Kamis, 11 November 2021

Mutasi Pencobaan

Sejak kemunculannya di muka bumi dan menjangkiti umat manusia di berbagai belahan dunia, para pakar kesehatan meyakini virus Corona telah bermutasi berkali-kali. Pada Juni 2021, WHO mengumumkan ada 10 varian baru hasil mutasi virus Corona. Kemudian pada Oktober lalu, ditengarai varian baru Delta Plus yang menyebabkan lonjakan kembali kasus Covid-19 di beberapa negara di dunia.  

Jika virus bisa bermutasi menjadi varian-varian baru, demikian pula dengan godaan-godaan hasil kreasi si jahat. Contohnya, godaan-godaan yang dialami Ayub. Pertama, iblis mencobai Ayub dengan melenyapkan lembu sapi yang sedang membajak dan keledai-keledai betina yang sedang merumput melalui serangan orang-orang Syeba (Ayub 1:14-15). Kemudian, kambing domba dan penjaga-penjaganya terbakar habis (Ayub 1:16), orang-orang Kasdim menyerbu unta-unta dan merampasnya (Ayub 1:17).

Selanjutnya, godaan si jahat bermutasi lagi dengan merenggut nyawa semua anak Ayub melalui tiupan angin ribut (Ayub 1:18-19). Masih belum berhenti sampai di situ, iblis kembali mencobai Ayub dengan menimbulkan barah busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya (Ayub 2:7).

Anda merasa dalam hidup Anda godaan-godaan atau tarikan-tarikan dunia tak kunjung putus menghampiri Anda? Si jahat pun pandai bermutasi, agar dapat menakhlukkan hati Anda sehingga murtad dan beralih kepadanya. 

Bertahanlah seperti Ayub, maka pada akhirnya Anda akan menemukan Tuhan, setelah semua pencobaan berhasil Anda takhlukkan.

Senin, 01 November 2021

Doa untuk Mencapai Kekudusan

Allah Bapa yang Mahakudus,
Engkau menciptakan manusia segambar dengan-Mu dalam kekudusan. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan hidup di dunia, kekudusan tetap menjadi arah dan tujuan hidup manusia; sehingga kelak manusia dapat menikmati kehidupan kekal dalam Kerajaan Surga.

Namun, di tengah gemerlap dunia dengan segala daya tariknya, perjuangan kami mencapai kekudusan sering kali terhalang. Berilah kami terang Roh Kudus, agar mampu mengenali dan menjauhi tipuan-tipuan dunia. 

Melalui penyertaan Bunda Maria dan doa-doa Para Kudus, bentuklah kami menjadi anak-anak-Mu yang kudus, meski belum sempurna seperti-Mu. Buatlah kami semakin menyerupaia gambaran kekudusan-Mu, agar kelak dapat bersatu kembali dengan-Mu, Sang Pencipta Mahaagung. Dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.


Kekudusan

Janganlah kita takut menjadi kudus, 
karena saat kita diciptakan segambar dengan Sang Pencipta, 
kita pun sebenarnya adalah orang-orang kudus.
 

Minggu, 17 Oktober 2021

Konsisten Percaya

Bunda Maria PERCAYA penuh kepada Allah atas seluruh hidupnya dengan mengatakan: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu," (Lukas 1:38). Selanjutnya, dalam segala pengalaman hidup yang dialami, terutama saat menghadapi tantangan-tantangan berat - menempuh perjalanan jauh ke Betlehem di tengah hamil tua, melahirkan di kandang, mengungsi ke Mesir membawa Bayi, kehilangan Yesus di Yerusalem, menemani Yesus dalam perjalanan menuju Golgota, berdiri di bawah Salib Yesus, menyaksikan wafat Putranya - Bunda Maria tetap KONSISTEN dalam imannya. 

Konsisten percaya kepada Allah adalah kunci untuk bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan konsisten percaya kepada Allah, godaan-godaan dunia dapat dihalau. Bukan berarti bebas dari penderitaan, tetapi dalam penderitaan tetap percaya bahwa Allah akan menyelenggarakan yang terbaik bagi orang yang beriman dan berharap kepada-Nya.

