Jumat, 30 September 2016

Sin Amnesty

Sudahkah kita memanfaatkan "Sin Amnesty" dalam Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, seperti kita memanfaatkan keleluasaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dalam program Tax Amnesty?

Ungkap - Tebus - Lega adalah tiga kata yang didengungkan dalam program Tax Amnesty, agar wajib pajak mau mengungkapkan harta kekayaan yang dimilikinya tetapi selama ini belum pernah dilaporkan untuk urusan perpajakannya.

Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah yang dicanangkan Paus Fransiskus, berlangsung dari 8 Desember 2015 hingga 20 November 2016, mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk kembali kepada Allah. Bagai anak yang hilang kembali ke rumah bapaknya.  

Ungkapkanlah dosa-dosa kita, tebuslah dengan berbalik sepenuhnya dari dosa-dosa dan menjadi manusia baru, maka kita akan mengalami kelegaan dalam menjalani hari-hari selanjutnya di dalam persatuan dengan Allah Tritunggal.

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. (Mazmur 32:5)

Rabu, 21 September 2016

Tak Perlu Melaporkan

Terima kasih, 
Tuhan Pencipta alam semesta,
setiap pagi aku menikmati 
harta kekayaan berlimpah:
mata yang menatap fajar menyingsing,
telinga yang menangkap kicauan burung,
hidung yang menghirup kesegaran udara,
mulut yang melambungkan pujian syukur,
jari-jari tangan yang menyentuh kelopak bunga,
telapak kaki yang menginjak rerumputan,
organ-organ tubuh yang berfungsi baik,
segala yang Engkau anugerahkan kepada setiap anakMu....

Dan aku bebas menggunakan harta kekayaan itu, 
tanpa perlu menyatakannya dalam Laporan Harta Kekayaan.
Tetapi aku ingin menuliskannya di sini,
sebagai ungkapan rasa syukurku yang mendalam. 
Terima kasih,
Tuhan Pencipta alam semesta,

harta kekayaan dariMu jauh melebihi harta kekayaan dunia.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)

Kamis, 15 September 2016

Ketaatan Mendatangkan Penderitaan?

Ketaatan Bunda Maria sejak menyatakan kesediaannya untuk menerima kehendak Tuhan, tidaklah membuat hidupnya senang. Bertubi-tubi duka menghampirinya. Nabi Simeon menubuatkan pedang akan menusuk hatinya - mulai dari kelahiran Putra Manusia hingga wafatNya di kayu salib.

Ketaatan Kristus kepada kehendak BapaNya, juga tidak membuat hidupNya di dunia ini nyaman. Orang banyak kerap memburuNya, para ahli Taurat dan orang Farisi mencari celah untuk menjatuhkanNya, murid-muridNya tak kunjung memahami maksudNya - hingga berujung pada kematian tragis di kayu salib. 

Ketaatan di mata dunia memang tampaknya mendatangkan penderitaan. Tetapi tidak demikian di hadapan  Tuhan. Lewat ketaatan manusia diuji imannya, ketahanannya, kesetiaannya.

Penderitaan yang muncul karena ketaatan hanyalah penderitaan sementara - selama hidup di dunia, itu pun tidak seluruh hidup dipenuhi dengan penderitaan. Bukankah Bunda Maria masih bisa tertawa ketika mengasuh Kanak-Kanak Yesus? Bukankah Yesus masih bisa bergembira ketika menyusuri ladang gandum dengan murid-muridNya?

Ketaatan pada kehendak Tuhan sepatutnya menjadi satu-satunya keinginan manusia di dunia ini, seperti dicontohkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria selama hidup di dunia.

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10).

Kamis, 08 September 2016

Ratu Surgawi

Maria bukan Allah, tetapi ia adalah Bunda Allah.
Ia hanya seorang makhluk, tetapi ia ciptaan Allah yang terbesar.
Ia bukan raja, tetapi ia adalah bunda ratu yang dipilih oleh Allah.
Persis seperti seorang seniman yang ingin melukis suatu masterpiece di antara banyak karyanya,
demikian Yesus membuat ibu-Nya menjadi masterpiece yang terbesar.
Mengakui kebenaran tentang Maria tidaklah mengurangi karya Yesus,
sebaliknya, menolak mengakuinya sungguh mengurangi karya Yesus.

(Scott Hahn dalam buku Salam, Ratu Surgawi - Bunda Allah dalam Sabda Allah hal. 166. Penerbit Dioma, 2007)

Minggu, 04 September 2016

Memahami dan Mengimani SabdaMu

Tuhan Yesus, 
terangilah kami dengan Roh Kudus,
agar kami dapat memahami maksudMu dalam Alkitab.
Tetapi jika kami tak juga dapat memahaminya,
biarlah kami tetap mengimaninya 
dengan penuh cinta kepadaMu.