Senin, 24 Desember 2018

Tempat yang Kotor

Bayi Yesus memilih lahir di tempat yang kotor - kandang hewan, bukan di rumah yang bersih. Apa artinya?

Hati manusia bagaikan kandang hewan yang kotor. Penuh dosa, kejahatan, dan segala yang negatif. Tetapi Tuhan memilih tempat itu bukan yang lain. Ia mau hadir di hati kita yang tidak bersih untuk menyucikannya.

Setelah Yusuf dan Maria setuju memakai kandang hewan itu untuk tempat mereka bermalam, tidakkah si pemilik kandang berusaha membersihkan tempat itu, supaya cukup layak dihuni? 
Ketika Tuhan mengetuk pintu hati kita, walaupun hati kita kotor dan tak layak dihuni, tetapi karena Tuhan mau berdiam di rumah hati kita, maka kita berusaha membersihkan hati kita supaya cukup layak dihuni-Nya.

Datanglah, ya Tuhan Yesus, tinggallah selalu dalam hatiku.
Meski tak layak Kau tempati, tetapi aku mau menerima-Mu. 
Aku akan membersihkannya setiap waktu, 
supaya Engkau lebih nyaman tinggal di dalamnya.

Rabu, 19 Desember 2018

Warta Sukacita - Jangan Takut


Kata malaikat Gabriel kepada Zakharia: Jangan takut
Kata malaikat Gabriel kepada Perawan Maria: Jangan takut
Kata malaikat kepada Yusuf: Jangan takut
Kata malaikat kepada para gembala: Jangan takut

Warta Sukacita kelahiran Yesus supaya kita jangan takut menghadapi dan menerima hal-hal baru yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Sabtu, 08 Desember 2018

Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda

Yakinlah 100% akan kebenaran ini: Ibu Yesus Kristus sungguh dikandung tanpa noda.
Mengapa?

Lihatlah Putranya yang berkuasa:
mengubah air menjadi anggur,
meredakan angin ribut,
menyembuhkan berbagai penyakit,
membangkitkan orang mati,
mengalahkan maut dan bangkit dari mati,
naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah,
mengutus Roh-Nya yang kudus.

Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. (Lukas 21:36)

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? (Maleakhi 3:2)

Jika Sang Putra begitu dahsyat kuasa-Nya, maka yang mengandung-Nya harus benar-benar tak bernoda sejak awal ia diciptakan, supaya kuat membawa-Nya dalam rahimnya dan membesarkan-Nya dengan penuh kesucian.

Minggu, 02 Desember 2018

Berlari ke Ibu

Ketika ketakutan melanda,
Ketika keraguan memenuhi,
Ketika kekesalan memuncak,
Ketika kemarahan menggunung,
Seorang anak akan berlari mendapatkan Ibunya,
Dalam pelukan kasih Ibu,
Ketakutan sirna,
Keraguan hilang,
Kekesalan pudar,
Kemarahan lenyap,
Ibu akan mengubah segala yang buruk menjadi baik.


Sabtu, 01 Desember 2018

Kesempatan Mengutarakan Kebenaran

Sudah lama aku menantikan saat ini. Aku hanya mendengar kabar tak menyenangkan, tetapi tidak ada kesempatan untuk mengutarakan kebenaran. Bunda Maria memberi kejutan dengan mempertemukan kami di acara devosi kepada Sang Bunda. Dalam pertemuan selama beberapa menit di kamar pengakuan, terjadi rekonsiliasi bukan hanya antara Allah dengan manusia, tetapi juga antara manusia dengan manusia.

Terima kasih Bunda Maria untuk kesempatan yang kau berikan, setelah 29 tahun 7 bulan aku menantikannya.

Minggu, 25 November 2018

Tune In

Komponis dapat mendengarkan alunan irama musik dalam batinnya, kemudian dituangkan menjadi lagu-lagu yang indah. Penulis dapat membayangkan alur cerita dalam batinnya, kemudian dituliskan menjadi kisah-kisah yang menarik. Komponis dan penulis bisa menghasilkan karya-karya indah karena tune in dengan apa yang menjadi hasrat hati mereka.

