Rabu, 31 Mei 2023

Perjumpaan di Akhir Bulan

Bulan Mei yang dikhususkan Gereja Katolik sebagai bulan penghormatan kepada Bunda Maria, ditutup dengan Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet. 
 
Betapa sukacita Elisabet ketika dikunjungi Maria: "Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Lukas 1:43). Semoga di Bulan Maria ini, kita pun bersukacita karena mendapat kunjungan Ibu Surgawi  melalui pengalaman-pengalaman spiritual yang kita alami. 
 
Bersama Elisabet, kita pun diteguhkan dengan mengucap: "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." (Lukas 1:45)
 

Kamis, 18 Mei 2023

Pergi kepada Bapa

Kepada para rasul, sebelum Yesus menderita dan wafat di kayu salib; Yesus tidak mengatakan Ia akan meninggal, tetapi meninggalkan dunia dan pergi kepada Bapa. Para rasul hendaknya bersukacita dan Yesus memberi harapan akan datang kembali. 

Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)
 
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa. (Yohanes 16:28)
  
Ketika seseorang berada dalam sakratul maut, akan beralih dari dunia fana ke dunia kekal; sering kali yang tertanam di benak adalah kesedihan karena harus meninggalkan dunia yang telah dinikmati sepanjang hidup. Belajar dari Yesus, fokuskanlah perhatian pada kehidupan kekal yang akan dimasuki: kita juga pergi kepada Bapa, berjumpa dan tinggal bersama Yesus dan Ibunda-Nya. Keyakinan ini akan membawa sukacita, bukan kesedihan.

Senin, 01 Mei 2023

Bulan Maria

Ketika menampakkan diri di Fatima-Portugal pada 13 Juni 1917, Bunda Maria mengatakan kepada Lusia, salah satu pelihat, bahwa "Yesus ingin agar engkau (Lusia) membuatku dikenal dan dicintai. Ia (Yesus) ingin dunia mengadakan devosi kepada Hatiku Yang Tak Bernoda. Kepada mereka yang menghayatinya, aku menjanjikan keselamatan dan Allah akan mencintai jiwa-jiwa ini bagaikan bunga-bunga yang kuletakkan untuk memperindah takhta-Nya."

Apa yang disampaikan Bunda Maria dalam penampakan di Fatima tersebut, telah "diramalkan" oleh St. Louis-Marie de Montfort lebih dari 200 tahun sebelumnya, ketika ia menulis dalam buku Bakti yang Sejati kepada Maria, 55: Allah ingin agar Ibunda-Nya yang suci - lebih dari sebelumnya - kini lebih dikenal, lebih dikasihi dan lebih dihormati. Hal ini pasti akan terjadi, apabila kaum pilihan masuk, dengan rahmat dan penerangan Roh Kudus, dalam praktik batiniah dan sempurna yang nanti akan aku sampaikan kepada mereka. 

Bulan Mei yang dikhususkan Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin dekat kepada Santa Perawan Maria. Sudahkah kita memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk lebih mengenal dan mencintai Bunda Maria?

Jumat, 28 April 2023

7.464 km

Mungkin Anda bertanya-tanya, jarak dari mana ke manakah 7.464 km? 
Ini adalah perjalanan misioner yang ditempuh semasa hidup Santo Louis-Marie de Montfort (1673-1716) dengan berjalan kaki. 

Sebagai Imam di wilayah Perancis bagian barat, beliau sering berkeliling mewartakan Kristus melalui bakti sejati kepada Santa Perawan Maria. Tahun 1706 Paus Clement XI meneguhkan  Pastor Louis-Marie de Montfort sebagai Misionaris Apostolik.
 
Menempuh perjalanan sejauh lebih dari 7.000 km dengan berjalan kaki di masa sekarang untuk mewartakan Injil, tentu sudah tak cocok lagi dengan perkembangan zaman. 
 
