Rabu, 15 Februari 2017

Percaya Sepenuhnya

Sedikit saja keraguan menyelimuti hati manusia, Tuhan akan meragukan imannya dan enggan bertindak.

Seorang bapak kewalahan. Putranya kerasukan roh jahat. Murid-murid Yesus tak dapat mengeluarkan roh jahat itu. "Jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami," kata sang bapak kepada Yesus (lihat Markus 9:14-29). 

Yesus menanggapi, "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Jawaban Yesus ini mensyaratkan kepercayaan penuh, barulah Yesus mau menolongnya.

Sering kali kita seperti bapak itu, masih menyimpan sedikit keraguan, tetapi berusaha percaya sepenuhnya. "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" ujar sang bapak, juga ujar kita yang masih lemah iman.

Ingin melihat kuasa Tuhan yang dahsyat dalam hidup Anda? Percaya sepenuhnya lebih dulu.

Sabtu, 11 Februari 2017

Menciptakan Surga di Bumi

Kesinambungan kehidupan di bumi dengan di surga kelak, diyakini umat beriman. Ajaran untuk berbuat baik di dunia, agar nanti dapat menikmati surga, merupakan salah satu contoh keyakinan akan kelanjutan setelah hidup di bumi. Begitu pula peneguhan yang diberikan ketika seseorang meninggal. Dikatakan, hidup orang yang meninggal itu bukan dilenyapkan melainkan diubahkan - dari kehidupan fisik ke kehidupan roh.

Jika demikian, mengapa masih saja ada orang-orang yang melakukan kejahatan di bumi? 

Bukankah lebih baik kita menciptakan surga sejak masih hidup di bumi? Supaya kelak ketika roh dan jiwa kita terpisah dari tubuh, kita sudah terbiasa menikmati surga. Tak ada lagi keterkejutan atau ketakutan beralih dari alam fisik ke alam baka, karena surga dan bumi telah dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan.

Selasa, 17 Januari 2017

Turun Gunung

Waktu begitu cepat berlalu, ketika berada di kaki gunung:
ada kejadian yang membutuhkan perhatian,
ada kegaduhan yang membutuhkan peleraian,
ada kegiatan yang membutuhkan penanganan,
ada kesempatan yang membutuhkan jawaban.

Di tengah segala keriuhan itu,
suaraMu sayup, nyaris tak terdengar.
Berjalan sunyi dalam keramaian,
menggapai RohMu dalam ketiadaan.

Haruskah terus berada di kaki gunung?
Menjalani tugas perutusan baru:
menyangkal kenyamanan diri,
membuka jendela hati bagi sesama,
menghadirkan Engkau di hadapan khalayak.

Waktu begitu cepat berlalu, ketika berada di kaki gunung
Baiklah menekuni perjalanan ini, sampai saatnya kembali naik gunung.

Sabtu, 31 Desember 2016

Saat Aku Menatapmu

Berulang kali aku merasakan kehadiranmu, tetapi aku tak menggubrismu.
Banyak tanda telah engkau berikan, tetapi aku berkilah itu hal biasa.
Engkau tetap setia mendampingi, sementara aku tak menyadari keberadaanmu.
Bertahun-tahun berlalu dalam kesenyapan di antara kita.

Perjumpaan denganmu secara pribadi sungguh membuatku berubah.
Menjadikan peristiwa tak terduga ini sebagai rahmat terbesar bagiku.

Kini, perkenankan aku meraih tanganmu yang terulur penuh cinta.
Tanganmu yang selama ini kubiarkan menggapai, disertai tatapan matamu yang penuh perhatian.

Terima kasih Bunda Maria, Ratu Abadi yang Teragung.
Sapaan kasihmu mendekatkanku kepadamu.
Aku tak akan berpaling lagi darimu.

Rabu, 21 Desember 2016

Ketika Surga dan Bumi Menyatu

Adakah hal lain yang lebih membahagiakan, ketika Surga dan Bumi menyatu dalam raga - mengalirkan damai dan sukacita yang melampaui segala hal? 

Senin, 12 Desember 2016

Satu Misi

Bunda Surgawi, menampakkan diri secara berbeda di Guadalupe-Meksiko (1531), La Vang-Vietnam (1798), Lourdes-Perancis (1828), Fatima-Portugal (1917), dan sejumlah tempat lain; namun ia mengemban satu misi: terus bekerja menyelamatkan umat manusia, setelah Sang Putra naik ke Surga dan duduk di takhta Allah.

Kita dapat turut serta membantu Bunda Maria dalam misinya dengan tekun mendaraskan doa Rosario, sesuai pesannya dalam penampakan di Fatima, "Berdoalah Rosario setiap hari... Berdoalah, berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silih bagi para pendosa.... Akulah Ratu Rosario.... Pada akhirnya Hatiku yang Tak Bernoda akan menang."

Kamis, 08 Desember 2016

Hati yang Tak Bernoda

Hati yang tak bernoda adalah hati yang suci dan murni. Sekudus apa pun para Santo dan Santa, hati mereka tidak sepenuhnya suci dan murni. Sebab, tak ada seorang manusia pun yang memiliki hati yang tak bernoda, kecuali Bunda Maria. Mengapa demikian?

Bunda Maria sejak awal telah dipilih untuk menjadi Bunda Putra Allah yang akan menjelma menjadi Manusia. Tak sulit untuk memahami dogma Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda dengan memakai analogi sangat sederhana ini: ketika masakan siap disajikan, bukankah kita akan menempatkannya pada wadah yang bersih?

Putra Allah yang Mahakudus membutuhkan tempat bernaung jasmaniah yang kudus pula, ketika Ia akan menjelma menjadi Manusia. Allah Bapa menyiapkan segalanya dengan sempurna jauh-jauh hari. Untuk itu, Allah Bapa telah menguduskan Santa Perawan Maria sejak ia dikandung ibunya. Selanjutnya, dengan dikandung tanpa noda, dalam kehidupan di dunia ini Santa Perawan Maria pun memiliki hati yang tak bernoda.

Kita memang tidak dapat memiliki hati yang tak bernoda seratus persen, tetapi dengan menyerahkan diri kita kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda, kita akan hidup bersama Bunda Maria dan diubah dari dalam oleh Bunda Maria sendiri; sehingga semakin hari hidup kita semakin menyerupai Bunda Maria.