Jumat, 28 Februari 2025
Separuh Surga di Atas Bumi (1)
Senin, 17 Februari 2025
Kain - Bukti Kasih Tuhan
Kain membunuh Habel adiknya lantaran iri hati. Persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan. "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" kata Kain ketika Tuhan menanyakan Habel kepadanya. (Kejadian 4:9)
Akibat perbuatan jahatnya, Tuhan menghukum Kain. Ia akan terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adiknya. Tanah yang diusahakan Kain tidak akan memberikan hasil sepenuhnya. Kain akan menjadi pelarian dan pengembara dibumi. (Kejadian 4:11-12)
Tetapi Kain masih bisa protes kepada Tuhan. Katanya, "Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung.... barangsiapa bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." (Kejadian 4:13-14)
Tuhan tetap berbelas kasih kepada Kain, walau ia telah berbuat jahat dan berdosa besar. Tuhan berfirman kepadanya, "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." (Kejadian 4:15) Tuhan lalu memberi tanda pada Kain, agar ia tidak dibunuh oleh orang yang bertemu dengannya.
Kisah Kain membuktikan kasih Tuhan yang tak terhingga. Tuhan sangat mengasihi anak-anak-Nya. Bahkan orang yang sangat berdosa pun selalu berada dalam naungan kasih Tuhan.
Berserulah kepada-Nya: "Tuhan, ampunilah aku orang berdosa ini," maka Ia pun segera mengulurkan tangan kasih-Nya.
Rabu, 05 Februari 2025
Yang Lemah Belum Tentu Kalah
Seekor induk kucing membawa 3 anak yang belum lama dilahirkannya ke halaman rumah kami. Dua anak kucing sangat sehat, yang satu tampak lemah. Tubuh anak kucing ini lebih kurus dan ringkih dibandingkan kedua saudaranya.
Semalam - dua malam berlalu dalam ketenangan. Keesokan pagi, satu anak kucing yang paling sehat di antara ketiganya, lenyap tak berbekas. Pagi berikutnya, anak kucing kedua tersehat juga lenyap tanpa jejak.
Dugaan kami, kedua anak kucing itu dimakan musang liar yang berkeliaran di perumahan ini pada malam hari. Akankah esok pagi anak kucing ketiga yang ringkih ini lenyap pula?
Beberapa hari berlalu. Si ringkih tetap bertahan bersama induknya. Ternyata, yang lemah belum tentu kalah.
Sering kali kita meyakini: yang lemah tak akan kuat bertahan, yang kuat akan mengalahkan yang lemah.
Tuhan punya kebijaksanaan tersendiri, melampaui nalar manusia.
Rabu, 15 Januari 2025
Nuestra Senora la Reina de los Angeles
Masih adakah orang Amerika Serikat saat ini yang mengetahui atau mengingat nama lengkap kota Los Angeles sebenarnya adalah Nuestra Senora la Reina de los Angeles?
Pastor David Vincent Meconi, S.J., penulis buku 101 Surpising Facts about Mary, menceritakan tentang Pastor Jacques Marquette, imam Jesuit yang juga penjelajah. Sekitar tahun 1673, Marquette menulis dalam catatan hariannya bahwa ia memercayakan perjalanannya menjelajah 'dunia baru' kepada perlindungan Santa Maria Imakulata. Maka, beberapa tempat yang ditemukan diberi nama terkait Bunda Maria.
Kota Los Angeles yang kita kenal sekarang, memiliki nama lengkap dalam bahasa Spanyol Nuestra Senora la Reina de los Angeles yang berarti Bunda Maria Ratu Para Malaikat.
Ketika kebakaran hebat melanda Los Angeles sejak 7 Januari silam selama 3 minggu, sebagian orang menghubungkan kejadian tragis itu dengan penghinaan terhadap Tuhan dan agama Katolik yang diumbar sang pembawa acara di ajang Golden Globe Award beberapa hari sebelumnya.
Biarlah menjadi misteri - hanya Tuhan yang tahu - keterkaitan bencana kebakaran itu dengan perkataan tidak menyenangkan yang dilontarkan di acara perfilman Amerika Serikat tersebut.
Tetapi, satu hal yang kita yakini: Tuhan kita adalah Allah yang Mahakasih dan Maharahim. Ia bukanlah Penguasa Alam Semesta yang cepat marah, kerap menghukum dan menghancurkan. Belas kasih-Nya tak terbatas, selalu merangkul anak-anak-Nya yang mau bertobat dan mendekat kembali kepada-Nya.
