Jumat, 28 April 2023

7.464 km

Mungkin Anda bertanya-tanya, jarak dari mana ke manakah 7.464 km? 
Ini adalah perjalanan misioner yang ditempuh semasa hidup Santo Louis-Marie de Montfort (1673-1716) dengan berjalan kaki. 

Sebagai Imam di wilayah Perancis bagian barat, beliau sering berkeliling mewartakan Kristus melalui bakti sejati kepada Santa Perawan Maria. Tahun 1706 Paus Clement XI meneguhkan  Pastor Louis-Marie de Montfort sebagai Misionaris Apostolik.
 
Menempuh perjalanan sejauh lebih dari 7.000 km dengan berjalan kaki di masa sekarang untuk mewartakan Injil, tentu sudah tak cocok lagi dengan perkembangan zaman. 
 
Di hari peringatan St. Louis-Marie de Montfort yang ditetapkan Gereja Katolik sesuai hari kematian beliau tanggal 28 April, marilah kita merefleksikan perjalanan misioner St. Louis-Marie de Montfort dalam konteks masa kini.

Kita dapat memanfaatkan berbagai media sosial yang tersedia untuk mewartakan Yesus dan Bunda Maria. Cukup berada di depan perangkat komputer atau telepon seluler, pewartaan yang kita sampaikan bisa menjangkau jarak lebih dari ribuan kilometer, hingga ke segenap penjuru dunia. 

Jika merasa lelah dalam upaya kita mewartakan Yesus dan Bunda Maria, padahal kita hanya melakukannya sambil duduk nyaman menghadap ke meja kerja; ingatlah teladan St. Louis-Marie de Montfort yang tanpa kenal lelah berjalan kaki dengan tongkat di tangan, menyusuri jalan-jalan terjal berbatu di tengah terpaan cuaca, demi mewartakan Kerajaan Allah untuk keselamatan jiwa-jiwa.

7.464 km - ayo... bangkit kembali semangat pewartaan!
 

Minggu, 09 April 2023

Bangkit

Jika ditanya, bagaimana kita tahu Yesus bangkit dari kematian? Tak ada seorang pun yang menyaksikan langsung peristiwa kebangkitan itu. Yang ada hanyalah kubur kosong serta malaikat yang berkata-kata kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain (lihat Matius 28:5-7, Markus 16:1-7, Lukas 24:1-10, Yohanes 20:1-2). 
 
Kesaksian para rasul yang mengisahkannya dalam Injil menjadi pangkal kepercayaan kita. Seperti yang ditulis Santo Lukas: Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
 
Lalu, ada dua murid bertemu dengan Yesus yang telah bangkit dalam perjalanan ke Emaus dan serangkaian perjumpaan Yesus dengan para rasul disertai makan bersama.

Rasul Paulus dengan penuh keyakinan mengatakan: Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 15:20 & 22).

Selamat Paskah!

Sabtu, 08 April 2023

Sabtu yang Sunyi

Masih adakah semangat hidup tersisa, 
setelah orang yang sangat dikasihi terbujur dalam makam dingin?
Ibunda Yesus pun mengalami yang sama, 
setelah Putranya wafat di kayu salib.
Meninggal secara tragis, 
seperti seorang pesakitan.  

Sabtu yang sunyi,
semua seakan ikut tersedot ke liang lahat.
Sendiri meratap,
menanti secercah cahaya.
Siapakah yang sudi menemani,
dalam keterasingan ini?

Wahai Ibu yang sangat berduka,
bersabarlah dalam kesesakan.
Aku mau berada di dekatmu,
tanpa banyak berujar kata.
Satu keyakinan kita,
esok Ia pasti bangkit.
 

Jumat, 07 April 2023

Diam

"Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." (Lukas 23:35)

"Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" (Lukas 23:37)

"Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39)

Ketika berada dalam posisi sedang menderita karena ulah orang-orang lain, lontaran kata-kata yang memojokkan seperti itu, bisa dengan mudah membangkitkan emosi untuk membuktikan kehebatan dan kebenaran diri. Demikianlah yang dialami Yesus, ketika tergantung di kayu salib. 

Sebenarnya kuasa Yesus yang sangat besar sebagai Allah yang menjelma menjadi Manusia, dapat ditunjukkan-Nya dalam sekejap untuk membungkam semua orang yang mencemooh-Nya. Tetapi, Yesus memilih tetap diam. Yesus memilih mengemban tugas perutusan-Nya untuk menebus dosa umat manusia sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, tanpa memberi perlawanan sedikit pun. 
 
Yesus, ingatkan kami akan keteguhan hati-Mu bertahan dalam penderitaan atau situasi yang sulit, ketimbang memperlihatkan kesombongan.

Kamis, 06 April 2023

Terima Kasih 7x

Cinta-Mu begitu besar kepada anak-anak-Mu, 
sampai Engkau memberikan diri-Mu dalam Perjamuan Terakhir-Mu, 
agar selalu dialami kehadiran nyata-Mu,
ketika menyantap Tubuh-Mu dalam Ekaristi.
 
Menghayati persatuan dengan-Mu, 
ketika Tubuh Suci-Mu memasuki relung jiwa,
bertakhta dalam hati,
berbisiklah perlahan: 
terima kasih Yesus, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih, 
terima kasih

Rasakanlah betapa kehadiran Yesus memenuhi jiwa,
menyegarkan, menyembuhkan, menguatkan

(Dalam Alkitab, angka 7 diartikan sesuatu yang lengkap atau keseluruhan)

Minggu, 02 April 2023

Ketika Pujian Berganti Jadi Hujatan

Siapa yang tidak senang disanjung, dipuja-puji? Sekarang malah ada sebagian orang yang sengaja pamer, demi mendapat pujian. 

Yesus pun mengalami puja-puji orang banyak, ketika Ia memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai. Tetapi, Yesus tidak terbuai oleh teriakan orang-orang: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" (Matius 21:9) Yesus sudah mengetahui, setelah puja-puji ini berakhir, kesengsaraan dan penderitaan menanti-Nya. 

Pujian manusia tidaklah kekal. Dalam sekejap, pujian berganti jadi makian dan hujatan. Manusia mudah dibelokkan oleh berbagai kepentingan. Saat kita mengalami pujian berubah jadi cercaan, padahal kita melakukan yang baik dan benar, ingatlah akan pengalaman Yesus ini. Yakinlah, setelah kesengsaraan dan penderitaan, ada Paskah menanti.