Rabu, 22 Februari 2023

Menemui-Mu di Padang Gurun

Perjalanan menyusuri padang gurun kali ini sangat berbeda, karena aku ditemani Ibu-Mu. Memang, aku yang meminta ia menemaniku, supaya aku dapat memandang keindahan padang gurun bersamanya. Ibu-Mu sudah punya pengalaman luas mengarungi padang gurun. Didampinginya, aku tidak akan tersesat dalam perjalanan ini. Kuharap Engkau sabar menunggu kedatangan kami untuk menemui-Mu.

Sabtu, 11 Februari 2023

Memilih Yang Sangat Sederhana

Pernahkah Anda bayangkan, apa jadinya jika Tuhan Yesus hadir secara fisik di hadapan kita? 

Ingat pengalaman sepasukan prajurit dan penjaga Bait Allah yang disuruh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi untuk menangkap Yesus di Taman Getsemani? Ketika Yesus menanggapi mereka dengan mengatakan, "Akulah Dia," para prajurit mundur dan jatuh ke tanah. (lihat Yohanes 18:3-6)

Atau pengalaman Saulus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap murid-murid Tuhan. Tiba-tiba cahaya memancar dari langit, Saulus rebah ke tanah dan mendengar suara yang berkata, "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Perjumpaan dengan Yesus yang sangat bercahaya membuatnya tidak dapat melihat. (lihat Kisah Para Rasul 9:3-9)

Keilahian Yesus begitu dahsyat, sehingga membuat orang-orang rebah bahkan buta karena terpapar kemahakuasaan-Nya. Yesus sendiri telah berpesan agar menjelang hari kedatangan Tuhan kembali, kita: "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." (Lukas 21:36)

Lalu, bagaimana dengan kepingan roti bundar putih kecil yang kita sambut dalam Perayaan Ekaristi? Jangan ada keraguan sedikit pun bahwa Sakramen Mahakudus yang kita terima bukan Tubuh Kristus, lantaran penampilan yang rapuh dan polos. Justru Tuhan Yesus memilih bentuk yang sangat sederhana, agar dapat menyatu dengan kita, tanpa membuat kita rebah ke tanah. Daya kuasa Sakramen Mahakudus - Tubuh Kristus - yang kita sambut dalam Perayaan Ekaristi sangat luar biasa, meski penampilan-Nya sangat sederhana. Anda bisa membuktikannya.

 

Sabtu, 04 Februari 2023

Tak Bisa Digantikan

Bill Gates memprediksi, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin canggih, bisa menggusur pekerja kantoran, sama seperti robot yang mengancam pekerja di pabrik. "Seiring waktu, tenaga kerja akan pergi dan melakukan pekerjaan lain, tapi kini akan ada lebih banyak kecemasan tentang fakta bahwa AI menargetkan pekerja kerah putih," kata Gates. (dikutip dari berita di detik.com, 30 Januari 2023)

Berita-berita lain mengungkapkan betapa hebat si AI ini. Ada AI yang bisa menyebutkan warna rambut orang yang berbicara dengannya, ada pula yang dapat memainkan irama lagu-lagu persis seperti yang pernah dimainkan grup band legendaris, bahkan ada AI yang pandai melukis.

Anda cemas karena AI sudah mulai mengambil porsi peran manusia? Jangan takut. Ada satu peran yang tak bisa digantikan AI secanggih apa pun, yakni peran manusia yang mengedepankan hati. Manusia memiliki hati yang tidak ada pada AI. 

Hati manusia yang murni dan tulus mampu mengungkapkan cinta. "Pekerjaan" mencinta tidak dapat dilakukan AI. Hanya manusia sebagai ciptaan Allah yang dibentuk segambar dengan-Nya, dapat mencinta seperti Allah mencintai manusia.

Ungkapkanlah cintamu kepada Tuhan dan sesama, maka engkau adalah ciptaan yang sangat hebat, melampaui semua AI.


Kamis, 02 Februari 2023

Yang Didambakan

Sejatinya yang didambakan setiap insan adalah kebahagiaan batin, yang hanya dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

Relasi erat dengan Yang Mahakuasa memampukan seseorang memancarkan sifat-sifat keilahian, yang kemudian ditanggapi dengan sukacita oleh sesamanya, dan selanjutnya membawa kebahagiaan batin bagi orang itu.