Rabu, 25 Desember 2019

Gerak Turun Natal

Ada yang mengesankan dari homili seorang Imam di malam Natal tahun ini. Ketika dunia cenderung pada gerak naik, contohnya orang-orang berpacu untuk semakin berprestasi, semakin kaya, semakin berkuasa, semakin berjaya.... Bayi Yesus yang lahir di palungan dengan kondisi sangat sederhana, menggambarkan gerak turun Allah menjadi Manusia. Allah yang Mahakaya justru memilih gerak turun yang berlawanan dengan arus dunia. Gerak manakah yang kita pilih?

Minggu, 08 Desember 2019

Dinaungi Kuasa Allah

Setelah Maria menyatakan kesediaannya untuk mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki, kuasa Allah yang Mahatinggi menaunginya (lihat Lukas 1:35).

Adanya kuasa Allah itu membuat Santa Perawan Maria kuat menghadapi berbagai tantangan:

- Hamil muda pergi ke rumah Elisabet yang berjarak sekitar 145 km dan tinggal di sana selama 3 bulan
- Hamil tua naik keledai bersama Yusuf menempuh perjalanan dari Nazaret ke Betlehem yang berjarak sekitar 157 km untuk melahirkan di Betlehem
- Setelah melahirkan, dari Betlehem harus mengungsi ke Mesir yang berjarak sekitar 700 km untuk menyelamatkan Bayi Yesus dari kejaran Herodes
- Dari Mesir pindah ke Nazaret yang berjarak sekitar 800 km dan membesarkan Yesus sendiri setelah ditinggal wafat Yusuf
- Menghadapi olok-olok para tetangga yang melihat "keanehan" perkataan dan perilaku Yesus
- Menyaksikan sengsara dan wafat Yesus dari dekat

Berkaca pada pengalaman hidup Santa Perawan Maria, ternyata kuasa Allah yang Mahatinggi akan memberi kekuatan, saat kita berani menjawab "ya" atas panggilan-Nya.

Minggu, 01 Desember 2019

Janji Seorang Gembala yang Baik

Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku,
Aku akan mencari domba-domba-Ku,
Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat,
Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku,
Aku akan membiarkan mereka berbaring.

Yang hilang akan Kucari,
Yang tersesat akan Kubawa pulang,
Yang luka akan Kubalut,
Yang sakit akan Kukuatkan,
Yang gemuk dan kuat akan Kulindungi.

Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
 
(Yehezkiel 34:11-12, 15-17)

Kamis, 21 November 2019

Makna Terdalam Doa Angelus

Doa Angelus kita daraskan tiga kali sehari pukul 6 pagi, pukul 12 siang, dan pukul 6 sore untuk menghormati karya penyelamatan Allah melalui Bunda Maria. Doa ini dimulai sejak tahun 1263 oleh Santo Bonaventura.  

Ada tafsiran yang mengungkapkan makna doa Angelus pukul 6 pagi untuk menghormati Putra Allah yang bangkit dari mati, sedangkan doa Angelus pukul 12 siang untuk mengenang sengsara Kristus di kayu salib, dan doa Angelus pukul 6 sore untuk menghormati Putra Allah yang menjelma menjadi Manusia.

Jika kita merenungkan lebih dalam, kita dapat pula mengatakan bahwa kita mendaraskan doa Angelus tiga kali sehari sebagai tanda kesediaan kita mengikutsertakan Bunda Maria dalam gerak keseharian kita.  

Senin, 11 November 2019

Wajah yang Kusut

Ketika kita menghadapi suatu persoalan besar, segenap perhatian dan daya upaya kita terpusat pada masalah itu. Wajah kita menjadi kusut, orang-orang yang ada di sekitar kita, yang biasanya tidak terasa mengganggu, kini malah semuanya tampak seperti penghalang buat kita. 

Tanpa alasan yang jelas, kita kesal terhadap mereka. Enggan bertegur sapa dengan orang-orang di sekitar kita.Wajah mengkerut dan cemberut. Tiba-tiba, kita malas berbuat baik sekecil apa pun terhadap sesama di sekitar kita. Kalau bisa, ingin rasanya masuk dalam tempurung yang aman, sendirian tanpa bersentuhan dengan orang lain.  

....."Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (Kejadian 4:6-7)

Semakin kita tenggelam dalam keterpurukan, semakin senang si jahat memanas-manasi hati kita. Segera sadari dan bangkit!

Dalam perjalanan hidup, kita tak akan lepas dari masalah. Dengan keteguhan iman dan pengharapan dalam Kristus, kita tahu setiap masalah suatu saat tentu akan terselesaikan. Maka, seberat apa pun masalah yang sedang Anda hadapi, tetaplah tersenyum dan berbuat baik kepada orang-orang di sekitar Anda.

Senin, 04 November 2019

Tidak Ada Artinya Lagi

Beberapa tahun belakangan ini, seorang ibu sepuh yang berusia 83 tahun hanya tergolek di tempat tidurnya. Ia tinggal sendirian, tidak pernah menikah. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia kini bergantung pada kebaikan beberapa tetangga di sekitarnya.

Ia bukan tunawisma. Ia pensiunan pegawai negeri sipil dengan eselon tinggi. Tetapi, lantaran kerapuhan tubuh rentanya, ia tidak lagi bisa mengambil uang pensiun setiap bulan ke bank. Lalu, para tetangga berinisiatif membantu ibu ini memperoleh hak pensiunnya. Singkat kisah, uang pensiun yang sudah bertahun-tahun tidak diambil, dapat dicairkan.

Ibu ini sekarang memiliki tabungan pensiun dalam jumlah sangat besar. Namun, ketika para tetangga memberitahu, sang ibu tidak merasakan kegembiraan sedikit pun. Baginya, uang sebanyak apa pun tidak ada artinya lagi. 

Dari kisah ibu sepuh itu, kita dapat menarik hikmah. Pertama, uang bukanlah segalanya atau sesuatu yang membawa kebahagiaan dalam hidup ini. Tanpa uang sepeser pun, ibu tersebut sudah mendapat kebahagiaan dari perhatian penuh kasih para tetangganya.

Kedua, ternyata hal yang penting atau berarti menurut ukuran dunia, bisa jadi tidak ada artinya bagi orang tidak berfokus pada hal itu. Selain uang, contoh lain misalnya penampilan fisik. Menurut ukuran dunia, penampilan fisik yang wah dan keren adalah penting. Tetapi, bagi orang yang tidak berfokus pada hal itu, penampilan fisik tidak ada artinya dibanding kecantikan hati. 

Ke manakah fokus perhatian Anda? Apa yang berarti bagi Anda dalam hidup?

Rabu, 30 Oktober 2019

Sasaran Empuk Si Jahat

Tahukah Anda, hal apa yang membuat si jahat berhasil merenggut jiwa seseorang? Jawabannya ialah kesedihan yang berlebihan. 

Merasa sedih karena suatu peristiwa tertentu yang menimpa kita atau orang lain, sebenarnya merupakan tanggapan emosi yang wajar. Misalnya, saat mengalami kegagalan dalam studi, putus cinta, diberhentikan dari pekerjaan, atau kematian seorang yang dikasihi. Tetapi, kalau kesedihan itu sangat mendalam dan berlebihan, sampai merasa hidup tak berarti lagi, berhati-hatilah.... karena Anda dapat menjadi sasaran empuk si jahat.

Melalui penciptaan kesedihan yang berlebihan dalam diri seseorang, si jahat dengan mudah dapat meraih satu jiwa lagi untuk masuk dalam kerajaan kegelapan. Seseorang yang sangat sedih, tak bersemangat melakukan apa pun. Pikiran dan keinginannya hanya tertuju pada satu hal: lebih baik mati. Perasaan sedih berlebihan kemungkinan besar dialami orang-orang yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. 

Di sisi lain, peristiwa kedatangan malaikat Gabriel ke rumah Maria untuk menyampaikan kabar bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Yesus, merupakan Kabar Gembira tentang Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Keseluruhan Injil yang memuat kisah hidup dan pengajaran Yesus adalah Kabar Sukacita. 

Dari sini kita dapat melihat benang merah antara sedih dan sukacita. Tuhan menawarkan sukacita kepada manusia untuk mengatasi kesedihan berlebihan, yang sengaja diciptakan si jahat agar dapat merebut nyawa manusia.

