perempuan asing. Padahal Tuhan telah berfirman kepada orang Israel, agar jangan bergaul dengan orang-orang dari suku lain yang akan mencondongkan hati mereka kepada allah-allah suku-suku itu. (lihat 1 Raja-Raja 11:1-11)

Salomo memiliki 700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik. Ketika Salomo sudah tua, istri-istrinya menarik hatinya dari Tuhan. Salomo mengikuti dewa-dewi yang dipuja istri-istrinya, dan mendirikan bukit pengorbanan bagi dewa-dewi itu. 

Tuhan murka karena Salomo tidak berpegang pada perintah-Nya. "Oleh karena begitu kelakuanmu...., maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu darimu...." (1 Raja-Raja 11:11)

Salomo yang semula sangat berkenan di hadapan Tuhan, kini menjadi Salomo yang sangat dibenci Tuhan. Ke manakah hikmat kebijaksanaan yang pernah Tuhan berikan kepadanya? Di sinilah pangkal masalahnya. Salomo telah melupakannya. 

Kalau saja Salomo selalu mengingat perjumpaan istimewa dengan Tuhan ketika ia masih belia, tentu ia tidak akan menyimpang dari jalan Tuhan. Kekuasaan dan kemewahan hidup telah membutakan mata hati Salomo.

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? (Keluaran 15:11)

Sabtu, 31 Januari 2026

Asalkan Kamu Percaya

Semalam aku tak bisa tidur nyenyak. Baru terlelap tiga jam, harus segera bangun. Ada beberapa kegiatan menanti dilaksanakan. Oh Tuhan, apakah aku sanggup menjalaninya dengan kondisi tubuh yang letih?

Aku mendekati Bunda Surgawi dan memohon, "Bunda, tolonglah aku. Berikan aku kekuatan fisik agar dapat melakukan berbagai kegiatan hari ini dengan baik." Dalam batin terdengar bisikan halus, "Tenang saja, asalkan kamu percaya."

Lalu aku beralih ke Tuhan Yesus, memohon yang sama. Dan suara serupa menggema dalam batin, "Asalkan kamu percaya, hal itu akan terjadi." Ah, baiklah Tuhanku dan Bundaku. Aku harus lebih dulu percaya, baru kemudian aku akan memperoleh kekuatan fisik itu. 

Satu per satu kegiatan berlalu. Kututup hari dengan penuh syukur, "Terima kasih Tuhan Yesus dan Bunda Maria, aku diberi kekuatan fisik sehingga mampu menjalani semuanya dengan baik."

"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)