Kenapa kita harus pergi ke padang gurun lagi, Tuhan?
Anak-Ku, engkau perlu menyingkir sejenak dalam satu tahun siklus kehidupanmu untuk berada di dekat-Ku.
Tapi, aku bisa dekat dengan-Mu setiap hari, tanpa harus ke padang gurun....
Di padang gurun sunyi, dalam keheningan engkau dapat lebih mendengar suara-Ku.
Padang gurun tidak enak, Tuhan. Suasananya gersang, sulit memperoleh makanan dan minuman, tidak ada hiburan....
Justru dalam segala keterbatasan manusiawi itu, engkau dapat menemukan-Ku dan menyatu dengan-Ku.
Ooo... baiklah, Tuhan. Sekarang aku mau menemani-Mu ke padang gurun.
Rabu, 26 Februari 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Siapa Dia?
Siapakah yang tidak akan mati sebelum melihat Kerajaan Allah datang - seperti dikatakan Yesus dalam Injil Markus 9:1?
"Aku berkata kepadamu; Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa."
Segala tafsir dapat dikemukakan, mungkin juga Yesus berkata-kata dalam arti kiasan. Jumlahnya bisa satu orang atau bisa juga beberapa orang. Tetapi saya meyakini, orang yang dimaksud Yesus dalam ayat tersebut adalah Bunda Maria. Mengapa?
Meski dalam iman Katolik diyakini Bunda Maria diangkat jiwa dan raganya ke surga - sesuai dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang ditetapkan Paus Pius XII pada 1 November 1950, namun dalam perannya sebagai co-redemptrix - rekan dalam penebusan manusia - Bunda Maria masih beredar di dunia ini untuk membantu Sang Putra menyelamatkan umat manusia.
Setelah mengalahkan maut dan bangkit dari mati, Tuhan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa - kita mengakui kebenaran ini dalam Kredo Para Rasul. Tetapi, Bunda Maria - Ibunda Kristus yang telah diserahkan kepada umat manusia dan diterima oleh rasul Yohanes di bawah salib Yesus - masih menampakkan diri antara lain di Guadalupe, Lourdes, Fatima. Dalam penampakan-penampakannya, Bunda Maria selalu meminta umat manusia bertobat, berdoa, dan bermatiraga.
Dari kenyataan tersebut, bisa dikatakan bahwa Bunda Maria-lah orang yang sejak zaman Yesus hidup di dunia sampai sekarang, masih sibuk mengerjakan keselamatan bagi umat manusia; hingga kelak Putra terkasihnya datang kembali dengan penuh kuasa untuk mengadili orang hidup dan mati.
Meski dalam iman Katolik diyakini Bunda Maria diangkat jiwa dan raganya ke surga - sesuai dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang ditetapkan Paus Pius XII pada 1 November 1950, namun dalam perannya sebagai co-redemptrix - rekan dalam penebusan manusia - Bunda Maria masih beredar di dunia ini untuk membantu Sang Putra menyelamatkan umat manusia.
Setelah mengalahkan maut dan bangkit dari mati, Tuhan Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa - kita mengakui kebenaran ini dalam Kredo Para Rasul. Tetapi, Bunda Maria - Ibunda Kristus yang telah diserahkan kepada umat manusia dan diterima oleh rasul Yohanes di bawah salib Yesus - masih menampakkan diri antara lain di Guadalupe, Lourdes, Fatima. Dalam penampakan-penampakannya, Bunda Maria selalu meminta umat manusia bertobat, berdoa, dan bermatiraga.
Dari kenyataan tersebut, bisa dikatakan bahwa Bunda Maria-lah orang yang sejak zaman Yesus hidup di dunia sampai sekarang, masih sibuk mengerjakan keselamatan bagi umat manusia; hingga kelak Putra terkasihnya datang kembali dengan penuh kuasa untuk mengadili orang hidup dan mati.