Ke mana kecenderungan hasrat hati kita? Kepada siapa atau hal apa kita tune in?

Aku ingin tune in ke Bunda Maria, agar aku dapat mendengarkannya.

Tanda yang Jelas

Manusia yang fana kerap meminta tanda fisik dari Allah.
Wahai manusia-manusia modern, tak perlu lagi meminta tanda.
Sudah ada tanda yang jelas dari Allah:
Tubuh dan Darah Kristus dalam Perayaan Ekaristi.
Itulah tanda nyata kehadiranNya dalam kehidupan manusia.

Butuh tanda yang jelas dari Tuhan?
Hadirlah dalam Perayaan Ekaristi.

Selasa, 20 November 2018

Datanglah KerajaanMu

Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih. Ketika orang berpikir, berkata-kata, dan bertindak dengan kasih, maka Kerajaan Allah sudah dekat pada orang tersebut - di saat itu.

Tetapi manusia berubah. Pikirannya bisa menjadi tercemar, kata-katanya tak lagi lembut dan penuh kasih, tindakannya seenak sendiri tanpa peduli orang lain. Pada saat itulah Kerajaan Allah menjauh dari orang tersebut.

Dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan kita mengucapkan: "datanglah Kerajaan-Mu." Artinya, kita memohon Kerajaan Allah terus merajai hati kita; supaya pikiran, kata, dan perbuatan kita hanya dipenuhi dan digerakkan oleh cinta kasih, karena Allah adalah Kasih.


Senin, 19 November 2018

Adakah Aku Seperti Ini?

Jemaat di Efesus berjerih payah dan tekun, tidak mengenal lelah, tetap sabar dan menderita karena nama Kristus. Namun, mereka tidak sabar terhadap orang-orang jahat. Mereka mencobai orang-orang yang menyebut diri rasul, dan mendapati orang-orang itu pendusta. 

Melalui rasul Yohanes, Yesus berfirman seperti ditulis dalam kitab Wahyu 2:1-5a, agar jemaat di Efesus bertobat, sebab mereka telah meninggalkan kasih yang semula.

Kasih yang semula adalah kasih tanpa batas, yang dipraktikkan Yesus semasa hidupNya di dunia. Kasih yang tetap sabar terhadap orang-orang jahat, seperti Bapa di Surga yang menerbitkan matahari  bagi orang yang jahat dan orang yang baik, serta menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (lihat Matius 5:45).

Minggu, 04 November 2018

Ternyata Tidak Semuanya

Injil hari ini berkisah tentang seorang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus tentang hukum manakah yang paling utama? (Lihat Markus 12:28b-34)
Yesus memaparkan kasih kepada Tuhan dan sesama.  Lalu, ahli Taurat itu mengulangi tanggapan Yesus dengan mengatakan: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." (ayat 32-33)

Dari jawaban yang diberikan ahli Taurat tersebut, Yesus melihat orang itu bijaksana dan berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" (ayat 34)

Kisah perbincangan Tuhan Yesus dengan ahli Taurat ini membawa kita pada kesimpulan: ternyata tidak semua ahli Taurat pada zaman itu selalu berusaha mencari kesalahan Yesus, tidak bersahabat dengan Yesus, bersikap kejam terhadap Yesus. Ada juga ahli Taurat yang bijaksana seperti dalam Injil hari ini, atau dalam Matius 8:19 ada ahli Taurat yang berkata kepada Yesus: "Guru,  aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."

Dalam menilai sesuatu, sebaiknya kita tidak pukul rata.

Rabu, 31 Oktober 2018

Tidak Bisa Kembali

Ada satu istilah menarik dalam dunia penerbangan: point of no return. Menurut pakar penerbangan udara, point of no return adalah titik di mana pesawat berada dalam posisi tidak bisa lagi kembali ke bandara asal (sebelum ia lepas landas), sebab perjalanan kembali itu berbahaya dan tidak memungkinkan.

