Ketika mulai masuk dalam kekudusan hidup, ada suara yang menghambat langkah. "Hei, jangan terlalu baik, jangan terlalu suci... nanti kau cepat mati!"
Sungguhkah seorang yang kudus akan cepat beralih ke alam baka?
Sebagian besar orang kudus memang tak panjang usianya. Tetapi, ada pula yang tergolong lanjut usia seperti Santo Yohanes Rasul, Santo Augustinus, Santo Hieronimus, Santa Rosa Venerini.
Suara si jahat itu sungguh mengganggu. Agaknya, begitulah cara setan membujuk manusia agar menjauh dari kekudusan. Semakin kita berusaha hidup murni, semakin gencar ia mengggoda. Tak ada alasan untuk mundur, kembali ke keduniawian. Hidup di dunia ini atau beralih ke Surga untuk memandang langsung wajahMu adalah mutlak kebijaksanaanMu, ya Yesus.
Aku menghalau suara godaan itu dengan perkataan Santo Paulus, "Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala
hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun
sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh
hidupku, maupun oleh matiku" (Filipi 1:20).
Senin, 25 November 2013
Senin, 11 November 2013
Ketika Harus Memilih
Ketika aku dihadapkan pada pilihan-pilihan dan aku harus menentukan satu di antaranya,
maka aku akan memilih yang paling sedikit kenikmatannya.
Seperti Engkau yang memilih jalan salib ketimbang jalan dunia,
maka aku akan menikmati salib dengan segala keindahannya,
daripada menikmati dunia dengan segala salibnya.
maka aku akan memilih yang paling sedikit kenikmatannya.
Seperti Engkau yang memilih jalan salib ketimbang jalan dunia,
maka aku akan menikmati salib dengan segala keindahannya,
daripada menikmati dunia dengan segala salibnya.
Jumat, 25 Oktober 2013
Mendadak atau Menderita
Dua setengah bulan silam, sejak mengetahui Ibu mengidap sirosis hati stadium akhir, aku selalu berdoa agar di akhir hidup Ibu tidak terlalu menderita kesakitan. Rasanya tidak tega membayangkan beliau harus mengalami muntah darah karena pendarahan di lambung dan usus.
Engkau mengabulkan permohonanku, ya Tuhan. Ibu dibawa ke rumah sakit bukan karena keluhan serius, hanya tidak mau makan seharian. Tetapi, siapa sangka, begitu dimasukkan ke ruang perawatan ICU, kondisi Ibu memburuk. Dalam kurun 12 jam, beliau kembali ke pangkuanMu.
Aku kembali bertanya kepadaMu, mengapa Ibu pergi sangat mendadak? Seperti mimpi, aku berada di antara kenyataan dan kenangan. Engkau menjelaskan kepadaku, begitulah caranya jika aku tidak mau melihat Ibu banyak menderita di akhir hidup beliau.
Kepergian mendadak memang menyisakan duka dan tanya bagi orang-orang yang ditinggalkan, namun segera membebaskan orang yang sakit itu dari penderitaan. Pilihannya hanya salah satu dari dua ini: mendadak atau menderita? Ayah seorang teman menderita kanker hati. Dua bulan terakhir kondisi sang ayah memburuk dan terus berada di rumah sakit.
Ya, Yesus, aku tidak akan bertanya lagi kepadaMu terkait cara dan waktu Engkau memanggil Ibuku pulang. Engkaulah Sang Pemilik Kehidupan. PenyelenggaraanMu tidak pernah salah. Ajarilah aku untuk menerima apa yang Engkau lakukan sebagai bagian dari rencana besarMu yang belum aku ketahui saat ini.
Engkau mengabulkan permohonanku, ya Tuhan. Ibu dibawa ke rumah sakit bukan karena keluhan serius, hanya tidak mau makan seharian. Tetapi, siapa sangka, begitu dimasukkan ke ruang perawatan ICU, kondisi Ibu memburuk. Dalam kurun 12 jam, beliau kembali ke pangkuanMu.
Aku kembali bertanya kepadaMu, mengapa Ibu pergi sangat mendadak? Seperti mimpi, aku berada di antara kenyataan dan kenangan. Engkau menjelaskan kepadaku, begitulah caranya jika aku tidak mau melihat Ibu banyak menderita di akhir hidup beliau.
Kepergian mendadak memang menyisakan duka dan tanya bagi orang-orang yang ditinggalkan, namun segera membebaskan orang yang sakit itu dari penderitaan. Pilihannya hanya salah satu dari dua ini: mendadak atau menderita? Ayah seorang teman menderita kanker hati. Dua bulan terakhir kondisi sang ayah memburuk dan terus berada di rumah sakit.
Ya, Yesus, aku tidak akan bertanya lagi kepadaMu terkait cara dan waktu Engkau memanggil Ibuku pulang. Engkaulah Sang Pemilik Kehidupan. PenyelenggaraanMu tidak pernah salah. Ajarilah aku untuk menerima apa yang Engkau lakukan sebagai bagian dari rencana besarMu yang belum aku ketahui saat ini.
