Tentu ada perbedaan antara kita akan pergi ke pasar atau kita akan mendaki ke gunung.
Kalau mau ke pasar, kita tahu pasar mana yang dituju, jalan untuk sampai ke sana sudah tergambar dengan jelas. Sedangkan saat kita akan naik ke gunung, meskipun kita tahu gunung yang dituju, kita belum tahu secara pasti jalan untuk sampai ke puncaknya.
Perjalanan spiritual lebih seperti perjalanan mendaki ke gunung. Tujuannya sudah jelas: Kerajaan Allah. Jalan untuk mencapai "gunung" itu sudah tergambar, namun ketika kita menempuh jalan itu, terkadang kita menemukan "jalan" yang bercabang. Muncul keraguan, jalan mana yang harus kita pilih.
Perjalanan berlanjut, muncul tantangan-tantangan lain. Para pendaki gunung memakai kompas untuk menentukan arah yang akan dijalani. Kita pun perlu "kompas" yakni Firman Tuhan untuk memastikan kita berada di jalan yang benar mencapai tujuan.
Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari musuh-musuhku, sebab itulah yang menyertai aku selama-lamanya..... Aku menahan kakiku dari segala jalan yang jahat, supaya aku berpegang pada firman-Mu. (Mazmur 119:97-98, 101)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar