Dua setengah bulan silam, sejak mengetahui Ibu mengidap sirosis hati stadium akhir, aku selalu berdoa agar di akhir hidup Ibu tidak terlalu menderita kesakitan. Rasanya tidak tega membayangkan beliau harus mengalami muntah darah karena pendarahan di lambung dan usus.
Engkau mengabulkan permohonanku, ya Tuhan. Ibu dibawa ke rumah sakit bukan karena keluhan serius, hanya tidak mau makan seharian. Tetapi, siapa sangka, begitu dimasukkan ke ruang perawatan ICU, kondisi Ibu memburuk. Dalam kurun 12 jam, beliau kembali ke pangkuanMu.
Aku kembali bertanya kepadaMu, mengapa Ibu pergi sangat mendadak? Seperti mimpi, aku berada di antara kenyataan dan kenangan. Engkau menjelaskan kepadaku, begitulah caranya jika aku tidak mau melihat Ibu banyak menderita di akhir hidup beliau.
Kepergian mendadak memang menyisakan duka dan tanya bagi orang-orang yang ditinggalkan, namun segera membebaskan orang yang sakit itu dari penderitaan. Pilihannya hanya salah satu dari dua ini: mendadak atau menderita? Ayah seorang teman menderita kanker hati. Dua bulan terakhir kondisi sang ayah memburuk dan terus berada di rumah sakit.
Ya, Yesus, aku tidak akan bertanya lagi kepadaMu terkait cara dan waktu Engkau memanggil Ibuku pulang. Engkaulah Sang Pemilik Kehidupan. PenyelenggaraanMu tidak pernah salah. Ajarilah aku untuk menerima apa yang Engkau lakukan sebagai bagian dari rencana besarMu yang belum aku ketahui saat ini.
Jumat, 25 Oktober 2013
Minggu, 06 Oktober 2013
Bersabar
Sudah dua kali Engkau membawaku ke padang gurun, belajar menanti dengan sabar penggenapanMu. Jika saat ini Engkau memintaku bersabar sebentar, tak selama berada di padang gurun, masakan aku tidak dapat memenuhi permintaanMu?
Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.
PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.
PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
Selasa, 01 Oktober 2013
Berbahagialah
Berbahagialah, wahai pendosa besar!
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan.
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.
Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.
Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.
Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?
Berbahagialah aku.
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan.
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.
Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.
Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.
Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?
Berbahagialah aku.
Kamis, 26 September 2013
Pintu Gerbang Kekudusan
Jadikanlah aku pintu gerbang kekudusan, ya Yesus, di mana melalui pintu ini, banyak orang dapat berjumpa denganMu dan mengasihiMu.
Minggu, 08 September 2013
Takut MengikutiMu
Engkau memaparkan perumpamaan seorang yang hendak membangun menara dan raja yang hendak berperang - sebagai gambaran perencanaan yang matang bagi seorang yang hendak mengikutiMu (Lukas 14:28-32).
MengikutiMu bukan sekadar kegembiraan memperoleh makanan jasmani (penggandaan roti) dan rasa takjub akan kesembuhan fisik (mukjizat penyembuhan); seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiMu dalam perjalanan.
MengikutiMu membutuhkan kesediaan mengorbankan segalanya: keluarga, nyawa sendiri, dan milik (Lukas 14:26 dan 33). Setelah berkurban, masih ada tuntutan lain sebagai pengikutMu, yaitu memanggul salib. Semuanya tidak enak. Karena itu Engkau menggugah setiap orang untuk menimbang dengan saksama, sebelum memutuskan berjalan bersamaMu.
Ketika pengajaranMu tentang Roti Hidup dipandang sebagai perkataan yang keras (lihat Yohanes 6:60), banyak murid yang mengundurkan diri. Hanya 12 rasul dan beberapa pengikut lain yang setia mengiringiMu. Namun, mereka pun mundur, saat Engkau menapaki jalan salib.
