Selasa, 31 Desember 2013

BersamaMu

Ketika aku menoleh ke belakang, memandang jalan-jalan yang telah kita tempuh bersama,  hanya inilah yang terucap: "Terima kasih, Yesus."

Sungguh mengagumkan merasakan kasih setiaMu di sepanjang perjalanan kita. Sungguh ajaib segala yang telah Kau perbuat untukku. TanpaMu di sisiku, tak mungkin aku dapat sampai pada keberadaanku sekarang.

Terima kasih, Kekasih Jiwaku, Engkau yang memampukan aku, Engkau yang membimbing aku, Engkau yang menyertai aku senantiasa. Puji dan syukur hanya kepadaMu.

Di sini, kita menatap hamparan gurun, gunung, dan lembah. "Mari," kataMu seraya tersenyum lembut mengulurkan tanganMu, "Sudah saatnya kita meneruskan perjalanan ini." Aku memandangMu dalam diam dan menggenggam erat telapak tanganMu.


Rabu, 25 Desember 2013

Bayi Kekudusan

Perayaan KelahiranMu tahun ini membawa makna lahirnya "bayi" Kekudusan. Kian hari kian kupahami, Kekudusan adalah sejatinya inti kehidupan manusia. Pada saat Allah Tritunggal menciptakan manusia, Kekudusan bersemayam dalam diri manusia - seperti dikatakan dalam Kitab Kejadian, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (lihat Kejadian 1:26).

Kekudusan adalah tujuan hidup manusia di dunia. Setiap kita dipanggil untuk menjadi kudus, sehingga sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Namun, menjadi kudus tidaklah semudah menarik napas. Adanya tarikan-tarikan dunia membuat kita mudah tergoda dan jatuh ke dalam dosa, sehingga menjauhkan kita dari Kekudusan.

Natal membawa penyadaran bagi kita untuk kembali kepada Kekudusan. Bayi mungil di Betlehem adalah wujud nyata Kekudusan sejati. Menerima kelahiran Bayi Kekudusan dalam hati, membuat hidup kita menjadi suci, sehingga diri kita menjadi persembahan yang kudus dan tak bercela bagi Allah.   

Kamis, 05 Desember 2013

Kemartiran Masa Sekarang

Sebelum memasuki Masa Adven, aku mendengar seruanMu berulang kali melalui bacaan-bacaan Kitab Suci tentang akhir zaman. Engkau meminta para pengikutMu untuk terus bertahan dalam iman sampai Engkau datang kembali ke dunia dalam sinar kemuliaan.

Bertahan dalam iman sampai tarikan napas penghabisan, itulah tanda kemartiran. Kemartiran masa sekarang bukan kepala yang dipenggal atau badan yang ditusuk pedang.

Kemartiran masa sekarang adalah kepasrahan pada kehendak Tuhan, kesediaan memanggul salib tanpa mengeluh, kegembiraan dalam kedukaan, keikhlasan memaafkan tanpa mengingat kesalahan-kesalahan orang lain, ketulusan mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan dengan mengabaikan kepentingan diri, penyangkalan diri terus-menerus demi memiliki hati yang murni.