Senin, 31 Mei 2021

Gema Allah

Ketika Elisabet menerima kunjungan Maria, ia memuji Maria dengan mengatakan: "Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." (Lukas 1:45) Maria menanggapi pujian Elisabet dengan mengucap syukur dan memuji Allah melalui kidung Magnificat - jiwaku memuliakan Tuhan (Lukas 1:46-55).

Dari kisah Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabet yang kita peringati setiap tanggal 31 Mei, kita dapat melihat: kalau kita memuji dan menghormati Bunda Maria, menurut St. Louis-Marie de Montfort, maka Bunda Maria bersama kita memuji dan menghormati Allah. Sebab, Bunda Maria sepenuhnya berelasi dengan Allah. Karena itu, kalau kita memuji Bunda Maria, mengasihinya, menghormatinya, atau memberi sesuatu kepadanya; maka Allah dipuji, Allah dikasihi, Allah dihormati, Allah menerima sesuatu dari kita melalui dan di dalam Bunda Maria.

Jadi, mengapa ragu untuk memuji dan menghormati Bunda Maria?

Minggu, 23 Mei 2021

Mengapa Perlu Merayakan Pentakosta?

Mengapa setiap tahun Gereja merayakan Pentakosta yang didahului dengan Novena Roh Kudus? Bukankah umat beriman kristiani sudah menerima Roh Kudus melalui Sakramen Krisma? Jawaban atas pertanyaan ini tidak ditelaah dari sudut keilmuan atau tafsir Kitab Suci dan sebagainya, melainkan hanyalah pemahaman sederhana.

Ketika Allah menciptakan manusia, Ia menghembuskan napas kehidupan yang adalah Roh Kudus, Roh-Nya sendiri ke dalam hati manusia. Dalam perjalanan hidup manusia di dunia yang sarat godaan, sering kali Roh Kudus yang ada di hati setiap insan memudar lantaran jiwa manusia lebih condong pada roh-roh dunia. 

Melalui Novena Roh Kudus dan puncaknya perayaan Pentakosta, umat beriman kristiani diingatkan kembali akan perlunya memperkuat Roh Allah yang bersemayam di dalam hati, sehingga jiwa tidak mudah terpikat daya tarik roh-roh dunia. Roh Allah yang menguasai jiwa, memampukan jiwa berpikir, merasa, dan bertindak seperti Kristus.

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. (1 Tes 5:23)


Kamis, 13 Mei 2021

Fisik dan Roh

Kehadiran fisik dibatasi tempat dan waktu
Kehadiran roh melampaui tempat dan waktu 
 
Dengan kembali ke surga, 
Engkau malah bisa menjangkau lebih banyak jiwa.
Engkau tidak meninggalkan kami sebagai yatim-piatu,
kehadiran-Mu dalam Sakramen Ekaristi
tanda penyertaan nyata bagi raga kami yang lemah.

Kehadiran fisik dibatasi tempat dan waktu
Kehadiran roh melampaui tempat dan waktu
 
Terima kasih, Tuhan Yesus

Sabtu, 01 Mei 2021

Ciri Bakti Sejati kepada Bunda Maria

Memasuki Bulan Maria, alangkah baiknya kita mengenal ciri-ciri bakti yang sejati kepada Bunda Maria seperti yang dikemukakan St. Louis-Marie de Montfort, sehingga kita dapat sungguh-sungguh berbakti kepada Santa Perawan Maria dengan tulus hati. 

Lima Ciri Bakti sejati kepada Bunda Maria:

1. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat batiniah, berasal dari budi dan kalbu; dari rasa hormat yang kita miliki terhadap keagungan Maria, dan dari kasih kita kepadanya.

2. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci penuh kasih sayang, penuh kepercayaan seperti seorang anak kepada ibunya yang baik, sehingga mendorong jiwa untuk datang kepadanya dalam segala kebutuhan jasmani dan rohani, dengan segala kesederhanaan, kepercayaan dan kasih sayang.
 
3. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat suci, menghantar jiwa untuk menghindari dosa dan meneladan keutamaan-keutamaan Maria terutama kerendahan hatinya, imannya yang hidup, ketaatannya, doanya yang terus-menerus, mati raganya, kemurniannya, cintanya, kesabarannya, kelemahlembutannya, dan kebijaksaannya.

4. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat tetap, meneguhkan jiwa dalam kebaikan dan menghantar jiwa itu agar tak mudah meninggalkan praktik-praktik baktinya. Seorang yang sungguh berbakti kepada Perawan Suci bukanlah orang yang berubah-ubah, resah, gelisah atau takut. Kalau ia jatuh, ia akan bangun kembali sambil mengulurkan tangan kepada Ibundanya yang baik hati.

5. Bakti yang sejati kepada Perawan Suci bersifat tanpa pamrih, mengilhamkan jiwa untuk tidak mencari dirinya sendiri, melainkan hanya Allah di dalam Ibunda-Nya yang suci. Mengasihi Maria bukan karena Maria melakukan hal yang baik kepadanya, melainkan karena Maria memang pantas dikasihi. Jiwa mengasihi Maria pada saat berada di bukit Kalvari maupun saat berada di pesta perkawinan di Kana.

Selamat menapaki Bulan Maria - bersama Maria, dalam Maria, melalui Maria, untuk Maria.