Ibu berusia lebih dari 70 tahun itu bertanya tentang bunga lotus yang tengah mekar di kebunku. Kami lalu terlibat perbincangan tentang berbagai tanaman. Kali kedua bertemu, saat ibu itu kembali dari pasar, perbincangan meningkat ke soal penyakit jantung yang dideritanya dan penyakit kanker stadium 4 yang diderita putrinya. Masih satu kali lagi kami berbincang di halaman rumah - seputar penyakit dan tanaman.
Bulan demi bulan berlalu, aku mendapat kabar ibu tersebut meninggal karena serangan jantung, tepat sehari sebelum Pekan Suci. Aku menghadiri misa requiem-nya pada Minggu Palem. Keesokan hari, ketakutan yang sangat besar menyergapku.
Suara-suara si jahat dalam hatiku menghasutku, melumpuhkan kekuatanku. Aku dicekam ketakutan, merasa kematian begitu dekat. Aku berseru kepadaMu, ya Yesus, memohon agar Engkau menghalau suara-suara yang menjengkelkan ini. Aku tak berdaya, lunglai didera rasa takut.
Lalu, Engkau dengan lembut memintaku untuk lebih berani hidup dalam roh, menyatu dengan RohMu, sehingga tak akan dikuasai lagi oleh ketakutan akan maut. Menaruh kepercayaan pada apa yang tampak oleh indra, tidak akan dapat menenteramkan jiwa.
Perlahan aku melepaskan keterikatan jiwaku pada hal-hal indrawi. Aku mengangkat jiwaku naik ke alam roh dan mendekati RohMu. Rasa takut memudar, berganti dengan kedamaian yang luas. Sebelum peristiwa ini, aku selalu ketakutan jika harus melewati malam hari seorang diri di rumah.
Hidup dalam RohMu membuatku begitu damai, sehingga tak ada bedanya antara sendirian atau ada orang lain di dekatku. Cerita-cerita menyeramkan tentang hantu, setan, arwah yang kudengar; pengalaman melayat orang-orang yang meninggal, tidak mengoyakkan ketenangan jiwaku.
Kini, aku sepenuhnya dapat merasakan kehadiranMu dengan mengarahkan perhatianku pada RohMu yang bersemayam dalam relung hatiku. Semakin dalam aku memasukinya, semakin nyata keberadaanMu di sana.Terima kasih, ya Yesus, yang telah membuatku memahami dan mengalami semua ini.
Beristirahatlah dengan damai, Ibu B. Iman mendalam yang Ibu tunjukkan semasa Ibu hidup di dunia akan mengangkat jiwa Ibu untuk menyatu sempurna dengan Roh Tuhan Yesus yang mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar