Sabtu, 25 Desember 2021

Dimensi Lain Perayaan Natal

Perayaan Natal identik dengan sukacita yang besar. Tentu saja kita sangat bergembira karena Allah Putra berkenan turun ke bumi untuk misi penyelamatan umat manusia dari dosa dan maut. Tetapi, di balik rasa kegembiraan besar itu, pernahkah kita merenungkan sejatinya Perayaan Natal adalah tanda dimulainya kesengsaraan?

Betapa tidak, kedua orang tua Yesus - Yosef dan Maria - sudah harus bersengsara menempuh perjalanan jauh dari Nazaret ke Betlehem karena program cacah jiwa penguasa waktu itu. Lalu, mereka tidak memperoleh penginapan yang pantas, sehingga Maria melahirkan Bayinya di kandang hewan. 

Selanjutnya, ada upaya raja Herodes membunuh bayi-bayi berusia di bawah dua tahun karena khawatir takhtanya direbut. Bayi Kudus Yesus dilarikan ke Mesir. Lahir di tempat dengan fasilitas sangat tidak memadai, hidup di pengungsian sejak bayi, bukankah Bayi Yesus sudah menderita sejak Ia dilahirkan ke dunia?

Kelahiran Yesus dapat ditengarai sebagai gambaran kehidupan Sang Bayi kelak... menderita sengsara dan wafat di kayu salib demi menebus dosa-dosa umat manusia.

Ketika kita merayakan Natal, selain sisi sukacita, ingatlah pula dimensi lain dari Perayaan ini: ada penderitaan, ada kedukaan, ada kesengsaraan. Namun, Keluarga Kudus dari Nazaret itu tetap optimistis menjalani kehidupan di dunia ini. Bagaimana dengan kita?

Rabu, 01 Desember 2021

Musim Mangga Harum Manis

Jika September tiba, aku senang melihat mangga harum manis mulai bermunculan. Memasuki Desember, mangga jenis ini mulai menyurut di pasaran. Sedih, kehilangan buah yang sangat disukai. Tetapi tetap ada harapan, tahun depan di bulan yang sama, aku akan dapat menikmatinya kembali.

Ketika kegembiraan yang kita rasakan - entah karena kehadiran orang yang sangat dicintai, atau karena keberhasilan yang dicapai, dan sebagainya -  seolah berlalu seiring berjalannya waktu, tetaplah berkeyakinan bahwa suatu saat kegembiraan itu akan dapat terjadi lagi dalam hidup kita.

Kamis, 11 November 2021

Mutasi Pencobaan

Sejak kemunculannya di muka bumi dan menjangkiti umat manusia di berbagai belahan dunia, para pakar kesehatan meyakini virus Corona telah bermutasi berkali-kali. Pada Juni 2021, WHO mengumumkan ada 10 varian baru hasil mutasi virus Corona. Kemudian pada Oktober lalu, ditengarai varian baru Delta Plus yang menyebabkan lonjakan kembali kasus Covid-19 di beberapa negara di dunia.  

Jika virus bisa bermutasi menjadi varian-varian baru, demikian pula dengan godaan-godaan hasil kreasi si jahat. Contohnya, godaan-godaan yang dialami Ayub. Pertama, iblis mencobai Ayub dengan melenyapkan lembu sapi yang sedang membajak dan keledai-keledai betina yang sedang merumput melalui serangan orang-orang Syeba (Ayub 1:14-15). Kemudian, kambing domba dan penjaga-penjaganya terbakar habis (Ayub 1:16), orang-orang Kasdim menyerbu unta-unta dan merampasnya (Ayub 1:17).

Selanjutnya, godaan si jahat bermutasi lagi dengan merenggut nyawa semua anak Ayub melalui tiupan angin ribut (Ayub 1:18-19). Masih belum berhenti sampai di situ, iblis kembali mencobai Ayub dengan menimbulkan barah busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya (Ayub 2:7).

Anda merasa dalam hidup Anda godaan-godaan atau tarikan-tarikan dunia tak kunjung putus menghampiri Anda? Si jahat pun pandai bermutasi, agar dapat menakhlukkan hati Anda sehingga murtad dan beralih kepadanya. 

Bertahanlah seperti Ayub, maka pada akhirnya Anda akan menemukan Tuhan, setelah semua pencobaan berhasil Anda takhlukkan.

Senin, 01 November 2021

Doa untuk Mencapai Kekudusan

Allah Bapa yang Mahakudus,
Engkau menciptakan manusia segambar dengan-Mu dalam kekudusan. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan hidup di dunia, kekudusan tetap menjadi arah dan tujuan hidup manusia; sehingga kelak manusia dapat menikmati kehidupan kekal dalam Kerajaan Surga.

Namun, di tengah gemerlap dunia dengan segala daya tariknya, perjuangan kami mencapai kekudusan sering kali terhalang. Berilah kami terang Roh Kudus, agar mampu mengenali dan menjauhi tipuan-tipuan dunia. 

Melalui penyertaan Bunda Maria dan doa-doa Para Kudus, bentuklah kami menjadi anak-anak-Mu yang kudus, meski belum sempurna seperti-Mu. Buatlah kami semakin menyerupaia gambaran kekudusan-Mu, agar kelak dapat bersatu kembali dengan-Mu, Sang Pencipta Mahaagung. Dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.


Kekudusan

Janganlah kita takut menjadi kudus, 
karena saat kita diciptakan segambar dengan Sang Pencipta, 
kita pun sebenarnya adalah orang-orang kudus.
 

Minggu, 17 Oktober 2021

Konsisten Percaya

Bunda Maria PERCAYA penuh kepada Allah atas seluruh hidupnya dengan mengatakan: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu," (Lukas 1:38). Selanjutnya, dalam segala pengalaman hidup yang dialami, terutama saat menghadapi tantangan-tantangan berat - menempuh perjalanan jauh ke Betlehem di tengah hamil tua, melahirkan di kandang, mengungsi ke Mesir membawa Bayi, kehilangan Yesus di Yerusalem, menemani Yesus dalam perjalanan menuju Golgota, berdiri di bawah Salib Yesus, menyaksikan wafat Putranya - Bunda Maria tetap KONSISTEN dalam imannya. 

Konsisten percaya kepada Allah adalah kunci untuk bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan konsisten percaya kepada Allah, godaan-godaan dunia dapat dihalau. Bukan berarti bebas dari penderitaan, tetapi dalam penderitaan tetap percaya bahwa Allah akan menyelenggarakan yang terbaik bagi orang yang beriman dan berharap kepada-Nya.

Jumat, 08 Oktober 2021

Jangan Biarkan Rumah Hatimu Kosong

Roh jahat sudah keluar dari seseorang, tetapi roh jahat itu kemudian memilih kembali ke 'rumah' yang telah ditinggalkannya. Ia mendapati 'rumah' itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat darinya. Mereka masuk dan berdiam di dalamnya. Akibatnya, keadaan orang itu jadi lebih buruk daripada sebelumnya. (lihat Lukas 11:24-26)

Pemaparan Yesus tentang kembaliya roh jahat ini mengingatkan pentingnya bagi manusia memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Orang yang tidak membutuhkan Tuhan dalam hidupnya seperti rumah yang kosong. Meskipun kelihatannya bersih dan rapi, aman-aman saja; tetapi sebenarnya tak ada cahaya kehidupan.

Jangan biarkan rumah hatimu kosong. Bangunlah relasi yang kokoh dan mendalam dengan Tuhan, sehingga tak ada hal-hal negatif termasuk roh jahat yang dapat menguasai hatimu.