Apakah saat ini Anda sedang sedih? Jangan berlarut-larut, nanti nyawa Anda jadi sasaran empuk si jahat. Ada baiknya Anda segera mengambil Alkitab dan membaca Injil - Kabar Sukacita dari Tuhan kita. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yohanes 15:11) 

Sabtu, 12 Oktober 2019

Dari Lahiriah ke Batiniah

Seorang perempuan berseru kepada Yesus yang sedang berbicara di depan orang banyak: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Tetapi Yesus berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:27-28)

Sering kali orang memandang segala sesuatu dari sisi lahiriah - yang dapat dilihat, diraba, dan dirasa oleh panca indra. Bukan demikian cara pandang Tuhan. Segi fisik tidak dipentingkan, melainkan sisi batiniah yang diutamakan. Bagaimana cara pandang Anda?

Jumat, 11 Oktober 2019

Waspada Hati

Menarik menyimak penuturan Yesus tentang kembalinya roh jahat (lihat Lukas 11:24-26). Orang yang pernah mengalami kejatuhan, lalu menyadari kekeliruannya, dan berbalik kembali ke Tuhan, perlu waspada memelihara kemurnian hatinya. 

Tak pernah si jahat senang dengan pertobatan manusia. Ia akan terus mencari cara untuk dapat kembali berkuasa dalam hati manusia. Hati yang sudah bersih dari noda dosa, perlu selalu diisi dengan firman Tuhan dan segala yang baik, agar tidak dapat dikuasai lagi oleh si jahat.
 
Jika lengah, si jahat kembali akan memenuhi hati orang itu dengan membawa 'teman-temannya.' Akibatnya, keadaan orang yang telah bertobat itu menjadi lebih buruk. Maka, perlu usaha yang sangat gigih dan terus-menerus untuk selalu mewaspadai hati. 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)




Rabu, 02 Oktober 2019

Doa kepada Malaikat Pelindung

Engkaulah pelindungku yang diberikan Allah untuk mengatasi kelemahanku.

Malaikat pelindung kudus, penuntun dan penghibur, guru dan penasihatku, terima kasih atas kesetiaan dan kasihmu. Aku mohon agar engkau selalu berada di sisiku, selalu menjadi sahabat dan penolongku.
        
Bila aku tidur, berjagalah di dekatku. Bila aku terjaga, bimbinglah langkahku.
Bila aku sedih, hiburlah aku. Bila aku lemah, selamatkan aku dari segala bahaya.
Bila aku ragu, nasihatilah aku. Dari segala dosa, lindungilah aku.

Malaikat terkasih, doronglah aku untuk selalu berbuat kebaikan. Jagalah aku agar selalu dalam keadaan rahmat. Jagalah aku dari kematian yang menakutkan dan terangilah jalanku di kegelapan dunia ini. Ajarilah aku mengatasi kebodohanku, peringatkanlah aku dari segala bahaya dan ancaman. Lindungilah aku dari segala kejahatan. Jadilah pengantara bagi setiap permohonanku. Di saat ajal dampingilah pelepasan jiwaku dan bawalah aku ke tempat surgawiku, agar aku dapat bersamamu dalam sukacita penyembahan yang sempurna kepada Allah Bapa yang Mahakuasa dan Mahabaik di Surga. Amin. 

Dikutip dari buku Bebaskan Aku Dari Sini - Wawancara dengan Maria Simma. Penerbit Marian Centre Indonesia.

Minggu, 29 September 2019

Doa kepada Tiga Malaikat Agung


St. Mikael
O pangeran rumah surgawi, penakhluk setan, dengan rendah hati engkau telah menerima dari Allah kekuatan dan kekuasaan untuk menghancurkan kesombongan kuasa kegelapan. Kami mohon, perolehkanlah bagi kami kerendahan hati yang sejati, ketaatan yang tak tergoyahkan, untuk memenuhi Kehendak Allah dan ketabahan dalam segala penderitaan dan pencobaan. Tolonglah kami agar kelak dapat tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Amin.

St. Gabriel
Malaikat umat manusia, engkau yang dipercaya membawa kabar Allah, bukalah telinga kami pada peringatan dan panggilan tersamar dari Hati Yesus yang Mahakasih. Kami mohon kepadamu, agar engkau selalu berada dalam pandangan kami, supaya kami dapat mengerti sabda Allah dengan benar, mengikuti, mematuhi, dan memenuhi apa yang dikehendaki Allah dari kami. Dampingilah kami, agar selalu terjaga pada saat Tuhan datang untuk menjemput kami. Amin.

St. Rafael
Engkaulah panah kasih dan tabib kasih Allah, kami mohon kepadamu, kobarkanlah hati kami dengan kasih yang membara, agar setiap hari kami tetap berada di jalan kasih, sehingga kami dapat mengatasi segalanya dengan kasih itu. Amin.

