Sabtu, 01 Mei 2021

Ciri Bakti Sejati kepada Bunda Maria

Memasuki Bulan Maria, alangkah baiknya kita mengenal ciri-ciri bakti yang sejati kepada Bunda Maria seperti yang dikemukakan St. Louis-Marie de Montfort, sehingga kita dapat sungguh-sungguh berbakti kepada Santa Perawan Maria dengan tulus hati. 

Lima Ciri Bakti sejati kepada Bunda Maria:

1. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat batiniah, berasal dari budi dan kalbu; dari rasa hormat yang kita miliki terhadap keagungan Maria, dan dari kasih kita kepadanya.

2. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci penuh kasih sayang, penuh kepercayaan seperti seorang anak kepada ibunya yang baik, sehingga mendorong jiwa untuk datang kepadanya dalam segala kebutuhan jasmani dan rohani, dengan segala kesederhanaan, kepercayaan dan kasih sayang.
 
3. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat suci, menghantar jiwa untuk menghindari dosa dan meneladan keutamaan-keutamaan Maria terutama kerendahan hatinya, imannya yang hidup, ketaatannya, doanya yang terus-menerus, mati raganya, kemurniannya, cintanya, kesabarannya, kelemahlembutannya, dan kebijaksaannya.

4. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat tetap, meneguhkan jiwa dalam kebaikan dan menghantar jiwa itu agar tak mudah meninggalkan praktik-praktik baktinya. Seorang yang sungguh berbakti kepada Perawan Suci bukanlah orang yang berubah-ubah, resah, gelisah atau takut. Kalau ia jatuh, ia akan bangun kembali sambil mengulurkan tangan kepada Ibundanya yang baik hati.

5. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat tanpa pamrih, mengilhamkan jiwa untuk tidak mencari dirinya sendiri, melainkan hanya Allah di dalam Ibunda-Nya yang suci. Mengasihi Maria bukan karena Maria melakukan hal yang baik kepadanya, melainkan karena Maria memang pantas dikasihi. Jiwa mengasihi Maria pada saat berada di bukit Kalvari maupun saat berada di pesta perkawinan di Kana.

Selamat menapaki Bulan Maria - bersama Maria, dalam Maria, melalui Maria, untuk Maria.

Rabu, 28 April 2021

Pemenuhan Kerinduan

Aku kerap berdoa, agar Tuhan memenuhi kerinduanku untuk semakin mengenal dan mencintai Bunda-Nya. Aku bergiat dalam devosi rutin kepada Santa Perawan Maria, tetapi tetap saja aku merasa belum dekat secara batin dengannya. 

Keadaan tersebut berlangsung beberapa tahun, sampai aku menemukan seorang kudus yang melaluinya membawaku semakin mengenal dan mencintai Bunda Maria. Orang kudus itu ialah Santo Louis-Marie de Montfort yang diperingati Gereja Katolik setiap 28 April. 

Sepanjang hidupnya yang mencapai usia 43 tahun, St. Louis-Marie de Montfort (1673-1716) giat mewartakan Kristus melalui kedekatan engan Bunda Maria. Beberapa buku ditulisnya, tetapi yang menjadi mahakarya adalah buku Baki yang Sejati kepada Maria - Persiapan Menghadapi Kerajaan Yesus Kristus.  

Jika pembaca blog ini mendapati semakin banyak tulisan beraroma Bunda Maria belakangan ini, mohon dimaklumi seiring kebahagiaanku menemukan "harta karun." Aku ingin membagikannya, agar semakin banyak umat beriman kristiani yang mengenal dan mencintai Bunda Maria. 

Kita tidak menganggap Maria sebagai tujuan akhir dari semua pelayanan kita, sebab tujuan akhir ini hanyalah Yesus Kristus. Maria sebagai tujuan dekat kita dan lingkungan rahasia kita serta sebagai sarana mudah kita untuk pergi kepada Yesus Kristus. (Bakti Sejati, 265)

Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah memenuhi kerinduan hatiku untuk dekat dengan Ibu-Mu melalui hamba-Mu, St. Louis-Marie de Montfort. 

 

Kamis, 15 April 2021

Penundaan Bukan Pengingkaran

Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. 
(Habakuk 2:3) 
 
Meski saat ini aku belum memahami maksud-Mu; aku tahu, penundaan ini bukan berarti pengingkaran. Aku perlu bersabar menunggu waktu-Mu.

Aku tidak menyesali penundaan ini. Aku membuka diri seluas-luasnya bagi penyelenggaraan-Mu. Perbuatlah sesuai kehendak-Mu, itulah yang lebih utama. Engkau yang bergerak di dalam aku, buatlah aku peka akan gerakan-Mu.


Minggu, 04 April 2021

Paskah

Paskah adalah keberanian untuk bangkit mengatasi kelemahan dan keterpurukan.

 

Minggu, 28 Maret 2021

Tiga Salam Maria Setelah Komuni

Sempatkanlah berdoa 3 Salam Maria, setelah Anda menerima Sakramen Mahakudus dalam Perayaan Ekaristi - baik Komuni Batin di rumah maupun Komuni Sakramental di gereja. Tiga Salam Maria diintensikan untuk:

- Imam yang mempersembahkan Perayaan Ekaristi yang sedang Anda ikuti, agar Imam ini mencintai Bunda Maria seperti Yesus mencintai Ibu-Nya, sehingga Imam ini dapat tetap setia pada janji Imamatnya dan memiliki kedekatan hati dengan Bunda Maria.

- Seluruh Imam, agar para Imam mencintai Bunda Maria, sehingga para Imam tetap memiliki hati yang suci, selalu dilindungi Bunda Maria, dan menjadi pewarta Hati Bunda Maria Yang Tak Bernoda.

- Kemenangan Hati Bunda Maria Yang Tak Bernoda di seluruh dunia, sebagai pendahuluan dari masa pemerintahan selamanya Hati Mahakudus Yesus.


Jumat, 19 Maret 2021

Santo Yusuf - Kekudusan dalam Kesederhanaan

Jalan kekudusan adalah jalan yang sangat sederhana, tanpa kemilau yang menggiurkan. Tak menarik bagi yang suka akan kegemerlapan, tetapi sangat menawan hati yang bersahaja. Kekudusan adalah kesederhanaan, seperti diteladankan Santo Yusuf.

Selasa, 09 Maret 2021

Donasi atau Doa?

"Tuhan, aku juga mau seperti perempuan itu...," aku membatin usai membaca berita tentang perempuan terkaya di dunia. Mantan istri pendiri Amazon.com yang memiliki harta senilai US$58,6 miliar atau sekitar Rp 825 triliun menurut Forbes akhir tahun lalu, mendonasikan sebagian hartanya untuk amal.

Seandainya aku punya uang ratusan triliun, dengan ringan hati aku akan menolong orang-orang yang sangat membutuhkan. Suara dalam sanubari menyadarkanku: kamu bisa menolong mereka tanpa harus punya uang banyak. Kamu bisa mendoakan orang yang sakit supaya sembuh, mendoakan orang yang menganggur supaya memperoleh pekerjaan. Ketika orang yang sakit itu sembuh, kamu tak perlu lagi memberinya uang untuk berobat; ketika orang yang menganggur itu telah bekerja, kamu tak perlu lagi memberinya uang untuk menopang hidupnya. Doa-doamu jauh lebih bernilai daripada harta sebanyak apa pun yang bisa kamu berikan untuk mereka. Kuasa Tuhan bekerja melampaui pemikiran manusia. 

"Tuhan, aku mau menyediakan lebih banyak waktu untuk berdoa kepada-Mu bagi mereka yang membutuhkan."