Takut, itulah inti ketidakbersediaan orang-orang mengikutiMu. Takut kehilangan kenikmatan duniawi, takut melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang dicintai, takut menderita.
"Jangan takut!" Dalam Alkitab, sebanyak 365 kali kalimat itu diserukan olehMu. Artinya, kehidupan manusia setiap hari hendaknya dijalani tanpa rasa takut. Tak takut melepaskan segala keterikatan, tak takut menderita karena memanggul salib.
Ketika St. Yohanes Penginjil diberi penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru (lihat Wahyu 21:1-8), dalam perikop itu disebutkan, orang-orang penakut - disebutkan pertama kali, sebelum disebutkan pula: orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta - akan mendapat bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Orang-orang penakut yang takut mengikutiMu, mereka tidak akan melihat langit yang baru dan bumi yang baru.
MengikutiMu bukan sekadar kegembiraan memperoleh makanan jasmani (penggandaan roti) dan rasa takjub akan kesembuhan fisik (mukjizat penyembuhan); seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiMu dalam perjalanan.
MengikutiMu membutuhkan kesediaan mengorbankan segalanya: keluarga, nyawa sendiri, dan milik (Lukas 14:26 dan 33). Setelah berkurban, masih ada tuntutan lain sebagai pengikutMu, yaitu memanggul salib. Semuanya tidak enak. Karena itu Engkau menggugah setiap orang untuk menimbang dengan saksama, sebelum memutuskan berjalan bersamaMu.
Ketika pengajaranMu tentang Roti Hidup dipandang sebagai perkataan yang keras (lihat Yohanes 6:60), banyak murid yang mengundurkan diri. Hanya 12 rasul dan beberapa pengikut lain yang setia mengiringiMu. Namun, mereka pun mundur, saat Engkau menapaki jalan salib.
Takut, itulah inti ketidakbersediaan orang-orang mengikutiMu. Takut kehilangan kenikmatan duniawi, takut melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang dicintai, takut menderita.
"Jangan takut!" Dalam Alkitab, sebanyak 365 kali kalimat itu diserukan olehMu. Artinya, kehidupan manusia setiap hari hendaknya dijalani tanpa rasa takut. Tak takut melepaskan segala keterikatan, tak takut menderita karena memanggul salib.
Ketika St. Yohanes Penginjil diberi penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru (lihat Wahyu 21:1-8), dalam perikop itu disebutkan, orang-orang penakut - disebutkan pertama kali, sebelum disebutkan pula: orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta - akan mendapat bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Orang-orang penakut yang takut mengikutiMu, mereka tidak akan melihat langit yang baru dan bumi yang baru.
Sabtu, 31 Agustus 2013
Talenta = Tanda Cinta
Engkau menuturkan perumpamaan tentang tiga orang yang diberi talenta dengan jumlah berbeda (Matius 25:14-30). Pemahaman tentang talenta sering kali dikaitkan dengan bakat atau kemampuan seseorang dalam berkarya. Namun, Engkau memberiku pemahaman, talenta lebih dari sekadar bakat atau kemampuan berkarya, apalagi saat mengisahkan perumpamaan itu, Engkau membukanya dengan perkataan: "Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri..." (Matius 25:14).
Talenta adalah tanda cinta. Memang betul, secara umum Engkau mencintai semua makhluk yang Kau ciptakan, terutama manusia yang diciptakan serupa dengan gambarMu (lihat Kejadian 1:27). Engkau tidak membeda-bedakan orang baik dan jahat atau benar dan tidak benar dengan membuat matahari bersinar dan mencurahkan hujan untuk semua makhluk ciptaanMu (lihat Matius 5:45).
Namun, di samping cinta yang universal itu, Engkau mencintai orang-orang tertentu secara khusus. Contohnya, dari 12 rasul yang Engkau pilih saat berada di dunia, ada tiga rasul - Petrus, Yohanes, dan Yakobus - yang selalu Engkau ajak mengikutiMu dari dekatMu seperti ketika Engkau membangkitkan anak perempuan yang telah meninggal (Markus 5:37), pergi ke Gunung Tabor (Lukas 9:28), dan berdoa di Taman Getsemani (Matius 26:37).