Dikutip dari buku Bebaskan Aku Dari Sini - Wawancara dengan Maria Simma. Penerbit Marian Centre Indonesia.

Sabtu, 28 September 2019

Dari Keinginan, Datang Godaan

Anda punya keinginan? Hati-hati dengan keinginan itu - apa pun, sebab keinginan dapat mendatangkan godaan, dan akhirnya membuahkan dosa.

Contoh sederhana: keinginan memiliki uang banyak, membuat orang tergoda melakukan segala cara agar bisa mendapatkan uang. Ada yang merampok, ada pula yang korupsi. Contoh lain: keinginan dekat dengan lawan jenis, padahal sudah punya pasangan hidup. Keinginan ini kalau tidak disingkirkan, dapat memunculkan godaan. Awalnya sebatas berbincang dengan lawan jenis yang dipuja, kemudian jalan bersama, makin lama makin melekat; akhirnya membuahkan perselingkuhan.

Mari, kita belajar dari kejatuhan Hawa di Taman Eden. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. (Kejadian 3:6a) Ada keinginan dalam hati Hawa untuk makan buah pohon yang dilarang Allah, apalagi ular telah mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan mati setelah makan buah pohon tersebut, malah mata perempuan itu akan terbuka, menjadi seperti Allah yang tahu tentang yang baik dan yang jahat. (lihat Kejadian 3:4-5)

Kelanjutan kisah Hawa telah kita ketahui. Hawa yang punya keinginan makan buah dari pohon terlarang, digoda oleh iblis, bahkan mengajak suaminya ikut mencicipi buah itu. Akibatnya, mereka diusir Allah dari Taman Eden.

Keinginan yang menggebu dapat memicu munculnya godaan-godaan untuk mencapai keinginan itu. Si jahat bekerja dengan menyodorkan aneka godaan, mulai dari yang paling 'kasar' sampai yang sangat 'halus,' sehingga manusia tidak lagi memandang itu sebagai godaan melainkan cara jitu untuk mewujudkan keinginannya. Di kemudian hari, manusia baru menyadari kekeliruannya yang membuahkan dosa.

Mau terhindar dari godaan-godaan karena adanya keinginan? Santo Yohanes dari Salib mengajarkan, "Karena aku tidak menginginkannya, maka aku memiliki segalanya tanpa keinginan."

Rabu, 11 September 2019

Rahasia Hidup Damai

Kunci untuk memperoleh rasa damai dalam menjalani kehidupan setiap hari ialah menerima dengan sepenuh hati apa pun yang Tuhan berikan; tanpa merasa kecewa, kesal, marah, sedih, bahkan ingin menjauh dari Tuhan.

Ketika Ayub belum bisa menerima kenyataan bahwa segala harta bendanya musnah dan semua anaknya meninggal, hidupnya terus berada dalam pergumulan. Ia mengeluh dan tidak merasakan damai dalam hatinya. Apalagi istri dan sahabat-sahabatnya menyalahkan Ayub atas semua kejadian yang menimpa keluarganya itu. 

Tuhan kemudian memberi jawab kepada Ayub dan Ayub merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ayub berkata, "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. (Ayub 42:2) Di saat inilah, Ayub mengalami kedamaian hati. 

Atas kegigihannya bertahan dalam pencobaan, Tuhan lalu memulihkan keadaan Ayub. Bahkan Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada hidupnya yang dahulu. (Ayub 42:12)    

Ingin merasakan damai dalam kehidupan? Terimalah dengan sepenuh hati apa pun yang Tuhan berikan kepada Anda.

Jumat, 30 Agustus 2019

Panggilan Kekudusan

Kekudusan bukan hanya rahmat yang diberikan Tuhan kepada orang-orang tertentu yang hidupnya begitu saleh, sehingga sulit dicontoh oleh orang-orang biasa. Dalam Matius 5:48 Yesus mengatakan, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Berarti, setiap manusia dipanggil kepada kesempurnaan yang dapat dicapai melalui kekudusan hidup.

Hal ini kembali ditegaskan rasul Paulus dalam surat kepada jemaat di Tesalonika: "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu." (1 Tesalonika 4:7-8) 
 
Marilah kita menjadi kudus dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari.  Hal-hal biasa yang jika ditekuni, akan berdampak luar biasa.

