Ketika kita akan melakukan perjalanan entah ke luar kota atau ke luar negeri, kita menyusun perencanaan - mulai dari menetapkan tanggal keberangkatan dan kepulangan, membeli tiket transportasi, mengurus visa jika hendak ke luar negeri, memesan penginapan, membereskan koper dan barang bawaan, dan berbagai persiapan lainnya.
Makin jauh kita merencanakannya, berarti makin baik kita mempersiapkannya, kita dapat memperoleh harga tiket transportasi dan penginapan yang lebih murah; ketimbang kita terburu-buru mengurus semua itu.
Namun, meskipun kita telah merencanakan segalanya jauh-jauh hari, terkadang apa yang terjadi tidak sesuai dengan perencanaan kita. Bagaimana menyikapi perbedaan antara perencanaan dan realisasi, antara harapan dan kenyataan?
Sertakanlah Tuhan dalam rencana perjalanan kita. Mulai dari munculnya gagasan untuk melakukan perjalanan, saat menyusun rencana perjalanan, mengurus segala keperluan perjalanan, melaksanakan perjalanan, hingga tiba kembali dari perjalanan.
Membawa rencana dan pelaksanaan perjalanan kita dalam doa setiap hari menjadikan kita lebih terbuka terhadap penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita. Bukankah pada doa Bapa Kami yang kita daraskan setiap hari ada unsur kepasrahan kepada kehendak Tuhan? "Jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam Surga."
Tak perlu bersikeras
harus mewujudkan semua yang telah kita rencanakan. Terimalah hal-hal tak
terduga yang terjadi dalam pelaksanaan perjalanan kita sebagai bagian
dari rencana indah Tuhan. Memang kita belum bisa memahaminya pada saat hal itu
terjadi, namun percayalah kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan setelah hal itu berlalu.
Sabtu, 18 Agustus 2018
Rabu, 15 Agustus 2018
Bunda Maria Perlu Diangkat Ke Surga
Di dalam kitab Wahyu dituliskan, Yesus Anak Domba Allah yang telah mulia, berada di takhta Allah (lihat Wahyu 5:1-12). Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).
Kristus telah mulia, namun tugas di bumi belum selesai. Banyak manusia perlu ditarik pada keselamatan kekal. Untuk itu, perlu ada yang membantu meneruskan pewartaan Kerajaan Allah di dunia. Di sinilah Bunda Maria memegang peranan sangat penting.
Seperti dalam perjamuan kawin di Kana, Bunda Maria sibuk melihat berbagai kebutuhan umat manusia di bumi agar dapat memperoleh keselamatan, membisikkan kebutuhan itu kepada Sang Putra yang bertakhta di Kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas besar ini, Bunda Maria perlu lebih dulu diangkat ke Surga oleh Putranya.
Setelah dimuliakan di Surga, Bunda Maria dapat bergerak bebas di dunia. Melalui beberapa penampakan di muka bumi, Bunda Maria menyerukan pertobatan kepada umat manusia, meminta orang-orang beriman melakukan silih bagi orang-orang berdosa, memohon agar jangan lagi menyakiti hati Tuhan.
Bunda Maria menjadi perantara segala rahmat dan jalan yang tidak akan menyesatkan bagi umat manusia menuju ke Surga.
Kristus telah mulia, namun tugas di bumi belum selesai. Banyak manusia perlu ditarik pada keselamatan kekal. Untuk itu, perlu ada yang membantu meneruskan pewartaan Kerajaan Allah di dunia. Di sinilah Bunda Maria memegang peranan sangat penting.
Seperti dalam perjamuan kawin di Kana, Bunda Maria sibuk melihat berbagai kebutuhan umat manusia di bumi agar dapat memperoleh keselamatan, membisikkan kebutuhan itu kepada Sang Putra yang bertakhta di Kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas besar ini, Bunda Maria perlu lebih dulu diangkat ke Surga oleh Putranya.
Setelah dimuliakan di Surga, Bunda Maria dapat bergerak bebas di dunia. Melalui beberapa penampakan di muka bumi, Bunda Maria menyerukan pertobatan kepada umat manusia, meminta orang-orang beriman melakukan silih bagi orang-orang berdosa, memohon agar jangan lagi menyakiti hati Tuhan.
Bunda Maria menjadi perantara segala rahmat dan jalan yang tidak akan menyesatkan bagi umat manusia menuju ke Surga.
Minggu, 29 Juli 2018
Kanak-Kanak Yesus dari Praha
![]() |
| Patung Kanak-Kanak Yesus di Praha |
Kota Praha ibu kota negara Ceko, tempat bersemayam patung Kanak-Kanak Yesus, terasa begitu jauh dari jangkauan. Sama sekali tak terlintas dalam benakku, suatu kali aku akan menjejakkan kaki ke tempat ini.