Point of no return juga kita alami dalam perjalanan kerohanian kita. Suatu titik di mana kita tidak bisa lagi kembali kepada manusia lama kita, karena Tuhan Yesus telah mengubah hidup kita secara total. Yang bisa kita lakukan adalah meneruskan perjalanan kerohanian kita sambil terus terhubung pada "Penunjuk Arah" kita yang senantiasa membimbing kita dengan bisikan Roh KudusNya. 

Kamis, 18 Oktober 2018

Penjagaan-Mu Luar Biasa

Pernahkah Anda sejenak berhenti dan merenungkan, betapa banyak kuman, virus, bakteri, dan bahaya mengancam di sekeliling kita. Tetapi Tuhan yang memelihara kita, menjauhkan dan meluputkan kita dari semuanya.

Menyadari kenyataan itu, tak henti kita menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan Sang Penjaga yang tidak pernah terlelap.

Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; 
Ia akan menjaga nyawamu. 
Tuhan akan menjaga keluar masukmu, 
dari sekarang sampai selama-lamanya. 
(Mazmur 121:7-8) 

Sabtu, 13 Oktober 2018

Tak Pernah Rugi

BersamaMu Tuhan, 
aku tak pernah merasa rugi
Semua yang Kau berikan, 
membuatku selalu merasa beruntung

Terima kasih Tuhan
 

Hanya Karena Rahmat

Dua tahun lalu aku pernah mencoba mempelajarinya, tetapi kedua tanganku tidak terampil merangkai manik-manik menjadi untaian kalung doa. Tanpa keinginan mencobanya terus, semua bahan kusimpan di gudang.

Hari ini, saat aku memegang kertas devosi kepada St. Theresia Lisieux, aku tergerak untuk membuat rangkaian manik-maniknya agar bisa kupakai berdoa. Segera kuambil manik-manik dan perlengkapan lain. Dengan semangat aku merangkai satu demi satu manik-manik. Sangat mudah.

Mengapa dua tahun silam aku menganggap keterampilan ini begitu sulit, sementara hari ini aku dapat mengerjakannya tanpa kesulitan?

Ketika merenungkannya, aku sepenuhnya menyadari, semua hanya karena rahmat. Tanpa rahmat Tuhan kita tidak bisa melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuan kita, dalam hal apa pun.

Terima kasih, Tuhan atas rahmatMu yang Kau curahkan pada saat kami membutuhkannya.

Minggu, 30 September 2018

Tak Bisa Mengelak

Aku menolak tugas itu. Aku sudah pernah mengerjakannya beberapa bulan lalu. Biarkan sekarang giliran orang lain, supaya makin banyak orang terlibat aktif dalam pelayanan. Namun, dalam putaran waktu, tugas itu kembali kepadaku dengan cara tak terduga. Orang yang telah menyatakan kesediaan untuk menanganinya, mendadak dipanggil Tuhan.

Ah, Bunda Maria, jika engkau sudah menghendakinya, aku tak bisa mengelak darimu.

Minggu, 16 September 2018

Lebih Kaya

Adakah yang lebih kaya 
daripada menjalani hari-hari bersamaMu 
dan mengalami keindahan cintaMu? 
Untuk semua itu aku bersyukur dan bersukacita

Jumat, 14 September 2018

Sukacita Salib

Salib lambang kehinaan dan penderitaan berat. Bagaimana kita dapat memanggul salib dengan sukacita?

Rasul Paulus mengatakan: Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)

Salib adalah kekuatan Allah. Yesus telah membuktikannya. Ia memberi teladan dalam memanggul salib - melalui jalan salib sampai kematianNya di atas kayu salib di Golgota. 

Dengan mengikuti ajakan rasul Paulus agar kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, ikut berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita; maka kita dapat mengikuti jejak Kristus dalam memanggul salib. Yesus akan memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita kepada kesempurnaan (lihat Ibrani 12:1-2).  

Salib yang Kau berikan kupanggul dengan sukacita, sebab Engkau sediri telah mencontohkannya.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Mengikuti KehendakMu

Ketika kita akan melakukan perjalanan entah ke luar kota atau ke luar negeri, kita menyusun  perencanaan - mulai dari menetapkan tanggal keberangkatan dan kepulangan, membeli tiket transportasi, mengurus visa jika hendak ke luar negeri, memesan penginapan, membereskan koper dan barang bawaan, dan berbagai persiapan lainnya.