Senin, 03 Februari 2020
Doa yang Diajarkan Bunda Maria Fatima
Dalam penampakan ke-4 di Fatima, Portugal, pada 13 Juli 1917, Bunda Maria mengajarkan kepada tiga anak gembala - Lusia, Fransiskus, dan Yasinta - doa singkat yang sekarang kita daraskan di akhir setiap peristiwa dalam Doa Rosario:
"Ya Yesusku yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu."
***
Ketika mengikuti Sarasehan Penampakan Bunda Maria Fatima di Marian Centre Indonesia (MCI) pada 13 September 2019, Romo Yulius Sudharnoto, O.Carm, yang waktu itu menjadi Moderator MCI, merangkai doa dalam untaian manik-manik yang menekankan pada doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima tersebut di atas.
Berikut ini adalah gambar dan keterangan untaian doa Rosario Maria Fatima yang diperkenalkan Romo Yulius:
Dari untaian manik-manik doa Rosario Maria Fatima ini, tampak bahwa doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima menjadi intinya. Doa "Ya Yesusku yang baik...." didaraskan 7x7 kali.
Dalam kata pengantar buku Ya Yesusku yang Baik - Makna Doa Fatima karya Stephen Bullivant dan Luke Arrendondo, penerbit Marian Centre Indonesia, 2019; Romo Yulius Sudharnoto, OCarm menyampaikan: tujuan mendaraskan doa Rosario Maria Fatima terutama supaya semakin banyak orang berdosa BERTOBAT, terutama ditujukan kepada pertobatan umat dan rakyat China.
Mengapa China? Simbol China adalah naga, musuh Yesus, Putra Terkasih Bunda Maria. Dalam kitab Wahyu bab 12 ditulis, perempuan berselubung matahari - Bunda Maria - yang akan menakhlukkan naga merah si ular tua. Melalui Doa Rosario Maria Fatima dan Doa Kerahiman Ilahi (Koronka), Gereja menyiapkan diriuntk kedatangan kedua kali Yesus Kristus.
Pada saat menampakkan diri di Fatima, Bunda Maria menyarankan doa yang diajarkannya itu diucapkan pada akhir setiap peristiwa dalam Doa Rosario. Tetapi, dalam perjalanan waktu, jika muncul gagasan baik untuk mendaraskan lebih banyak doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima tersebut, mengapa tidak? Doa Rosario Maria Fatima tentu menyenangkan hati Bunda Maria, sekaligus membantunya memenangkan pertempuran melawan si jahat.
Berikut ini adalah gambar dan keterangan untaian doa Rosario Maria Fatima yang diperkenalkan Romo Yulius:
Dari untaian manik-manik doa Rosario Maria Fatima ini, tampak bahwa doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima menjadi intinya. Doa "Ya Yesusku yang baik...." didaraskan 7x7 kali.
Dalam kata pengantar buku Ya Yesusku yang Baik - Makna Doa Fatima karya Stephen Bullivant dan Luke Arrendondo, penerbit Marian Centre Indonesia, 2019; Romo Yulius Sudharnoto, OCarm menyampaikan: tujuan mendaraskan doa Rosario Maria Fatima terutama supaya semakin banyak orang berdosa BERTOBAT, terutama ditujukan kepada pertobatan umat dan rakyat China.
Mengapa China? Simbol China adalah naga, musuh Yesus, Putra Terkasih Bunda Maria. Dalam kitab Wahyu bab 12 ditulis, perempuan berselubung matahari - Bunda Maria - yang akan menakhlukkan naga merah si ular tua. Melalui Doa Rosario Maria Fatima dan Doa Kerahiman Ilahi (Koronka), Gereja menyiapkan diriuntk kedatangan kedua kali Yesus Kristus.
Pada saat menampakkan diri di Fatima, Bunda Maria menyarankan doa yang diajarkannya itu diucapkan pada akhir setiap peristiwa dalam Doa Rosario. Tetapi, dalam perjalanan waktu, jika muncul gagasan baik untuk mendaraskan lebih banyak doa yang diajarkan Bunda Maria Fatima tersebut, mengapa tidak? Doa Rosario Maria Fatima tentu menyenangkan hati Bunda Maria, sekaligus membantunya memenangkan pertempuran melawan si jahat.
