Bagi yang suka berkebun, apa yang Anda lakukan jika melihat tanaman Anda tumbuh subur, menampilkan keindahan, dan menyenangkan hati? Anda tentu akan semakin menyayanginya, memerhatikannya dengan memberi pupuk dan menyingkirkan tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya.
Pengalaman berkebun ini memberi pemahaman akan perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah dalam Injil Lukas 13:6-9. Betapa Sang Pencipta sebenarnya ingin melihat keindahan ciptaanNya.
Lalu, apakah kita sebagai ciptaanNya telah dan terus menampilkan keindahan kita bagai tanaman yang tumbuh subur di kebun Tuhan?
Untuk dapat menjadi tanaman yang indah dan menghasilkan buah, kita perlu senantiasa berpijak di jalan yang lurus serta berpegang pada FirmanNya, seperti yang disampaikan pemazmur: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)
Sabtu, 15 Oktober 2016
Jumat, 07 Oktober 2016
Sukacita Jumat Pertama
Nuansa yang merebak setiap kali kita melakukan devosi kepada Hati Mahakudus Yesus adalah sendu berbalut duka. Litani Hati Mahakudus Yesus dan doa Silih kepada Hati Mahakudus Yesus mengungkapkan suasana hati orang berdosa yang memohon belas kasih Allah.
Adakah kita menyadari, sebenarnya perayaan Hati Mahakudus Yesus adalah perayaan penuh syukur dan sukacita? Tuhan Yesus Kristus telah memberikan Hati IlahiNya. Pemberian Hati yang penuh Cinta adalah hadiah terbesar bagi umat manusia. Bersyukurlah dan bergembiralah, karena Tuhan Sang Pencipta begitu baik dan penuh kasih kepada ciptaanNya.
Adakah kita menyadari, sebenarnya perayaan Hati Mahakudus Yesus adalah perayaan penuh syukur dan sukacita? Tuhan Yesus Kristus telah memberikan Hati IlahiNya. Pemberian Hati yang penuh Cinta adalah hadiah terbesar bagi umat manusia. Bersyukurlah dan bergembiralah, karena Tuhan Sang Pencipta begitu baik dan penuh kasih kepada ciptaanNya.
Jumat, 30 September 2016
Sin Amnesty
Sudahkah kita memanfaatkan "Sin Amnesty" dalam Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, seperti kita memanfaatkan keleluasaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dalam program Tax Amnesty?
Ungkap - Tebus - Lega adalah tiga kata yang didengungkan dalam program Tax Amnesty, agar wajib pajak mau mengungkapkan harta kekayaan yang dimilikinya tetapi selama ini belum pernah dilaporkan untuk urusan perpajakannya.
Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah yang dicanangkan Paus Fransiskus, berlangsung dari 8 Desember 2015 hingga 20 November 2016, mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk kembali kepada Allah. Bagai anak yang hilang kembali ke rumah bapaknya.
Ungkapkanlah dosa-dosa kita, tebuslah dengan berbalik sepenuhnya dari dosa-dosa dan menjadi manusia baru, maka kita akan mengalami kelegaan dalam menjalani hari-hari selanjutnya di dalam persatuan dengan Allah Tritunggal.
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. (Mazmur 32:5)
Ungkap - Tebus - Lega adalah tiga kata yang didengungkan dalam program Tax Amnesty, agar wajib pajak mau mengungkapkan harta kekayaan yang dimilikinya tetapi selama ini belum pernah dilaporkan untuk urusan perpajakannya.
Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah yang dicanangkan Paus Fransiskus, berlangsung dari 8 Desember 2015 hingga 20 November 2016, mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk kembali kepada Allah. Bagai anak yang hilang kembali ke rumah bapaknya.
Ungkapkanlah dosa-dosa kita, tebuslah dengan berbalik sepenuhnya dari dosa-dosa dan menjadi manusia baru, maka kita akan mengalami kelegaan dalam menjalani hari-hari selanjutnya di dalam persatuan dengan Allah Tritunggal.
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. (Mazmur 32:5)
Rabu, 21 September 2016
Tak Perlu Melaporkan
Terima kasih,
Tuhan Pencipta alam semesta,
setiap pagi aku menikmati
harta kekayaan berlimpah:
mata yang menatap fajar menyingsing,
telinga yang menangkap kicauan burung,
hidung yang menghirup kesegaran udara,
mulut yang melambungkan pujian syukur,
jari-jari tangan yang menyentuh kelopak bunga,
telapak kaki yang menginjak rerumputan,
organ-organ tubuh yang berfungsi baik,
segala yang Engkau anugerahkan kepada setiap anakMu....
Dan aku bebas menggunakan harta kekayaan itu,
tanpa perlu menyatakannya dalam Laporan Harta Kekayaan.
Tetapi aku ingin menuliskannya di sini,
sebagai ungkapan rasa syukurku yang mendalam.
Terima kasih,
Tuhan Pencipta alam semesta,
harta kekayaan dariMu jauh melebihi harta kekayaan dunia.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)
Tuhan Pencipta alam semesta,
setiap pagi aku menikmati
harta kekayaan berlimpah:
mata yang menatap fajar menyingsing,
telinga yang menangkap kicauan burung,
hidung yang menghirup kesegaran udara,
mulut yang melambungkan pujian syukur,
jari-jari tangan yang menyentuh kelopak bunga,
telapak kaki yang menginjak rerumputan,
organ-organ tubuh yang berfungsi baik,
segala yang Engkau anugerahkan kepada setiap anakMu....
