Rabu, 28 Desember 2022

Hadiah Natal yang Kuminta

O Bayi Yesus, Anak Allah yang datang ke dunia,
perkenankan aku memohon hadiah dari-Mu,
agar aku semakin dekat dengan Ibu-Mu,
memahami apa yang diinginkannya sebagai Bunda-Mu,
sehingga aku dapat membantunya menjadi abdi-Mu,
membuai-Mu dalam palungan hati,
memeluk-Mu dalam dekapan kasih.
 

Minggu, 25 Desember 2022

Berani Percaya

Natal adalah kesaksian orang-orang yang berani percaya bahwa perkataan Tuhan adalah benar dan penyelenggaraan Tuhan adalah baik!
 
*Ketika Maria didatangi Malaikat Gabriel, lalu disampaikan kepadanya bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang hendaknya dinamai Yesus (Lukas 1:30-31), Maria menyanggupi dan percaya karena ia adalah hamba Tuhan (Lukas 1:38).

*Ketika Yusuf ragu mengambil Maria sebagai istrinya, malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpinya dan mengatakan agar jangan takut memperistri Maria, karena anak yang di dalam kandungan Maria adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20).
 
*Ketika para gembala di padang sedang menjaga ternak, mereka didatangi malaikat yang memberitahu tentang kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Para gembala lalu pergi ke Betlehem, menjumpai Maria, Yusuf, dan Bayi Yesus di palungan (Lukas 2:8-18).

*Ketika orang-orang majus dari Timur datang ke Yerusalem untuk menyembah raja orang Yahudi yang baru dilahirkan, mereka mengikuti tuntunan bintang hingga sampai ke tempat Yesus dilahirkan (Matius 2:1-12).
 
Apakah kita juga berani percaya akan kebenaran perkataan Tuhan dan penyelenggaraan Tuhan dalam kehidupan kita? Ingatlah selalu kisah Natal, kisah tentang orang-orang yang berani percaya, sehingga kehidupan mereka diubah dan karya keselamatan Tuhan terlaksana.


Minggu, 18 Desember 2022

Kasih dan Pengampunan

Dua unsur pokok yang perlu ada dalam relasi antar-manusia ialah kasih dan pengampunan. Tanpa kasih yang murni dan pengampunan yang tulus, relasi berlangsung rapuh dan tak tahan goncangan.


Minggu, 27 November 2022

Pengalaman Pribadi dengan Tuhan

Ketika melihat imam atau biarawati yang telah lanjut usia, muncul tanya dalam hati: mengapa ada orang-orang yang bisa bertahan menjalani hidup membiara sampai lanjut usia, bahkan setia sampai ajal menjemput? 

Jawaban pertanyaan itu kuperoleh ketika menyaksikan video Romo Ari Saragih, OFM, tentang keluarnya Sr Christina Scuccia asal Italia, yang pernah memenangi kontes menyanyi di negaranya. (lihat video: Biarawati yang pernah Viral ini Memilih Meninggalkan Hidup Membiara/Mantan Suster Katolik - https://www.youtube.com/watch?v=iZInBjtkbFM).

Menurut Romo Ari, satu hal yang membuat kaum berjubah bisa bertahan dalam panggilan mereka adalah pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seseorang yang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan melalui pengalaman hidupnya, akan mampu bertahan dalam panggilan hidupnya.

Merenungkan lebih lanjut pendapat Romo Ari itu, sepertinya pengalaman pribadi dengan Tuhan bukan semata milik eksklusif kaum berjubah. Setiap orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan, tentu punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seberapa berkesan dan mendalam pengalaman pribadi dengan Tuhan itulah yang akan menentukan seberapa besar iman seseorang kepada Tuhan.

Pengalaman pribadi dengan Tuhan menjadi bekal dan pegangan, tatkala kita menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Janganlah mudah melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah kita alami dalam rentang kehidupan kita. Inilah yang akan memperteguh keyakinan kita bahwa Tuhan selalu menyertai dan melimpahkan berkat-berkat-Nya kepada kita.


