Ada yang mengesankan dari homili seorang Imam di malam Natal tahun ini. Ketika dunia cenderung pada gerak naik, contohnya orang-orang berpacu untuk semakin berprestasi, semakin kaya, semakin berkuasa, semakin berjaya.... Bayi Yesus yang lahir di palungan dengan kondisi sangat sederhana, menggambarkan gerak turun Allah menjadi Manusia. Allah yang Mahakaya justru memilih gerak turun yang berlawanan dengan arus dunia. Gerak manakah yang kita pilih?
Nasihat-nasihat yang diberikan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi dalam suratnya yang ditulis sekitar tahun 56 Masehi, tetap relevan bagi kita sebagai para pengikut Kristus:
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
(Filipi 3:17-19, 4:1)