Kamis, 22 Agustus 2019

Santa Perawan Maria Ratu

Pesta Santa Perawan Maria Ratu yang dirayakan setiap tanggal 22 Agustus mengukuhkan permenungan kita akan Peristiwa Mulia ke-5 dalam Doa Rosario: "Bunda Maria Dimahkotai di Surga." Dengan diangkat ke Surga jiwa-raganya dan dimahkotai di Surga, Bunda Maria menjadi Ratu Surga dan bumi. 

Sebagai Ibunda Kristus - Allah Putra yang menjelma menjadi manusia, Bunda Maria layak menerima anugerah "Ratu Surga dan bumi." Kita sebagai pengikut Kristus patut menghormatinya, seperti Allah Bapa dan Kristus menghormati Bunda Maria dengan menjadikannya Ratu.

Senin, 19 Agustus 2019

Seteru Salib Kristus

Nasihat-nasihat yang diberikan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi dalam suratnya yang ditulis sekitar tahun 56 Masehi, tetap relevan bagi kita sebagai para pengikut Kristus: 

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih! 
(Filipi 3:17-19, 4:1)
 

Sabtu, 27 Juli 2019

Menyembuhkan Luka Batin

* Karena persembahannya tidak diterima, Kain yang luka batin membunuh adiknya, Habil (lihat Kejadian 4:1-16)

* Karena ditegur Yohanes Pembaptis, Herodias yang luka batin menyuruh anaknya meminta kepala Yohanes Pembaptis (lihat Matius 14:1-12)

* Karena kerap dikritik Yesus, para imam kepala dan ahli Taurat yang luka batin bersepakat membunuh Yesus (lihat Markus 14:1-2)

Ketiga contoh di atas hanyalah gambaran bagaimana seorang yang terluka batin dapat berpikir dan berbuat yang jahat dan merugikan orang lain. Apakah itu luka batin dan bagaimana cara menyembuhkannya, supaya kita tidak terdorong untuk melakukan sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan?

Di bawah ini sharing dari pengalaman mengikuti retret Penyembuhan Batin di Lembah Karmel, Cikanyere. Semoga dapat bermanfaat untuk membersihkan dan memulihkan batin yang terluka.

Luka batin adalah pengalaman negatif dan menimbulkan trauma, sehingga membentuk kepribadian yang tidak utuh. Luka batin dapat dialami sejak seseorang berada dalam kandungan ibunya, saat kelahiran dan masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, hingga masa dewasa.

Setiap hari kita berpotensi terluka oleh orang-orang di sekitar kita, terutama tentu saja orang-orang terdekat dengan kita, yang paling banyak berinteraksi dengan kita.

Seseorang yang menderita luka batin memperlihatkan ciri-ciri seperti berikut:
- Merasa tidak dikasihi oleh Allah/orang tua/keluarga/sesama
- Minder, sulit bergaul
- Mudah iri hati, pencemburu
- Pendiam, penyendiri, pemurung
- Takut tanpa alasan yang jelas
- Sering sedih, bahkan kadang mau bunuh diri
- Merasa ditolak, tidak dicintai, tidak diterima di mana2
- Merasa hidupnya tidak berguna
- Rasa bersalah berlebihan
- Selalu ragu, tak mampu mengambil keputusan
- Merasa tidak diperhatikan, kadang over acting

Apakah di antara sekian banyak ciri itu, ada yang mengena pada Anda?
Jangan cemas dan sedih. Luka batin dapat disembuhkan, asalkan Anda bersedia membuka diri.

Memang menyakitkan membuka dan menyadari luka-luka batin dalam diri kita, tetapi lebih baik sakit sebentar untuk mengalami kesembuhan daripada sakit terus-menerus seumur hidup.
Luka batin perlu ditemukan dan disembuhkan, supaya kita dapat menjadi pribadi yang mengalami damai dan sukacita dalam hidup sebagai anak Allah.

Cara menemukan dan menyembuhkan luka-luka batin dalam diri sendiri:
- Masuk dalam keheningan
- Berdoa mohon kehadiran Roh Kudus
- Mintalah kepada Yesus untuk menunjukkan luka-luka batin dengan cara perlahan-lahan kita membayangkan diri kita sejak masa dalam kandungan, setahap demi setahap memasuki masa bayi, kanak-kanak, remaja, sampai pada masa dewasa
- Menyadari dan menyerahkan luka-luka yang kita alamai itu kepada Yesus untuk disembuhkan
- Memberi pengampunan penuh kepada orang-orang yang telah menimbulkan luka-luka itu.
Tanda pengampunan kita bisa dinyatakan dengan membasuh kaki orang-orang yang telah menyakiti kita, sehingga batin kita terluka.

