Minggu, 07 Februari 2021

Meminta Tanda

Sebagai manusia, kita lebih suka akan tanda yang kelihatan, karena kita mendiami tubuh jasmani. Kita sering meminta tanda kepada Tuhan, terutama ketika menghadapi masalah sulit. Kita butuh tanda yang kasat mata untuk menenangkan hati kita, membuat kita lebih percaya akan penyertaan Tuhan.
 
Padahal, yang bersifat jasmaniah akan kita tinggalkan, seperti dikatakan Yesus: "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna." (Yohanes 6:63) Bisakah kita - meskipun masih berada di dunia - mengedepankan yang rohaniah ketimbang yang jasmaniah? Percaya penuh - meski tidak mendapat tanda - bahwa penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita adalah yang terbaik. 
 
"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:29)

Kamis, 28 Januari 2021

Landasan Kokoh Pembaktian kepada Bunda Maria

Ada alasan kuat untuk bersukacita! Setelah beberapa bulan menelusuri isi buku Bakti yang Sejati Kepada Maria - Persiapan Menghadapi Kerajaan Yesus Kristus buah pena St. Louis Marie de Montfort (1673-1716) yang diterbitkan oleh Pusat Spiritualitas Marial Montfortan, Malang 2019; aku sangat bersyukur telah menemukan landasan kokoh pembaktian kepada Bunda Maria.

Pada Kata Pengantar buku Bakti yang Sejati Kepada Maria, St. Paus Yohanes Paulus II mengungkapkan: "Aku sendiri, pada masa mudaku, sangat terbantu dengan membaca karya ini. Di dalamnya, aku temukan jawaban dari kebingungan-kebingunganku yang ditimbulkan oleh ketakutan bahwa bakti kepada Maria, kalau dikembangkan secara berlebihan, pada akhirnya dapat mengalahkan kebaktian yang seharusnya diberikan kepada Kristus. Di bawah bimbingan bijaksana St. Montfort, aku akhirnya mengerti bahwa jika misteri Maria dihayati dalam Kristus, maka bahaya ini tidak akan muncul. Sungguh, pemikiran St. Montfort mengenai Maria "berakar dari Misteri Tritunggal dan dalam kebenaran Sabda Allah yang menjelma menjadi manusia."

Menurut St. Louis Marie de Montfort, cara paling sempurna untuk membarui janji-janji Baptis adalah dengan membaktikan diri seutuhnya kepada Kristus, Sang Kebijaksanaan yang menjelma, melalui tangan Santa Perawan Mariadalam Roh Kudus. Dalam bahasa St. Montfort, kita berjalan menuju kekudusan, melalui Maria, dengan Maria, dalam Maria dan untuk Mariadi bawah bimbingan Roh Kudus. Bunda Maria sendiri akan menuntun dan membawa kita untuk menjadi satu dan serupa dengan Yesus Putranya. Inilah tujuan akhir hidup kristiani kita.

Tertarik menghayati pembaktian kepada Yesus melalui Bunda Maria? 
 
Dalam website Serikat Maria Montfortan di Indonesia: http://montfortan.id/ tertulis: Buku ini dapat dipesan ke SMM, Jln. Gunung Kenanca 8-10, Ciumbuleuit, Bandung, Tlp. (022) 2035443
 
Melalui Santa Perawan Marialah Yesus Kristus telah datang ke dunia, dan melalui Maria pulalah Dia harus meraja di dunia. (St. Louis Marie de Montfort)
 

Jumat, 22 Januari 2021

Engkau Akan Menyelesaikannya

Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku;
terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu,
dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. 
TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! (Mazmur 138:7-8a)

Ketika didera penderitaan, aku percaya Engkau mempertahankan hidupku dan Engkau akan menyelesaikannya bagiku. Terima kasih, Tuhan

Sabtu, 02 Januari 2021

Selamat Pagi....

Di grup-grup What's App (WA), sering kita jumpai orang-orang yang rajin menyapa para anggota grup dengan gambar bertuliskan: "Selamat Pagi," saat mengawali hari baru. Aku sering merasa terganggu dengan posting ucapan itu, yang dengan cepat menambah jumlah wa images, sehingga perlu sering dibersihkan. 

Tetapi... posting "Selamat Pagi," tak kian surut. Malah rasanya semakin bertambah banyak di masa pandemi ini. Aku merenungkan maknanya. Di saat ketidakpastian menyelimuti, tanpa tahu apa yang bakal terjadi esok - mungkinkah kita masih bisa membuka mata dan menghirup udara di hari baru? - ucapan "Selamat Pagi" jadi pembawa kegembiraan, harapan, dan semangat hidup baru. Selamat pagi....

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23)
 

Kamis, 31 Desember 2020

2020

Besok, kau akan berlalu
Besok, kau akan segera dilupakan
 
Betapa pun kau berlaku garang,
menebar kemuraman di mana-mana,
darimu aku belajar memperteguh iman,
menyelami makna keheningan,
memupuk harapan dalam ketidakpastian
 
Besok, kau akan tinggal kenangan,
bagian dalam sejarah kehidupan di bumi

Engkau [Tuhan] memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu (Mazmur 65:12)
 

Minggu, 13 Desember 2020

Sukacita Mengajak Yesus ke Rumah

Ada berkat tak terduga di masa pandemi Covid-19. Bapa Uskup Agung Jakarta memperkenankan umat yang sehat dan berada dalam rentang usia 18-59 tahun untuk menjadi Pelayan Pembawa Komuni (PPK) bagi para anggota keluarga lain yang tidak dapat hadir mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja. 

Sakramen Maha Kudus (SMK) yang selama masa normal - sebelum terjadi pandemi - hanya bisa disambut dalam Perayaan Ekaristi di gereja, kini SMK bisa dibawa pulang ke rumah. Sungguh berbeda, mengajak Yesus dalam wujud SMK masuk ke rumah, bersemayam dalam meja altar sederhana sementara kita terbenam dalam doa-doa sebelum menyambut-Nya.

Terlepas dari ketidakpantasan kita sebagai umat dalam memperlakukan SMK secara sakral, karena sebelumnya hanya Imam dan Prodiakon yang diperkenankan menghantar SMK kepada umat, kehadiran Yesus di rumah tinggal kita masing-masing membawa sukacita tersendiri. Selamat datang, Tuhan Yesus, di rumah kami.

Jumat, 04 Desember 2020

Terjadi Karena Iman

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan kepada orang buta yang ingin matanya sembuh: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." (Matius 9:29) Kunci mengalami kuasa Tuhan adalah iman yang mendalam dan teguh. Sudahkah kita memilikinya?