Senin, 15 April 2024

Menyapu

Menyapu daun-daun yang berserakan di halaman luas, pilihan ada di tangan si penyapu: akan menyapu semua daun yang terserak sampai tuntas tak bersisa sedikit pun, atau sekadar menyapu daun-daun yang ada di depan mata serta membiarkan saja satu dua helai daun yang sulit dijangkau sapu dan tangan.

Membersihkan hati seperti menyapu daun-daun.... 

Pilihannya ada pada kita sendiri: akankah kita membersihkan seluruh hati tanpa menyisakan setitik pun kotoran yang menempel di hati, atau kita singkirkan noda-noda besar yang sungguh membebani hati dan tetap membiarkan satu dua titik hitam melekat di sanubari?

Rabu, 03 April 2024

Menyuarakan Kebenaran

Ketika Yesus dihadapkan ke Pilatus sebelum memanggul salib, Yesus mengatakan: "Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Lalu Pilatus bertanya: "Apakah kebenaran itu?" (lihat Yohanes 18:37-38)

Memberi kesaksian atau menyuarakan kebenaran sering kali ditentang khalayak. Bahkan dicemooh dengan berbagai tudingan. 

Seperti dialami Yesus dengan para ahli Taurat dan orang Farisi. Demikian pula ketika dihadapkan ke Pilatus, Gubernur Yudea itu malah bertanya balik kepada Yesus - apa kebenaran itu? Tak mengherankan jika Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Roma, bahwa orang mungkin lebih bersedia berkorban untuk orang yang baik daripada untuk orang orang benar. (lihat Roma 5:7)  

Masih beranikah kita menyuarakan kebenaran di tengah ketidakbenaran?

Selasa, 02 April 2024

Perlindungan yang Sempurna

Surat penting yang dibutuhkan itu tertinggal! Tetapi, kami sudah terlanjur menempuh jarak lebih dari seratus kilometer. Kami hanya bisa berdoa memohon perlindungan Tuhan dan berserah pada kuasa kasih-Nya. Sungguh, Tuhan meluputkan kami dari bahaya sepanjang perjalanan, sampai kami tiba kembali di rumah dengan selamat.

Merefleksikan pengalaman tersebut, sebenarnya banyak sekali hal tersembunyi yang mengancam dan membahayakan kita dalam keseharian hidup kita. Terkadang kita menyadarinya, tetapi sering kali kita tidak mengetahuinya. Betapa sempurna perlindungan Tuhan bagi kita, kuasa kasih-Nya selalu menaungi kita. Percayalah!

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8-9)

Jumat, 29 Maret 2024

Pengosongan Diri

Kata Santa Perawan Maria kepada malaikat Gabriel: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (lihat Lukas 1:38) Sejak menerima Kabar Sukacita, Santa Perawan Maria berkomitmen melaksanakan kehendak Tuhan dengan menjadi hamba-Nya yang setia. Ini dibuktikannya mulai dari Betlehem hingga Golgota.
 
Doa Yesus di taman Getsemani: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (lihat Lukas 22:42) Dalam menjalani perutusan-Nya menebus dosa seluruh umat manusia, Yesus Kristus berkomitmen melakukan kehendak Bapa, bukan kehendak-Nya sendiri. 

Menerima dan melakukan kehendak Tuhan hendaknya juga menjadi komitmen setiap orang beriman kristiani. Dan untuk dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, satu hal yang diperlukan: pengosongan diri.  

Pengosongan diri menjadi kunci keberhasilan Santa Perawan Maria dan Yesus Kristus dalam menjalani hidup di dunia sesuai kehendak Tuhan. Mengosongkan diri berarti kita menyingkirkan kepentingan dan keinginan pribadi, menempatkan Tuhan di atas segalanya, dan seperti hamba selalu siap melaksanakan apa yang dikehendaki tuannya.

Ya Tuhan, ajarilah aku cara pengosongan diri seperti yang telah Engkau dan Bunda-Mu lakukan selama hidup di dunia ini, sehingga kelak aku pun bisa berada bersama-Mu dalam kemuliaan Kerajaan Allah. Amin.

Minggu, 10 Maret 2024

Hati sebagai Kunci

Untuk membuka pintu yang menjadi pembatas antara ruangan satu dengan ruangan lainnya, diperlukan kunci. Setelah pintu dibuka, tak ada lagi penyekat antara dua ruangan.

Untuk membuka hambatan relasi antara manusia dengan Tuhan yang tersekat karena dosa atau kerapuhan manusia, diperlukan hati sebagai kunci.

Dalam Alkitab banyak ditulis tentang hati manusia. Beberapa ayat di masa Prapaskah yang mengulas tentang hati:

*Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. (Yoel 2:13) Pakailah hatimu untuk membuka penyekat antara engkau dengan Tuhan.

*Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? (Yeremia 17:9) Jika hatimu sudah menjadi tumpul, bagaimana bisa dipakai sebagai kunci untuk membuka relasi dengan Tuhan?

*Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (Yehezkiel 36:26) Tuhan mau memberikan kunci (hati) yang baru, supaya terjalin relasi yang mesra antara engkau dengan Tuhan.

*Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Yeremia 31:33b) Kunci (hati) yang baru yang dapat membuka relasi dengan Tuhan adalah berpegang sepenuhnya pada firman Tuhan.

Kamis, 07 Maret 2024

Orang Terkaya

Sebuah situs berita online menampilkan profil Mark Zuckerberg yang memiliki kekayaan USD 169,6 miliar atau Rp 2.662, 7 triliun. Bayangkan uang senilai Rp 1 triliun sudah sangat banyak bagi orang biasa, apalagi memiliki Rp 2.600 triliun!

Sempat terbuai dengan berita itu, aku berkhayal seandainya punya uang sedemikian banyak: apa yang bisa aku lakukan dengan kekayaan tersebut. Khayalan berhenti!

Tuhan Yesus sangat mengasihiku. Ia adalah Raja Semesta Alam. Kekayaan-Nya tanpa batas. Karena aku salah satu anak-Nya, maka kekayaanku melebihi orang terkaya di dunia! Terima kasih Tuhan Yesus.

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. (Mazmur 112:1-3)

Sabtu, 24 Februari 2024

Tanda yang Menyelamatkan

Dalam Misa Requiem, ada saat ketika Imam mengambil salib yang sebelumnya berada di meja altar dan mengarahkan salib ke jasad yang terbujur dalam peti, seraya mengatakan, "Saudaraku yang terkasih, inilah salib, tanda kemenangan Tuhan atas kuasa dosa dan maut. Dengan tanda salib ini, kita diselamatkan. Maka, masukilah hidup abadi dengan membawa tanda kemenangan Kristus ini: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus."

Ritual Penandaan Salib yang sederhana, namun bermakna mendalam. Salib yang dipakai Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia, menjadi tanda kemenangan Tuhan atas dosa dan maut; sejak  saat itu menjadi tanda yang menyelamatkan kita - baik semasa manusia masih hidup di dunia, maupun yang telah beralih jiwa dan rohnya ke alam baka.
 
Seberapa sering kita membuat tanda salib dalam keseharian kita? 
Apakah tanda kemenangan Kristus juga telah menjadi tanda kemenangan kita?