Sabtu, 01 Februari 2020
Senin, 27 Januari 2020
Mengikat Orang Kuat
Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu. Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. (Markus 3:27)
Apakah ada sesuatu yang sedang membelenggu hidup Anda? Mungkin masalah berat dalam pekerjaan, hidup berumah tangga, atau suatu penyakit yang membuat Anda kehilangan sukacita dalam hidup? Begitu berat tantangan kehidupan yang Anda alami, sampai merampas iman, cinta, dan harapan Anda kepada Tuhan Yesus.
Perkataan Yesus dalam Injil Markus di atas dapat menjadi pegangan, agar kita selalu waspada. Camkanlah, si jahat dapat memasuki rumah hati kita untuk merampas Yesus - harta paling berharga milik kita.
Dengan tipu dayanya si jahat berusaha memengaruhi kita, sehingga kita tidak sadar kalau sudah diikatnya. Kita menjauhkan diri dari relasi dengan Tuhan, marah kepada pasangan hidup, bertindak kasar terhadap anak, malas ke gereja, bosan melayani, bekerja asal-asalan, memfitnah teman, enggan menolong orang lain, dan perbuatan-perbuatan tanpa cinta kasih lainnya.
Berhati-hatilah, jangan sampai si jahat mengikat kita, lalu merampok dan menguasai rumah hati kita.
Kamis, 16 Januari 2020
Kalau Engkau Mau....
Bangsa Israel mengandalkan Tabut Perjanjian dalam berperang. Kalau ada Tabut Perjanjian, bisa dipastikan kemenangan berpihak kepada bangsa Israel. Tetapi jika Tabut Perjanjian tidak diikutsertakan, bangsa Israel mengalami kekalahan.
Namun, sesuatu yang tak lazim terjadi. Ketika bangsa Israel melawan kaum Filistin (lihat 1 Samuel 4:1-11), meskipun sudah ada Tabut Perjanjian, bangsa Israel tetap saja kalah. Mengapa? Karena Allah menghendaki hal itu terjadi.
***
"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku," kata seorang penderita kusta yang datang kepada Yesus. Tergerak oleh belas kasihan, Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu, "Aku mau, jadilah engkau tahir." (lihat Markus 1:40-41)
***
Beata Chiara Badano (1971-1990) gadis cantik asal Italia, menderita sakit kanker tulang selama 3 tahun terakhir hidupnya. Ketika mengetahui hasil diagnosis dokter, Chiara berkata, "Ini untukmu, Yesus. Jika Engkau menghendakinya, maka saya juga menghendakinya."
***
Bagaimana sikap kita, ketika menghadapi sesuatu yang tidak lazim dalam kehidupan kita? Akankah kita berkata, "Kalau Engkau mau, Tuhan.... " Entah kemudian Yesus akan mengangkat penderitaan kita, atau malah mengizinkan penderitaan itu kita alami, kita tetap menyakini Ia memberikan yang terbaik.
Minggu, 05 Januari 2020
Sahabat Sejati
Siapakah Sahabat Sejati?
Engkau yang bersemayam di dalam tabernakel hati ataukah malaikat pelindung yang menyertai peziarahan setiap anak-Mu?
Sebuah pemahaman yang indah: Setelah jiwa dan raga menyatu dengan-Mu dalam Perayaan Ekaristi, kita akan berjalan bersama sehati-sejiwa dan malaikat-malaikat akan mengiringi langkah kita.
Engkau yang bersemayam di dalam tabernakel hati ataukah malaikat pelindung yang menyertai peziarahan setiap anak-Mu?
Sebuah pemahaman yang indah: Setelah jiwa dan raga menyatu dengan-Mu dalam Perayaan Ekaristi, kita akan berjalan bersama sehati-sejiwa dan malaikat-malaikat akan mengiringi langkah kita.