Minggu, 06 Oktober 2013
Bersabar
Sudah dua kali Engkau membawaku ke padang gurun, belajar menanti dengan sabar penggenapanMu. Jika saat ini Engkau memintaku bersabar sebentar, tak selama berada di padang gurun, masakan aku tidak dapat memenuhi permintaanMu?
Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.
PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.
PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
Selasa, 01 Oktober 2013
Berbahagialah
Berbahagialah, wahai pendosa besar!
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan.
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.
Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.
Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.
Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?
Berbahagialah aku.
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan.
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.
Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.
Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.
Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?
Berbahagialah aku.
Kamis, 26 September 2013
Pintu Gerbang Kekudusan
Jadikanlah aku pintu gerbang kekudusan, ya Yesus, di mana melalui pintu ini, banyak orang dapat berjumpa denganMu dan mengasihiMu.
Minggu, 08 September 2013
Takut MengikutiMu
Engkau memaparkan perumpamaan seorang yang hendak membangun menara dan raja yang hendak berperang - sebagai gambaran perencanaan yang matang bagi seorang yang hendak mengikutiMu (Lukas 14:28-32).
MengikutiMu bukan sekadar kegembiraan memperoleh makanan jasmani (penggandaan roti) dan rasa takjub akan kesembuhan fisik (mukjizat penyembuhan); seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiMu dalam perjalanan.
MengikutiMu membutuhkan kesediaan mengorbankan segalanya: keluarga, nyawa sendiri, dan milik (Lukas 14:26 dan 33). Setelah berkurban, masih ada tuntutan lain sebagai pengikutMu, yaitu memanggul salib. Semuanya tidak enak. Karena itu Engkau menggugah setiap orang untuk menimbang dengan saksama, sebelum memutuskan berjalan bersamaMu.
Ketika pengajaranMu tentang Roti Hidup dipandang sebagai perkataan yang keras (lihat Yohanes 6:60), banyak murid yang mengundurkan diri. Hanya 12 rasul dan beberapa pengikut lain yang setia mengiringiMu. Namun, mereka pun mundur, saat Engkau menapaki jalan salib.
Takut, itulah inti ketidakbersediaan orang-orang mengikutiMu. Takut kehilangan kenikmatan duniawi, takut melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang dicintai, takut menderita.
"Jangan takut!" Dalam Alkitab, sebanyak 365 kali kalimat itu diserukan olehMu. Artinya, kehidupan manusia setiap hari hendaknya dijalani tanpa rasa takut. Tak takut melepaskan segala keterikatan, tak takut menderita karena memanggul salib.
Ketika St. Yohanes Penginjil diberi penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru (lihat Wahyu 21:1-8), dalam perikop itu disebutkan, orang-orang penakut - disebutkan pertama kali, sebelum disebutkan pula: orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta - akan mendapat bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Orang-orang penakut yang takut mengikutiMu, mereka tidak akan melihat langit yang baru dan bumi yang baru.
MengikutiMu bukan sekadar kegembiraan memperoleh makanan jasmani (penggandaan roti) dan rasa takjub akan kesembuhan fisik (mukjizat penyembuhan); seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiMu dalam perjalanan.
MengikutiMu membutuhkan kesediaan mengorbankan segalanya: keluarga, nyawa sendiri, dan milik (Lukas 14:26 dan 33). Setelah berkurban, masih ada tuntutan lain sebagai pengikutMu, yaitu memanggul salib. Semuanya tidak enak. Karena itu Engkau menggugah setiap orang untuk menimbang dengan saksama, sebelum memutuskan berjalan bersamaMu.
Ketika pengajaranMu tentang Roti Hidup dipandang sebagai perkataan yang keras (lihat Yohanes 6:60), banyak murid yang mengundurkan diri. Hanya 12 rasul dan beberapa pengikut lain yang setia mengiringiMu. Namun, mereka pun mundur, saat Engkau menapaki jalan salib.
Takut, itulah inti ketidakbersediaan orang-orang mengikutiMu. Takut kehilangan kenikmatan duniawi, takut melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang dicintai, takut menderita.
"Jangan takut!" Dalam Alkitab, sebanyak 365 kali kalimat itu diserukan olehMu. Artinya, kehidupan manusia setiap hari hendaknya dijalani tanpa rasa takut. Tak takut melepaskan segala keterikatan, tak takut menderita karena memanggul salib.
Ketika St. Yohanes Penginjil diberi penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru (lihat Wahyu 21:1-8), dalam perikop itu disebutkan, orang-orang penakut - disebutkan pertama kali, sebelum disebutkan pula: orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta - akan mendapat bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Orang-orang penakut yang takut mengikutiMu, mereka tidak akan melihat langit yang baru dan bumi yang baru.