Memang, setelah kita memberi pengampunan, baik secara langsung atau tidak langsung (dalam refleksi yang kita lakukan bersama Yesus), tentu masih ada bekas luka batin itu. Kita perlu memulihkannya secara total dengan melakukan Meditasi Yesus, serta secara berkala menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat.

Cara melakukan Meditasi Yesus:
1. Duduk bersila atau bersimpuh dengan mata terpejam, kepala tegak, posisi kedua tangan terbuka, selama minimal 20 menit
2. Berdoa mohon kehadiran Roh Kudus dalam keheningan
3. Nyatakan kepada Yesus secara singkat saja keinginan kita seperti: "Tuhan Yesus sembuhkan luka-luka batinku," atau "Tuhan Yesus aku mau sembuh," dan sebagainya
4. Menyebut nama Yesus berulang-ulang dalam hati, sesuai tarikan dan hembusan napas (Sebut "YE" saat menarik napas, lalu sebut "SUS" saat menghembuskan napas)
5. Merasakan Yesus hadir dan menjamah bekas luka-luka batin kita
6. Setelah 20 menit atau lebih, perlahan-lahan membuka mata kembali

Meditasi Yesus sangat baik dilakukan setiap hari, agar relasi kita dengan Yesus makin dekat. Jika kita tidak punya banyak waktu khusus untuk melakukan Meditasi Yesus, kita dapat menyebut nama "Yesus" berulang kali dalam hati, pada saat kita dalam perjalanan atau sambil melakukan pekerjaan lain seperti memasak, menyapu, dan sebagainya.

Setelah luka-luka batin kita dipulihkan Tuhan, sebagai manusia yang kodrati, kita mungkin tidak bisa sepenuhnya melupakan peristiwa yang menyakitkan itu; tetapi cara pandang kita jadi berbeda. Ketika kita teringat kembali akan peristiwa yang menimbulkan luka batin tersebut, kita dapat mengenangnya tanpa terluka.

Rabu, 10 Juli 2019

Bukan Di Sini Tempatnya

Manusia cenderung ingin tinggal di tempat yang indah, tenang, dan tenteram; tetapi Tuhan justru mengutus orang-orang pilihan-Nya ke tempat-tempat yang tidak menyenangkan untuk dihuni, penuh tantangan.

Firman Tuhan kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)

Firman Tuhan kepada Musa: "Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." (Keluaran 3:10)

Firman Tuhan kepada Yunus: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." (Yunus 1:2)

Lalu aku (Yesaya) mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6:8)

Beranikah kita menjawab permintaan Tuhan seperti para nabi itu menjawab-Nya?

Senin, 01 Juli 2019

Bersyukur Senantiasa

Yang perlu kulakukan mulai saat ini: 
Memuji dan bersyukur kepada Allah Tritunggal dan Bunda Maria 
yang telah melimpahkan berbagai rahmat kepadaku.
Aku menyadarinya.
Aku merasakannya dalam setiap tarikan napasku.
Aku akan mewartakan kasih karunia-Nya kepada orang-orang di sekitarku,
agar mereka pun menikmati kebaikan Tuhan.
 

Senin, 24 Juni 2019

Sekarang Aku Mengerti

"Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak," kata-Mu dalam perjamuan terakhir bersama para rasul (lihat Yohanes 13:8b).

Semula memang aku tak mengerti:
- Mengapa Engkau membasuh kaki para rasul?
- Mengapa Engkau mau menanggung sengsara begitu hebat, tanpa sedikit pun melawan?
- Mengapa Engkau tak mau turun dari salib, malah memilih masuk ke alam kematian?
- Mengapa Engkau mengatakan, roti adalah Tubuh-Mu dan air anggur adalah Darah-Mu?

Sekarang aku mengerti:
- Engkau memberi teladan kerendahan hati dan sikap melayani secara total.
- Engkau mau menyelamatkan seluruh umat manusia, serta memulihkan relasi yang terputus antara Allah dan manusia karena dosa manusia pertama.
- Engkau masuk ke alam maut, agar dapat mengalahkannya, sehingga maut tidak lagi berkuasa atas manusia.
- Engkau meninggalkan kenangan abadi berupa Tubuh dan Darah-Mu dalam Sakramen Mahakudus, yang setiap kali kami sambut dalam Perjamuan Ekaristi.   

Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sangat mengasihi kami. 

Minggu, 23 Juni 2019

Mukjizat Penggandaan Roti

Yesus memberi makan 5.000 orang laki-laki (lihat Lukas 9:12-17). Ada tafsiran yang mengatakan, peristiwa penggandaan roti hanya simbolis. Intinya, Yesus mencontohkan agar orang-orang yang hadir di tempat itu mau saling berbagi, sehingga semua berkecukupan. 

Mealui pemaparan Yesus dalam Injil Markus 8:18b-21, kita meyakini peristiwa penggandaan roti adalah sungguh mukjizat yang diperbuat Tuhan Yesus, bukan sekadar bermakna simbolis. 

Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"   

Sabtu, 15 Juni 2019

Ketika Kita Bertatapan

Tepat tiga tahun silam aku merasakan sapaanmu, ketika kita bertatapan. 
Perjumpaan ini mengubah hidupku selanjutnya....



Tak ada perasaan bersemangat akan bertemu denganmu, ketika aku memutuskan menghadiri acara devosi kepada Bunda Maria Fatima di sebuah aula di kawasan Jakarta Barat pada 15 Juni 2016. Acara yang diselenggarakan Marian Centre Indonesia ini menghadirkan ikon Bunda Maria Peziarah Internasional dari Fatima-Portugal, dirangkai dengan Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi.

Ketika ikon Bunda Maria Peziarah Internasional diarak masuk ke aula, seluruh hadirin berdiri. Dalam hati aku berucap, "Apa yang istimewa? Pasti seperti tampilan Bunda Maria umumnya.... tersenyum manis dengan pandangan mata lembut."

Aku menatap ke wajah Bunda Maria, saat tandu yang membawanya lewat di dekatku. "Ke mana saja kamu selama ini, anakku?" suara itu menggema dalam hatiku. Aku terkesiap! Sapaan Bunda menyadarkanku.  Aku menatap wajah Bunda dengan lekat, lalu menunduk.

Sudah 37 tahun aku dibaptis. Sebagai orang Katolik tentu aku mengenalmu, Bunda. Aku telah mengalami berbagai peristiwa pribadi yang menjadi tonggak-tonggak penting dalam perjalanan hidupku, di dalamnya kuakui ada campur tangan dan peran besar Bunda Maria. Tetapi, selama itu pula relasiku dengan Bunda Maria hanya suam-suam kuku. Setelah masalah selesai dan peristiwa berlalu, penyertaan dan pertolongan Bunda Maria tak lagi kuingat. Bahkan dalam beberapa kasus, peringatan dini Bunda Maria tidak kugubris.

Ke mana saja aku selama ini sampai melupakan Bunda Surgawiku yang dalam diam dan caranya sendiri selalu mendampingi langkah hidupku?

Perjumpaan dengan Bunda Maria dan sapaannya mengubah hidupku. Selubung penghalang lenyap.

Dua minggu kemudian setelah peristiwa itu, aku mengawali devosi kepada Bunda Maria di Paroki dengan mengajak umat mendaraskan Doa Senakel, setelah Misa harian pada Sabtu pertama. Lima belas bulan setelahnya, Paroki kami diminta Marian Centre Indonesia menjadi salah satu penyelenggara Misa dan Doa Senakel bersama Father Laurent Larroque, pemimpin Gerakan Imam Maria Internasional, yang berkunjung ke Indonesia. 

Tiga tahun berlalu sejak engkau menatap dan menyapaku. Terima kasih, Bunda Maria, engkau telah membawaku dekat kepadamu. Dari hari ke hari tumbuh semangat besar untuk makin mengenal dan mencintaimu, agar engkau dapat menggunakan diriku demi kepentingan Hatimu yang Tak Bernoda.   

Minggu, 19 Mei 2019

Yerusalem yang Baru

Lalu, di dalam roh, ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. (Wahyu 21:10)

Ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam:

* di dalam roh
Perjumpaan dengan Tuhan terjadi dalam persatuan roh - roh manusia dengan Roh Tuhan

* ke atas sebuah gunung yang besar dan tinggi
Jika ingin bertemu dengan Tuhan, naiklah ke gunung yang tinggi - mengangkat jiwa dan roh kita ke atas (pada tingkat roh) dengan cara membebaskan diri dari segala keterikatan duniawi

* kota yang kudus, Yerusalem turun dari sorga, dari Allah
Dalam persatuan roh, Tuhan mengunjungi umat-Nya seperti Yerusalem yang turun dari sorga

*
Yerusalem yang baru bukanlah wujud fisik sebuah kota, melainkan ketika Tuhan turun dari sorga, menyatu dengan umat-Nya. Di sisi lain, umat-Nya mengangkat jiwa dan roh ke atas, untuk menyatu dengan Tuhan.