Kesempatan datang ketika keluarga kami merancang ziarah pribadi ke beberapa tempat di Eropa. Praha menjadi salah satu tujuan, dan Gereja Our Lady Victorious berada di urutan atas yang akan kami kunjungi.
Menatap dengan takjub patung Kanak-Kanak Yesus di Praha, bukan hanya karena keindahan dan keontetikannya, terlebih karena tak menyangka kami bisa memandang langsung patung Kanak-Kanak Yesus di kota asalnya. Sungguh, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Doa Syukur kepada Kanak-Kanak Yesus
Kanak-Kanak Yesus yang amat baik, dengan bersujud di hadapan-Mu aku mempersembahkan syukurku atas segala berkat yang telah Kau limpahkan bagiku. Tak henti-hentinya aku memuji kerahiman-Mu yang tak terlukiskan; aku mengakui hanya Engkaulah Allahku, penolong dan pelindungku. Mulai sekarang, aku mempercayakan diri sepenuhnya kepada-Mu; aku akan mewartakan kerahiman dan kemurahan-Mu di mana-mana, agar semua orang mengakui kasih dan kebaikan-Mu yang besar.
Semoga penghormatan kepada masa Kanak-Kanak-Mu yang suci semakin berkembang dalam hati semua orang Kristen, dan semoga semua orang yang telah menerima pertolongan-Mu senantiasa setia untuk bersyukur kepada-Mu. Kanak-Kanak Suci, pujian dan kemuliaan bagi-Mu selama-lamanya. Amin. (dari kertas doa Devosi kepada Kanak-Kanak Yesus)
Selasa, 24 Juli 2018
Memaknai Doa Koronka
Sebagian besar bangunan gereja di sebuah negara di Eropa ini bergaya gotik dengan dinding batu bata merah tak diplester, berdiri sejak abad 15-17. Namun, kemegahan gedung ditambah keindahan dan keagungan altar serta hiasan-hiasan suci di dalam gereja, tidak diimbangi dengan kegairahan umat untuk beribadah. Agaknya, kemutakhiran dunia berbanding terbalik dengan keimanan orang-orang di zaman modern, terutama di negara-negara maju.
Saat menyusuri jalan raya yang lebar namun lengang, tergambar wajah duka Yesus yang memandang kondisi dunia ini. Tiba-tiba terlintas dalam hati, kalimat yang terus kita ulangi dalam doa Koronka: "Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."
Kalimat doa Koronka itu menjadi jelas maknanya, di saat kita membayangkan kepedihan hati Yesus, kemudian kita memohon kepada Allah Bapa untuk menghargai penderitaan Yesus yang begitu besar guna menebus umat manusia melalui sengsara dan wafat Yesus di kayu salib.
Doa Koronka menjadi sarana tepat bagi kita untuk memohon Kerahiman Bapa bagi umat manusia yang menyimpang dari jalan-Nya. Bersama-sama kita meminta kepada Bapa: "Pandanglah pengurbanan Putra-Mu, ya Bapa, dan kasihanilah kami. Janganlah murka dan menghukum dunia lagi karena Putra-Mu telah menebus umat manusia dengan Darah Suci-Nya."
Saat menyusuri jalan raya yang lebar namun lengang, tergambar wajah duka Yesus yang memandang kondisi dunia ini. Tiba-tiba terlintas dalam hati, kalimat yang terus kita ulangi dalam doa Koronka: "Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."
Kalimat doa Koronka itu menjadi jelas maknanya, di saat kita membayangkan kepedihan hati Yesus, kemudian kita memohon kepada Allah Bapa untuk menghargai penderitaan Yesus yang begitu besar guna menebus umat manusia melalui sengsara dan wafat Yesus di kayu salib.
Doa Koronka menjadi sarana tepat bagi kita untuk memohon Kerahiman Bapa bagi umat manusia yang menyimpang dari jalan-Nya. Bersama-sama kita meminta kepada Bapa: "Pandanglah pengurbanan Putra-Mu, ya Bapa, dan kasihanilah kami. Janganlah murka dan menghukum dunia lagi karena Putra-Mu telah menebus umat manusia dengan Darah Suci-Nya."
Minggu, 01 Juli 2018
Sepasang Kaki yang Kuat
Betul, itulah yang kumohon kepadaMu. Aku memang membutuhkannya saat ini, ketika aku harus berjalan kaki menempuh jarak beratus meter hingga beberapa kilometer untuk mencapai halte bus, stasiun kereta, atau sebuah tempat.
Sudah berpuluh tahun aku terbiasa berkendara atau naik kendaraan umum, bahkan untuk mencapai tempat berjarak dekat. Kini di negeri orang, tak ada angkutan kota yang lalu-lalang, apalagi bisa berkendara sendiri dengan mobil sewaan.