Makin jauh kita merencanakannya, berarti makin baik kita mempersiapkannya, kita dapat memperoleh harga tiket transportasi dan penginapan yang lebih murah; ketimbang kita terburu-buru mengurus semua itu.

Namun, meskipun kita telah merencanakan segalanya jauh-jauh hari, terkadang apa yang terjadi tidak sesuai dengan perencanaan kita. Bagaimana menyikapi perbedaan antara perencanaan dan realisasi, antara harapan dan kenyataan?

Sertakanlah Tuhan dalam rencana perjalanan kita. Mulai dari munculnya gagasan untuk melakukan perjalanan, saat menyusun rencana perjalanan, mengurus segala keperluan perjalanan, melaksanakan perjalanan, hingga tiba kembali dari perjalanan.

Membawa rencana dan pelaksanaan perjalanan kita dalam doa setiap hari menjadikan kita lebih terbuka terhadap penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita. Bukankah pada doa Bapa Kami yang kita daraskan setiap hari ada unsur kepasrahan kepada kehendak Tuhan? "Jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam Surga."

Tak perlu bersikeras harus mewujudkan semua yang telah kita rencanakan. Terimalah hal-hal tak terduga yang terjadi dalam pelaksanaan perjalanan kita sebagai bagian dari rencana indah Tuhan. Memang kita belum bisa memahaminya pada saat hal itu terjadi, namun percayalah kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan setelah hal itu berlalu.

Rabu, 15 Agustus 2018

Bunda Maria Perlu Diangkat Ke Surga

Di dalam kitab Wahyu dituliskan, Yesus Anak Domba Allah yang telah mulia, berada di takhta Allah (lihat Wahyu 5:1-12). Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).

Kristus telah mulia, namun tugas di bumi belum selesai. Banyak manusia perlu ditarik pada keselamatan kekal. Untuk itu, perlu ada yang membantu meneruskan pewartaan Kerajaan Allah di dunia. Di sinilah Bunda Maria memegang peranan sangat penting.

Seperti dalam perjamuan kawin di Kana, Bunda Maria sibuk melihat berbagai kebutuhan umat manusia di bumi agar dapat memperoleh keselamatan, membisikkan kebutuhan itu kepada Sang Putra yang bertakhta di Kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas besar ini, Bunda Maria perlu lebih dulu diangkat ke Surga oleh Putranya.

Setelah dimuliakan di Surga, Bunda Maria dapat bergerak bebas di dunia. Melalui beberapa penampakan di muka bumi, Bunda Maria menyerukan pertobatan kepada umat manusia, meminta orang-orang beriman melakukan silih bagi orang-orang berdosa, memohon agar jangan lagi menyakiti hati Tuhan.

Bunda Maria menjadi perantara segala rahmat dan jalan yang tidak akan menyesatkan bagi umat manusia menuju ke Surga.

Minggu, 29 Juli 2018

Kanak-Kanak Yesus dari Praha

Patung Kanak-Kanak Yesus di Praha
Di sebuah toko benda rohani di Jakarta sekitar setahun yang lalu, aku menemukan kertas doa dan kaplet devosi kepada Kanak-Kanak Yesus dari Praha. Sejak itu, aku mendaraskan devosi ini setiap Minggu sore.Tanpa intensi khusus apa pun, semata hanya ingin menghormati Kanak-Kanak Yesus yang suci.

Kota Praha ibu kota negara Ceko, tempat bersemayam patung Kanak-Kanak Yesus, terasa begitu jauh dari jangkauan. Sama sekali tak terlintas dalam benakku, suatu kali aku akan menjejakkan kaki ke tempat ini.

Kesempatan datang ketika keluarga kami merancang ziarah pribadi ke beberapa tempat di Eropa. Praha menjadi salah satu tujuan, dan Gereja Our Lady Victorious berada di urutan atas yang akan kami kunjungi. 