Talenta yang Engkau berikan kepada setiap orang adalah tanda cinta, agar orang dapat lebih mengenal Engkau dan berada lebih dekat denganMu. Itulah Kerajaan Sorga - ketika orang senantiasa diam di hadiratMu dan melakukan kehendakMu.
PemberianMu adalah rahmat semata, bukan karena jasa orang yang menerimanya. Ada orang yang mendapat lima talenta, yang lain tiga talenta, dan ada pula yang mendapat satu talenta. Orang yang mendapat lima talenta dan dua talenta, dengan giat mengembangkan relasi cintanya denganMu, sehingga semakin dekat denganMu.
Sementara orang yang mendapat satu talenta merasa dirinya kurang Engkau cintai. Ia tidak berusaha memupuk relasi intim denganMu, malah memilih mengubur tanda cintaMu. Iman dan cintanya kepadaMu tidak berkembang.
Kepada orang-orang yang menanggapi cintaMu, Engkau semakin mendekati mereka dan memberi mereka rahmat berlimpah. Ini dilambangkan dengan pelipatgandaan talenta yang dimiliki orang pertama dan orang kedua: dari lima menjadi sepuluh talenta, dari dua talenta menjadi empat talenta. Bahkan, satu talenta milik orang ketiga diberikan kepada orang pertama yang telah memiliki sepuluh talenta.
"Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya," kataMu (Matius 25:29). Nyatalah, setiap orang yang mempunyai cinta kepadaMu akan Engkau puaskan, sehingga ia berkelimpahan. Sementara orang yang tidak menaruh cinta kepadaMu, akan Kau campakkan.
Talenta adalah tanda cinta. Memang betul, secara umum Engkau mencintai semua makhluk yang Kau ciptakan, terutama manusia yang diciptakan serupa dengan gambarMu (lihat Kejadian 1:27). Engkau tidak membeda-bedakan orang baik dan jahat atau benar dan tidak benar dengan membuat matahari bersinar dan mencurahkan hujan untuk semua makhluk ciptaanMu (lihat Matius 5:45).
Namun, di samping cinta yang universal itu, Engkau mencintai orang-orang tertentu secara khusus. Contohnya, dari 12 rasul yang Engkau pilih saat berada di dunia, ada tiga rasul - Petrus, Yohanes, dan Yakobus - yang selalu Engkau ajak mengikutiMu dari dekatMu seperti ketika Engkau membangkitkan anak perempuan yang telah meninggal (Markus 5:37), pergi ke Gunung Tabor (Lukas 9:28), dan berdoa di Taman Getsemani (Matius 26:37).
Talenta yang Engkau berikan kepada setiap orang adalah tanda cinta, agar orang dapat lebih mengenal Engkau dan berada lebih dekat denganMu. Itulah Kerajaan Sorga - ketika orang senantiasa diam di hadiratMu dan melakukan kehendakMu.
PemberianMu adalah rahmat semata, bukan karena jasa orang yang menerimanya. Ada orang yang mendapat lima talenta, yang lain tiga talenta, dan ada pula yang mendapat satu talenta. Orang yang mendapat lima talenta dan dua talenta, dengan giat mengembangkan relasi cintanya denganMu, sehingga semakin dekat denganMu.
Sementara orang yang mendapat satu talenta merasa dirinya kurang Engkau cintai. Ia tidak berusaha memupuk relasi intim denganMu, malah memilih mengubur tanda cintaMu. Iman dan cintanya kepadaMu tidak berkembang.
Kepada orang-orang yang menanggapi cintaMu, Engkau semakin mendekati mereka dan memberi mereka rahmat berlimpah. Ini dilambangkan dengan pelipatgandaan talenta yang dimiliki orang pertama dan orang kedua: dari lima menjadi sepuluh talenta, dari dua talenta menjadi empat talenta. Bahkan, satu talenta milik orang ketiga diberikan kepada orang pertama yang telah memiliki sepuluh talenta.
"Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya," kataMu (Matius 25:29). Nyatalah, setiap orang yang mempunyai cinta kepadaMu akan Engkau puaskan, sehingga ia berkelimpahan. Sementara orang yang tidak menaruh cinta kepadaMu, akan Kau campakkan.
Minggu, 25 Agustus 2013
KehendakMu adalah Kekudusan
PengajaranMu dengan tegas menyatakan:
- makan dan minum bersamaMu
- mendengar pengajaranMu
belum cukup menjamin seseorang masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Orang-orang yang mengikuti perayaan Ekaristi setiap minggu bahkan setiap hari, belum berarti mereka dekat denganMu secara Roh. Orang-orang yang menghadiri seminar, ceramah, pendalaman rohani, dan membaca Kitab Suci; belum tentu hati mereka terpaut sepenuhnya padaMu.
Bukan wewenangku untuk menilai mereka. Engkau tidak menghendaki penghakiman kepada sesama, sekecil apa pun. Tetapi, dari perkataanMu aku meyakini, bukan setiap orang yang berseru kepadaMu: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Engkau hanya berkenan kepada orang-orang yang melakukan kehendak BapaMu (lihat Matius 7:21).
Apakah yang menjadi kehendak Bapa? Aku memahaminya sebagai menjadi kudus - kekudusan. Itulah sasaran tertinggi dalam kehidupan manusia. Allah Bapa telah menciptakan manusia menurut gambarNya. Ia adalah Kudus, maka Ia pun menghendaki agar manusia kudus seperti diriNya. Kudus berarti suci, murni. "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah," demikian Engkau mengajarkan (Matius 5:8).
Dengan menjadi kudus, kita dapat menyembah Allah secara benar dalam Roh dan Kebenaran (lihat Yohanes 4:24). Kekudusan membuat kita dapat memasuki kota Yerusalem baru kelak (lihat Wahyu 21:1-8). Mereka yang berhak masuk ke kota suci ini adalah mereka yang keluar dari kesusahan besar; mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba (lihat Wahyu 7:14).
".... dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran." (Yohanes 17:19)
- makan dan minum bersamaMu
- mendengar pengajaranMu
belum cukup menjamin seseorang masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Orang-orang yang mengikuti perayaan Ekaristi setiap minggu bahkan setiap hari, belum berarti mereka dekat denganMu secara Roh. Orang-orang yang menghadiri seminar, ceramah, pendalaman rohani, dan membaca Kitab Suci; belum tentu hati mereka terpaut sepenuhnya padaMu.
Bukan wewenangku untuk menilai mereka. Engkau tidak menghendaki penghakiman kepada sesama, sekecil apa pun. Tetapi, dari perkataanMu aku meyakini, bukan setiap orang yang berseru kepadaMu: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Engkau hanya berkenan kepada orang-orang yang melakukan kehendak BapaMu (lihat Matius 7:21).
Apakah yang menjadi kehendak Bapa? Aku memahaminya sebagai menjadi kudus - kekudusan. Itulah sasaran tertinggi dalam kehidupan manusia. Allah Bapa telah menciptakan manusia menurut gambarNya. Ia adalah Kudus, maka Ia pun menghendaki agar manusia kudus seperti diriNya. Kudus berarti suci, murni. "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah," demikian Engkau mengajarkan (Matius 5:8).
Dengan menjadi kudus, kita dapat menyembah Allah secara benar dalam Roh dan Kebenaran (lihat Yohanes 4:24). Kekudusan membuat kita dapat memasuki kota Yerusalem baru kelak (lihat Wahyu 21:1-8). Mereka yang berhak masuk ke kota suci ini adalah mereka yang keluar dari kesusahan besar; mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba (lihat Wahyu 7:14).
".... dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran." (Yohanes 17:19)