Senin, 21 November 2022

Patung

Sedang ramai diperbincangkan, keberadaan patung-patung di gereja Katolik. Tak perlu terlibat debat berkepanjangan, apalagi sampai menuai permusuhan. Tak perlu juga menjadi kecil hati, apalagi sampai menggerus keyakinan. 

Tetaplah berteguh dalam iman dan kebenaran. Hanya Tuhan sendiri yang mampu menilik kedalaman hati setiap insan. Dialah yang menilai, apakah jalan kita serong atau lurus.

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24) 

 

Rabu, 02 November 2022

Doa Istirahat Kekal

Bulan November, saat kita mengenang dan mendoakan arwah semua orang beriman. Marilah kita mendoakan jiwa-jiwa yang masih berada di alam antara - mereka yang belum bisa menemukan jalan menuju Cahaya Keabadian, serta jiwa-jiwa di Api Penyucian yang sangat membutuhkan doa-doa kita; terlebih jika tidak ada satu orang pun yang berdoa bagi mereka.  
 
Doa Istirahat Kekal yang singkat ini, dapat menjadi bagian dari doa harian kita sepanjang bulan November ini untuk jiwa-jiwa di alam antara dan jiwa-jiwa di Api Penyucian:

Berikanlah istirahat kekal kepada mereka, ya Tuhan, semoga terang abadi menyinari mereka; sehingga mereka beristirahat dalam damai. Semoga jiwa para beriman beristirahat dalam ketenteraman karena Kerahiman Tuhan. Amin.
 

Minggu, 23 Oktober 2022

Misionaris Masa Kini

Menyebut kata 'misi,' dalam benak kita terbayang imam, biarawan, biarawati, dan kaum awam yang rela meninggalkan tanah air mereka, menempuh perjalanan jauh, sulit, dan berbahaya; demi menyebarluaskan warta gembira Kerajaan Allah. Demikianlah gambaran umum misionaris di masa lampau. 

Di zaman modern ini tetap dibutuhkan para misionaris yang menjangkau pelosok-pelosok dunia. Namun, 'menjadi misionaris' sejatinya lebih luas daripada mendatangi tempat-tempat terpencil dan mewartakan Injil.

Pada 14 Desember 1927, Paus Pius XI menetapkan Santo Fransiskus Xaverius dan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus sebagai pelindung misi. Santo Fransiskus Xaverius, imam dari Serikat Jesus ini memang misionaris yang tangguh. Tahun 1540 ia diutus St. Ignatius Loyola - pendiri Serikat Jesus - untuk menjadi misionaris di Hindia Belanda. Santo Fransiskus Xaverius dengan gemilang melaksanakan tugas misinya di India, Srilanka, Indonesia, Jepang, dan pulau-pulau lain.Goa di India, Srilanka, Indonesia, Jepang, dan pulau-pulau lain di timur.

Sedangkan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus bukanlah misionaris seperti Santo Fransiskus Xaverius. Biarawati dari tarekat kontemplatif OCD ini hanya berada di seputar biara di Lisieux, Perancis. Tetapi, ia menjadi pelindung misi karena doa-doa yang dipanjatkannya bagi umat manusia melampaui sekat-sekat tembok biara. 

Menurut Paus Fransiskus, doa adalah 'tugas misi' pertama yang bisa dan harus dilakukan oleh setiap orang kristiani. Bayangkan, melalui doa, kita bisa menjangkau para pengungsi Ukraina yang menderita akibat perang dengan Rusia, para korban tragedi seusai pertandingan sepak bola di Kanjuruhan, Malang, seorang misionaris yang sedang berjuang di pedalaman; atau siapa pun - perorangan, kelompok, masyarakat di mana saja mereka berada - yang kita bawa dalam doa-doa kita sehari-hari. Ternyata, setiap kita bisa menjadi misionaris masa kini.