Senin, 24 Maret 2025

Melewati Proses Tanpa Protes

Sering kali kita ingin segala sesuatu berjalan lancar dan cepat, tidak perlu melewati proses yang panjang, apalagi disertai berbagai kesulitan.

Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah terjanji Kanaan, meski tampaknya dekat, namun mereka berjalan melewati padang gurun, Sesampai di Meriba, mereka kehausan, tetapi tidak ada air untuk diminum. 

Mereka protes kepada Musa dengan berkata, "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ernak kami dengan kehausan?" (Keluaran 17:3)

Dalam perjalanan selanjutnya, bangsa Israel kembali protes karena kelaparan. Tuhan mencukupi kebutuhan makan mereka dengan menurunkan manna pada waktu pagi dan menghadirkan burung-burung puyuh pada waktu petang. (Keluaran 17:11-15)

Tak jarang Tuhan ingin kita bersabar, bertahan, percaya, dan taat dalam melalui proses. Mengikuti tuntunan Tuhan tanpa menuntut. Melewati proses tanpa protes. 

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Selasa, 18 Maret 2025

Yefta

Dalam kitab Hakim-Hakim, kita menjumpai seorang hakim dari Gilead yang bernama Yefta. Ia menjadi hakim atas orang Israel selama enam tahun. (Hakim-Hakim 11:1-40 dan Hakim-Hakim 12:1-7).

Yang menarik dari kisah Yefta, sebelum ia memimpin orang Israel berperang melawan bani Amon, ia bernazar kepada Tuhan: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan Tuhan, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran." (Hakim-Hakim 11:30-31)

Tuhan memberi kemenangan kepada orang Israel. Bani Amon berhasil ditundukkan. Ketika Yefta pulang ke rumahnya, tampaklah anak perempuannya yang tunggal keluar menyongsong dia dengan memukul rebana dan menari. 

Yefta mengoyakkan bajunya dan berkata, "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada Tuhan, dan tidak dapat aku mundur." (Hakim-Hakim 11:35)

Sang putri memahami janji ayahnya kepada Tuhan. Ia minta waktu bersenang-senang dengan teman-temannya selama dua bulan. Setelah itu, Yefta melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya kepada Tuhan.

Yefta tidak mangkir dari janjinya. Ia tetap memegang komitmennya, meskipun sangat berat harus mengorbankan putri tunggalnya. Dari Yefta, kita belajar tentang keteguhan hati dalam melaksanakan apa yang telah kita nazarkan kepada Tuhan.

Rabu, 05 Maret 2025

Mendengar Suara-Mu

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku. Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan ini, maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku." (Mazmur 95:7b-10)
 
 
Mampukan kami mendengarkan suara-Mu di padang gurun, ya Tuhan, 
melampaui segala kepentingan kami,
mengatasi segala kebisingan di sekitar kami. 

Selamat menyusuri hari-hari di padang gurun Prapaskah!

Jumat, 28 Februari 2025

Separuh Surga di Atas Bumi

Orang-orang yang berusaha hidup kudus di dunia ini, 
mereka yang memilih jalan hidup bakti,
maupun kaum awam yang mengarahkan hati kepada Tuhan,
dalam kehidupan mereka di dunia ini,
menerapkan cara hidup surgawi,
di tengah berbagai tarikan duniawi. 
 
Separuh Surga telah diciptakan dan dipertahankan,
meskipun mereka masih berada di atas bumi. 
 

Senin, 17 Februari 2025

Kain - Bukti Kasih Tuhan

Kain membunuh Habel adiknya lantaran iri hati. Persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan. "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" kata Kain ketika Tuhan menanyakan Habel kepadanya. (Kejadian 4:9)

Akibat perbuatan jahatnya, Tuhan menghukum Kain. Ia akan terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adiknya. Tanah yang diusahakan Kain tidak akan memberikan hasil sepenuhnya. Kain akan menjadi pelarian dan pengembara dibumi. (Kejadian 4:11-12)

Tetapi Kain masih bisa protes kepada Tuhan. Katanya, "Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung.... barangsiapa bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." (Kejadian 4:13-14)

Tuhan tetap berbelas kasih kepada Kain, walau ia telah berbuat jahat dan berdosa besar. Tuhan berfirman kepadanya, "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." (Kejadian 4:15) Tuhan lalu memberi tanda pada Kain, agar ia tidak dibunuh oleh orang yang bertemu dengannya. 

Kisah Kain membuktikan kasih Tuhan yang tak terhingga. Tuhan sangat mengasihi anak-anak-Nya. Bahkan orang yang sangat berdosa pun selalu berada dalam naungan kasih Tuhan. 

