Sabtu, 08 April 2023

Sabtu yang Sunyi

Masih adakah semangat hidup tersisa, 
setelah orang yang sangat dikasihi terbujur dalam makam dingin?
Ibunda Yesus pun mengalami yang sama, 
setelah Putranya wafat di kayu salib.
Meninggal secara tragis, 
seperti seorang pesakitan.  

Sabtu yang sunyi,
semua seakan ikut tersedot ke liang lahat.
Sendiri meratap,
menanti secercah cahaya.
Siapakah yang sudi menemani,
dalam keterasingan ini?

Wahai Ibu yang sangat berduka,
bersabarlah dalam kesesakan.
Aku mau berada di dekatmu,
tanpa banyak berujar kata.
Satu keyakinan kita,
esok Ia pasti bangkit.
 

Jumat, 07 April 2023

Diam

"Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." (Lukas 23:35)

"Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" (Lukas 23:37)

"Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39)

Ketika berada dalam posisi sedang menderita karena ulah orang-orang lain, lontaran kata-kata yang memojokkan seperti itu, bisa dengan mudah membangkitkan emosi untuk membuktikan kehebatan dan kebenaran diri. Demikianlah yang dialami Yesus, ketika tergantung di kayu salib. 

Sebenarnya kuasa Yesus yang sangat besar sebagai Allah yang menjelma menjadi Manusia, dapat ditunjukkan-Nya dalam sekejap untuk membungkam semua orang yang mencemooh-Nya. Tetapi, Yesus memilih tetap diam. Yesus memilih mengemban tugas perutusan-Nya untuk menebus dosa umat manusia sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, tanpa memberi perlawanan sedikit pun. 
 
Yesus, ingatkan kami akan keteguhan hati-Mu bertahan dalam penderitaan atau situasi yang sulit, tanpa memperlihatkan kesombongan.

Kamis, 06 April 2023

Terima Kasih 7x

Cinta-Mu begitu besar kepada anak-anak-Mu, 
sampai Engkau memberikan diri-Mu dalam Perjamuan Terakhir-Mu, 
agar selalu dialami kehadiran nyata-Mu,
ketika menyantap Tubuh-Mu dalam Ekaristi.
 
Menghayati persatuan dengan-Mu, 
ketika Tubuh Suci-Mu memasuki relung jiwa,
bertakhta dalam hati,
berbisiklah perlahan: 
terima kasih Yesus, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih

Rasakanlah betapa kehadiran Yesus memenuhi jiwa,
menyegarkan, menyembuhkan, menguatkan

(Dalam Alkitab, angka 7 diartikan sesuatu yang lengkap atau keseluruhan)

Minggu, 02 April 2023

Ketika Pujian Berganti Jadi Hujatan

Siapa yang tidak senang disanjung, dipuja-puji? Sekarang malah ada sebagian orang yang sengaja pamer, demi mendapat pujian. 

Yesus pun mengalami puja-puji orang banyak, ketika Ia memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai. Tetapi, Yesus tidak terbuai oleh teriakan orang-orang: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" (Matius 21:9) Yesus sudah mengetahui, setelah puja-puji ini berakhir, kesengsaraan dan penderitaan menanti-Nya. 

Pujian manusia tidaklah kekal. Dalam sekejap, pujian berganti jadi makian dan hujatan. Manusia mudah dibelokkan oleh berbagai kepentingan. Saat kita mengalami pujian berubah jadi cercaan, padahal kita melakukan yang baik dan benar, ingatlah akan pengalaman Yesus ini. Yakinlah, setelah kesengsaraan dan penderitaan, ada Paskah menanti.


Jumat, 17 Maret 2023

Menjawab dalam Persembunyian Guntur

dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. (Mazmur 81:8)

Ketika bangsa Israel di bawah pimpinan Musa keluar dari Mesir untuk menuju tanah terjanji Kanaan, mereka melewati berbagai tempat. Dari padang gurun Sin, mereka meneruskan perjalanan dan berkemah di Rafidim. Tetapi di sana tidak ada air untuk diminum. Mereka mulai bertengkar dengan Musa. (lihat Keluaran 17:1-7)

Tuhan menjawab Musa, memintanya mengetuk gunung batu di Horeb dengan tongkat yang dipakai Musa saat memukul sungai Nil. Air memancar dari celah batu yang dipukul Musa, bangsa Israel dapat memuaskan dahaga mereka. Tempat itu kemudian dinamai Masa dan Meriba sebagai penanda di sana orang Israel telah mencobai Tuhan dengan mengatakan: "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?"

Suara guntur pasti keras, menggelegar, tidak nyaman di telinga. Tetapi dalam ayat Mazmur di atas, justru dikatakan bahwa Tuhan menjawab manusia dalam persembunyian guntur. 

Guntur melambangkan sesuatu yang tidak menyenangkan. Tetapi dengan iman kita yakin, di balik hal-hal yang tidak kita kehendaki: yang menyudutkan dan merugikan kita, yang menyakitkan dan melemahkan kita; sejatinya jawaban Tuhan tersedia di sana.

Selasa, 14 Maret 2023

Memilih

Terangilah aku dengan Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, 
agar aku dapat memilih:
yang baik di antara yang buruk,  
yang lebih baik di antara yang baik,
yang terbaik di antara segala yang lebih baik.
 

Sabtu, 04 Maret 2023

Pengorbanan Kecil

Melewati etalase toko penjual aneka kue dengan tampilan yang menggugah selera, ingin rasanya membeli beberapa di antaranya. Di toko sebelahnya terpampang berbagai menu makanan hemat-meriah. Terbit lagi keinginan untuk membungkusnya. 

Matiraga.... tak harus berwujud yang spektakuler. Pengorbanan-pengorbanan kecil sebagai bentuk penyangkalan diri bisa dilakukan setiap hari. Persembahkanlah semua itu sebagai silih atas dosa-dosa dan tanda kasih kepada Tuhan.