Rabu, 24 Desember 2025

3 K

Malam ini, ketika kita merefleksikan kisah kelahiran Yesus Kristus ke dunia, ingatlah kepada seorang tokoh sentral Natal yang menerapkan 3 K dalam seluruh hidupnya; terlebih setelah ia menerima kabar dari malaikat Gabriel.

Santa Perawan Maria, menyatakan Komitmennya untuk menerima kehendak Tuhan dalam hidupnya: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)

Berpegang pada komitmen itu, Santa Perawan Maria secara Konsisten melakukan kehendak Tuhan mulai dari mengandung Putra Allah, melahirkan-Nya, mengasuh-Nya, mendampingi-Nya dengan setia sampai Sang Putra wafat di kayu salib.

Melaksanakan komitmen secara konsisten tak lepas dari berbagai rintangan. Bunda Maria dengan Konsekuen menerima dan menanggung segala hal, demi komitmen yang dipegangnya.

Dalam kondisi hamil tua, Santa Perawan Maria harus mengikuti Yusuf mendaftar untuk sensus penduduk di Betlehem. Semua penginapan penuh, ia harus melahirkan anak di gua tempat ternak berlindung.

Konsekuensi lain yang ditanggung Bunda Maria karena berpegang teguh pada komitmennya secara konsisten ialah mengungsi ke Mesir ketika Herodes akan membunuh bayi dan anak laki-laki di bawah dua tahun, menjalani hidup berkeluarga bersama Yusuf di Nazaret, mengasuh dan mendampingi Yesus sampai Yesus wafat dengan penuh luka di kayu salib.

3 K = Komitmen, Konsisten, Konsekuen - hendaknya menjadi acuan kita juga, ketika menekuni peziarahan hidup kita di dunia ini. Seperti yang diteladankan Bunda Maria, kita berpegang teguh pada komitmen kita, menjalaninya secara konsisten, dan siap menerima salib yang Tuhan berikan kepada kita secara konsekuen.

Selamat Natal.

Kamis, 18 Desember 2025

Ragu-Ragu

Tiga tokoh terkait Natal yang dihadirkan di masa Adven, tak disangkal awalnya menampilkan sikap ragu-ragu ketika mendapat kabar dari surga.

* Zakharia - ragu-ragu terhadap kehamilan Elisabet istrinya, sehingga bisu sampai putranya yaitu Yohanes pembaptis, lahir.

* Yusuf - ragu-ragu mengambil Maria sebagai istrinya karena telah hamil oleh kuasa Roh Kudus, sampai malaikat mendatanginya dalam mimpi.

* Maria - ragu-ragu menerima kabar ia akan mengandung dari malaikat Gabriel, karena ia belum bersuami.

Dalam perjalanan hidup selanjutnya, ketiga tokoh tersebut dengan iman yang besar tidak lagi meragukan karya Tuhan dalam hidup mereka. Namun,dari pengalaman Zakaria, Yusuf, dan Maria - kita tahu bahwa pada dasarnya ragu-ragu adalah sikap yang manusiawi.

Manusia memiliki nalar yang merupakan kemampuan untuk berpikir logis. Hal-hal yang tidak dapat dicerap akal budi, akan menimbulkan sikap ragu-ragu, sehingga sulit dipahami dan diterima.

Di sisi lain, kita pun dapat belajar dari para gembala di padang. Mereka orang-orang kecil yang lugu, tidak menunjukkan keragu-raguan. Setelah melihat kedatangan para malaikat dan mendengar warta sukacita kelahiran Yesus, gembala-gembala segera berangkat dan menjumpai Maria, Yusuf, dan bayi Yesus di dalam palungan (lihat Lukas 2:8-18).

Ketika sikap ragu-ragu menguasai kita, sadarilah dan berdiam dirilah sejenak, sebelum mengambil keputusan. Seperti Zakharia yang diberi waktu merenung berbulan-bulan dalam kebisuan, atau  Yusuf yang menimbang-nimbang langkah yang akan ditempuh dalam tidurnya, atau Maria yang memilih untuk melakukan kehendak Tuhan apa pun risikonya.

Betapa pun, sikap ragu-ragu perlu diatasi dengan keberanian bertindak.

Selasa, 09 Desember 2025

Tergantung Wadahnya

Pernahkah Anda perhatikan, tanaman yang sama akan tumbuh secara berbeda, jika ditempatkan pada wadah yang berlainan?

Pada pot berukuran kecil, tanaman akan tumbuh dengan daun-daun yang kecil dan batang yang kecil juga; sesuai ukuran wadahnya. Sementara itu, jika tanaman yang sama ditempatkan pada pot berukuran besar, ia akan bertumbuh lebih besar dibandingkan tanaman yang ada di pot kecil.

Berada di wadah spiritual manakah kita? Dengan wadah spiritual yang kecil, pertumbuhan rohani kita pun terbatas. Sedangkan jika kita menempatkan hal-hal rohaniah pada wadah spiritual yang besar, kerohanian kita dapat berkembang lebih pesat dengan akar-akar yang lebih tertanam kuat.