Dan aku bebas menggunakan harta kekayaan itu,
tanpa perlu menyatakannya dalam Laporan Harta Kekayaan.
Tetapi aku ingin menuliskannya di sini,
sebagai ungkapan rasa syukurku yang mendalam.
Terima kasih,
Tuhan Pencipta alam semesta,
harta kekayaan dariMu jauh melebihi harta kekayaan dunia.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)
Kamis, 15 September 2016
Ketaatan Mendatangkan Penderitaan?
Ketaatan Bunda Maria sejak menyatakan kesediaannya untuk menerima kehendak Tuhan, tidaklah membuat hidupnya senang. Bertubi-tubi duka menghampirinya. Nabi Simeon menubuatkan pedang akan menusuk hatinya - mulai dari kelahiran Putra Manusia hingga wafatNya di kayu salib.
Ketaatan Kristus kepada kehendak BapaNya, juga tidak membuat hidupNya di dunia ini nyaman. Orang banyak kerap memburuNya, para ahli Taurat dan orang Farisi mencari celah untuk menjatuhkanNya, murid-muridNya tak kunjung memahami maksudNya - hingga berujung pada kematian tragis di kayu salib.
Ketaatan di mata dunia memang tampaknya mendatangkan penderitaan. Tetapi tidak demikian di hadapan Tuhan. Lewat ketaatan manusia diuji imannya, ketahanannya, kesetiaannya.
Penderitaan yang muncul karena ketaatan hanyalah penderitaan sementara - selama hidup di dunia, itu pun tidak seluruh hidup dipenuhi dengan penderitaan. Bukankah Bunda Maria masih bisa tertawa ketika mengasuh Kanak-Kanak Yesus? Bukankah Yesus masih bisa bergembira ketika menyusuri ladang gandum dengan murid-muridNya?
Ketaatan pada kehendak Tuhan sepatutnya menjadi satu-satunya keinginan manusia di dunia ini, seperti dicontohkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria selama hidup di dunia.
Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10).
Ketaatan Kristus kepada kehendak BapaNya, juga tidak membuat hidupNya di dunia ini nyaman. Orang banyak kerap memburuNya, para ahli Taurat dan orang Farisi mencari celah untuk menjatuhkanNya, murid-muridNya tak kunjung memahami maksudNya - hingga berujung pada kematian tragis di kayu salib.
Ketaatan di mata dunia memang tampaknya mendatangkan penderitaan. Tetapi tidak demikian di hadapan Tuhan. Lewat ketaatan manusia diuji imannya, ketahanannya, kesetiaannya.
Penderitaan yang muncul karena ketaatan hanyalah penderitaan sementara - selama hidup di dunia, itu pun tidak seluruh hidup dipenuhi dengan penderitaan. Bukankah Bunda Maria masih bisa tertawa ketika mengasuh Kanak-Kanak Yesus? Bukankah Yesus masih bisa bergembira ketika menyusuri ladang gandum dengan murid-muridNya?
Ketaatan pada kehendak Tuhan sepatutnya menjadi satu-satunya keinginan manusia di dunia ini, seperti dicontohkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria selama hidup di dunia.
Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10).
Kamis, 08 September 2016
Ratu Surgawi
Maria bukan Allah, tetapi ia adalah Bunda Allah.
Ia hanya seorang makhluk, tetapi ia ciptaan Allah yang terbesar.
Ia bukan raja, tetapi ia adalah bunda ratu yang dipilih oleh Allah.
Persis seperti seorang seniman yang ingin melukis suatu masterpiece di antara banyak karyanya,
demikian Yesus membuat ibu-Nya menjadi masterpiece yang terbesar.
Mengakui kebenaran tentang Maria tidaklah mengurangi karya Yesus,
sebaliknya, menolak mengakuinya sungguh mengurangi karya Yesus.
(Scott Hahn dalam buku Salam, Ratu Surgawi - Bunda Allah dalam Sabda Allah hal. 166. Penerbit Dioma, 2007)
Ia hanya seorang makhluk, tetapi ia ciptaan Allah yang terbesar.
Ia bukan raja, tetapi ia adalah bunda ratu yang dipilih oleh Allah.
Persis seperti seorang seniman yang ingin melukis suatu masterpiece di antara banyak karyanya,
demikian Yesus membuat ibu-Nya menjadi masterpiece yang terbesar.
Mengakui kebenaran tentang Maria tidaklah mengurangi karya Yesus,
sebaliknya, menolak mengakuinya sungguh mengurangi karya Yesus.
(Scott Hahn dalam buku Salam, Ratu Surgawi - Bunda Allah dalam Sabda Allah hal. 166. Penerbit Dioma, 2007)
Minggu, 04 September 2016
Memahami dan Mengimani SabdaMu
Tuhan Yesus,
terangilah kami dengan Roh Kudus,
agar kami dapat memahami maksudMu dalam Alkitab.
Tetapi jika kami tak juga dapat memahaminya,
biarlah kami tetap mengimaninya
dengan penuh cinta kepadaMu.
terangilah kami dengan Roh Kudus,
agar kami dapat memahami maksudMu dalam Alkitab.
Tetapi jika kami tak juga dapat memahaminya,
biarlah kami tetap mengimaninya
dengan penuh cinta kepadaMu.