Jumat, 16 Juli 2021
Segera Lakukan Ini
Kamis, 15 Juli 2021
Mati Raga
Kamis, 01 Juli 2021
Permohonanku
Minggu, 27 Juni 2021
Percaya
Percaya berarti meyakini keunggulan-keunggulan atau kualitas yang dimiliki oleh orang atau benda atau hal yang dipercayai. Misalnya, percaya obat yang diminum akan menyembuhkan penyakit yang diderita, percaya olah raga setiap hari akan membuat tubuh bugar, percaya pasangan hidup tidak akan berkhianat.
Untuk dapat menjadi percaya, orang perlu referensi atau pengalaman yang membuatnya menjadi percaya. Percaya obat yang diberikan karena direferensikan dokter, percaya bugar berolah raga karena melihat bukti orang yang melakukannya sehat, percaya pada pasangan hidup karena telah bertahun-tahun setia hidup bersama.
Seorang perwira di Kapernaum percaya Yesus bisa menyembuhkan hambanya yang sakit, karena ia telah melihat Yesus menyembuhkan orang-orang sakit (Matius 8:5-13). Buah dari percaya ialah memperoleh apa yang diyakini, sebagaimana dikatakan Yesus kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya."
Terkadang, yang kelihatan tidak menampakkan hal yang diyakini, sehingga timbul rasa tidak percaya. "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" kata murid-murid-Nya ketika membangunkan Yesus yang sedang tidur di buritan perahu (Markus 4:38). Di saat seperti inilah kepercayaan diuji.
Bagaimana kepercayaan kita terhadap Yesus Sang Penyelamat? Ketika terjadi hal-hal buruk pada kita, apakah kita seperti murid-murid Yesus yang mempertanyakan kuasa-Nya, atau tetap percaya penuh kepada-Nya seperti perwira di Kapernaum?
"Jangan takut, percaya saja!" kata Yesus memberi harapan kepada Yairus - kepala rumah ibadat yang diberitahu anaknya telah mati, pada saat ia memohon kesembuhan kepada Yesus (Markus 5:21-43). Ketika harapan semakin terkikis, apakah kata-kata Yesus itu menggema dalam hati kita: "Jangan takut, percaya saja!"
Minggu, 20 Juni 2021
Sudah Bersama Yesus, Tetapi .......
Para murid Yesus sudah bersama dengan-Nya di dalam perahu, ketika topan dahsyat mengamuk dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu (lihat Markus 4:36-37). Yesus tidur di buritan, seolah tidak peduli terhadap badai yang dialami murid-murid-Nya. Mengapa mereka begitu takut dan tidak percaya kepada Yesus, padahal sebelum peristiwa angin ribut itu telah banyak kali Yesus melakukan mukjizat penyembuhan (lihat Markus bab 2 dan 3)?
Di tengah amukan badai virus Corona saat
ini, ketika kita masuk ke rumah untuk mengurangi mobilitas, apakah kita
sudah memanfaatkan waktu dengan masuk lebih jauh lagi ke rumah hati
kita?
Yesus selalu ada bersama kita, termasuk ketika pandemi Covid-19 mengamuk dan memporak-porandakan kehidupan umat manusia di dunia. Lalu, mengapa kita begitu takut dan tidak percaya kepada Yesus, padahal sebelum terjadi pandemi ini telah banyak kali Yesus melakukan mukjizat dalam hidup kita?
Seperti para murid Yesus yang lebih fokus pada amukan topan dan ombak, kita lebih memerhatikan jumlah penderita Covid-19 yang terus bertambah banyak dari hari ke hari dan semakin banyak orang yang kita kenal terpapar virus itu.
Kalau saat ini kita merasa Yesus seolah sedang tidur, bukan berarti Ia tidak peduli. Sebaliknya, Ia sedang bekerja untuk keselamatan kita. Adakah kita meletakkan seluruh kepercayaan kita kepada-Nya dan menanti saat Ia bertindak?
Sabtu, 12 Juni 2021
Kepada Hati Tersuci Bunda Maria
Minggu, 06 Juni 2021
Kehadiran Kristus yang Nyata
Tak perlu kita berharap bisa terlontar ke masa silam... lebih dari 2000 tahun lalu, ketika Yesus hidup di dunia ini, hanya untuk bertemu dengan Yesus sebagai Manusia. Dengan iman sepenuhnya, kita percaya Yesus hadir secara nyata melalui Sakramen Mahakudus yang kita sambut dalam Perayaan Ekaristi. Yesus sendiri telah mengatakan: "Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman." (Yohanes 6:55)
"Aku sama sekali tak meragukan kehadiran-Mu yang nyata dalam Ekaristi. Engkau telah memberiku iman yang hidup. Ketika aku mendengar orang-orang berkata: 'seandainya mereka hidup saat Engkau ada di dunia ini...,' aku tertawa dalam hati sebab aku tahu aku memiliki Dikau dalam Sakramen Mahakudus, sebegitu nyata seperti orang-orang di masa Engkau hidup di dunia ini. Aku bertanya-tanya: apa lagi yang dapat diminta?" - Santa Teresa dari Avila