Kamis, 25 Agustus 2022

Tidak Kekurangan

Anda sedang berada dalam situasi yang menimbulkan kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan? Entah karena ada masalah yang menguras pikiran dan perasaan, atau sedang sakit yang berkepanjangan? Anda menanti-nantikan pertolongan Tuhan, namun tak tampak secercah harapan. Hari demi hari berlalu, tanpa ada perubahan. Masalah tak kunjung selesai, penyakit tetap bersarang dalam tubuh.

Dalam situasi yang tidak menyenangkan ini, pernyataan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dapat menjadi pegangan: Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. (1 Korintus 1:7)

Dengan iman kita percaya, kita tidak kekurangan suatu karunia pun, meski keadaan kita sedang tidak baik. Kita perlu bersabar menantikan penyataan Tuhan  kepada kita. Keyakinan akan karunia Tuhan yang dianugerahkan kepada kita, membuat kita mampu bertahan dalam kesulitan hidup yang dihadapi.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 12:9)

 

Senin, 15 Agustus 2022

Ganjaran Mahkota Kemuliaan

Perayaan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga diperingati Gereja universal setiap tanggal 15 Agustus. Selain untuk menghormati Bunda Maria yang telah menuntaskan perutusannya di dunia dengan kemenangan yang gemilang, perayaan ini memberi makna mendalam bagi umat kristiani.

Santa Perawan Maria seorang gadis sederhana, telah berani menanggapi panggilan Tuhan dengan kesediaannya menjadi Ibu Sang Penebus - Allah yang menjelma menjadi Manusia. Sejak itu, Maria selalu berfokus pada kehendak Tuhan dengan iman yang teguh, menyingkirkan kepentingan diri melalui sikapnya yang sangat rendah hati, setia mendampingi Yesus Putranya mulai dari rahimnya sampai kebangkitan-Nya mengalahkan kematian. 

Pengorbanan dan kesucian hidupnya, di samping perannya sebagai Bunda Allah, membuahkan ganjaran mahkota kemuliaan bagi Santa Perawan Maria. Ia menjadi teladan, bahwa seorang manusia biasa dapat meraih kemuliaan di surga setelah menjalani kehidupan di dunia, dengan senantiasa mengedepankan dan bersandar pada Tuhan.

Inilah makna yang lebih dalam dari perayaan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Kita pun sebagai manusia biasa dapat memperoleh ganjaran mahkota kemuliaan kelak, jika kita meneladan cara hidup Santa Perawan Maria.


Kamis, 04 Agustus 2022

Mengapa Bisa Bertahan?

Terbersit rasa kagum, melihat kaum religius yang sungguh-sungguh menghayati panggilan hidup mereka. Dalam hati terucap: mengapa mereka mau hidup seperti itu dan bisa bertahan selama itu?

Tentang panggilan hidup sebagai kaum religius, telah diungkapkan Yesus dalam Injil Matius 19:11b-12: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Sungguh di luar nalar manusia, untuk dapat memahami sepenuhnya rahmat khusus yang Tuhan berikan kepada segelintir umat manusia pilihan-Nya. Dengan kemauan sendiri mereka memilih mengikuti jejak Kristus, meneladan cara hidup-Nya yang lepas bebas terhadap hal-hal duniawi walau hidup di dunia. 

Hari ini, saat kita mengenang seorang Imam yang sederhana dan sangat kudus dari Ars, Prancis, hendaknya kita membawa kaum religius dalam doa-doa kita, agar mereka setia menapaki jalan hidup yang telah mereka pilih dan direstui Tuhan. Seperti kita pun telah memilih jalan hidup sesuai kehendak Tuhan.

Rabu, 27 Juli 2022

Harta Terpendam dan Mutiara Sangat Berharga

Sabda Tuhan Yesus ini sudah sering kita dengar: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." (Matius 13:44-46)

Dan setiap kali Sabda ini dikumandangkan, aku bersyukur karena aku merasa telah menemukan harta terpendam itu, mutiara yang sangat indah. Seolah aku yang berusaha keras mencari, kemudian menemukannya.

Tetapi, ketika Imam yang mempersembahkan Perayaan Ekaristi pagi ini mengatakan bahwa kita-lah harta terpendam dan mutiara sangat berharga bagi Allah, aku terkesima. Benarlah, ya Tuhan.... Engkau yang lebih dahulu mencari kami, yang menjauh dari-Mu. Engkau yang begitu bersukacita, ketika menemukan kami, anak-anak-Mu yang hilang. Engkau yang rela mengosongkan diri dan menderita sengsara, agar dapat memperoleh kami kembali. Engkau yang menjadikan kami sebagai milik-Mu yang sangat berharga.

Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau senantiasa mencintai kami dengan kasih setia-Mu.

Minggu, 10 Juli 2022

Waktu-Mu

Engkau meminta kesediaanku untuk bersabar menunggu waktu-Mu.
Tentu saja aku menyanggupi, karena Engkau yang memintanya. 
Meski terasa lama dan berat, aku akan bertahan,
seraya memohon rahmat kesabaran dari-Mu. 
Aku percaya, Engkau akan menepati janji-Mu.
 

Sabtu, 02 Juli 2022

Masihkah Kita Mengandalkan Tuhan?

Ketika kita berada dalam keadaan tertentu, terutama yang menurut kita mendesak, kita cenderung mengambil jalan pintas yang dapat memberi solusi cepat. Kita lebih berorientasi pada hasil yang ingin segera kita capai, ketimbang menjalani prosesnya dengan tekun dan sabar, sesuai penyelenggaraan Tuhan. 

Tak jarang, kita merestui cara-cara yang kurang elok, meski bukan terlarang atau ilegal, agar kita langsung mendapatkan apa yang kita inginkan. Sadarkah kita, pada saat kita memilih untuk mengambil jalan pintas, menandakan kita tidak mengandalkan Tuhan?

Mungkin kita bisa beralasan, kita mempercepat proses lantaran ingin supaya hasilnya dapat segera dinikmati orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi. Tujuan bisa baik dan mulia, tetapi menjadi tidak lagi berkenan di mata Tuhan, karena prosesnya yang menyimpang.

Pada saat kita dihadapkan pada situasi mendesak, kita tetap dapat memilih cara yang berkenan pada Tuhan, bukan jalan pintas yang mengandalkan manusia.

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:7-8)

 

Jumat, 01 Juli 2022

Syukur atas Kebaikan-Mu

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, 
Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.  
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! 
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 

(Mazmur 118:28-29)