Hari ini Gereja mengukuhkan dua pemimpinnya sebagai orang kudus yang layak menyandang sebutan Santo/Saint/Vir Sanctus. Sebenarnya, siapakah yang patut dipandang sebagai orang kudus?
Mencermati keempat Injil, Yesus tidak pernah sekali pun menyebut dua kata itu. Hanya Injil Matius yang satu kali menyebut orang kudus, ketika mengisahkan situasi yang terjadi sesaat setelah kematian Yesus: ...dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. (Matius 27:52)
Rasul Paulus yang paling sering menyebut orang kudus dalam tulisan-tulisannya kepada para jemaat. Dalam Kisah Para Rasul 26:10, Paulus mengakui ia bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, melainkan juga setuju jika mereka dihukum mati.
Selanjutnya rasul Paulus menyebut orang-orang kudus, ketika ia mengawali surat-suratnya. Beberapa contoh: Dari
Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari
Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. (2 Korintus 1:1); Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. (Efesus 1:1); Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. (Filipi 1:1)
Dalam pandangan rasul Paulus, orang-orang kudus adalah mereka yang setia kepada Yesus dan ajaranNya, bertekun dalam doa, serta hidup baik dan rukun dalam persekutuan jemaat. Gelar kudus yang diberikan Gereja kepada sejumlah orang tertentu bukanlah batasan sempit hanya merekalah orang-orang kudus, melainkan dari merekalah kita sebagai umat beriman dapat belajar untuk meneladani kekudusan mereka.
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata:
"Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya
itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.(Lukas 10:21)
Orang-orang kecil adalah orang-orang kudus di mataMu, ya Yesus, karena kepada merekalah Bapa berkenan menyatakan Diri dan rahasiaNya.
Minggu, 27 April 2014
Senin, 21 April 2014
Berbahagialah Wahai Kaum Perempuan
Di mataMu kaum perempuan punya arti penting.
Engkau lahir dari seorang Perempuan suci yang agung. (Lukas 1:26-38)
Ketika Engkau berjalan berkeliling memberitakan Injil, ada beberapa perempuan yang melayani rombonganMu dengan kekayaan mereka. (Lukas 8:1-3)
Engkau menyelamatkan seorang perempuan yang kedapatan berzinah, sehingga ia terhindar dari amukan massa yang ingin melemparinya dengan batu. (Yohanes 8:1-11)
Kepada seorang perempuan Samaria, Engkau menawarkan Air Kehidupan dan bercakap-cakap cukup lama dengannya. (Yohanes 4:1-42)
Di Betania, menjelang kematianMu, seorang perempuan mencurahkan minyak wangi yang mahal ke atas kepalaMu. Engkau berterima kasih kepadanya dengan mengatakan: "Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." (Matius 26:6-13)
Kepada seorang perempuan Engkau pertama kali menampakkan diri setelah bangkit dan meminta perempuan itu menyampaikan kabar sukacita kepada murid-murid lain. (Yohanes 20:11-18)
Berbahagialah, wahai kaum perempuan!
Kita diciptakan untuk turut aktif ambil bagian dalam karya keselamatan Allah.
Engkau lahir dari seorang Perempuan suci yang agung. (Lukas 1:26-38)
Ketika Engkau berjalan berkeliling memberitakan Injil, ada beberapa perempuan yang melayani rombonganMu dengan kekayaan mereka. (Lukas 8:1-3)
Engkau menyelamatkan seorang perempuan yang kedapatan berzinah, sehingga ia terhindar dari amukan massa yang ingin melemparinya dengan batu. (Yohanes 8:1-11)
Kepada seorang perempuan Samaria, Engkau menawarkan Air Kehidupan dan bercakap-cakap cukup lama dengannya. (Yohanes 4:1-42)
Di Betania, menjelang kematianMu, seorang perempuan mencurahkan minyak wangi yang mahal ke atas kepalaMu. Engkau berterima kasih kepadanya dengan mengatakan: "Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." (Matius 26:6-13)
Kepada seorang perempuan Engkau pertama kali menampakkan diri setelah bangkit dan meminta perempuan itu menyampaikan kabar sukacita kepada murid-murid lain. (Yohanes 20:11-18)
Berbahagialah, wahai kaum perempuan!