Menatap dengan takjub patung Kanak-Kanak Yesus di Praha, bukan hanya karena keindahan dan keontetikannya, terlebih karena tak menyangka kami bisa memandang langsung patung Kanak-Kanak Yesus di kota asalnya. Sungguh, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.


Doa Syukur kepada Kanak-Kanak Yesus

Kanak-Kanak Yesus yang amat baik, dengan bersujud di hadapan-Mu aku mempersembahkan syukurku atas segala berkat yang telah Kau limpahkan bagiku. Tak henti-hentinya aku memuji kerahiman-Mu yang tak terlukiskan; aku mengakui hanya Engkaulah Allahku, penolong dan pelindungku. Mulai sekarang, aku mempercayakan diri sepenuhnya kepada-Mu; aku akan mewartakan kerahiman dan kemurahan-Mu di mana-mana, agar semua orang mengakui kasih dan kebaikan-Mu yang besar.
Semoga penghormatan kepada masa Kanak-Kanak-Mu yang suci semakin berkembang dalam hati semua orang Kristen, dan semoga semua orang yang telah menerima pertolongan-Mu senantiasa setia untuk bersyukur kepada-Mu. Kanak-Kanak Suci, pujian dan kemuliaan bagi-Mu selama-lamanya. Amin. (dari kertas doa Devosi kepada Kanak-Kanak Yesus)


Selasa, 24 Juli 2018

Memaknai Doa Koronka

Sebagian besar bangunan gereja di sebuah negara di Eropa ini bergaya gotik dengan dinding batu bata merah tak diplester, berdiri sejak abad 15-17. Namun, kemegahan gedung ditambah keindahan dan keagungan altar serta hiasan-hiasan suci di dalam gereja, tidak diimbangi dengan kegairahan umat untuk beribadah. Agaknya, kemutakhiran dunia berbanding terbalik dengan keimanan orang-orang di zaman modern, terutama di negara-negara maju.

Saat menyusuri jalan raya yang lebar namun lengang, tergambar wajah duka Yesus yang memandang kondisi dunia ini. Tiba-tiba terlintas dalam hati, kalimat yang terus kita ulangi dalam doa Koronka: "Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."

Kalimat doa Koronka itu menjadi jelas maknanya, di saat kita membayangkan kepedihan hati Yesus, kemudian kita memohon kepada Allah Bapa untuk menghargai penderitaan Yesus yang begitu besar guna menebus umat manusia melalui sengsara dan wafat Yesus di kayu salib. 

Doa Koronka menjadi sarana tepat bagi kita untuk memohon Kerahiman Bapa bagi umat manusia yang menyimpang dari jalan-Nya. Bersama-sama kita meminta kepada Bapa: "Pandanglah pengurbanan Putra-Mu, ya Bapa, dan kasihanilah kami. Janganlah murka dan menghukum dunia lagi karena Putra-Mu telah menebus umat manusia dengan Darah Suci-Nya."

Minggu, 01 Juli 2018

Sepasang Kaki yang Kuat

Betul, itulah yang kumohon kepadaMu. Aku memang membutuhkannya saat ini, ketika aku harus berjalan kaki menempuh jarak beratus meter hingga beberapa kilometer untuk mencapai halte bus, stasiun kereta, atau sebuah tempat.

Sudah berpuluh tahun aku terbiasa berkendara atau naik kendaraan umum, bahkan untuk mencapai tempat berjarak dekat. Kini di negeri orang, tak ada angkutan kota yang lalu-lalang, apalagi bisa berkendara sendiri dengan mobil sewaan.

Sepasang kaki kuat seperti kakiMu yang tanpa lelah menyusuri jalan-jalan di seputar Galilea dan Yerusalem. Itulah yang kuperlukan, supaya bisa menjangkau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Dan Tuhan mengabulkan permohonanku melalui suatu kejadian yang tak menyenangkan.

Suatu hari, aku bersikeras naik bus daripada harus berjalan kaki sejauh 1,5 km untuk pulang ke tempat penginapan. Tiba di persimpangan, rasanya sudah mendekati rumah yang terletak di pinggiran kota, kami berdua turun. Berjalan beberapa langkah, kami bingung dengan arah yang harus dituju.

