Kamis, 29 Agustus 2024

Tetap Percaya

Yohanes Pembaptis dengan semangat memperkenalkan Yesus di tepi Sungai Yordan: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia..." (Yohanes 1:29)

Yohanes Pembaptis tidak masalah para pengikutnya beralih mengikuti Yesus. Bahkan ia mengatakan: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30)

Yohanes Pembaptis tetap memperjuangkan kebenaran dengan berani menegur Herodes, ketika Herodes mengambil istri Filipus saudaranya untuk menjadi istrinya: "Tidak halalengkau mengambil isteri saudaramu!" (Markus 6:18)

Tetapi, mungkin Yohanes Pembaptis bertanya-tanya mengapa Yesus tidak membelanya, ketika ia dijebloskan ke penjara akibat teguran kerasnya kepada Herodes.

Yohanes Pembaptis mulai mempertanyakan Sang Mesias. Ia mengutus dua orang muridnya untuk bertanya kepada Yesus: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" (Lukas 7:19)

Yesus menanggapi kedua murid Yohanes Pembaptis: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Lukas 7:22-23)

Perkataan Yesus kepada Yohanes Pembaptis di ayat 23 di atas  menyiratkan pesan agar ia tetap percaya kepada Yesus, meski hal-hal yang kelihatan di depan mata tampaknya tidak seperti yang diharapkan. 

Yohanes Pembaptis tidak memperoleh akhir hidup yang baik di dunia ini. Ia terus mendekam di penjara, sampai akhirnya Herodes memerintahkan pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis, karena anak tirinya menghendaki.

Tetap percaya - suatu keteguhan hati yang perlu dimiliki setiap orang beriman kristiani, meski hal-hal yang kelihatan tampaknya tidak menyiratkan kondisi yang lebih baik.

Perkataan Yesus kepada Yohanes Pembaptis hendaknya menjadi pegangan kita juga: jangan pernah kecewa kepada Tuhan dan menolak-Nya!


Jumat, 23 Agustus 2024

Jangkauan Doa

Kerap kau bertanya penuh keraguan:
apakah ia yang selalu kau sebut dalam doa-doamu
menyadari dan merasakan getaran kasihmu
 
Tidak tahukah engkau
jangkauan doa laksana hembusan angin sepoi-sepoi
tak kasatmata, namun menyejukkan
menyentuh relung terdalam jiwa
menorehkan sukacita dan damai
 
Jangkauan doa laksana sinar mentari
dapat dipandang efeknya, tetapi tak bisa dipegang
memberi terang bagi hati yang gundah
memberkas cahaya tanpa meninggalkan jejak
 
Doamu, doaku
melesat jauh melampaui 
segala yang kelihatan
 

Senin, 05 Agustus 2024

Perancis... Oh Perancis....

Pergelaran yang disajikan pada seremoni pembukaan Olimpiade di Paris tanggal 26 Juli silam, menuai kontroversi. Ada segmen yang menurut sebagian besar orang mengejek Perjamuan Terakhir Yesus.Takhta Suci Vatikan turut menyesalkan penghinaan yang dilakukan terhadap banyak orang Kristen dan penganut agama lain.

Mengapa wajah Perancis berubah? 

Padahal Gereja Katolik di Perancis telah mulai tumbuh sejak abad ke-2. Bahkan Perancis mendapat julukan sebagai "Putri tertua Gereja." 
 
Banyak orang kudus terkemuka yang berasal dari Perancis, beberapa di antaranya Santa Joan of Arc, Santo Vincentius a Paulo, Santo Fransiskus dari Sales, Santa Theresia Lisieux, Santo Yohanes Maria Vianney. 

Selain para kudus dari Perancis, Tuhan Yesus memperkenalkan devosi Hati-Nya yang Mahakudus kepada Santa Margaret Maria Alacoque, seorang biarawati ordo Visitasi di Paray-le-Monial, melalui penampakan tahun 1675.
 
Bunda Maria pun sangat mengasihi Perancis. Ia menampakkan diri kepada Santa Katarina Laboure tahun 1830 dengan memberikan Medali Mukjizat bergambar Hati Mahakudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria dengan pesan "semua orang yang memakai medali mukjizat ini akan menerima rahmat besar."
 