Berserulah kepada-Nya: "Tuhan, ampunilah aku orang berdosa ini," maka Ia pun segera mengulurkan tangan kasih-Nya.

 

Rabu, 05 Februari 2025

Yang Lemah Belum Tentu Kalah

Seekor induk kucing membawa 3 anak yang belum lama dilahirkannya ke halaman rumah kami. Dua anak kucing sangat sehat, yang satu tampak lemah. Tubuh anak kucing ini lebih kurus dan ringkih dibandingkan kedua saudaranya.

Semalam - dua malam berlalu dalam ketenangan. Keesokan pagi, satu anak kucing yang paling sehat di antara ketiganya, lenyap tak berbekas. Pagi berikutnya, anak kucing kedua tersehat juga lenyap tanpa jejak.

Dugaan kami, kedua anak kucing itu dimakan musang liar yang berkeliaran di perumahan ini pada malam hari. Akankah esok pagi anak kucing ketiga yang ringkih ini lenyap pula?

Beberapa hari berlalu. Si ringkih tetap bertahan bersama induknya. Ternyata, yang lemah belum tentu kalah. 

Sering kali kita meyakini: yang lemah tak akan kuat bertahan, yang kuat akan mengalahkan yang lemah. 

Tuhan punya kebijaksanaan tersendiri, melampaui nalar manusia.

Rabu, 15 Januari 2025

Nuestra Senora la Reina de los Angeles

Masih adakah orang Amerika Serikat saat ini yang mengetahui atau mengingat nama lengkap kota Los Angeles sebenarnya adalah Nuestra Senora la Reina de los Angeles?

Pastor David Vincent Meconi, S.J., penulis buku 101 Surpising Facts about Mary, menceritakan tentang Pastor Jacques Marquette, imam Jesuit yang juga penjelajah. Sekitar tahun 1673, Marquette menulis dalam catatan hariannya bahwa ia memercayakan perjalanannya menjelajah 'dunia baru' kepada perlindungan Santa Maria Imakulata. Maka, beberapa tempat yang ditemukan diberi nama terkait Bunda Maria.

Kota Los Angeles yang kita kenal sekarang, memiliki nama lengkap dalam bahasa Spanyol yang berarti Bunda Maria Ratu Para Malaikat. 

Ketika kebakaran hebat melanda Los Angeles sejak 7 Januari silam selama 3 minggu, sebagian orang menghubungkan kejadian tragis itu dengan penghinaan terhadap Tuhan dan agama Katolik yang diumbar sang pembawa acara di ajang Golden Globe Award beberapa hari sebelumnya.

Biarlah menjadi misteri - hanya Tuhan yang tahu - keterkaitan bencana kebakaran itu dengan perkataan tidak menyenangkan yang dilontarkan di acara perfilman Amerika Serikat tersebut. 

Tetapi, satu hal yang kita yakini: Tuhan kita adalah Allah yang Mahakasih dan Maharahim. Ia bukanlah Penguasa Alam Semesta yang cepat marah, kerap menghukum dan menghancurkan. Belas kasih-Nya tak terbatas, selalu merangkul anak-anak-Nya yang mau bertobat dan mendekat kembali kepada-Nya.

Marilah kita doakan seluruh warga Los Angeles kepada Bunda Maria Ratu Para Malaikat, Semoga kota ini dipulihkan keadaannya dan para warganya kembali mengarahkan hati kepada Tuhan dan Bunda-Nya.


Kebakaran yang terjadi sejak 7 Januari 2025 ini tercatat sebagai salah satu bencana terparah dalam sejarah kota terbesar kedua di Amerika Serikat tersebut. Sekitar 150 kilometer persegi lahan hangus terbakar, lebih dari 10.000 rumah hancur, dan sedikitnya 30 orang meninggal dunia. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat amukan si jago merah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Los Angeles Padam: 3 Minggu Api Berkobar, Kerugian 4.000 Triliun", Klik untuk baca: https://internasional.kompas.com/read/2025/02/02/165600970/kebakaran-los-angeles-padam--3-minggu-api-berkobar-kerugian-4.000.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Kebakaran yang terjadi sejak 7 Januari 2025 ini tercatat sebagai salah satu bencana terparah dalam sejarah kota terbesar kedua di Amerika Serikat tersebut. Sekitar 150 kilometer persegi lahan hangus terbakar, lebih dari 10.000 rumah hancur, dan sedikitnya 30 orang meninggal dunia. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat amukan si jago merah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Los Angeles Padam: 3 Minggu Api Berkobar, Kerugian 4.000 Triliun", Klik untuk baca: https://internasional.kompas.com/read/2025/02/02/165600970/kebakaran-los-angeles-padam--3-minggu-api-berkobar-kerugian-4.000.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Minggu, 05 Januari 2025

Mencari Sampai Menemukan

Tiga Raja dari Timur atau yang dikenal sebagai orang Majus, berpetualang mencari Raja yang baru dilahirkan. Mereka mengikuti tuntunan bintang, sampai ke daerah Yudea. Mereka tak putus asa mencari, sempat singgah di istrana Raja Herodes. 