Teknologi komunikasi sudah canggih, seharusnya kami membuka gadget untuk memperoleh petunjuk arah. Namun, hal itu tak dapat kami lakukan karena perangkat kehabisan batere. Berjalan tanpa kepastian arah, berusaha mencari tanda yang kami kenali di jalan-jalan yang kami lalui.... dua jam berlalu, akhirnya kami bisa tiba di tempat penginapan.

Mengilas balik rute yang kami tempuh saat tersesat dan mengukur jaraknya dengan Google Map, ternyata kami sudah berjalan kaki sejauh 4,5 km! Betapa ajaib caraMu, Tuhan Yesus - menunjukkan secara langsung lewat pengalaman ini: aku punya sepasang kaki yang kuat! Terima kasih atas anugerahMu.


Jumat, 22 Juni 2018

Misi Tersembunyi

Di sini kami berada selama dua bulan ke depan. Tempat dengan tatanan kehidupan masyarakat yang berbeda ditambah cuaca dingin, menyebabkan kami bertanya-tanya: apa yang Tuhan kehendaki untuk kami lakukan di sini?

Percayalah; sesungguhnya ada misi tersembunyi yang Tuhan berikan kepada kita, dari keberadaan kita di sebuah tempat. Misi itu ialah berdoa bagi bangsa dan negara di mana kita ditempatkan - untuk waktu yang singkat atau pun jangka panjang - selama keberadaan kita di tempat itu.

Senin, 18 Juni 2018

Berserah

Kerajaan Allah seumpama orang yang menabur benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (lihat Markus 4:26-27)

Perkataan Yesus dalam Injil tersebut sungguh tepat untuk menenteramkan hati yang dilanda kecemasan. Setelah melakukan pekerjaan yang menjadi bagian kita, serahkan saja selebihnya kepada Tuhan. Bukankah Ia yang mengatur segalanya?

Tetaplah tenang menghadapi berbagai gejolak kehidupan.

Minggu, 10 Juni 2018

Orang Kuat di Dalam Rumah

Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. (Markus 3:27)

Perumpamaan yang disampaikan Yesus membawa pada pemahaman:
perlu orang kuat di dalam rumah batin kita, agar perampok tidak dapat memasukinya.

Orang yang kuat itu adalah Yesus Kristus yang bersemayam dalam hati kita. KeberadaanNya dalam diri kita memampukan kita melawan berbagai serangan perampok yaitu si jahat, yang selalu berusaha menjauhkan kita dari Tuhan.


Sabtu, 09 Juni 2018

Persembahan yang Utama

Tiada persembahan 
yang lebih berkenan bagi Tuhan, 
selain persembahan 
berupa hati yang murni dan suci.

Minggu, 20 Mei 2018

Pentakosta Baru

Dunia yang diwarnai kerakusan,
                                   kekerasan,
                                   kebencian,
                                   kebejatan,
                                   kejahatan,

membutuhkan curahan Roh Kudus
dalam Pentakosta yang baru
                   Datanglah Roh Kudus
datanglah dengan perantaraan Bunda Maria yang Tak Bernoda - MempelaiMu,
seperti ketika Bunda Maria menyertai para rasul menantikan Roh Kudus
dalam Pentakosta perdana

Kamis, 17 Mei 2018

Harapan Allah kepada Manusia

Dalam Kejadian 22 kita membaca bagaimana Allah menguji iman Abraham dengan meminta Abraham mengurbankan anak tunggalnya. Abraham sangat taat kepada Allah. Ia mendengarkan firman Tuhan, maka ia lulus ujian iman.

Allah sangat terkesan kepadanya dan menjanjikan berkat berlimpah-limpah, keturunan yang sangat banyak. Keturunan Abraham akan menduduki kota-kota musuhnya dan melalui keturunan itu semua bangsa dibumi akan mendapat berkat (lihat Kejadian 22:17-18).

Itulah harapan Allah kepada manusia: Allah berfirman, manusia mendengarkan, dan melaksanakan firmanNya. Melalui ketaatan kepada Allah, manusia akan mendapat berkat melimpah.