Kita diciptakan untuk turut aktif ambil bagian dalam karya keselamatan Allah.
Minggu, 20 April 2014
Mencintai Bukan Membalas Cinta
KataMu, Engkau tak membutuhkan balasan cintaku. Engkau mencintaiku dengan setulus hati, tanpa menghendaki balasan. Karena itu, Engkau tak mau aku membalas cintaMu. Yang Engkau inginkan adalah cinta yang tulus dariku. Bukan sebagai balasan cinta, melainkan semata karena cinta.
Ah, aku baru menyadarinya. Mengapa aku bertekad membalas cintaMu? Padahal, sejatiMu adalah cinta. Engkau akan tetap mencintai, betapa pun manusia tidak menghiraukanMu. Engkau akan tetap eksis dengan atau tanpa cinta manusia.
Ajarilah aku mencintaiMu seperti Engkau ingin dicintai, ya Yesus, sehingga di antara kita yang ada hanyalah kepenuhan cinta.
Ah, aku baru menyadarinya. Mengapa aku bertekad membalas cintaMu? Padahal, sejatiMu adalah cinta. Engkau akan tetap mencintai, betapa pun manusia tidak menghiraukanMu. Engkau akan tetap eksis dengan atau tanpa cinta manusia.
Ajarilah aku mencintaiMu seperti Engkau ingin dicintai, ya Yesus, sehingga di antara kita yang ada hanyalah kepenuhan cinta.
Jumat, 18 April 2014
Jalan SalibMu
Aku berada di tengah kerumunan umat yang mengikuti drama Jalan Salib. Rasanya seperti benar-benar mengiringiMu di Jalan Salib yang kau tempuh ribuan tahun lampau. Aku terdiam saat orang-orang Yahudi meneriakkan: "Salibkan Dia... Salibkan Dia..." Pun saat para prajurit menderaMu. Ah, mungkin memang itulah yang akan kulakukan, seandainya aku berada di Yerusalem saat Engkau memanggul salib.
Diam, hanya diam; tanpa tahu apa yang harus kuperbuat.
Diam, hanya diam; menatapMu menahan sakit lahir-batin.
Diam, hanya diam; menanti apa yang akan terjadi.
Banyak orang yang mengikutiMu di Jalan Salib ini menaruh harapan tinggi kepadaMu. Mereka telah melihat mukjizat-mukjizat besar yang Engkau lakukan: lima roti dan dua ikan bisa untuk mengenyangkan ribuan orang yang mendengarkan pengajaranMu, orang buta -melihat, orang lumpuh -berjalan, orang mati -bangkit kembali. Jika untuk orang-orang lain saja Engkau memperlihatkan hal-hal yang menghebohkan, tentu untuk diriMu sendiri Engkau dapat melakukan yang lebih dahsyat.
Nyatanya, Engkau kesakitan menanggung penyiksaan fisik.
Nyatanya, Engkau beberapa kali jatuh tertimpa salib.
Nyatanya, Engkau tak melakukan apa pun untuk menyelamatkan diriMu.
Apa yang kini dapat diharapkan dariMu? Engkau tak lebih dari manusia biasa yang penuh kelemahan. Semua muridMu meninggalkanMu, orang-orang mencibirMu, para pemuka agama menertawakanMu. Tak ada lagi kehebatan, kekuatan, kewibawaan yang tersisa padaMu.
Jalan SalibMu adalah jalan kesendirian dalam pengosongan diri.
Jalan SalibMu adalah jalan kelemahan manusia dalam kekuatan Allah.
Jalan SalibMu adalah jalan kebahagiaan dalam cinta sejati.
Dalam diam aku menapaki Jalan SalibMu.
Diam, hanya diam; tanpa tahu apa yang harus kuperbuat.
Diam, hanya diam; menatapMu menahan sakit lahir-batin.
