Rabu, 25 Desember 2019

Gerak Turun Natal

Ada yang mengesankan dari homili seorang Imam di malam Natal tahun ini. Ketika dunia cenderung pada gerak naik, contohnya orang-orang berpacu untuk semakin berprestasi, semakin kaya, semakin berkuasa, semakin berjaya.... Bayi Yesus yang lahir di palungan dengan kondisi sangat sederhana, menggambarkan gerak turun Allah menjadi Manusia. Allah yang Mahakaya justru memilih gerak turun yang berlawanan dengan arus dunia. Gerak manakah yang kita pilih?

Minggu, 08 Desember 2019

Dinaungi Kuasa Allah

Setelah Maria menyatakan kesediaannya untuk mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki, kuasa Allah yang Mahatinggi menaunginya (lihat Lukas 1:35).

Adanya kuasa Allah itu membuat Santa Perawan Maria kuat menghadapi berbagai tantangan:

- Hamil muda pergi ke rumah Elisabet yang berjarak sekitar 145 km dan tinggal di sana selama 3 bulan
- Hamil tua naik keledai bersama Yusuf menempuh perjalanan dari Nazaret ke Betlehem yang berjarak sekitar 157 km untuk melahirkan di Betlehem
- Setelah melahirkan, dari Betlehem harus mengungsi ke Mesir yang berjarak sekitar 700 km untuk menyelamatkan Bayi Yesus dari kejaran Herodes
- Dari Mesir pindah ke Nazaret yang berjarak sekitar 800 km dan membesarkan Yesus sendiri setelah ditinggal wafat Yusuf
- Menghadapi olok-olok para tetangga yang melihat "keanehan" perkataan dan perilaku Yesus
- Menyaksikan sengsara dan wafat Yesus dari dekat

Berkaca pada pengalaman hidup Santa Perawan Maria, ternyata kuasa Allah yang Mahatinggi akan memberi kekuatan, saat kita berani menjawab "ya" atas panggilan-Nya.

Minggu, 01 Desember 2019

Janji Seorang Gembala yang Baik

Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku,
Aku akan mencari domba-domba-Ku,
Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat,
Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku,
Aku akan membiarkan mereka berbaring.

Yang hilang akan Kucari,
Yang tersesat akan Kubawa pulang,
Yang luka akan Kubalut,
Yang sakit akan Kukuatkan,
Yang gemuk dan kuat akan Kulindungi.

Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
 
(Yehezkiel 34:11-12, 15-17)

Kamis, 21 November 2019

Makna Terdalam Doa Angelus

Doa Angelus kita daraskan tiga kali sehari pukul 6 pagi, pukul 12 siang, dan pukul 6 sore untuk menghormati karya penyelamatan Allah melalui Bunda Maria. Doa ini dimulai sejak tahun 1263 oleh Santo Bonaventura.  

Ada tafsiran yang mengungkapkan makna doa Angelus pukul 6 pagi untuk menghormati Putra Allah yang bangkit dari mati, sedangkan doa Angelus pukul 12 siang untuk mengenang sengsara Kristus di kayu salib, dan doa Angelus pukul 6 sore untuk menghormati Putra Allah yang menjelma menjadi Manusia.

Jika kita merenungkan lebih dalam, kita dapat pula mengatakan bahwa kita mendaraskan doa Angelus tiga kali sehari sebagai tanda kesediaan kita mengikutsertakan Bunda Maria dalam gerak keseharian kita.  

Senin, 11 November 2019

Wajah yang Kusut

Ketika kita menghadapi suatu persoalan besar, segenap perhatian dan daya upaya kita terpusat pada masalah itu. Wajah kita menjadi kusut, orang-orang yang ada di sekitar kita, yang biasanya tidak terasa mengganggu, kini malah semuanya tampak seperti penghalang buat kita. 

Tanpa alasan yang jelas, kita kesal terhadap mereka. Enggan bertegur sapa dengan orang-orang di sekitar kita.Wajah mengkerut dan cemberut. Tiba-tiba, kita malas berbuat baik sekecil apa pun terhadap sesama di sekitar kita. Kalau bisa, ingin rasanya masuk dalam tempurung yang aman, sendirian tanpa bersentuhan dengan orang lain.  

....."Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (Kejadian 4:6-7)

Semakin kita tenggelam dalam keterpurukan, semakin senang si jahat memanas-manasi hati kita. Segera sadari dan bangkit!

