Kemarin, Engkau ditolak di kampung halamanMu, Nazaret. Engkau tidak mau memenuhi permintaan orang-orang sekampungMu untuk membuat mukjizat kesembuhan, mengusir setan dan roh jahat, menggandakan roti - seperti yang Engkau lakukan di tempat-tempat lain. Engkau memilih meninggalkan mereka dan kembali meneruskan perjalanan. (Lukas 2:22-40)
Hari ini, Engkau menyembuhkan orang yang sudah lama kerasukan setan di daerah orang Gerasa. Setelah orang itu sembuh, Engkau malah memintanya untuk tidak mengikutiMu, melainkan tetap tinggal di daerahnya untuk menceritakan apa yang telah diperbuat Tuhan atasnya dan bagaimana Tuhan telah mengasihinya. (Markus 5:1-20)
Bayangkan seandainya Engkau memilih tetap tinggal di Nazaret. Engkau akan menjadi orang terkenal di kampung halamanMu, menikmati kemapanan dan kehormatan. HidupMu akan nyaman dan tenteram.
Lalu, seandainya orang yang telah sembuh dari kerasukan setan itu mengikutiMu. Ia tentu akan senang bersamaMu selalu, tak akan menderita sakit-penyakit lagi, serta bebas dari tudingan dan gunjingan orang-orang sekampungnya yang mempertanyakan kesembuhannya yang aneh, karena telah membinasakan sekitar dua ribu ekor babi di kampung itu.
Engkau sendiri telah memilih untuk menghindari yang enak, jalan yang membawa ketenaran dan kemapanan. Engkau pun meminta orang yang telah sembuh dari kerasukan setan itu untuk tidak memilih jalan nyaman dan menyenangkan.
JalanMu adalah jalan tak dikenal, jalan salib yang penuh misteri, namun berujung pada kebahagiaan dan kemenangan abadi bagi orang-orang yang setia bertahan di jalanMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar