Rabu, 02 Maret 2022

Di Padang Gurun

Di padang gurun Tuhan menampakkan kuasa-Nya yang sangat besar. Mazmur 78 "Pelajaran dari sejarah" memaparkan kebesaran kuasa Tuhan atas umat manusia. Allah menghendaki manusia menaruh kepercayaan kepada-Nya, tidak melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan memegang perintah-perintah-Nya. (Mzm 78:7) 
 
Tetapi ketika berada di padang gurun, umat manusia:
* Melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan kepada mereka. (Mzm 78:11)
* Terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi (Mzm 78:17)
* Mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka (Mzm 78:18)
* Memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia (Mzm 78:36)
* Tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan (Mzm 78:42)

Masa Prapaskah adalah saat umat kristiani berada di padang gurun, seperti Yesus yang berpuasa selama 40 hari. Masa Prapaskah adalah masa rahmat - pada waktu inilah, seperti dahulu di padang gurun, Tuhan menampakkan kuasa-Nya yang sangat besar. 

Bagaimana sikap dan perilaku kita ketika berada di padang gurun? Apakah kita seperti bangsa Israel yang berulang kali memberontak dan tidak percaya pada kuasa Allah; ataukah kita seperti Yesus yang sangat percaya pada kuasa Allah Bapa-Nya, sehingga dapat mengalahkan berbagai godaan si jahat?

Senin, 28 Februari 2022

Koleksi

Ayah memiliki ruang perpustakaan untuk memajang ribuan buku koleksinya sejak zaman Balai Pustaka sampai terbitan milenium ketiga. Beliau juga memiliki ruang musik yang menyimpan ratusan koleksi laser disc, compact disc, dan digital video disc. Memberi kegembiraan dan penghiburan, bisa memiliki dan menikmati hobi. Kini Ayah telah tiada. Koleksi Ayah sempat menimbulkan kebingungan, terutama ketika rumah akan dijual. 

Pernahkah kita sejenak berpikir, untuk siapakah nanti barang-barang yang kita miliki, jika kita telah beralih dari dunia ini? Mungkin keturunan kita tidak memiliki hobi yang sama dengan kita. Lalu, apa gunanya kita mengoleksi barang tertentu?

Sungguh tepatlah perkataan Yesus kepada orang yang menanyakan tentang rahasia memperoleh hidup yang kekal: "Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutilah Aku." (Markus 10:21) 

Jumat, 18 Februari 2022

Keberanian Mendekati Salib

O Yesus, betapa sedikit orang yang berani mendekati salib-Mu... apalagi memeluk dan mencintai salib. Padahal Engkau telah mengatakan: "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku." (Markus 8:34)

Menurut Santo Louis-Marie de Montfort, seorang sahabat salib yang sempurna adalah seorang pengemban Kristus yang sejati, yang dengan sungguh hati dapat mengatakan: "Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." (Galatia 2:20)

Berilah aku keberanian mendekati salib-Mu, ya Yesusku

Senin, 14 Februari 2022

Ketika Tuhan Menunjukkan Kuasa-Nya

Saat kita merasa telah nyaman dengan irama kehidupan yang kita jalani, sama sekali tak terlintas di benak, ketika Tuhan menunjukkan kuasa-Nya secara mendadak. Tuhan tiba-tiba menghendaki kita menempuh jalan yang berbeda dari biasanya. Apakah kita akan memprotes-Nya, lalu melanjutkan perjalanan seraya menggerutu? Marah kepada-Nya dan menolak mengikuti-Nya lagi? Ataukah kita menerima segala yang diberikan-Nya kepada kita? Keputusan yang kita ambil, apa pun itu, akan memengaruhi relasi kita selanjutnya dengan Sang Pencipta. 

Jika suatu saat, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya secara mendadak, apakah keputusan kita?

Sabtu, 29 Januari 2022

Kebijaksanaan Ilahi

Dalam kehidupan manusia, ada kalanya Tuhan memakai orang-orang tidak benar untuk semakin memurnikan orang-orang benar. Tetapi bukan berarti orang tidak benar itu kemudian tidak menanggung hukuman atas penyimpangannya. 

Contohnya, raja Saul dipakai Tuhan untuk memurnikan Daud. Raja Saul yang merasa takhtanya terancam karena kehadiran Daud, berusaha membunuhnya dua kali. Pada suatu kesempatan, ketika Saul dan para pengiringnya sedang tidur di perkemahan; Daud sebenarnya bisa membunuh raja Saul, tetapi ia tidak mau melakukannya. Dalam peristiwa ini, Daud semakin dimurnikan oleh Tuhan. Ia berhasil mengalahkan keinginan diri untuk membunuh orang yang akan membunuhnya (lihat 1 Samuel 26:1-23).

Raja Saul yang tidak taat kepada Tuhan, akhirnya memilih bunuh diri ketika orang Filistin berperang melawan orang Israel (lihat 1 Samuel 31:1-10).

Inilah Kebijaksanaan Ilahi yang tersembunyi di mata manusia.

Jumat, 07 Januari 2022

Nikmatilah Prosesnya

Hidup kita tak lepas dari proses. Bahkan untuk hal-hal biasa pun ada proses yang harus kita lalui. Contohnya, memasak - mulai dari mengiris sayur, bawang, daging; lalu menyiapkan wajan dan minyak goreng, menumis bawang, dan seterusnya. 
 
Terkadang kita tak sabar melewati tahap demi tahap dalam proses. Ingin cepat memperoleh apa yang kita dambakan. Kalau kita membuat kue, inginnya kue cepat matang dan dapat dimakan. Kalau kita menempuh perjalanan jauh untuk berlibur, inginnya cepat sampai di tujuan dan menikmati pemandangan di sana.  

Dalam kehidupan spiritual pun, ada proses yang harus kita lalui sebelum menjadi manusia seperti yang Tuhan kehendaki, sesuai rencana-Nya pada saat Ia menciptakan kita masing-masing. Maka, ada baiknya kita bersabar, menjalani tahap demi tahap dalam proses, membiarkan diri kita dibentuk seperti bejana. Mungkin tidak sekali langsung jadi bejana yang indah. Terkadang perlu dibentuk ulang, yang lama dihancurkan untuk ditata kembali menjadi yang baru. Nikmatilah prosesnya sampai Tuhan menganggap diri kita telah mencapai kesempurnaan hidup kristiani, seperti yang Ia kehendaki. 

Sabtu, 01 Januari 2022

Meneruskan Peziarahan

Selamat menjejakkan langkah di tahun 2022! 

Mari meneruskan peziarahan hidup kita, 

berjalan bersama Tuhan di dunia ini,

sampai mencapai Tanah Air Surgawi kelak.