Diam, hanya diam; menanti apa yang akan terjadi.
Banyak orang yang mengikutiMu di Jalan Salib ini menaruh harapan tinggi kepadaMu. Mereka telah melihat mukjizat-mukjizat besar yang Engkau lakukan: lima roti dan dua ikan bisa untuk mengenyangkan ribuan orang yang mendengarkan pengajaranMu, orang buta -melihat, orang lumpuh -berjalan, orang mati -bangkit kembali. Jika untuk orang-orang lain saja Engkau memperlihatkan hal-hal yang menghebohkan, tentu untuk diriMu sendiri Engkau dapat melakukan yang lebih dahsyat.
Nyatanya, Engkau kesakitan menanggung penyiksaan fisik.
Nyatanya, Engkau beberapa kali jatuh tertimpa salib.
Nyatanya, Engkau tak melakukan apa pun untuk menyelamatkan diriMu.
Apa yang kini dapat diharapkan dariMu? Engkau tak lebih dari manusia biasa yang penuh kelemahan. Semua muridMu meninggalkanMu, orang-orang mencibirMu, para pemuka agama menertawakanMu. Tak ada lagi kehebatan, kekuatan, kewibawaan yang tersisa padaMu.
Jalan SalibMu adalah jalan kesendirian dalam pengosongan diri.
Jalan SalibMu adalah jalan kelemahan manusia dalam kekuatan Allah.
Jalan SalibMu adalah jalan kebahagiaan dalam cinta sejati.
Dalam diam aku menapaki Jalan SalibMu.
Kamis, 17 April 2014
Warisan Agung yang Sangat Genius
Perjamuan Terakhir yang Engkau selenggarakan bersama kedua belas muridMu sebelum penyalibanMu merupakan warisan agung yang tak lekang oleh waktu. Roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan DarahMu.
Bukan sekadar lambang, tetapi setelah imam yang menjadi wakilMu di dunia ini mengkonsekrasikan roti dan anggur, maka meski tetap berwujud roti dan anggur - senyatanya itu adalah Tubuh dan DarahMu.
Seorang imam di Lanciano, Italia, pada tahun 700 Masehi, meragukan akan Kebenaran tersebut. Setelah konsekrasi, roti berubah menjadi daging dan anggur menjadi darah. Mukjizat ini telah diperiksa oleh beberapa dokter asal Italia pada tahun 1970-1971 dan 1981. Mereka menyimpulkan, potongan daging itu benar-benar daging manusia yang berasal dari irisan jantung (myocardium) dan darah itu bertipe AB, mengandung segala protein yang terdapat dalam darah segar manusia. Meski terpapar udara dan tidak memakai pengawet, daging dan darah tersebut tidak berubah secara biologis (lihat http://www.indocell.net/yesaya/pustaka4/id31.htm)
Siapakah Allah yang seperti Engkau? Memiliki pemikiran begitu mendalam untuk menyatakan cintaMu kepada manusia. Ungkapan cinta yang setiap hari dapat dinikmati orang-orang yang mencintaiMu.
Menyatu secara fisik dengan Tubuh dan DarahMu, meski Engkau tahu tubuh fana manusia suatu saat akan hancur. Namun, Engkau menjanjikan: "Akulah roti hidup. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia." (Yohanes 6:35, 54-56)
Sungguh, warisan agung yang sangat genius dan hanya Engkau - Yang Mahakuasa - yang dapat melakukannya.
Bukan sekadar lambang, tetapi setelah imam yang menjadi wakilMu di dunia ini mengkonsekrasikan roti dan anggur, maka meski tetap berwujud roti dan anggur - senyatanya itu adalah Tubuh dan DarahMu.