Di hari peringatan St. Louis-Marie de Montfort yang ditetapkan Gereja Katolik sesuai hari kematian beliau tanggal 28 April, marilah kita merefleksikan perjalanan misioner St. Louis-Marie de Montfort dalam konteks masa kini.

Kita dapat memanfaatkan berbagai media sosial yang tersedia untuk mewartakan Yesus dan Bunda Maria. Cukup berada di depan perangkat komputer atau telepon seluler, pewartaan yang kita sampaikan bisa menjangkau jarak lebih dari ribuan kilometer, hingga ke segenap penjuru dunia. 

Jika merasa lelah dalam upaya kita mewartakan Yesus dan Bunda Maria, padahal kita hanya melakukannya sambil duduk nyaman menghadap ke meja kerja; ingatlah teladan St. Louis-Marie de Montfort yang tanpa kenal lelah berjalan kaki dengan tongkat di tangan, menyusuri jalan-jalan terjal berbatu di tengah terpaan cuaca, demi mewartakan Kerajaan Allah untuk keselamatan jiwa-jiwa.

7.464 km - ayo... bangkit kembali semangat pewartaan!
 

Minggu, 09 April 2023

Bangkit

Jika ditanya, bagaimana kita tahu Yesus bangkit dari kematian? Tak ada seorang pun yang menyaksikan langsung peristiwa kebangkitan itu. Yang ada hanyalah kubur kosong serta malaikat yang berkata-kata kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain (lihat Matius 28:5-7, Markus 16:1-7, Lukas 24:1-10, Yohanes 20:1-2). 
 
Kesaksian para rasul yang mengisahkannya dalam Injil menjadi pangkal kepercayaan kita. Seperti yang ditulis Santo Lukas: Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
 
Lalu, ada dua murid bertemu dengan Yesus yang telah bangkit dalam perjalanan ke Emaus dan serangkaian perjumpaan Yesus dengan para rasul disertai makan bersama.

Rasul Paulus dengan penuh keyakinan mengatakan: Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 15:20 & 22).

Selamat Paskah!

Sabtu, 08 April 2023

Sabtu yang Sunyi

Masih adakah semangat hidup tersisa, 
setelah orang yang sangat dikasihi terbujur dalam makam dingin?
Ibunda Yesus pun mengalami yang sama, 
setelah Putranya wafat di kayu salib.
Meninggal secara tragis, 
seperti seorang pesakitan.  

Sabtu yang sunyi,
semua seakan ikut tersedot ke liang lahat.
Sendiri meratap,
menanti secercah cahaya.
Siapakah yang sudi menemani,
dalam keterasingan ini?

Wahai Ibu yang sangat berduka,
bersabarlah dalam kesesakan.
Aku mau berada di dekatmu,
tanpa banyak berujar kata.
Satu keyakinan kita,
esok Ia pasti bangkit.
 

Jumat, 07 April 2023

Diam

"Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." (Lukas 23:35)

"Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" (Lukas 23:37)

"Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39)

Ketika berada dalam posisi sedang menderita karena ulah orang-orang lain, lontaran kata-kata yang memojokkan seperti itu, bisa dengan mudah membangkitkan emosi untuk membuktikan kehebatan dan kebenaran diri. Demikianlah yang dialami Yesus, ketika tergantung di kayu salib. 

Sebenarnya kuasa Yesus yang sangat besar sebagai Allah yang menjelma menjadi Manusia, dapat ditunjukkan-Nya dalam sekejap untuk membungkam semua orang yang mencemooh-Nya. Tetapi, Yesus memilih tetap diam. Yesus memilih mengemban tugas perutusan-Nya untuk menebus dosa umat manusia sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, tanpa memberi perlawanan sedikit pun. 
 
Yesus, ingatkan kami akan keteguhan hati-Mu bertahan dalam penderitaan atau situasi yang sulit, tanpa memperlihatkan kesombongan.