Minggu, 13 April 2014

Setia

Hari ini aku mengangkat daun palem bersama lautan umatMu di seluruh dunia,
memuji kebesaranMu: Hosana yang datang dalam nama Tuhan.

Dahulu warga Yerusalem pun menyambut kedatanganMu ke kota itu,
namun beberapa hari kemudian mereka berteriak keras menginginkan Engkau disalibkan.

Jika Engkau mau, bisa saja Engkau memilih untuk tidak datang ke Yerusalem.
Manusia memiliki kehendak bebas, apalagi Engkau sebagai Putra Allah.

Namun Engkau justru dengan sadar memasuki Yerusalem,
meski Engkau tahu penderitaan berat bakal menimpaMu.
KataMu: "MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan meyelesaikan pekerjaanNya." (Yohanes 4:34)

Oh Yesus, tolonglah aku manusia yang lemah ini.
Aku ingin tetap setia kepadaMu, seperti Engkau yang selalu setia melaksanakan Kehendak Bapa.

Selasa, 08 April 2014

Salah Meminta?

Belum lama berselang aku mendapat pelajaran berharga dari pengalamanMu menyembuhkan tiga orang sakit dengan pendekatan berbeda (lihat posting yang berjudul: Tak Perlu Meminta), namun ketika akhir bulan lalu Engkau bertanya kepadaku: "Apa yang kamu inginkan?" Bukannya menginginkan CintaMu, aku malah minta Engkau memberi kesehatan prima kepadaku, agar fisikku dapat menopang tugas-tugas yang akan Engkau berikan kepadaku. Betapa malu aku. Engkau telah menelanjangi kelemahanku lewat pengalaman ini.

Dua hari sebelumnya, Engkau membuka selubung bawah sadarku. Membuatku tak berdaya didera rasa bersalah dan keraguan akan penyelenggaraanMu. Engkau tengah membentukku. Engkau telah memukul, tetapi akan membalut aku.(lihat Hosea 6:1)

Aku memohon ampun kepadaMu atas kesalahanku meminta. MengharapkanMu menyatu denganku dalam Cinta - itu lebih penting ketimbang memohon kesehatan. Kedekatan denganMu sudah otomatis akan membuat tubuh menjadi kuat dan mampu melakukan kehendakMu.

Penyakit hipertensi yang kualami sejak 2,5 tahun belakangan, membuatku kerap mengkhawatirkan kondisi fisikku. Sadar atau tidak, penyakit ini membelengguku. Melalui pengalaman kelemahanku tersebut, Engkau ingin mematahkan belenggu itu. Kini, aku memandang penyakit bukan lagi sebagai kelemahan diri, melainkan godaan si jahat yang berusaha mengoyak imanku. 

"Maukah engkau sembuh?" tanyaMu seraya tersenyum lembut. (lihat Yohanes 5:6) Ah, Engkau tidak menganggap permintaanku egoistis. Engkau malah menawarkan kesembuhan. Aku membiarkanMu menyembuhkanku lewat cara yang tak terduga.

Kesempatan mengikuti retret di awal bulan ini membuka belenggu keraguan dan ketakutanku. Aliran CintaMu mengalahkan kepentingan diri, melahirkan Cinta baru dalam hatiku. Aku bersukacita karena Engkau begitu mengasihiku.  

Awalnya aku memang salah meminta, tetapi Engkau telah menjadikan kesalahanku itu pengalaman berharga tentang Cinta kepadaMu. "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk," kataMu. (lihat Yohanes 5:14)

Selasa, 01 April 2014

30 Tahun Menantiku

Terima kasih, Tuhan Yesus, atas kesabaranMu yang sangat besar. Engkau bersedia menantiku selama 30 tahun mengembara di belantara dunia, sampai pada titik balik saat ini. 

Aku bagaikan isteri masa muda yang Engkau pinang kembali. Hatiku bersorak, karena Engkau tidak melupakanku dan tidak menyerahkan aku kepada maut. Kini aku menanti penggenapan janji-janjiMu.

Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. 

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. 

Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati 
TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu. 

Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. 

Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. 

(Yesaya 54:4-8)

Kamis, 27 Maret 2014

Tak Perlu Meminta


Setelah Engkau mengajar orang banyak dalam Khotbah di Bukit, Engkau turun dari bukit dan seorang yang sakit kusta mendatangiMu. "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." (Matius 8:2) Engkau menyembuhkannya secara langsung.

Berikutnya, ketika Engkau memasuki Kapernaum, seorang perwira memohon kepadaMu untuk menyembuhkan hambanya yang terbaring di rumah karena sakit lumpuh. (Matius 8:6) Engkau juga menyembuhkannya dari jarak jauh.

Setelah itu, Engkau tiba di rumah Petrus. Engkau melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Engkau memegangnya dan lenyaplah demamnya. (Matius 8:14-15)

Dari tiga rangkaian penyembuhan yang ditulis Matius itu, ada dua hal yang menarik perhatianku:

- Seseorang dapat meminta kesembuhan bagi dirinya sendiri (seperti orang yang sakit kusta), dapat pula memohon kesembuhan bagi orang lain (seperti perwira yang memohon kesembuhan untuk hambanya).