Jumat, 08 Oktober 2021

Jangan Biarkan Rumah Hatimu Kosong

Roh jahat sudah keluar dari seseorang, tetapi roh jahat itu kemudian memilih kembali ke 'rumah' yang telah ditinggalkannya. Ia mendapati 'rumah' itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat darinya. Mereka masuk dan berdiam di dalamnya. Akibatnya, keadaan orang itu jadi lebih buruk daripada sebelumnya. (lihat Lukas 11:24-26)

Pemaparan Yesus tentang kembaliya roh jahat ini mengingatkan pentingnya bagi manusia memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Orang yang tidak membutuhkan Tuhan dalam hidupnya seperti rumah yang kosong. Meskipun kelihatannya bersih dan rapi, aman-aman saja; tetapi sebenarnya tak ada cahaya kehidupan.

Jangan biarkan rumah hatimu kosong. Bangunlah relasi yang kokoh dan mendalam dengan Tuhan, sehingga tak ada hal-hal negatif termasuk roh jahat yang dapat menguasai hatimu.


Rabu, 29 September 2021

Slow Response

Di era digital, semua bergerak serba cepat. Ketika pesan yang kita kirim - entah itu melalui whatsapp, telegram, instagram, facebook, sms atau media sosial lainnya - tidak segera mendapat tanggapan alias slow response dari si penerima pesan, kita merasa jengkel. Pesan kita dicuekin. 

Bagaimana perasaan Tuhan yang telah menyampaikan pesan-pesan-Nya - sejak zaman Perjanjian Lama melalui para nabi sampai zaman Perjanjian Baru melalui Putra Tunggal-Nya - demi keselamatan jiwa yang dikasihi-Nya, tetapi tidak segera mendapat tanggapan alias slow response dari umat manusia?

Kalau kita bisa fast response kepada sesama kita, terlebih kepada Tuhan kita perlu fastest response

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (Matius 4:19-20)


Minggu, 05 September 2021

Kalau Belum Bisa Percaya, Sebaiknya Taat Saja

Sulit mempercayai Tuhan Semesta Alam dapat melakukan segala hal - bahkan hal paling mustahil yang pernah terpikirkan oleh manusia?

Dalam Perjanjian Lama, melalui pengalaman-pengalaman bangsa Israel, kita melihat bagaimana umat pilihan Allah itu belum juga memiliki kepercayaan penuh kepada Tuhan, sekalipun berbagai mukjizat telah terjadi di depan mata mereka.

Contoh, di zaman nabi Musa. Umat Israel sudah melihat betapa besar kuasa Allah melalui 10 tulah kepada Firaun di Mesir (Keluaran 7:14-25, 8:1-32, 9:1-35, 10:1-29, 11:1-10; tetapi tetap saja mereka gamang ketika dikejar pasukan tentara Firaun di dekat Laut Merah. Tuhan tetap menolong bangsa Israel dengan memperlihatkan mukjizat-Nya membelah laut itu.

Dalam pengembaraan di padang gurun, kembali umat Israel bersungut-sungut karena tidak bisa makan daging. Tuhan kembali memperlihatkan kuasa-Nya dengan menghadirkan burung-burung puyuh (Keluaran 16:13). Lalu, ketika umat Israel kehausan di Masa dan Meriba, mereka mencobai Tuhan dengan mengatakan: "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?" (Keluaran 17:7) Tuhan meminta Musa memukul gunung batu di Horeb, dari sana air mengalir.

Di tengah pergulatan hidup dan kecenderungan manusia yang mengedepankan logika berpikir, sering kali iman tertinggal jauh di belakang. Mana mungkin? Mana bisa? Tidak masuk akal.... itulah kata-kata yang dengan mudah terucap dari bibir manusia.

Contoh, Naaman panglima raja Aram yang sakit kusta. Ia diminta nabi Elisa pergi mandi 7 kali di sungai Yordan. Semula Naaman gusar, tetapi akhirnya ia taat pada perkataan nabi Elisa. Ia pun sembuh. (2 Raja-Raja 5:1-14)

Kalau kita belum bisa percaya pada Kemahakuasaan Tuhan yang melampaui pikiran manusia, sebaiknya kita taat saja... maka, mukjizat Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.