Senin, 03 November 2014

Perjumpaan yang Membahagiakan

Kematian sejatinya hanya istilah manusia di dunia. Dalam kata "kematian" tercakup penderitaan, kesengsaraan, dan kesedihan; terutama bagi kita yang ditinggal mati oleh orang yang kita kasihi. Secara fisik orang yang kita kasihi itu tidak lagi dapat kita pandang, sentuh, dan ajak berkomunikasi. Tubuh jasmaninya telah tak bernyawa, menjadi jasad beku tanpa makna. Tubuh itu pun tak berguna lagi, sehingga kita yang masih hidup perlu memakamkan atau mengkremasi jasad tersebut.

Dalam dunia roh, tidak dikenal kata "kematian," karena roh tidak pernah mati. Jiwa dan roh manusia terpisah dari tubuh yang ditumpanginya selama hidup di dunia, karena sudah tiba saatnya si pemilik roh dan jiwa itu kembali kepada Sang Pencipta. Pemberi Napas Kehidupan memanggilnya pulang, memandang peziarahan manusia tersebut di dunia sudah cukup.

Setelah Yesus Kristus membinasakan musuh terakhirNya, yaitu maut (lihat 1 Korintus 15:26), bagi orang beriman yang percaya kepada Kristus, tidak ada lagi kata "kematian." Ketika jiwa dan roh melesat dari tubuh, yang terjadi selanjutnya adalah perjumpaan yang membahagiakan dengan Kristus Raja Semesta Alam. Dia yang begitu mengasihi kita, menyatukan jiwa dan roh kita dengan RohNya, membawa kita ke Rumah Bapa yang memiliki banyak tempat tinggal.    

Dengan penuh iman dan sukacita kita menantikan perjumpaan yang membahagiakan itu, karena kita percaya akan perkataan dan janjiNya: Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:2-3)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar