Kamis, 01 Oktober 2026

Seperti Anak Kecil

Santa Theresia Lisieux atau yang dikenal sebagai Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dan Wajah Kudus Yesus, masuk biara kontemplatif Karmel Tak Berkasut (OCD) di usia 15 tahun. Hanya 9 tahun ia hidup membiara. Penyakit TBC merenggut nyawanya pada 30 September 1897.

Dalam upaya menghidupi panggilannya di biara, Santa Theresia membaca riwayat para kudus Karmelit seperti Santa Teresa Avila dan Santo Yohanes Salib. Tetapi ia merasa dirinya sangat kecil, sulit sekali mengikuti jalan kekudusan yang hebat dari para pendiri ordo Karmel Tak Berkasut itu.

Permenungannya membawa Santa Theresia Lisieux pada penemuan Jalan Kecil-nya yang mengagumkan. Ia memilih menjadi seperti anak kecil di hadapan Tuhan Yesus. Ia membiarkan dirinya dibimbing Tuhan setiap hari - melakukan perbuatan-perbuatan kecil dengan cinta yang besar, sepenuh hati.

Hari ini, kita merayakan pesta Santa Thersia Lisieux. Ternyata, pedoman hidupnya yang sangat sederhana seperti anak kecil, justru membuatnya menjadi orang kudus yang besar. Jalan Kecil yang dihidupinya menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Santo Paus Yohanes Paulus II menggelarinya Pujangga Gereja tahun 1997.  

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:13-14)

Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dan Wajah Kudus Yesus, doakanlah kami agar dapat mengikuti Jalan Kecil-mu setiap hari.


Jumat, 25 September 2026

Kekekalan di Hati Manusia

Tak ada yang abadi di dunia ini. Seperti ditulis Pengkhotbah, "Untuk segala sesuatu ada waktunya." (Pengkhotbah 3:1-15)

Tetapi, Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati manusia (lihat Pengkhotbah 3:11a).

Yang kekal dan abadi ada di dalam Hati manusia. 
Tuhan sendiri yang menanamkannya. 
Apakah kita menyadarinya?

Jumat, 18 September 2026

Mega-trust

Letak negara Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (ring of fire) - jalur berbentuk tapal kuda dengan banyak gunung berapi aktif sepanjang sekitar 40.000 km di sekeliling Samudra Pasifik.  

Dengan kondisi teritorial seperti itu, ancaman megathrust membayangi. Megathrust merupakan zona pertemuan lempeng tektonik di bumi, serta bisa memicu gempa bumi sangat besar dan tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat Indonesia, agar siap siaga menghadapi ancaman megathrust.

Tak dapat dipungkiri, setelah Anak Krakatau erupsi, ancaman megathrust sepertinya tampak nyata. Muncul kekhawatiran sangat besar. Kita patut berjaga-jaga dan waspada, namun tak perlu sampai ketakutan membelenggu hidup kita.

Hadapilah ancaman megathrust dengan mega-trust. Perteguh iman dan harapan kita kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta. Tekunlah memohon dalam doa-doa kita, agar kerahiman-Nya menjauhkan segenap makhluk ciptaan-Nya dari bencana alam yang mematikan.

"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?" (Lukas 12:25-26)

Senin, 14 September 2026

Angin Menerbangkan Debu

Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, erupsi. Debu vulkaniknya tertiup angin ke arah barat, memenuhi udara, melintasi sekitar 158 kilometer sampai ke kota Jakarta.

Muncul himbauan bagi warga Jakarta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup jendela-jendela, memakai masker guna menghindari paparan debu vulkanik.

Debu vulkanik yang partikelnya sangat kecil saja bisa diterbangkan angin, melintasi perairan dan pulau, mendarat di halaman rumah kita. 

Pernahkah kita bayangkan, hembusan Roh Kudus yang dicurahkan Tuhan ke atas dunia? Tentu kecepatannya lebih dahsyat dibandingkan kecepatan debu vulkanik memenuhi udara Ibu Kota. 

Jika debu vulkanik yang berupa partikel sangat kecil mampu melintasi jarak sekian puluh kilometer menjangkau suatu tempat, apalagi Roh Tuhan yang tak terlihat dengan kemampuan menerobos pikiran dan hati manusia.

Fenomena alam masih ada keterbatasannya. 
Kuasa Tuhan tiada batasnya. 

Selasa, 08 September 2026

Ketulusan

Sikap batin yang sangat langka,
di tengah dunia yang kian materialistis,
ditunjang makin maraknya media sosial.
 
Ketulusan ditandai hati yang jujur,
tidak berpura-pura,
berbuat tanpa pamrih.

Ketulusan kunci kelanggengan relasi,
yang didamba untuk dijumpai,
di hamparan aneka topeng

Ketulusan muncul dari hati yang mencinta,
pancaran kesahajaan tanpa kepalsuan,
pesona yang membangkitkan harapan.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Misteri

Ada kalanya kita tak dapat memahami sikap seseorang,  
sekalipun ia orang yang cukup dekat dengan kita.
Tak semua hal bisa dimengerti dengan nalar,
tetap ada misteri dalam diri setiap insan.
 
Biarlah yang tak dapat dipahami tetap tinggal sebagai misteri,
menggoreskan keunikan tanpa menuntut kejelasan.
Seperti Tuhan pun menyimpan misteri
dalam relung kehidupan setiap kita.
 

Selasa, 11 Agustus 2026

Lima Belas Tahun Penuh Makna

Ketika mulai mengunggah tulisan pertama di blog ini 11 Agustus 2011, yang terbersit dalam hati hanyalah keinginan untuk mengutarakan dan membagikan percikan aneka pengalaman saat berjalan bersama Tuhan.

Tuhan yang penuh misteri dan kejutan; yang berusaha kudekati dan kenali dengan segala dinamika-Nya. Di padang gurun yang kering, di bukit yang hijau, di gunung berangin kencang, di lembah penuh bunga, di tepi laut bergelombang besar, di danau yang teduh - pada kehidupan seperti itulah aku terus berjalan bersama-Nya.

Sejumlah warganet menemukan blog ini, menyimak tulisan-tulisan di sini. Kepada Anda sekalian yang dengan setia pada saat-saat tertentu mengklik blog ini dan membaca tulisan-tulisan di dalamnya, dari hati terdalam kuhaturkan beribu terima kasih.

Kita memang tidak saling mengenal dalam tatapan mata, tetapi hati kita menyatu dalam pesona kasih Allah Tritunggal dan Bunda Maria. Berusaha memetik hikmah dalam peziarahan di dunia ini. Semoga yang dibagikan di sini dapat memberi makna kepada kehidupan Anda sekalian. 

Peziarahan kita masih berlanjut, sampai setiap kita tiba di pintu gerbang Kerajaan-Nya yang abadi. Marilah terus berjalan bersama-Nya.

Aku tak tahu ke mana Ia melangkah. Terkadang Ia membawaku melalui rerumputan yang lembut, kali lain Ia mengajakku melewati jalan berbatu. Jalan apa pun yang ditempuh-Nya, aku selalu mengiringi-Nya, karena aku adalah alas kaki-Nya. 

Tuhan, Engkau penuh misteri dan selalu punya kejutan. Untuk semua ini aku bersyukur.