Sebagai raja, tentu ketiganya kaya-raya. Persembahan mereka terbilang mahal. Bayangkan perasaan mereka mendapati kenyataan, Raja yang baru dilahirkan itu ternyata tidak tinggal di istana. Sangat sederhana: tidur di palungan di dalam kandang hewan. Tetapi ketiga raja percaya, benarlah Bayi di palungan itu adalah Raja yang mereka cari.

Pengalaman Tiga Raja mencari Tuhan bagaikan pengalaman spiritual kita. Apakah seperti Tiga Raja, kita tekun dan gigih mencari Tuhan sampai menemukan-Nya? 

Lalu, setelah kita menemukan Tuhan, apakah kita percaya kepada-Nya? Tuhan yang kita temukan ternyata tidak seperti raja dunia yang berkuasa dengan sombong dan hidup mewah di istana. Tuhan yang kita ikuti bermahkota duri dan menjadikan salib sebagai takhta-Nya.

Sabtu, 04 Januari 2025

Memaknai Pintu Suci

Tahun Yubileum atau Tahun Suci merupakan tradisi dalam Gereja Katolik yang dirayakan setiap 25 tahun sekali. Pada Tahun Suci ini umat Katolik diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merenungkan perjalanan spiritual masing-masing, serta membarui iman melalui ziarah dan pertobatan.

Paus Fransiskus telah membuka Pintu Suci (Porta Sancta) di Basilika Santo Petrus pada malam Natal 24 Desember 2024 untuk menandai awal Tahun Yubileum. Penutupan Tahun Yubileum akan dilakukan pada 6 Januari 2026.

Selain Pintu Suci di Basilika Santo Petrus, ada 4 Pintu Suci di Roma yang dibuka selama Tahun Yubileum ini, yaitu Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran, Pintu Suci Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, dan Basilika Santa Maria Maggiore. Satu Pintu Suci khusus yang bukan basilika, untuk pertama kali dibuka Paus Fransiskus, yaitu Pintu Suci di Rebibbia - rumah tahanan terbesar di Italia.

Dengan tema "Peziarah Pengharapan," kita diingatkan bahwa pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:5)

Pembukaan Pintu Suci dapat diartikan sebagai gambaran keterbukaan Tuhan menerima kembalinya anak-anak-Nya yang selama ini menjauh atau menghilang dari hadapan-Nya. 

Bagi anak-anak-Nya yang tidak berada jauh dari-Nya, Tahun Yubileum juga menjadi momen penting untuk menilik kembali kehidupan spiritual kita, apakah sungguh kita telah melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup kita?

Melalui pertobatan, rekonsiliasi, dan tindakan amal kasih yang kita lakukan sepanjang Tahun Yubileum, diharapkan kita dapat mengalami pembaruan rohani yang membawa kita semakin dekat dalam relasi dengan Tuhan dan memberi damai dalam kehidupan kita.

Rabu, 01 Januari 2025

Berani Menghadapi

Menghadapi sesuatu yang baru, kita sering kali dilanda kekhawatiran. Apakah segalanya akan berjalan baik?  

Ketika tahun berganti, kita pun dihadapkan pada tahun yang baru. Di sela-sela harapan, mengemuka pula kekhawatiran: apakah tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya? Bagaimana jika..........?

"Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah."

Kutipan di atas ditulis oleh Soe Hok Gie (17 Desember 1942-16 Desember 1969). Almarhum adalah seorang aktivis mahasiswa yang dikenal karena menentang ketidakadilan di era Orde Lama dan Orde Baru.

Berani menghadapi yang tanda tanya, yang belum jelas. Seperti Santa Perawan Maria yang berani menjawab permintaan Tuhan melalui malaikat Gabriel dengan berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)

Santa Perawan Maria dengan berani dan penuh iman menghadapi segala yang belum jelas, sejak kesediaannya menjawab panggilan Tuhan dalam hidupnya. Bersama Santo Yusuf, ia harus pergi ke Betlehem dalam keadaan hamil besar. Membawa Bayi Yesus ke Mesir, karena terancam dibunuh oleh Herodes. Menyaksikan Putranya ditentang orang-orang Farisi, ketika mewartakan Kerajaan Allah. Menemani Putranya di jalan salib. Berdiri di bawah salib ketika Putranya meregang nyawa.
 
Selamat Memasuki Tahun 2025!
Penuh tanda tanya, tetapi hadapilah dengan berani