Yohanes Pembaptis dengan semangat memperkenalkan Yesus di tepi Sungai Yordan: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia..." (Yohanes 1:29)
Yohanes Pembaptis tidak masalah para pengikutnya beralih mengikuti Yesus. Bahkan ia mengatakan: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30)
Yohanes Pembaptis tetap memperjuangkan kebenaran dengan berani menegur Herodes, ketika Herodes mengambil istri Filipus saudaranya untuk menjadi istrinya: "Tidak halalengkau mengambil isteri saudaramu!" (Markus 6:18)
Tetapi, mungkin Yohanes Pembaptis bertanya-tanya mengapa Yesus tidak membelanya, ketika ia dijebloskan ke penjara akibat teguran kerasnya kepada Herodes.
Yohanes Pembaptis mulai mempertanyakan Sang Mesias. Ia mengutus dua orang muridnya untuk bertanya kepada Yesus: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" (Lukas 7:19)
Yesus menanggapi kedua murid Yohanes Pembaptis: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Lukas 7:22-23)
Perkataan Yesus kepada Yohanes Pembaptis di ayat 23 di atas menyiratkan pesan agar ia tetap percaya kepada Yesus, meski hal-hal yang kelihatan di depan mata tampaknya tidak seperti yang diharapkan.
Yohanes Pembaptis tidak memperoleh akhir hidup yang baik di dunia ini. Ia terus mendekam di penjara, sampai akhirnya Herodes memerintahkan pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis, karena anak tirinya menghendaki.
Tetap percaya - suatu keteguhan hati yang perlu dimiliki setiap orang beriman kristiani, meski hal-hal yang kelihatan tampaknya tidak menyiratkan kondisi yang lebih baik.
Perkataan Yesus kepada Yohanes Pembaptis hendaknya menjadi pegangan kita juga: jangan pernah kecewa kepada Tuhan dan menolak-Nya!