Dalam pandangan dan perhitungan manusia, sepertinya mustahil mengerjakan tugas perutusan ini. Tetapi, demi terselenggaranya devosi di Bulan Maria,
aku menerimanya.
Bukankah aku telah mengikrarkan diri secara pribadi untuk menjadi laskarmu?
Aku tak akan menelantarkanmu lagi.
Bersamamu, Bunda Maria, tugas ini pasti dapat diselesaikan dengan baik.
Kamis, 25 April 2019
Rabu, 06 Maret 2019
Padang Gurun yang Berbeda
Tahun ini, kita melintasi padang gurun yang berbeda dari biasanya.
Mengapa Engkau membawaku ke sini, ya Yesus?
Engkau tentu punya alasannya.
Tak ada pilihan untuk mundur,
Tak ada waktu lagi untuk mempertimbangkan,
Engkau sudah melangkah maju,
Aku akan mengikuti-Mu.
Mengapa Engkau membawaku ke sini, ya Yesus?
Engkau tentu punya alasannya.
Tak ada pilihan untuk mundur,
Tak ada waktu lagi untuk mempertimbangkan,
Engkau sudah melangkah maju,
Aku akan mengikuti-Mu.
Kamis, 14 Februari 2019
Separuh atau Semua?
Beberapa bulan belakangan ini, ajaran Yesus untuk menjadi sempurna makin menggema dalam kalbu.
"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48)
Kepada seorang muda yang kaya, Yesus meminta ia menjual seluruh miliknya, lalu mengikuti Yesus untuk menjadi sempurna. "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21)
"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48)
Kepada seorang muda yang kaya, Yesus meminta ia menjual seluruh miliknya, lalu mengikuti Yesus untuk menjadi sempurna. "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21)
Zakheus mendapat kunjungan Yesus ke rumahnya. Ia lalu merelakan separuh hartanya. "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin...." (Lukas 19:8a)
Tindakan Zakheus dapat menjadi jalan tengah bagi orang awam yang ingin mengikuti Tuhan menuju kesempurnaan. Apakah kita berani melakukannya?
Rabu, 16 Januari 2019
Kepastian dalam Ketidakpastian
Ketika kita menggunakan moda transportasi untuk pergi ke suatu tujuan tertentu - entah itu dengan pesawat terbang, kapal laut, kereta , mobil, atau motor; dalam hati kita merasa pasti kita akan sampai di tujuan dengan selamat. Meskipun sebenarnya pada saat berada dalam moda transportasi itu, kita berada dalam situasi ketidakpastian. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi dalam perjalanan menuju ke tujuan kita. Apakah akan ada hambatan atau bahkan kecelakaan yang tidak diharapkan? Ataukah perjalanan kita mencapai tujuan berjalan lancar?
Demikian pula gambaran perjalanan hidup kita. Kita bergerak menuju tujuan akhir kehidupan, yakni Kerajaan Allah, disertai keyakinan kita akan sampai di tujuan dengan selamat. Kita tidak tahu dengan pasti hambatan atau rintangan apa yang akan kita jumpai dalam perjalanan hidup ini. Kita berada dalam situasi ketidakpastian. Dengan iman dan pimpinan Roh Kudus, kita dapat memastikan, pada akhirnya kita akan tiba di tujuan dengan selamat.
Selasa, 01 Januari 2019
Bersama Bunda
Semasa hidupnya di dunia, ia telah mengalami berbagai kecemasan - mulai dari mengandung sebelum menikah, melahirkan dalam kondisi sangat berkekurangan di sebuah kandang, mengungsi ke Mesir, menahan cemoohan para tetangga karena sepak-terjang Putranya, mengikuti jalan sengsara Putranya, hingga bertahan sampai tarikan napas terakhir Putra terkasihnya.
Senin, 24 Desember 2018
Tempat yang Kotor
Bayi Yesus memilih lahir di tempat yang kotor - kandang hewan, bukan di rumah yang bersih. Apa artinya?
Hati manusia bagaikan kandang hewan yang kotor. Penuh dosa, kejahatan, dan segala yang negatif. Tetapi Tuhan memilih tempat itu bukan yang lain. Ia mau hadir di hati kita yang tidak bersih untuk menyucikannya.
Setelah Yusuf dan Maria setuju memakai kandang hewan itu untuk tempat mereka bermalam, tidakkah si pemilik kandang berusaha membersihkan tempat itu, supaya cukup layak dihuni?
Ketika Tuhan mengetuk pintu hati kita, walaupun hati kita kotor dan tak layak dihuni, tetapi karena Tuhan mau berdiam di rumah hati kita, maka kita berusaha membersihkan hati kita supaya cukup layak dihuni-Nya.
Datanglah, ya Tuhan Yesus, tinggallah selalu dalam hatiku.
Meski tak layak Kau tempati, tetapi aku mau menerima-Mu.
Aku akan membersihkannya setiap waktu,
supaya Engkau lebih nyaman tinggal di dalamnya.
Rabu, 19 Desember 2018
Warta Sukacita - Jangan Takut
Kata malaikat Gabriel kepada Zakharia: Jangan takut
Kata malaikat Gabriel kepada Perawan Maria: Jangan takut
Kata malaikat kepada Yusuf: Jangan takut
Kata malaikat kepada para gembala: Jangan takut
Warta Sukacita kelahiran Yesus supaya kita jangan takut menghadapi dan menerima hal-hal baru yang Tuhan berikan dalam hidup kita.