Dalam perjalanan hidup, kita tak akan lepas dari masalah. Dengan keteguhan iman dan pengharapan dalam Kristus, kita tahu setiap masalah suatu saat tentu akan terselesaikan. Maka, seberat apa pun masalah yang sedang Anda hadapi, tetaplah tersenyum dan berbuat baik kepada orang-orang di sekitar Anda.

Senin, 04 November 2019

Tidak Ada Artinya Lagi

Beberapa tahun belakangan ini, seorang ibu sepuh yang berusia 83 tahun hanya tergolek di tempat tidurnya. Ia tinggal sendirian, tidak pernah menikah. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia kini bergantung pada kebaikan beberapa tetangga di sekitarnya.

Ia bukan tunawisma. Ia pensiunan pegawai negeri sipil dengan eselon tinggi. Tetapi, lantaran kerapuhan tubuh rentanya, ia tidak lagi bisa mengambil uang pensiun setiap bulan ke bank. Lalu, para tetangga berinisiatif membantu ibu ini memperoleh hak pensiunnya. Singkat kisah, uang pensiun yang sudah bertahun-tahun tidak diambil, dapat dicairkan.

Ibu ini sekarang memiliki tabungan pensiun dalam jumlah sangat besar. Namun, ketika para tetangga memberitahu, sang ibu tidak merasakan kegembiraan sedikit pun. Baginya, uang sebanyak apa pun tidak ada artinya lagi. 

Dari kisah ibu sepuh itu, kita dapat menarik hikmah. Pertama, uang bukanlah segalanya atau sesuatu yang membawa kebahagiaan dalam hidup ini. Tanpa uang sepeser pun, ibu tersebut sudah mendapat kebahagiaan dari perhatian penuh kasih para tetangganya.

Kedua, ternyata hal yang penting atau berarti menurut ukuran dunia, bisa jadi tidak ada artinya bagi orang tidak berfokus pada hal itu. Selain uang, contoh lain misalnya penampilan fisik. Menurut ukuran dunia, penampilan fisik yang wah dan keren adalah penting. Tetapi, bagi orang yang tidak berfokus pada hal itu, penampilan fisik tidak ada artinya dibanding kecantikan hati. 

Ke manakah fokus perhatian Anda? Apa yang berarti bagi Anda dalam hidup?

Rabu, 30 Oktober 2019

Sasaran Empuk Si Jahat

Tahukah Anda, hal apa yang membuat si jahat berhasil merenggut jiwa seseorang? Jawabannya ialah kesedihan yang berlebihan. 

Merasa sedih karena suatu peristiwa tertentu yang menimpa kita atau orang lain, sebenarnya merupakan tanggapan emosi yang wajar. Misalnya, saat mengalami kegagalan dalam studi, putus cinta, diberhentikan dari pekerjaan, atau kematian seorang yang dikasihi. Tetapi, kalau kesedihan itu sangat mendalam dan berlebihan, sampai merasa hidup tak berarti lagi, berhati-hatilah.... karena Anda dapat menjadi sasaran empuk si jahat.

Melalui penciptaan kesedihan yang berlebihan dalam diri seseorang, si jahat dengan mudah dapat meraih satu jiwa lagi untuk masuk dalam kerajaan kegelapan. Seseorang yang sangat sedih, tak bersemangat melakukan apa pun. Pikiran dan keinginannya hanya tertuju pada satu hal: lebih baik mati. Perasaan sedih berlebihan kemungkinan besar dialami orang-orang yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. 

Di sisi lain, peristiwa kedatangan malaikat Gabriel ke rumah Maria untuk menyampaikan kabar bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Yesus, merupakan Kabar Gembira tentang Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Keseluruhan Injil yang memuat kisah hidup dan pengajaran Yesus adalah Kabar Sukacita. 

Dari sini kita dapat melihat benang merah antara sedih dan sukacita. Tuhan menawarkan sukacita kepada manusia untuk mengatasi kesedihan berlebihan, yang sengaja diciptakan si jahat agar dapat merebut nyawa manusia.

Apakah saat ini Anda sedang sedih? Jangan berlarut-larut, nanti nyawa Anda jadi sasaran empuk si jahat. Ada baiknya Anda segera mengambil Alkitab dan membaca Injil - Kabar Sukacita dari Tuhan kita. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yohanes 15:11)