Malam ini, ketika kita merefleksikan kisah kelahiran Yesus Kristus ke dunia, ingatlah kepada seorang tokoh sentral Natal yang menerapkan 3 K dalam seluruh hidupnya; terlebih setelah ia menerima kabar dari malaikat Gabriel.
Santa Perawan Maria, menyatakan Komitmennya untuk menerima kehendak Tuhan dalam hidupnya: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)
Berpegang pada komitmen itu, Santa Perawan Maria secara Konsisten melakukan kehendak Tuhan mulai dari mengandung Putra Allah, melahirkan-Nya, mengasuh-Nya, mendampingi-Nya dengan setia sampai Sang Putra wafat di kayu salib.
Melaksanakan komitmen secara konsisten tak lepas dari berbagai rintangan. Bunda Maria dengan Konsekuen menerima dan menanggung segala hal, demi komitmen yang dipegangnya.
Dalam kondisi hamil tua, Santa Perawan Maria harus mengikuti Yusuf mendaftar untuk sensus penduduk di Betlehem. Semua penginapan penuh, ia harus melahirkan anak di gua tempat ternak berlindung.
Konsekuensi lain yang ditanggung Bunda Maria karena berpegang teguh pada komitmennya secara konsisten ialah mengungsi ke Mesir ketika Herodes akan membunuh bayi dan anak laki-laki di bawah dua tahun, menjalani hidup berkeluarga bersama Yusuf di Nazaret, mengasuh dan mendampingi Yesus sampai Yesus wafat dengan penuh luka di kayu salib.
3 K = Komitmen, Konsisten, Konsekuen - hendaknya menjadi acuan kita juga, ketika menekuni peziarahan hidup kita di dunia ini. Seperti yang diteladankan Bunda Maria, kita berpegang teguh pada komitmen kita, menjalaninya secara konsisten, dan siap menerima salib yang Tuhan berikan kepada kita secara konsekuen.
Selamat Natal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar