Perayaan KelahiranMu tahun ini membawa makna lahirnya "bayi" Kekudusan. Kian hari kian kupahami, Kekudusan adalah sejatinya inti kehidupan manusia. Pada saat Allah Tritunggal menciptakan manusia, Kekudusan bersemayam dalam diri manusia - seperti dikatakan dalam Kitab Kejadian, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (lihat Kejadian 1:26).
Kekudusan adalah tujuan hidup manusia di dunia. Setiap kita dipanggil untuk menjadi kudus, sehingga sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Namun, menjadi kudus tidaklah semudah menarik napas. Adanya tarikan-tarikan dunia membuat kita mudah tergoda dan jatuh ke dalam dosa, sehingga menjauhkan kita dari Kekudusan.
Natal membawa penyadaran bagi kita untuk kembali kepada Kekudusan. Bayi mungil di Betlehem adalah wujud nyata Kekudusan sejati. Menerima kelahiran Bayi Kekudusan dalam hati, membuat hidup kita menjadi suci, sehingga diri kita menjadi persembahan yang kudus dan tak bercela bagi Allah.
Rabu, 25 Desember 2013
Kamis, 05 Desember 2013
Kemartiran Masa Sekarang
Sebelum memasuki Masa Adven, aku mendengar seruanMu berulang kali melalui bacaan-bacaan Kitab Suci tentang akhir zaman. Engkau meminta para pengikutMu untuk terus bertahan dalam iman sampai Engkau datang kembali ke dunia dalam sinar kemuliaan.
Bertahan dalam iman sampai tarikan napas penghabisan, itulah tanda kemartiran. Kemartiran masa sekarang bukan kepala yang dipenggal atau badan yang ditusuk pedang.
Kemartiran masa sekarang adalah kepasrahan pada kehendak Tuhan, kesediaan memanggul salib tanpa mengeluh, kegembiraan dalam kedukaan, keikhlasan memaafkan tanpa mengingat kesalahan-kesalahan orang lain, ketulusan mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan dengan mengabaikan kepentingan diri, penyangkalan diri terus-menerus demi memiliki hati yang murni.
Bertahan dalam iman sampai tarikan napas penghabisan, itulah tanda kemartiran. Kemartiran masa sekarang bukan kepala yang dipenggal atau badan yang ditusuk pedang.
Kemartiran masa sekarang adalah kepasrahan pada kehendak Tuhan, kesediaan memanggul salib tanpa mengeluh, kegembiraan dalam kedukaan, keikhlasan memaafkan tanpa mengingat kesalahan-kesalahan orang lain, ketulusan mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan dengan mengabaikan kepentingan diri, penyangkalan diri terus-menerus demi memiliki hati yang murni.
Senin, 25 November 2013
Hambatan Kekudusan
Ketika mulai masuk dalam kekudusan hidup, ada suara yang menghambat langkah. "Hei, jangan terlalu baik, jangan terlalu suci... nanti kau cepat mati!"
Sungguhkah seorang yang kudus akan cepat beralih ke alam baka?
Sebagian besar orang kudus memang tak panjang usianya. Tetapi, ada pula yang tergolong lanjut usia seperti Santo Yohanes Rasul, Santo Augustinus, Santo Hieronimus, Santa Rosa Venerini.
Suara si jahat itu sungguh mengganggu. Agaknya, begitulah cara setan membujuk manusia agar menjauh dari kekudusan. Semakin kita berusaha hidup murni, semakin gencar ia mengggoda. Tak ada alasan untuk mundur, kembali ke keduniawian. Hidup di dunia ini atau beralih ke Surga untuk memandang langsung wajahMu adalah mutlak kebijaksanaanMu, ya Yesus.
Aku menghalau suara godaan itu dengan perkataan Santo Paulus, "Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku" (Filipi 1:20).
Sungguhkah seorang yang kudus akan cepat beralih ke alam baka?
Sebagian besar orang kudus memang tak panjang usianya. Tetapi, ada pula yang tergolong lanjut usia seperti Santo Yohanes Rasul, Santo Augustinus, Santo Hieronimus, Santa Rosa Venerini.
Suara si jahat itu sungguh mengganggu. Agaknya, begitulah cara setan membujuk manusia agar menjauh dari kekudusan. Semakin kita berusaha hidup murni, semakin gencar ia mengggoda. Tak ada alasan untuk mundur, kembali ke keduniawian. Hidup di dunia ini atau beralih ke Surga untuk memandang langsung wajahMu adalah mutlak kebijaksanaanMu, ya Yesus.
Aku menghalau suara godaan itu dengan perkataan Santo Paulus, "Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku" (Filipi 1:20).
Senin, 11 November 2013
Ketika Harus Memilih
Ketika aku dihadapkan pada pilihan-pilihan dan aku harus menentukan satu di antaranya,
maka aku akan memilih yang paling sedikit kenikmatannya.
Seperti Engkau yang memilih jalan salib ketimbang jalan dunia,
maka aku akan menikmati salib dengan segala keindahannya,
daripada menikmati dunia dengan segala salibnya.
maka aku akan memilih yang paling sedikit kenikmatannya.
Seperti Engkau yang memilih jalan salib ketimbang jalan dunia,
maka aku akan menikmati salib dengan segala keindahannya,
daripada menikmati dunia dengan segala salibnya.
Jumat, 25 Oktober 2013
Mendadak atau Menderita
Dua setengah bulan silam, sejak mengetahui Ibu mengidap sirosis hati stadium akhir, aku selalu berdoa agar di akhir hidup Ibu tidak terlalu menderita kesakitan. Rasanya tidak tega membayangkan beliau harus mengalami muntah darah karena pendarahan di lambung dan usus.
Engkau mengabulkan permohonanku, ya Tuhan. Ibu dibawa ke rumah sakit bukan karena keluhan serius, hanya tidak mau makan seharian. Tetapi, siapa sangka, begitu dimasukkan ke ruang perawatan ICU, kondisi Ibu memburuk. Dalam kurun 12 jam, beliau kembali ke pangkuanMu.
Aku kembali bertanya kepadaMu, mengapa Ibu pergi sangat mendadak? Seperti mimpi, aku berada di antara kenyataan dan kenangan. Engkau menjelaskan kepadaku, begitulah caranya jika aku tidak mau melihat Ibu banyak menderita di akhir hidup beliau.
Kepergian mendadak memang menyisakan duka dan tanya bagi orang-orang yang ditinggalkan, namun segera membebaskan orang yang sakit itu dari penderitaan. Pilihannya hanya salah satu dari dua ini: mendadak atau menderita? Ayah seorang teman menderita kanker hati. Dua bulan terakhir kondisi sang ayah memburuk dan terus berada di rumah sakit.
Ya, Yesus, aku tidak akan bertanya lagi kepadaMu terkait cara dan waktu Engkau memanggil Ibuku pulang. Engkaulah Sang Pemilik Kehidupan. PenyelenggaraanMu tidak pernah salah. Ajarilah aku untuk menerima apa yang Engkau lakukan sebagai bagian dari rencana besarMu yang belum aku ketahui saat ini.
Engkau mengabulkan permohonanku, ya Tuhan. Ibu dibawa ke rumah sakit bukan karena keluhan serius, hanya tidak mau makan seharian. Tetapi, siapa sangka, begitu dimasukkan ke ruang perawatan ICU, kondisi Ibu memburuk. Dalam kurun 12 jam, beliau kembali ke pangkuanMu.
Aku kembali bertanya kepadaMu, mengapa Ibu pergi sangat mendadak? Seperti mimpi, aku berada di antara kenyataan dan kenangan. Engkau menjelaskan kepadaku, begitulah caranya jika aku tidak mau melihat Ibu banyak menderita di akhir hidup beliau.
Kepergian mendadak memang menyisakan duka dan tanya bagi orang-orang yang ditinggalkan, namun segera membebaskan orang yang sakit itu dari penderitaan. Pilihannya hanya salah satu dari dua ini: mendadak atau menderita? Ayah seorang teman menderita kanker hati. Dua bulan terakhir kondisi sang ayah memburuk dan terus berada di rumah sakit.
Ya, Yesus, aku tidak akan bertanya lagi kepadaMu terkait cara dan waktu Engkau memanggil Ibuku pulang. Engkaulah Sang Pemilik Kehidupan. PenyelenggaraanMu tidak pernah salah. Ajarilah aku untuk menerima apa yang Engkau lakukan sebagai bagian dari rencana besarMu yang belum aku ketahui saat ini.
Minggu, 06 Oktober 2013
Bersabar
Sudah dua kali Engkau membawaku ke padang gurun, belajar menanti dengan sabar penggenapanMu. Jika saat ini Engkau memintaku bersabar sebentar, tak selama berada di padang gurun, masakan aku tidak dapat memenuhi permintaanMu?
Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.
PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.
PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
Selasa, 01 Oktober 2013
Berbahagialah
Berbahagialah, wahai pendosa besar!
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan.
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.
Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.
Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.
Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?
Berbahagialah aku.
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan.
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.
Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.
Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.
Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?
Berbahagialah aku.