Tak perlu menunggu saat kita kembali ke alam kekal. Yerusalem yang baru sudah bisa kita rasakan di dunia ini, ketika kita hadir sepenuh hati dalam Perayaan Ekaristi - pertemuan surga dan bumi.

Kamis, 25 April 2019

Menjadi Laskarmu

Dalam pandangan dan perhitungan manusia, sepertinya mustahil mengerjakan tugas perutusan ini. Tetapi, demi terselenggaranya devosi di Bulan Maria,
aku menerimanya.
Bukankah aku telah mengikrarkan diri secara pribadi untuk menjadi laskarmu?
Aku tak akan menelantarkanmu lagi.
Bersamamu, Bunda Maria, tugas ini pasti dapat diselesaikan dengan baik.


Rabu, 06 Maret 2019

Padang Gurun yang Berbeda

Tahun ini, kita melintasi padang gurun yang berbeda dari biasanya.
Mengapa Engkau membawaku ke sini, ya Yesus?
Engkau tentu punya alasannya.

Tak ada pilihan untuk mundur,
Tak ada waktu lagi untuk mempertimbangkan,
Engkau sudah melangkah maju,
Aku akan mengikuti-Mu.

Kamis, 14 Februari 2019

Separuh atau Semua?

Beberapa bulan belakangan ini, ajaran Yesus untuk menjadi sempurna makin menggema dalam kalbu.

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48) 

Kepada seorang muda yang kaya, Yesus meminta ia menjual seluruh miliknya, lalu mengikuti Yesus untuk menjadi sempurna. "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21) 

Sebagai orang biasa - bukan kaum berjubah, bagaimana bisa menjual seluruh milik agar dapat menjadi sempurna?  

Zakheus mendapat kunjungan Yesus ke rumahnya. Ia lalu merelakan separuh hartanya. "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin...." (Lukas 19:8a)

Tindakan Zakheus dapat menjadi jalan tengah bagi orang awam yang ingin mengikuti Tuhan menuju kesempurnaan. Apakah kita berani melakukannya?

Rabu, 16 Januari 2019

Kepastian dalam Ketidakpastian

Ketika kita menggunakan moda transportasi untuk pergi ke suatu tujuan tertentu - entah itu dengan pesawat terbang, kapal laut, kereta , mobil, atau motor; dalam hati kita merasa pasti kita akan sampai di tujuan dengan selamat. Meskipun sebenarnya pada saat berada dalam moda transportasi itu, kita berada dalam situasi ketidakpastian. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi dalam perjalanan menuju ke tujuan kita. Apakah akan ada hambatan atau bahkan kecelakaan yang tidak diharapkan? Ataukah perjalanan kita mencapai tujuan berjalan lancar?   

Demikian pula gambaran perjalanan hidup kita. Kita bergerak menuju tujuan akhir kehidupan, yakni Kerajaan Allah, disertai keyakinan kita akan sampai di tujuan dengan selamat. Kita tidak tahu dengan pasti hambatan atau rintangan apa yang akan kita jumpai dalam perjalanan hidup ini. Kita berada dalam situasi ketidakpastian. Dengan iman dan pimpinan Roh Kudus, kita dapat memastikan, pada akhirnya kita akan tiba di tujuan dengan selamat. 

Selasa, 01 Januari 2019

Bersama Bunda

Semasa hidupnya di dunia, ia telah mengalami berbagai kecemasan - mulai dari mengandung sebelum menikah, melahirkan dalam kondisi sangat berkekurangan di sebuah kandang, mengungsi ke Mesir, menahan cemoohan para tetangga karena sepak-terjang Putranya, mengikuti jalan sengsara Putranya, hingga bertahan sampai tarikan napas terakhir Putra terkasihnya.

Ia sudah berhasil mengatasi berbagai tantangan kehidupan. Mengawali tahun baru dalam penyertaan Bunda Allah, tak ada lagi yang perlu dicemaskan. Bersamanya, dituntun olehnya, kita berada di jalan yang benar dan aman untuk dihantar kepada Putranya.