Rabu, 28 Desember 2022
Hadiah Natal yang Kuminta
Minggu, 25 Desember 2022
Berani Percaya
Minggu, 18 Desember 2022
Kasih dan Pengampunan
Dua unsur pokok yang perlu ada dalam relasi antar-manusia ialah kasih dan pengampunan. Tanpa kasih yang murni dan pengampunan yang tulus, relasi berlangsung rapuh dan tak tahan goncangan.
Minggu, 27 November 2022
Pengalaman Pribadi dengan Tuhan
Ketika melihat imam atau biarawati yang telah lanjut usia, muncul tanya dalam hati: mengapa ada orang-orang yang bisa bertahan menjalani hidup membiara sampai lanjut usia, bahkan setia sampai ajal menjemput?
Jawaban pertanyaan itu kuperoleh ketika menyaksikan video Romo Ari Saragih, OFM, tentang keluarnya Sr Christina Scuccia asal Italia, yang pernah memenangi kontes menyanyi di negaranya. (lihat video: Biarawati yang pernah Viral ini Memilih Meninggalkan Hidup Membiara/Mantan Suster Katolik - https://www.youtube.com/watch?v=iZInBjtkbFM).
Menurut Romo Ari, satu hal yang membuat kaum berjubah bisa bertahan dalam panggilan mereka adalah pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seseorang yang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan melalui pengalaman hidupnya, akan mampu bertahan dalam panggilan hidupnya.
Merenungkan lebih lanjut pendapat Romo Ari itu, sepertinya pengalaman pribadi dengan Tuhan bukan semata milik eksklusif kaum berjubah. Setiap orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan, tentu punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seberapa berkesan dan mendalam pengalaman pribadi dengan Tuhan itulah yang akan menentukan seberapa besar iman seseorang kepada Tuhan.
Pengalaman pribadi dengan Tuhan menjadi bekal dan pegangan, tatkala kita menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Janganlah mudah melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah kita alami dalam rentang kehidupan kita. Inilah yang akan memperteguh keyakinan kita bahwa Tuhan selalu menyertai dan melimpahkan berkat-berkat-Nya kepada kita.
Senin, 21 November 2022
Patung
Sedang ramai diperbincangkan, keberadaan patung-patung di gereja Katolik. Tak perlu terlibat debat berkepanjangan, apalagi sampai menuai permusuhan. Tak perlu juga menjadi kecil hati, apalagi sampai menggerus keyakinan.
Tetaplah berteguh dalam iman dan kebenaran. Hanya Tuhan sendiri yang mampu menilik kedalaman hati setiap insan. Dialah yang menilai, apakah jalan kita serong atau lurus.
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)
Rabu, 02 November 2022
Doa Istirahat Kekal
Minggu, 23 Oktober 2022
Misionaris Masa Kini
Menyebut kata 'misi,' dalam benak kita terbayang imam, biarawan, biarawati, dan kaum awam yang rela meninggalkan tanah air mereka, menempuh perjalanan jauh, sulit, dan berbahaya; demi menyebarluaskan warta gembira Kerajaan Allah. Demikianlah gambaran umum misionaris di masa lampau.
Di zaman modern ini tetap dibutuhkan para misionaris yang menjangkau pelosok-pelosok dunia. Namun, 'menjadi misionaris' sejatinya lebih luas daripada mendatangi tempat-tempat terpencil dan mewartakan Injil.
Pada 14 Desember 1927, Paus Pius XI menetapkan Santo Fransiskus Xaverius dan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus sebagai pelindung misi. Santo Fransiskus Xaverius, imam dari Serikat Jesus ini memang misionaris yang tangguh. Tahun 1540 ia diutus St. Ignatius Loyola - pendiri Serikat Jesus - untuk menjadi misionaris di Hindia Belanda. Santo Fransiskus Xaverius dengan gemilang melaksanakan tugas misinya di India, Srilanka, Indonesia, Jepang, dan pulau-pulau lain.Goa di India, Srilanka, Indonesia, Jepang, dan pulau-pulau lain di timur.
Sedangkan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus bukanlah misionaris seperti Santo Fransiskus Xaverius. Biarawati dari tarekat kontemplatif OCD ini hanya berada di seputar biara di Lisieux, Perancis. Tetapi, ia menjadi pelindung misi karena doa-doa yang dipanjatkannya bagi umat manusia melampaui sekat-sekat tembok biara.
Menurut Paus Fransiskus, doa adalah 'tugas misi' pertama yang bisa dan harus dilakukan oleh setiap orang kristiani. Bayangkan, melalui doa, kita bisa menjangkau para pengungsi Ukraina yang menderita akibat perang dengan Rusia, para korban tragedi seusai pertandingan sepak bola di Kanjuruhan, Malang, seorang misionaris yang sedang berjuang di pedalaman; atau siapa pun - perorangan, kelompok, masyarakat di mana saja mereka berada - yang kita bawa dalam doa-doa kita sehari-hari. Ternyata, setiap kita bisa menjadi misionaris masa kini.