Senin, 05 Agustus 2024
Perancis... Oh Perancis....
Sabtu, 27 Juli 2024
Endorsement
Selasa, 23 Juli 2024
Masih Adakah Hati Nurani?
Sungguh merisaukan membaca berita-berita pembunuhan belakangan ini. Semakin sering terjadi, pembunuh bukan lagi berasal dari luar lingkungan keluarga dekat, melainkan orang terdekat:
* seorang suami menghabisi istrinya yang baru melahirkan anak kedua, gegara istrinya mengigau yang ditengarai sang suami sebagai perselingkuhan
* seorang ayah tiri dan ibu kandung membunuh anaknya yang masih balita
* seorang anak perempuan membunuh ayah kandungnya
* seorang istri bersama anak perempuan dan pacar anaknya membunuh suami/ayahnya
Keluarga yang seharusnya menjadi sarana praktik cinta kasih di antara para anggotanya dan perlindungan yang aman bagi anggota-anggotanya, kini menjadi sarang kebencian dan balas dendam.
Masih adakah hati nurani pada orang-orang yang melakukan kekejian terhadap keluarganya sendiri?
O... Bunda Maria - Ratu Segala Hati, jangan biarkan si jahat menguasai pikiran dan hati orang-orang zaman ini. Ubahlah hati umat manusia menjadi seperti hatimu yang lembut, penuh kasih, dan rendah hati.
Senin, 01 Juli 2024
Warisan dan Pialaku
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.(Mazmur 16:5)
Rabu, 26 Juni 2024
Komentar
Selebriti Kylie Jenner (26 tahun), putri bungsu keluarga Kardhasian, mengaku dibully sejak usia belasan tahun, saat ia mulai tampil di layar kaca membintangi reality show "Keeping Up with The Kardashians."
Ia menyatakan, sebagian besar komentar membicarakan wajahnya yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Komentar-komentar di media sosial itu sempat membuatnya terpuruk. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Kylie mengaku mentalnya terus diasah dan ia lebih tahan banting.
Kylie lahir dan dibesarkan dalam keluarga selebriti yang mapan. Komentar-komentar negatif yang diterimanya tak sampai merontokkan dunianya. Bayangkan betapa banyak orang biasa yang dibully melalui komentar-komentar negatif di media sosial. Mereka ingin eksis, tetapi ditangkis, sehingga kepercayaan diri mereka terkikis.
Di zaman marak media sosial ini, ada bijaknya jika kita memilih diam daripada berkomentar negatif untuk posting-posting yang sebenarnya tak perlu dikomentari.
Kita bisa berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan terhadap sesuatu yang melanggar kebenaran dan keadilan. Tetapi hindarilah mengomentari kondisi fisik seseorang atau hal-hal lain yang bersifat pribadi dengan kata-kata negatif.
Ingatlah, komentar-komentar yang kita lontarkan mencerminkan hati kita.
"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." (Lukas 6:45)
Rabu, 05 Juni 2024
Tukar Salam dan Doa untuk Agama
Tukar Salam
Doa untuk Agama
(dari buku Kabar Sukacinta, karya Joko Pinurbo. Penerbit PT Kanisius, 2021)