Seorang imam di Lanciano, Italia, pada tahun 700 Masehi, meragukan akan Kebenaran tersebut. Setelah konsekrasi, roti berubah menjadi daging dan anggur menjadi darah. Mukjizat ini telah diperiksa oleh beberapa dokter asal Italia pada tahun 1970-1971 dan 1981. Mereka menyimpulkan, potongan daging itu benar-benar daging manusia yang berasal dari irisan jantung (myocardium) dan darah itu bertipe AB, mengandung segala protein yang terdapat dalam darah segar manusia. Meski terpapar udara dan tidak memakai pengawet, daging dan darah tersebut tidak berubah secara biologis (lihat http://www.indocell.net/yesaya/pustaka4/id31.htm)
Siapakah Allah yang seperti Engkau? Memiliki pemikiran begitu mendalam untuk menyatakan cintaMu kepada manusia. Ungkapan cinta yang setiap hari dapat dinikmati orang-orang yang mencintaiMu.
Menyatu secara fisik dengan Tubuh dan DarahMu, meski Engkau tahu tubuh fana manusia suatu saat akan hancur. Namun, Engkau menjanjikan: "Akulah roti hidup. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia." (Yohanes 6:35, 54-56)
Sungguh, warisan agung yang sangat genius dan hanya Engkau - Yang Mahakuasa - yang dapat melakukannya.
Minggu, 13 April 2014
Setia
Hari ini aku mengangkat daun palem bersama lautan umatMu di seluruh dunia,
memuji kebesaranMu: Hosana yang datang dalam nama Tuhan.
Dahulu warga Yerusalem pun menyambut kedatanganMu ke kota itu,
namun beberapa hari kemudian mereka berteriak keras menginginkan Engkau disalibkan.
Jika Engkau mau, bisa saja Engkau memilih untuk tidak datang ke Yerusalem.
Manusia memiliki kehendak bebas, apalagi Engkau sebagai Putra Allah.
Namun Engkau justru dengan sadar memasuki Yerusalem,
meski Engkau tahu penderitaan berat bakal menimpaMu.
KataMu: "MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan meyelesaikan pekerjaanNya." (Yohanes 4:34)
Oh Yesus, tolonglah aku manusia yang lemah ini.
Aku ingin tetap setia kepadaMu, seperti Engkau yang selalu setia melaksanakan Kehendak Bapa.
memuji kebesaranMu: Hosana yang datang dalam nama Tuhan.
Dahulu warga Yerusalem pun menyambut kedatanganMu ke kota itu,
namun beberapa hari kemudian mereka berteriak keras menginginkan Engkau disalibkan.
Jika Engkau mau, bisa saja Engkau memilih untuk tidak datang ke Yerusalem.
Manusia memiliki kehendak bebas, apalagi Engkau sebagai Putra Allah.
Namun Engkau justru dengan sadar memasuki Yerusalem,
meski Engkau tahu penderitaan berat bakal menimpaMu.
KataMu: "MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan meyelesaikan pekerjaanNya." (Yohanes 4:34)
Oh Yesus, tolonglah aku manusia yang lemah ini.
Aku ingin tetap setia kepadaMu, seperti Engkau yang selalu setia melaksanakan Kehendak Bapa.
Selasa, 08 April 2014
Salah Meminta?
Belum lama berselang aku mendapat pelajaran berharga dari pengalamanMu menyembuhkan tiga orang sakit dengan pendekatan berbeda (lihat posting yang berjudul: Tak Perlu Meminta), namun ketika akhir bulan lalu Engkau bertanya kepadaku: "Apa yang kamu inginkan?" Bukannya menginginkan CintaMu, aku malah minta Engkau memberi kesehatan prima kepadaku, agar fisikku dapat menopang tugas-tugas yang akan Engkau berikan kepadaku. Betapa malu aku. Engkau telah menelanjangi kelemahanku lewat pengalaman ini.
Dua hari sebelumnya, Engkau membuka selubung bawah sadarku. Membuatku tak berdaya didera rasa bersalah dan keraguan akan penyelenggaraanMu. Engkau tengah membentukku. Engkau telah memukul, tetapi akan membalut aku.(lihat Hosea 6:1)
Aku memohon ampun kepadaMu atas kesalahanku meminta. MengharapkanMu menyatu denganku dalam Cinta - itu lebih penting ketimbang memohon kesehatan. Kedekatan denganMu sudah otomatis akan membuat tubuh menjadi kuat dan mampu melakukan kehendakMu.
