Jumat, 29 Maret 2024

Pengosongan Diri

Kata Santa Perawan Maria kepada malaikat Gabriel: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (lihat Lukas 1:38) Sejak menerima Kabar Sukacita, Santa Perawan Maria berkomitmen melaksanakan kehendak Tuhan dengan menjadi hamba-Nya yang setia. Ini dibuktikannya mulai dari Betlehem hingga Golgota.
 
Doa Yesus di taman Getsemani: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (lihat Lukas 22:42) Dalam menjalani perutusan-Nya menebus dosa seluruh umat manusia, Yesus Kristus berkomitmen melakukan kehendak Bapa, bukan kehendak-Nya sendiri. 

Menerima dan melakukan kehendak Tuhan hendaknya juga menjadi komitmen setiap orang beriman kristiani. Dan untuk dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, satu hal yang diperlukan: pengosongan diri.  

Pengosongan diri menjadi kunci keberhasilan Santa Perawan Maria dan Yesus Kristus dalam menjalani hidup di dunia sesuai kehendak Tuhan. Mengosongkan diri berarti kita menyingkirkan kepentingan dan keinginan pribadi, menempatkan Tuhan di atas segalanya, dan seperti hamba selalu siap melaksanakan apa yang dikehendaki tuannya.

Ya Tuhan, ajarilah aku cara pengosongan diri seperti yang telah Engkau dan Bunda-Mu lakukan selama hidup di dunia ini, sehingga kelak aku pun bisa berada bersama-Mu dalam kemuliaan Kerajaan Allah. Amin.

Minggu, 10 Maret 2024

Hati sebagai Kunci

Untuk membuka pintu yang menjadi pembatas antara ruangan satu dengan ruangan lainnya, diperlukan kunci. Setelah pintu dibuka, tak ada lagi penyekat antara dua ruangan.

Untuk membuka hambatan relasi antara manusia dengan Tuhan yang tersekat karena dosa atau kerapuhan manusia, diperlukan hati sebagai kunci.

Dalam Alkitab banyak ditulis tentang hati manusia. Beberapa ayat di masa Prapaskah yang mengulas tentang hati:

*Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. (Yoel 2:13) Pakailah hatimu untuk membuka penyekat antara engkau dengan Tuhan.

*Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? (Yeremia 17:9) Jika hatimu sudah menjadi tumpul, bagaimana bisa dipakai sebagai kunci untuk membuka relasi dengan Tuhan?

*Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (Yehezkiel 36:26) Tuhan mau memberikan kunci (hati) yang baru, supaya terjalin relasi yang mesra antara engkau dengan Tuhan.

*Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Yeremia 31:33b) Kunci (hati) yang baru yang dapat membuka relasi dengan Tuhan adalah berpegang sepenuhnya pada firman Tuhan.

Kamis, 07 Maret 2024

Orang Terkaya

Sebuah situs berita online menampilkan profil Mark Zuckerberg yang memiliki kekayaan USD 169,6 miliar atau Rp 2.662, 7 triliun. Bayangkan uang senilai Rp 1 triliun sudah sangat banyak bagi orang biasa, apalagi memiliki Rp 2.600 triliun!

Sempat terbuai dengan berita itu, aku berkhayal seandainya punya uang sedemikian banyak: apa yang bisa aku lakukan dengan kekayaan tersebut. Khayalan berhenti!

Tuhan Yesus sangat mengasihiku. Ia adalah Raja Semesta Alam. Kekayaan-Nya tanpa batas. Karena aku salah satu anak-Nya, maka kekayaanku melebihi orang terkaya di dunia! Terima kasih Tuhan Yesus.

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. (Mazmur 112:1-3)