Kembali Bunda Maria mengistimewakan Perancis melalui penampakannya kepada Santa Bernadette Soubirous di Lourdes selama 5 bulan, yaitu 11 Februari - 18 Juli 1858. Tak terhitung mukjizat kesembuhan yang diperoleh di Lourdes.

Sangat menyedihkan, melihat Perancis yang berbeda saat ini. 

Semoga atraksi pagan di pembukaan Olimpiade tahun ini bukan hanya sebatas menuai kritik dan kecaman, tetapi memberi kesadaran kepada umat beriman kristiani di Perancis untuk kembali ke jalan Tuhan dan gigih mempertahankan iman mereka.
 
Perancis... Oh Perancis.... seandainya engkau tahu, betapa berlimpahnya rahmat Tuhan untukmu.

Sabtu, 27 Juli 2024

Endorsement

Kalau Engkau hidup di dunia saat ini, Tuhan Yesus;
Engkau akan meng-endorse siapa?
 
Pemimpin bangsa yang berhasil
memajukan negaranya?
 
Pewarta Kabar Sukacita-Mu
yang punya ribuan follower?
 
Pengusaha tajir yang mengalokasikan
sebagian besar hartanya untuk amal?
 
Engkau menatapku lekat
Pandangan-Mu menyuarakan hati-Mu

Endorsement-Ku bagi mereka
yang mengasihi-Ku dan hidup
menurut jalan keselamatan
yang telah Kutunjukkan

Aku tidak bertanya lagi.
 

Selasa, 23 Juli 2024

Masih Adakah Hati Nurani?

Sungguh merisaukan membaca berita-berita pembunuhan belakangan ini. Semakin sering terjadi, pembunuh bukan lagi berasal dari luar lingkungan keluarga dekat, melainkan orang terdekat: 

* seorang suami menghabisi istrinya yang baru melahirkan anak kedua, gegara istrinya mengigau yang ditengarai sang suami sebagai perselingkuhan

* seorang ayah tiri dan ibu kandung membunuh anaknya yang masih balita

* seorang anak perempuan membunuh ayah kandungnya

* seorang istri bersama anak perempuan dan pacar anaknya membunuh suami/ayahnya

Keluarga yang seharusnya menjadi sarana praktik cinta kasih di antara para anggotanya dan perlindungan yang aman bagi anggota-anggotanya, kini menjadi sarang kebencian dan balas dendam. 

Masih adakah hati nurani pada orang-orang yang melakukan kekejian terhadap keluarganya sendiri?

O... Bunda Maria - Ratu Segala Hati, jangan biarkan si jahat menguasai pikiran dan hati orang-orang zaman ini. Ubahlah hati umat manusia menjadi seperti hatimu yang lembut, penuh kasih, dan rendah hati.


Senin, 01 Juli 2024

Warisan dan Pialaku

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.(Mazmur 16:5)

Terima kasih Tuhan....
memiliki Engkau sebagai bagian warisanku sudah cukup.
Engkau pun piala kebanggaanku,
kutinggikan Engkau mengatasi diriku
 

Rabu, 26 Juni 2024

Komentar

Selebriti Kylie Jenner (26 tahun), putri bungsu keluarga Kardhasian, mengaku dibully sejak usia belasan tahun, saat ia mulai tampil di layar kaca membintangi reality show "Keeping Up with The Kardashians."

Ia menyatakan, sebagian besar komentar membicarakan wajahnya yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Komentar-komentar di media sosial itu sempat membuatnya terpuruk. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Kylie mengaku mentalnya terus diasah dan ia lebih tahan banting. 

Kylie lahir dan dibesarkan dalam keluarga selebriti yang mapan. Komentar-komentar negatif yang diterimanya tak sampai merontokkan dunianya. Bayangkan betapa banyak orang biasa yang dibully melalui komentar-komentar negatif di media sosial. Mereka ingin eksis, tetapi ditangkis, sehingga kepercayaan diri mereka terkikis.

Di zaman marak media sosial ini, ada bijaknya jika kita memilih diam daripada berkomentar negatif untuk posting-posting yang sebenarnya tak perlu dikomentari.     

Kita bisa berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan terhadap sesuatu yang melanggar kebenaran dan keadilan. Tetapi hindarilah mengomentari kondisi fisik seseorang atau hal-hal lain yang bersifat pribadi dengan kata-kata negatif. 

Ingatlah, komentar-komentar yang kita lontarkan mencerminkan hati kita.

"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." (Lukas 6:45)