Penyakit hipertensi yang kualami sejak 2,5 tahun belakangan, membuatku kerap mengkhawatirkan kondisi fisikku. Sadar atau tidak, penyakit ini membelengguku. Melalui pengalaman kelemahanku tersebut, Engkau ingin mematahkan belenggu itu. Kini, aku memandang penyakit bukan lagi sebagai kelemahan diri, melainkan godaan si jahat yang berusaha mengoyak imanku.
"Maukah engkau sembuh?" tanyaMu seraya tersenyum lembut. (lihat Yohanes 5:6) Ah, Engkau tidak menganggap permintaanku egoistis. Engkau malah menawarkan kesembuhan. Aku membiarkanMu menyembuhkanku lewat cara yang tak terduga.
Kesempatan mengikuti retret di awal bulan ini membuka belenggu keraguan dan ketakutanku. Aliran CintaMu mengalahkan kepentingan diri, melahirkan Cinta baru dalam hatiku. Aku bersukacita karena Engkau begitu mengasihiku.
Awalnya aku memang salah meminta, tetapi Engkau telah menjadikan kesalahanku itu pengalaman berharga tentang Cinta kepadaMu. "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk," kataMu. (lihat Yohanes 5:14)
Dua hari sebelumnya, Engkau membuka selubung bawah sadarku. Membuatku tak berdaya didera rasa bersalah dan keraguan akan penyelenggaraanMu. Engkau tengah membentukku. Engkau telah memukul, tetapi akan membalut aku.(lihat Hosea 6:1)
Aku memohon ampun kepadaMu atas kesalahanku meminta. MengharapkanMu menyatu denganku dalam Cinta - itu lebih penting ketimbang memohon kesehatan. Kedekatan denganMu sudah otomatis akan membuat tubuh menjadi kuat dan mampu melakukan kehendakMu.
Penyakit hipertensi yang kualami sejak 2,5 tahun belakangan, membuatku kerap mengkhawatirkan kondisi fisikku. Sadar atau tidak, penyakit ini membelengguku. Melalui pengalaman kelemahanku tersebut, Engkau ingin mematahkan belenggu itu. Kini, aku memandang penyakit bukan lagi sebagai kelemahan diri, melainkan godaan si jahat yang berusaha mengoyak imanku.
"Maukah engkau sembuh?" tanyaMu seraya tersenyum lembut. (lihat Yohanes 5:6) Ah, Engkau tidak menganggap permintaanku egoistis. Engkau malah menawarkan kesembuhan. Aku membiarkanMu menyembuhkanku lewat cara yang tak terduga.
Kesempatan mengikuti retret di awal bulan ini membuka belenggu keraguan dan ketakutanku. Aliran CintaMu mengalahkan kepentingan diri, melahirkan Cinta baru dalam hatiku. Aku bersukacita karena Engkau begitu mengasihiku.
Awalnya aku memang salah meminta, tetapi Engkau telah menjadikan kesalahanku itu pengalaman berharga tentang Cinta kepadaMu. "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk," kataMu. (lihat Yohanes 5:14)
Selasa, 01 April 2014
30 Tahun Menantiku
Terima kasih, Tuhan Yesus, atas kesabaranMu yang sangat besar. Engkau bersedia menantiku selama 30 tahun mengembara di belantara dunia, sampai pada titik balik saat ini.
Aku bagaikan isteri masa muda yang Engkau pinang kembali. Hatiku bersorak, karena Engkau tidak melupakanku dan tidak menyerahkan aku kepada maut. Kini aku menanti penggenapan janji-janjiMu.
Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.
Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati
TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.
Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.
Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
(Yesaya 54:4-8)
Aku bagaikan isteri masa muda yang Engkau pinang kembali. Hatiku bersorak, karena Engkau tidak melupakanku dan tidak menyerahkan aku kepada maut. Kini aku menanti penggenapan janji-janjiMu.
Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.
Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati
TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.
Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.
Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
(Yesaya 54:4-8)