Jumat, 02 Februari 2024

Berjalan Bersama-Mu

Tak selalu semuanya berjalan monoton, 
ketika aku menapaki jalan yang Engkau tunjukkan.
Tak selalu semuanya dipenuhi salib, 
karena Engkau penuh kejutan.
Ada yang menantang, 
Ada yang menggembirakan, 
Ada yang melegakan.
Dan aku berterima kasih kepada-Mu,
sepanjang aku berjalan bersama-Mu.
 

Kamis, 25 Januari 2024

Mengira-Ngira Misteri Tuhan

Tuhan melengkapi manusia ciptaan-Nya dengan akal budi untuk bekerja dan berkarya bagi kemuliaan Tuhan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Namun, manusia sering kali menggunakan akal budinya untuk mengira-ngira apa yang Tuhan akan lakukan dalam kehidupan spiritualnya.

Ada kecenderungan dalam diri manusia untuk mengendalikan segala sesuatu. Jika manusia memegang kendali, maka ia dapat mengarahkan yang dikendalikannya itu menjadi sesuai dengan keinginannya. Tidaklah demikian dalam relasi manusia dengan Tuhan. Justru, manusia diharapkan menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan, di atas akal budi dan logika. 

Santo Paulus - sebelumnya bernama Saulus, bertemu dengan Tuhan yang dianiayanya dalam perjalanan ke Damsyik. Sinar terang membutakan matanya. Kata Tuhan kepada Saulus, ".... bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." (Kisah Para Rasul 9:6)

Saulus seorang yang terpelajar, tentu sangat mengedepankan akal budi. Kalau ia mengira-ngira misteri Tuhan dengan logikanya, mungkin Saulus tak mau pergi ke Damsyik. Tidak jelas perintah Tuhan - suara yang didengarnya dalam penampakan di tengah jalan. Apa yang akan ditemui di kota itu nanti? Jangan-jangan ia yang akan dibunuh.

Pada titik inilah, dapat dikatakan, iman Saulus kepada Tuhan mulai bertumbuh. Ia mengabaikan kerja akal budinya, mengikuti arahan suara yang didengarnya. Kita ketahui, selanjutnya Saulus bertobat menjadi rasul Paulus yang gigih mewartakan Injil Tuhan kepada orang-orang non-Yahudi.

Belajar dari pengalaman iman Santo Paulus, dalam menjalin relasi pribadi dengan Tuhan, sebaiknya kita tidak mengedepankan akal budi dan logika. Bukankah bagi Tuhan tidak ada yang mustahil?

Minggu, 14 Januari 2024

Sering Menerima Komuni Kudus

Seorang Bapak berusia 79 tahun merasa dirinya sehat, tetapi tiba-tiba tulang paha kirinya patah. Setelah dioperasi, ia sehat kembali dan masih sempat merayakan ulang tahunnya yang ke-80. Menjelang Natal, kesehatannya menurun. Ia menemui imam dengan mengendarai mobil sendiri, mengaku dosa dan menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Keesokan harinya, ia masuk rumah sakit. Dari diagnosis dokter, diketahui sel-sel kanker telah menyebar ke beberapa organ tubuh. Kurang dari sebulan kemudian, bapak ini dipanggil Tuhan.

Ada yang menarik dari kisah bapak tersebut. Biasanya, penderita kanker mengalami kesakitan yang sangat, tetapi tidak demikian dengan bapak itu. Bahkan sepertinya sang bapak tidak mengetahui dirinya menderita kanker. Ketika kami berkunjung, dengan wajah ceria ia mengatakan sama sekali tidak tahu penyebab tulang kakinya mendadak patah. Hanya keluarganya yang mengetahui sakit bapak itu yang sesungguhnya.

Kami mengenal bapak ini sebagai pengikut Kristus yang sangat setia. Selama 18 tahun ia melayani sebagai Prodiakon. Setiap pagi ia mengikuti Perayaan Ekaristi, menyambut Tubuh Kristus. Kasih karunia Tuhan yang membuatnya mampu menjalani hari-hari, tanpa mengalami kesakitan tubuh akibat digerogoti kanker. 

Aku sangat yakin, Komuni Kudus yang disambutnya setiap hari  itulah yang memberi kekuatan fisik kepadanya. Seberapa sering kita menyatu dengan Kristus dalam Sakramen Ekaristi? 

Santo Fransiskus dari Sales memaparkan perlunya menerima Komuni Kudus:

“Ada dua jenis manusia yang harus sering menerima Komuni: orang-orang yang sempurna, karena dengan keadaan baik itu, salahlah bila mereka tidak menerima sumber kesempurnaan mereka; dan orang-orang yang tidak sempurna, agar pada akhirnya mereka dapat mencapai kesempurnaan: yang kuat, agar tidak menjadi lemah, yang lemah supaya menjadi kuat, yang sakit agar sembuh, yang sehat agar tak jatuh sakit - yang tidak sempurna, lemah, dan sakit harus sering menerima Dia yang adalah Kesempurnaan, Kekuatan, dan Penyembuhmu.”


Senin, 01 Januari 2024

Konsisten

Bunda Surgawi, memasuki tahun baru ini 
aku ingin bersikap konsisten seperti engkau. 
Tetap teguh dan setia melaksanakan kehendak Tuhan, 
meski semua serba samar.
Aku mau seperti engkau yang mendasarkan segalanya 
pada penyelenggaraan ilahi, 
karena percaya akan kasih setia Tuhan.
 

Minggu, 31 Desember 2023

Doa pada Penutupan Tahun

Bersama Daud berdoa pada hari penutupan tahun ini:

Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, 
sebab aku telah hidup dalam ketulusan;
kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku;
selidikilah batinku dan hatiku.
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu,
dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
Aku tidak duduk dengan penipu, 
dan dengan orang munafik aku tidak bergaul;
aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat,
dan dengan orang fasik aku tidak duduk.
Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah,
lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN,
sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring,
dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.
TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu 
dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.
Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa,
atau hidupku bersama-sama orang penumpah darah, 
yang pada tangannya melekat perbuatan mesum,
dan yang tangan kanannya menerima suapan.
Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan;
bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.
Kakiku berdiri di tanah yang rata;
aku mau memuji TUHAN dalam jemaah.

(Mazmur 26:1-12)

Minggu, 24 Desember 2023

Kehadiran-Mu

Membayangkan malam Natal dalam kesyahduan,
di antara kerlip lampu-lampu di pohon cemara,
bola-bola keemasan berkilau tertimpa cahaya.
 
Di kegelapan malam yang sunyi,
sayup terdengar kidung puji-pujian,
sukacita bagi Bayi Yesus yang lahir ke dunia,
 
Betapa aku ingin menyambut kehadiran-Mu,
dalam keheningan dengan kedamaian,
sebuah malam Natal yang meresap di relung hati.

Meski yang kualami tahun ini jauh dari bayanganku,
hadirlah ya Yesusku, dalam hiruk-pikuk kesibukanku,
dan ketika malam ini berlalu, Engkau tetap tinggal bersamaku.

Selasa, 19 Desember 2023

Makna Keberhasilan

Keberhasilan bukanlah berapa banyak jumlah pengikut, berapa banyak materi yang diperoleh, berapa banyak kekuasaan yang digenggam. Keberhasilan sejati adalah ketika seseorang berani melaksanakan kehendak Tuhan dengan segenap hati, tanpa mengukur untung-rugi bagi diri sendiri.