Jumat, 22 Juni 2018

Misi Tersembunyi

Di sini kami berada selama dua bulan ke depan. Tempat dengan tatanan kehidupan masyarakat yang berbeda ditambah cuaca dingin, menyebabkan kami bertanya-tanya: apa yang Tuhan kehendaki untuk kami lakukan di sini?

Percayalah; sesungguhnya ada misi tersembunyi yang Tuhan berikan kepada kita, dari keberadaan kita di sebuah tempat. Misi itu ialah berdoa bagi bangsa dan negara di mana kita ditempatkan - untuk waktu yang singkat atau pun jangka panjang - selama keberadaan kita di tempat itu.

Senin, 18 Juni 2018

Berserah

Kerajaan Allah seumpama orang yang menabur benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (lihat Markus 4:26-27)

Perkataan Yesus dalam Injil tersebut sungguh tepat untuk menenteramkan hati yang dilanda kecemasan. Setelah melakukan pekerjaan yang menjadi bagian kita, serahkan saja selebihnya kepada Tuhan. Bukankah Ia yang mengatur segalanya?

Tetaplah tenang menghadapi berbagai gejolak kehidupan.

Minggu, 10 Juni 2018

Orang Kuat di Dalam Rumah

Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. (Markus 3:27)

Perumpamaan yang disampaikan Yesus membawa pada pemahaman:
perlu orang kuat di dalam rumah batin kita, agar perampok tidak dapat memasukinya.

Orang yang kuat itu adalah Yesus Kristus yang bersemayam dalam hati kita. KeberadaanNya dalam diri kita memampukan kita melawan berbagai serangan perampok yaitu si jahat, yang selalu berusaha menjauhkan kita dari Tuhan.


Sabtu, 09 Juni 2018

Persembahan yang Utama

Tiada persembahan 
yang lebih berkenan bagi Tuhan, 
selain persembahan 
berupa hati yang murni dan suci.

Minggu, 20 Mei 2018

Pentakosta Baru

Dunia yang diwarnai kerakusan,
                                   kekerasan,
                                   kebencian,
                                   kebejatan,
                                   kejahatan,

membutuhkan curahan Roh Kudus
dalam Pentakosta yang baru
                   Datanglah Roh Kudus
datanglah dengan perantaraan Bunda Maria yang Tak Bernoda - MempelaiMu,
seperti ketika Bunda Maria menyertai para rasul menantikan Roh Kudus
dalam Pentakosta perdana

Kamis, 17 Mei 2018

Harapan Allah kepada Manusia

Dalam Kejadian 22 kita membaca bagaimana Allah menguji iman Abraham dengan meminta Abraham mengurbankan anak tunggalnya. Abraham sangat taat kepada Allah. Ia mendengarkan firman Tuhan, maka ia lulus ujian iman.

Allah sangat terkesan kepadanya dan menjanjikan berkat berlimpah-limpah, keturunan yang sangat banyak. Keturunan Abraham akan menduduki kota-kota musuhnya dan melalui keturunan itu semua bangsa dibumi akan mendapat berkat (lihat Kejadian 22:17-18).

Itulah harapan Allah kepada manusia: Allah berfirman, manusia mendengarkan, dan melaksanakan firmanNya. Melalui ketaatan kepada Allah, manusia akan mendapat berkat melimpah.

Namun kenyataannya, tidak selalu tercipta relasi yang baik antara Allah dan manusia. Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel - keturunan Abraham - berulang kali terjadi ketidaksetiaan kepada Allah yang berakibat pada kemurkaan Allah, kehilangan berkat, dan tercerai-berainya bangsa Israel.

Bagaimana dengan keseharian kita? Sudahkah kita dengan tekun dan setia mendengarkan dan melaksanakan firmanNya? 

Sabtu, 07 April 2018

Dihantar ke IbuMu

Waspadalah, jiwa yang terpilih, dalam meyakini bahwa lebih sempurna datang langsung kepada Yesus, langsung kepada Allah. Tanpa Maria, tindakan dan niatmu hanya sedikit nilainya; tetapi jika engkau menghadap Allah melalui Maria, maka pekerjaanmu akan menjadi pekerjaan Maria, dan alhasil pekerjaanmu akan dibawa ke tingkat lebih tinggi dan sangat berharga bagi Tuhan. (Pokok ke-50 hal 40)  

Tulisan Santo Louis Marie de Montfort dalam buku The Secret of Mary yang kubaca selama masa Prapaskah membuka cakrawala baru pemahaman tentang Bunda Maria. Terima kasih, Yesus, aku ingin semakin mengenal dan mencintai BundaMu, agar akhirnya aku dihantarnya kepada-Mu.