Namun kenyataannya, tidak selalu tercipta relasi yang baik antara Allah dan manusia. Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel - keturunan Abraham - berulang kali terjadi ketidaksetiaan kepada Allah yang berakibat pada kemurkaan Allah, kehilangan berkat, dan tercerai-berainya bangsa Israel.

Bagaimana dengan keseharian kita? Sudahkah kita dengan tekun dan setia mendengarkan dan melaksanakan firmanNya? 

Sabtu, 07 April 2018

Dihantar ke IbuMu

Waspadalah, jiwa yang terpilih, dalam meyakini bahwa lebih sempurna datang langsung kepada Yesus, langsung kepada Allah. Tanpa Maria, tindakan dan niatmu hanya sedikit nilainya; tetapi jika engkau menghadap Allah melalui Maria, maka pekerjaanmu akan menjadi pekerjaan Maria, dan alhasil pekerjaanmu akan dibawa ke tingkat lebih tinggi dan sangat berharga bagi Tuhan. (Pokok ke-50 hal 40)  

Tulisan Santo Louis Marie de Montfort dalam buku The Secret of Mary yang kubaca selama masa Prapaskah membuka cakrawala baru pemahaman tentang Bunda Maria. Terima kasih, Yesus, aku ingin semakin mengenal dan mencintai BundaMu, agar akhirnya aku dihantarnya kepada-Mu.  

Minggu, 01 April 2018

Mengapa Aku MendekatiMu

Engkau menebusku
Engkau membukakan Jalan Kebenaran
Engkau memberi teladan Hidup Sejati
Engkau membimbing ke Kerajaan Allah
Engkaulah Sukacitaku
Engkaulah Tujuan hidupku

Masihkah ada alasan untuk menjauh dariMu?

Sabtu, 10 Maret 2018

Mengasihi dan Menaati

Ingin hidup bahagia?  
Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! (Yeremia 7:23)

Jika kita menelaah isi Kitab Suci, kita akan menemukan intisarinya adalah Allah menghendaki umat manusia mendengarkanNya dan menaati segala perintahNya, maka umat manusia akan berbahagia di bumi dan di surga. 
Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku, dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. (Keluaran 20:6)

Untuk dapat mendengarkanNya, lebih dahulu kita perlu mengenalNya. 
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Ia pasti muncul seperti fajar. Ia akan datang kepada kita seperti hujan... (Hosea 6:3)

Dari mana kita dapat mengenal Tuhan? 
Carilah di dalam kitab TUHAN dan bacalah: Satupun dari semua makhluk itu tidak ada yang ketinggalan dan yang satu tidak kehilangan yang lain; sebab begitulah perintah yang keluar dari mulut TUHAN, dan Roh TUHAN sendiri telah mengumpulkan mereka. (Yesaya 34:16)


Kamis, 01 Maret 2018

Hati

Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu! 
Hati yang sudah membatu: 
siapakah yang dapat mengetahuinya?
Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati dan menguji batin,
untuk memberi balasan kepada setiap orang 
setimpal dengan hasil perbuatannya.
(Yeremia 17:9-10)

Semoga Roh Kudus-Mu yang ada di dalam hati kami senantiasa menyinari kami dan menghindari kami dari jalan yang sesat.

Selasa, 27 Februari 2018

Syukur sebagai Korban

Siapa yang 
mempersembahkan syukur sebagai korban
ia memuliakan Aku
 (Mazmur 50:23)

Terima kasih, Tuhan... 
Engkau tidak menuntut korban bakaran dan korban persembahan. 
Ucapan syukur dari hati yang tulus sudah merupakan persembahan bagiMu.
Terima kasih, Tuhan....