- Petrus tidak memohon kesembuhan bagi ibu mertuanya. Namun, karena relasiMu yang sangat dekat dengan Petrus, Engkau langsung tergerak menyembuhkan ibu itu.

Oh, betapa indah memiliki relasi yang erat denganMu, ya Yesus. Tak perlu aku meminta, Engkau telah mengetahui kebutuhan dan keinginanku. Engkau akan langsung bertindak, sepanjang kebutuhan dan keinginanku itu selaras dengan kehendakMu. Yang kuperlukan hanyalah berjalan bersamaMu selalu.


Senin, 24 Maret 2014

Berubah Total

Perempuan itu bertemu denganMu di dekat sumur Yakub. Lalu, Engkau mengajaknya berbincang-bincang. Perempuan itu bukan wanita baik. KataMu, ia telah memiliki lima suami dan yang bersamanya sekarang bukan suaminya. Namun, Engkau tetap mengasihinya, malah Engkau menawarkan Air Hidup kepadanya.

Pertemuan pribadi denganMu membuahkan pertobatan. Perempuan itu kemudian memberitahu tentang Engkau kepada orang-orang di sekitarnya. Banyak orang menjadi percaya kepadaMu karena perkataan perempuan itu. (Lihat Yohanes 4:6-39)

Pendosa besar tidak dipandang oleh masyarakat sekitar; tetapi jika orang itu berubah total setelah mengalami pertobatan sejati, ia dapat menjadi pewarta yang didengar banyak orang.

Selasa, 11 Maret 2014

Tiga Tahap Pencobaan

Tiga pencobaan yang Engkau alami seusai menjalani puasa selama 40 hari - menggambarkan tiga tahap pencobaan yang dialami orang-orang yang memilih untuk dekat denganMu. Seperti Engkau mengalaminya sendiri, setelah Engkau menyatu dengan BapaMu dalam keheningan di padang gurun (lihat Matius 4:1-11)

Pencobaan pertama: mengubah batu-batu menjadi roti.
Ini adalah tahap dasar pencobaan manusia, di mana kebutuhan jasmani seperti sandang, pangan, dan papan menjadi hal-hal yang diutamakan dalam hidup manusia. Jika manusia sudah dapat lepas bebas dari berbagai kebutuhan material ini, maka ia akan dibawa pada pencobaan tahap berikutnya.

Pencobaan kedua: menjatuhkan diri tetapi tak akan binasa, karena dijaga para malaikat.
Setelah dibebaskan dari kebutuhan material, manusia akan mengalami pencobaan emosional. Iblis menggelitik emosi manusia, muncul godaan-godaan untuk mencobai Tuhan demi memenuhi kebutuhan emosional manusia: rasa puas, rasa berkuasa, rasa diri berharga, rasa diri hebat. Tetapi, jika manusia berhasil membebaskan diri dari pencobaan emosional ini, sehingga apa pun yang terjadi ia tetap teguh berpegang pada Tuhan - bukan pada perasaan-perasaan yang senantiasa berubah, maka ia akan dibawa pada pencobaan tahap selanjutnya.

Pencobaan ketiga: menyembah iblis akan mendapat semua kerajaan dunia.
Menyembah yang bukan Allah Tritunggal sama dengan penyembahan berhala. Inilah pencobaan tahap akhir yang merupakan pencobaan spiritual. Pada tahap ini manusia perlu sangat waspada, karena iblis dengan sejuta taktik liciknya akan memerdaya manusia untuk menjauhi Sang Terang.

Ya Tuhan Yesus, bimbinglah kami senantiasa, agar dapat mengalahkan ketiga tahap pencobaan; seperti Engkau sendiri telah memberi teladan cara-cara mengatasi berbagai pencobaan itu. Kami ini manusia lemah yang hanya dapat menjadi kuat dengan Kuasa dan KekuatanMu.  

Senin, 03 Maret 2014

Pengurus Rahasia Allah

Kemarin, dalam bacaan kedua pada Perayaan Ekaristi, Rasul Paulus mengatakan kalimat yang sangat indah: "Hamba-hamba Kristus yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah" atau terjemahan Alkitab versi lain menuliskannya sebagai "pengurus rahasia Allah" (1 Korintus 4:1).

Berbahagialah orang-orang yang Engkau percayai menjadi pengurus rahasia Allah. Hanya ada satu syarat untuk dapat menjadi hamba Kristus yang memegang rahasia Allah, yaitu orang tersebut dapat dipercaya (1 Korintus 4:2).

Apakah Engkau berkenan menjadikan aku salah satu hamba seperti itu? Ataukah ada tugas lain yang akan Engkau berikan kepadaku? Aku mau menelusurinya bersamaMu di padang gurun kali ini.