Senin, 21 Oktober 2024

Menikmati Hidup

Astaga!! Maafkan aku, Tuhan... 
aku berpikir seperti orang kaya yang bodoh!
 
Beberapa hari belakangan ini, aku membayangkan betapa enak jadi orang kaya. Harta berlimpah, hidup tenang tanpa khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidup.
 
Aku sama sekali tak ingin berpesta pora atau mabuk duniawi. Tetapi, dengan uang berlimpah aku juga bisa berbuat banyak untuk membantu orang-orang di sekitar yang lemah, miskin, dan tersingkirkan.
 
Pagi ini, dalam Perayaan Ekaristi aku mendengar perumpamaan Orang Kaya yang Bodoh, yang disampaikan Yesus dalam Injil Lukas 12:13-21. 
 
Oh Tuhan, aku tak mau menjadi seperti orang kaya itu! Menimbun harta dengan harapan dapat menikmati hidup. Namun, segala usahanya sia-sia karena ia segera dipanggil menghadap Sang Pencipta.
 
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. (Lukas 12:21)
 
Tuhan, aku mau kaya di hadapan-Mu saja. Dengan terang Roh Kudus-Mu, aku tetap dapat menolong orang-orang di sekitarku, tanpa harus terlebih dulu menjadi orang yang berlimpah hartanya. Bunda Maria, bimbinglah aku.
 

Jumat, 11 Oktober 2024

Kasip

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "kasip" berarti terlambat, lewat waktu. Itulah yang kualami setelah 13 hari sakit flu. Aku tidak pergi ke dokter atau minum obat yang serius untuk mengobatinya, hanya sekali dua kali menelan tablet flu pada umumnya. 

Aku percaya antibodi dalam tubuhku akan berhasil memerangi virus flu itu. Namun, kenyataan berkata lain. Virus flu bersarang semakin nyaman dalam tubuhku. Atas saran seorang temanku yang berprofesi dokter, aku minum antibiotik secara rutin. Dua hari kemudian, kondisiku mulai membaik. Berangsur flu menghilang dari tubuhku.

Dari pengalaman sakit ini, aku mendapat hikmah: menunda minum obat yang seharusnya diminum, membuat penyakit semakin bersarang di tubuh. Demikian pula jika kita menunda bertobat, membuat akar dosa semakin mencengkeram hati kita. 

Jangan tunggu kasip. Bertindak segera, sebelum terlambat. 

 

Senin, 07 Oktober 2024

Menang

Setiap 7 Oktober, pada hari peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario, kisah kemenangan di Lepanto yang terjadi tahun 1571 kembali mengemuka. Betapa Ibu Surgawi turut bertindak membawa kemenangan bagi pasukan suci.

7 Oktober 2023 dunia dikejutkan dengan serangan Hamas ke acara konser musik yang digelar di Israel selatan. Kejadian ini menewaskan ribuan warga sipil dan 251 orang disandera. Sejak itu, berkecamuk perang antara Israel dan Hamas, yang masih berkobar sampai setahun setelah peristiwa penyerangan tersebut. 

Dalam peperangan, tak ada yang mau menjadi pihak yang kalah. Kedua pihak yang bertikai tentu sama-sama ingin jadi pemenang. Padahal, seperti dikatakan Paus Fransiskus, peperangan hanya akan membawa kekalahan bagi umat manusia. 

Sebelum Yesus terangkat ke surga, para rasul sempat bertanya kepada-Nya: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Tetapi Tuhan Yesus menjawab mereka: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya." (Kisah Para Rasul 1:6-7)

Tak terhitung doa-doa sudah dipanjatkan di berbagai belahan bumi untuk perdamaian dunia. Konflik-konflik bersenjata yang terjadi di beberapa tempat, segera dapat berakhir.

Melalui butir-butir Rosario yang kita daraskan bersama Santa Perawan Maria Sang Ratu Damai, yakinlah suatu saat perang akan berakhir dan para pengungsi kembali ke tanah air mereka. Kapankah itu akan terjadi? Biarlah Bapa sendiri yang menentukan menurut kuasa-Nya.