Kamis, 14 Februari 2019

Separuh atau Semua?

Beberapa bulan belakangan ini, ajaran Yesus untuk menjadi sempurna makin menggema dalam kalbu.

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48) 

Kepada seorang muda yang kaya, Yesus meminta ia menjual seluruh miliknya, lalu mengikuti Yesus untuk menjadi sempurna. "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21) 

Sebagai orang biasa - bukan kaum berjubah, bagaimana bisa menjual seluruh milik agar dapat menjadi sempurna?  

Zakheus mendapat kunjungan Yesus ke rumahnya. Ia lalu merelakan separuh hartanya. "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin...." (Lukas 19:8a)

Tindakan Zakheus dapat menjadi jalan tengah bagi orang awam yang ingin mengikuti Tuhan menuju kesempurnaan. Apakah kita berani melakukannya?

Rabu, 16 Januari 2019

Kepastian dalam Ketidakpastian

Ketika kita menggunakan moda transportasi untuk pergi ke suatu tujuan tertentu - entah itu dengan pesawat terbang, kapal laut, kereta , mobil, atau motor; dalam hati kita merasa pasti kita akan sampai di tujuan dengan selamat. Meskipun sebenarnya pada saat berada dalam moda transportasi itu, kita berada dalam situasi ketidakpastian. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi dalam perjalanan menuju ke tujuan kita. Apakah akan ada hambatan atau bahkan kecelakaan yang tidak diharapkan? Ataukah perjalanan kita mencapai tujuan berjalan lancar?   

Demikian pula gambaran perjalanan hidup kita. Kita bergerak menuju tujuan akhir kehidupan, yakni Kerajaan Allah, disertai keyakinan kita akan sampai di tujuan dengan selamat. Kita tidak tahu dengan pasti hambatan atau rintangan apa yang akan kita jumpai dalam perjalanan hidup ini. Kita berada dalam situasi ketidakpastian. Dengan iman dan pimpinan Roh Kudus, kita dapat memastikan, pada akhirnya kita akan tiba di tujuan dengan selamat. 

Selasa, 01 Januari 2019

Bersama Bunda

Semasa hidupnya di dunia, ia telah mengalami berbagai kecemasan - mulai dari mengandung sebelum menikah, melahirkan dalam kondisi sangat berkekurangan di sebuah kandang, mengungsi ke Mesir, menahan cemoohan para tetangga karena sepak-terjang Putranya, mengikuti jalan sengsara Putranya, hingga bertahan sampai tarikan napas terakhir Putra terkasihnya.

Ia sudah berhasil mengatasi berbagai tantangan kehidupan. Mengawali tahun baru dalam penyertaan Bunda Allah, tak ada lagi yang perlu dicemaskan. Bersamanya, dituntun olehnya, kita berada di jalan yang benar dan aman untuk dihantar kepada Putranya.

Senin, 24 Desember 2018

Tempat yang Kotor

Bayi Yesus memilih lahir di tempat yang kotor - kandang hewan, bukan di rumah yang bersih. Apa artinya?

Hati manusia bagaikan kandang hewan yang kotor. Penuh dosa, kejahatan, dan segala yang negatif. Tetapi Tuhan memilih tempat itu bukan yang lain. Ia mau hadir di hati kita yang tidak bersih untuk menyucikannya.

Setelah Yusuf dan Maria setuju memakai kandang hewan itu untuk tempat mereka bermalam, tidakkah si pemilik kandang berusaha membersihkan tempat itu, supaya cukup layak dihuni? 
Ketika Tuhan mengetuk pintu hati kita, walaupun hati kita kotor dan tak layak dihuni, tetapi karena Tuhan mau berdiam di rumah hati kita, maka kita berusaha membersihkan hati kita supaya cukup layak dihuni-Nya.

Datanglah, ya Tuhan Yesus, tinggallah selalu dalam hatiku.
Meski tak layak Kau tempati, tetapi aku mau menerima-Mu. 
Aku akan membersihkannya setiap waktu, 
supaya Engkau lebih nyaman tinggal di dalamnya.

Rabu, 19 Desember 2018

Warta Sukacita - Jangan Takut


Kata malaikat Gabriel kepada Zakharia: Jangan takut
Kata malaikat Gabriel kepada Perawan Maria: Jangan takut
Kata malaikat kepada Yusuf: Jangan takut
Kata malaikat kepada para gembala: Jangan takut

Warta Sukacita kelahiran Yesus supaya kita jangan takut menghadapi dan menerima hal-hal baru yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Sabtu, 08 Desember 2018

Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda

Yakinlah 100% akan kebenaran ini: Ibu Yesus Kristus sungguh dikandung tanpa noda.
Mengapa?

Lihatlah Putranya yang berkuasa:
mengubah air menjadi anggur,
meredakan angin ribut,
menyembuhkan berbagai penyakit,
membangkitkan orang mati,
mengalahkan maut dan bangkit dari mati,
naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah,
mengutus Roh-Nya yang kudus.

Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. (Lukas 21:36)

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? (Maleakhi 3:2)

Jika Sang Putra begitu dahsyat kuasa-Nya, maka yang mengandung-Nya harus benar-benar tak bernoda sejak awal ia diciptakan, supaya kuat membawa-Nya dalam rahimnya dan membesarkan-Nya dengan penuh kesucian.

Minggu, 02 Desember 2018

Berlari ke Ibu

Ketika ketakutan melanda,
Ketika keraguan memenuhi,
Ketika kekesalan memuncak,
Ketika kemarahan menggunung,
Seorang anak akan berlari mendapatkan Ibunya,
Dalam pelukan kasih Ibu,
Ketakutan sirna,
Keraguan hilang,
Kekesalan pudar,
Kemarahan lenyap,
Ibu akan mengubah segala yang buruk menjadi baik.