Marilah kita doakan seluruh warga Los Angeles kepada Bunda Maria Ratu Para Malaikat, Semoga kota ini dipulihkan keadaannya dan para warganya kembali mengarahkan hati kepada Tuhan dan Bunda-Nya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Los Angeles Padam: 3 Minggu Api Berkobar, Kerugian 4.000 Triliun", Klik untuk baca: https://internasional.kompas.com/read/2025/02/02/165600970/kebakaran-los-angeles-padam--3-minggu-api-berkobar-kerugian-4.000.
Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Los Angeles Padam: 3 Minggu Api Berkobar, Kerugian 4.000 Triliun", Klik untuk baca: https://internasional.kompas.com/read/2025/02/02/165600970/kebakaran-los-angeles-padam--3-minggu-api-berkobar-kerugian-4.000.
Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Minggu, 05 Januari 2025
Mencari Sampai Menemukan
Tiga Raja dari Timur atau yang dikenal sebagai orang Majus, berpetualang mencari Raja yang baru dilahirkan. Mereka mengikuti tuntunan bintang, sampai ke daerah Yudea. Mereka tak putus asa mencari, sempat singgah di istrana Raja Herodes.
Sebagai raja, tentu ketiganya kaya-raya. Persembahan mereka terbilang mahal. Bayangkan perasaan mereka mendapati kenyataan, Raja yang baru dilahirkan itu ternyata tidak tinggal di istana. Sangat sederhana: tidur di palungan di dalam kandang hewan. Tetapi ketiga raja percaya, benarlah Bayi di palungan itu adalah Raja yang mereka cari.
Pengalaman Tiga Raja mencari Tuhan bagaikan pengalaman spiritual kita. Apakah seperti Tiga Raja, kita tekun dan gigih mencari Tuhan sampai menemukan-Nya?
Lalu, setelah kita menemukan Tuhan, apakah kita percaya kepada-Nya? Tuhan yang kita temukan ternyata tidak seperti raja dunia yang berkuasa dengan sombong dan hidup mewah di istana. Tuhan yang kita ikuti bermahkota duri dan menjadikan salib sebagai takhta-Nya.
Sabtu, 04 Januari 2025
Memaknai Pintu Suci
Tahun Yubileum atau Tahun Suci merupakan tradisi dalam Gereja Katolik yang dirayakan setiap 25 tahun sekali. Pada Tahun Suci ini umat Katolik diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merenungkan perjalanan spiritual masing-masing, serta membarui iman melalui ziarah dan pertobatan.
Paus Fransiskus telah membuka Pintu Suci (Porta Sancta) di Basilika Santo Petrus pada malam Natal 24 Desember 2024 untuk menandai awal Tahun Yubileum. Penutupan Tahun Yubileum akan dilakukan pada 6 Januari 2026.
Selain Pintu Suci di Basilika Santo Petrus, ada 4 Pintu Suci di Roma yang dibuka selama Tahun Yubileum ini, yaitu Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran, Pintu Suci Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, dan Basilika Santa Maria Maggiore. Satu Pintu Suci khusus yang bukan basilika, untuk pertama kali dibuka Paus Fransiskus, yaitu Pintu Suci di Rebibbia - rumah tahanan terbesar di Italia.
Dengan tema "Peziarah Pengharapan," kita diingatkan bahwa pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:5)
Pembukaan Pintu Suci dapat diartikan sebagai gambaran keterbukaan Tuhan menerima kembalinya anak-anak-Nya yang selama ini menjauh atau menghilang dari hadapan-Nya.
Bagi anak-anak-Nya yang tidak berada jauh dari-Nya, Tahun Yubileum juga menjadi momen penting untuk menilik kembali kehidupan spiritual kita, apakah sungguh kita telah melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup kita?
Melalui pertobatan, rekonsiliasi, dan tindakan amal kasih yang kita lakukan sepanjang Tahun Yubileum, diharapkan kita dapat mengalami pembaruan rohani yang membawa kita semakin dekat dalam relasi dengan Tuhan dan memberi damai dalam kehidupan kita.
Rabu, 01 Januari 2025
Berani Menghadapi
Menghadapi sesuatu yang baru, kita sering kali dilanda kekhawatiran. Apakah segalanya akan berjalan baik?
Ketika tahun berganti, kita pun dihadapkan pada tahun yang baru. Di sela-sela harapan, mengemuka pula kekhawatiran: apakah tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya? Bagaimana jika..........?
"Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah."
Kutipan di atas ditulis oleh Soe Hok Gie (17 Desember 1942-16 Desember 1969). Almarhum adalah seorang aktivis mahasiswa yang dikenal karena menentang ketidakadilan di era Orde Lama dan Orde Baru.
Berani menghadapi yang tanda tanya, yang belum jelas. Seperti Santa Perawan Maria yang berani menjawab permintaan Tuhan melalui malaikat Gabriel dengan berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)