Sepasang kaki kuat seperti kakiMu yang tanpa lelah menyusuri jalan-jalan di seputar Galilea dan Yerusalem. Itulah yang kuperlukan, supaya bisa menjangkau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Dan Tuhan mengabulkan permohonanku melalui suatu kejadian yang tak menyenangkan.
Suatu hari, aku bersikeras naik bus daripada harus berjalan kaki sejauh 1,5 km untuk pulang ke tempat penginapan. Tiba di persimpangan, rasanya sudah mendekati rumah yang terletak di pinggiran kota, kami berdua turun. Berjalan beberapa langkah, kami bingung dengan arah yang harus dituju.
Teknologi komunikasi sudah canggih, seharusnya kami membuka gadget untuk memperoleh petunjuk arah. Namun, hal itu tak dapat kami lakukan karena perangkat kehabisan batere. Berjalan tanpa kepastian arah, berusaha mencari tanda yang kami kenali di jalan-jalan yang kami lalui.... dua jam berlalu, akhirnya kami bisa tiba di tempat penginapan.
Mengilas balik rute yang kami tempuh saat tersesat dan mengukur jaraknya dengan Google Map, ternyata kami sudah berjalan kaki sejauh 4,5 km! Betapa ajaib caraMu, Tuhan Yesus - menunjukkan secara langsung lewat pengalaman ini: aku punya sepasang kaki yang kuat! Terima kasih atas anugerahMu.
Sudah berpuluh tahun aku terbiasa berkendara atau naik kendaraan umum, bahkan untuk mencapai tempat berjarak dekat. Kini di negeri orang, tak ada angkutan kota yang lalu-lalang, apalagi bisa berkendara sendiri dengan mobil sewaan.
Sepasang kaki kuat seperti kakiMu yang tanpa lelah menyusuri jalan-jalan di seputar Galilea dan Yerusalem. Itulah yang kuperlukan, supaya bisa menjangkau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Dan Tuhan mengabulkan permohonanku melalui suatu kejadian yang tak menyenangkan.
Suatu hari, aku bersikeras naik bus daripada harus berjalan kaki sejauh 1,5 km untuk pulang ke tempat penginapan. Tiba di persimpangan, rasanya sudah mendekati rumah yang terletak di pinggiran kota, kami berdua turun. Berjalan beberapa langkah, kami bingung dengan arah yang harus dituju.
Teknologi komunikasi sudah canggih, seharusnya kami membuka gadget untuk memperoleh petunjuk arah. Namun, hal itu tak dapat kami lakukan karena perangkat kehabisan batere. Berjalan tanpa kepastian arah, berusaha mencari tanda yang kami kenali di jalan-jalan yang kami lalui.... dua jam berlalu, akhirnya kami bisa tiba di tempat penginapan.
Mengilas balik rute yang kami tempuh saat tersesat dan mengukur jaraknya dengan Google Map, ternyata kami sudah berjalan kaki sejauh 4,5 km! Betapa ajaib caraMu, Tuhan Yesus - menunjukkan secara langsung lewat pengalaman ini: aku punya sepasang kaki yang kuat! Terima kasih atas anugerahMu.
Jumat, 22 Juni 2018
Misi Tersembunyi
Di sini kami berada selama dua bulan ke depan. Tempat dengan tatanan kehidupan masyarakat yang berbeda ditambah cuaca dingin, menyebabkan kami bertanya-tanya: apa yang Tuhan kehendaki untuk kami lakukan di sini?
Percayalah; sesungguhnya ada misi tersembunyi yang Tuhan berikan kepada kita, dari keberadaan kita di sebuah tempat. Misi itu ialah berdoa bagi bangsa dan negara di mana kita ditempatkan - untuk waktu yang singkat atau pun jangka panjang - selama keberadaan kita di tempat itu.
Percayalah; sesungguhnya ada misi tersembunyi yang Tuhan berikan kepada kita, dari keberadaan kita di sebuah tempat. Misi itu ialah berdoa bagi bangsa dan negara di mana kita ditempatkan - untuk waktu yang singkat atau pun jangka panjang - selama keberadaan kita di tempat itu.
Senin, 18 Juni 2018
Berserah
Kerajaan Allah seumpama orang yang menabur benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (lihat Markus 4:26-27)
Perkataan Yesus dalam Injil tersebut sungguh tepat untuk menenteramkan hati yang dilanda kecemasan. Setelah melakukan pekerjaan yang menjadi bagian kita, serahkan saja selebihnya kepada Tuhan. Bukankah Ia yang mengatur segalanya?
Tetaplah tenang menghadapi berbagai gejolak kehidupan.
Perkataan Yesus dalam Injil tersebut sungguh tepat untuk menenteramkan hati yang dilanda kecemasan. Setelah melakukan pekerjaan yang menjadi bagian kita, serahkan saja selebihnya kepada Tuhan. Bukankah Ia yang mengatur segalanya?
Tetaplah tenang menghadapi berbagai gejolak kehidupan.