Jumat, 16 Februari 2018

Hikmat dan Kerendahan Hati

Jikalau keangkuhan tiba, 
tiba juga cemooh,
tetapi hikmat ada pada 
orang yang rendah hati 
(Amsal 11:2)


 Tuhan Yesus, ajari aku untuk selalu rendah hati sepertiMu


Rabu, 14 Februari 2018

Kesempatan BersamaMu

Masa Prapaskah tiba kembali,
suatu kurun waktu yang ditunggu-tunggu,

inilah kesempatan bersamaMu,
mengarungi padang gurun kehidupan,
tanpa rasa takut

inilah kesempatan bersamaMu,
menimba hikmah ajar dari berbagai pengalaman,
dengan rendah hati

inilah kesempatan bersamaMu,
menggali kedalaman hati,
agar semakin berkenan kepadaMu  


Kamis, 18 Januari 2018

Bill Gates yang Lain

Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan pada akhir tahun 2017 sekitar US$ 91,8 miliar atau setara Rp 1.243 triliun, berkomitmen melunasi utang negara Nigeria sebesar US$ 76 juta atau sekitar Rp 1,02 triliun kepada pemerintah Jepang yang digunakan untuk memberantas penyebaran penyakit polio. Sungguh mengagumkan, seorang individu mampu melunasi utang sebuah negara.

Bill Gates telah berbuat baik kepada sesama. Aku tak akan mampu menyaingi kekayaan materi Bill Gates, aku tak mungkin bisa melunasi utang sebuah negara. Namun, aku dapat menjadi Bill Gates yang lain dalam keseharianku - melalui perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan kepada orang-orang di sekitarku. Entah sekadar melempar senyum kepada orang yang berpapasan denganku di jalan, mendengarkan orang yang mengeluhkan masalah yang dihadapinya, membantu tetangga yang membutuhkan pertolongan, memberikan sebagian milikku kepada orang lain. Bukankah kita sama-sama berbuat baik?

Jumat, 12 Januari 2018

Mengapa Ingin Sama?

Orang Israel ingin punya raja, tak puas dengan Yahwe sebagai Raja mereka.

Tuhan berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka." (1 Samuel 8:7)

Samuel lalu menyampaikan segala firman Tuhan kepada bangsa itu tentang hak raja atas bangsanya.

Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel. Mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang." (1 Samuel 8:19-20)

Orang Israel gagal melihat, betapa sebenarnya lebih mulia memiliki Tuhan sebagai Raja, daripada mengangkat manusia menjadi raja. Terkadang keinginan untuk menjadi sama dalam segala hal bukanlah yang terbaik. Berani berbeda asalkan di jalur yang benar, justru menimbulkan rasa saling menghargai.  

Minggu, 07 Januari 2018

Melihat Bintang

Raja Herodes tidak tergerak mengikuti tuntunan Bintang, ketika ia melihatnya. Ia memilih mengurung diri dalam istana, berandai-andai dengan pikirannya, sampai mengeluarkan perintah keji untuk membunuh anak-anak yang tak berdosa.

Imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi mengetahui dan percaya pada nubuat nabi tentang kelahiran Mesias, namun tidak pula tersentuh hati mereka untuk mengikuti Sang Bintang.

Orang-orang Majus dari timur melihat Bintang dan mengikutinya. Mereka berani melangkah ke tempat yang sama sekali belum mereka ketahui, semata percaya pada tuntunan Bintang.

Ya Tuhan, jadikan aku seperti orang Majus yang terus berproses dalam kehidupan ini, bergerak maju mengikuti tuntunanMu, sampai bertemu dengan Sang Bintang.    

...... Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (Matius 2:9-10)

 

Senin, 01 Januari 2018

JanjiMu di Tahun Baru

Hai bangsa di Sion yang mendiami Yerusalem, kalian TIDAK AKAN TERUS MENANGIS. Pastilah TUHAN AKAN MENGASIHANI kalian, apabila kalian berseru-seru. Begitu mendengar teriakmu IA AKAN MENJAWAB.

Walaupun Tuhan memberi kalian roti dan air serba sedikit, namun Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi. Kalian AKAN TERUS MELIHAT DIA dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri, SABDA-NYA ini AKAN KALIAN DENGAR dari belakangmu, "Inilah jalannya, ikutilah jalan ini!"

Pada waktu itu TUHAN AKAN MENCURAHKAN HUJAN bagi benih yang baru kalian taburkan di ladang, dan DARI HASIL TANAH itu kalian AKAN MAKAN ROTI YANG LEZAT DAN BERLIMPAH-LIMPAH. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas. (Yesaya 30:19-21, 23)