Sabtu, 24 Februari 2024

Tanda yang Menyelamatkan

Dalam Misa Requiem, ada saat ketika Imam mengambil salib yang sebelumnya berada di meja altar dan mengarahkan salib ke jasad yang terbujur dalam peti, seraya mengatakan, "Saudaraku yang terkasih, inilah salib, tanda kemenangan Tuhan atas kuasa dosa dan maut. Dengan tanda salib ini, kita diselamatkan. Maka, masukilah hidup abadi dengan membawa tanda kemenangan Kristus ini: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus."

Ritual Penandaan Salib yang sederhana, namun bermakna mendalam. Salib yang dipakai Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia, menjadi tanda kemenangan Tuhan atas dosa dan maut; sejak  saat itu menjadi tanda yang menyelamatkan kita - baik semasa manusia masih hidup di dunia, maupun yang telah beralih jiwa dan rohnya ke alam baka.
 
Seberapa sering kita membuat tanda salib dalam keseharian kita? 
Apakah tanda kemenangan Kristus juga telah menjadi tanda kemenangan kita?

Sabtu, 17 Februari 2024

Menanti Waktu Tuhan

Mantan Perdana Menteri Belanda Dries van Agt dan istrinya Eugenie memutuskan mengakhiri hidup dengan suntikan euthanasia pada awal Februari lalu. Keduanya telah mencapai usia 93 tahun dan menderita sakit. 
 
Terlepas dari diizinkannya praktik euthanasia di negara kincir angin atau hak manusia untuk menentukan nasibnya sendiri; mengakhiri hidup sebelum waktu Tuhan, menunjukkan manusia kurang menghargai anugerah kehidupan dari Tuhan bagi ciptaan-Nya.

Bayangkan, kalau ternyata sebenarnya Tuhan sudah merancang yang indah untuk mereka: beberapa hari lagi pasangan tersebut akan dipanggil pulang ke alam abadi. Bukankah tindakan mereka itu sepatutnya tak perlu diperbuat?   

Menanti waktu Tuhan sering kali terasa lama dan tak terlihat perubahan apa pun. Tetapi, dengan iman kita percaya - bahkan dalam keadaan yang biasa-biasa saja, tanpa perubahan pun; Tuhan selalu bekerja. Biarlah Ia sebagai Sang Penguasa menentukan waktu yang terbaik untuk setiap insan ciptaan-Nya.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)
 

Kamis, 15 Februari 2024

Sepertinya Kalah

Ketika tubuh Yesus terentang di kayu salib, para seteru-Nya bersorak. 
Akhirnya, Ia yang mengatakan: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali," sekarang tak berdaya terpaku di salib.
 
Semua mukjizat yang pernah dilakukan-Nya menguap, habis dimakan sikap diam-Nya. Ia menerima saja pukulan, cacian, hujatan dalam kesengsaraan yang tak terperi. Sepertinya Ia kalah di mata manusia.
 
Tidak demikian dalam pandangan Allah. Menyaksikan penderitaan Sang Putra di jalan salib, yang dengan keteguhan hati menjalankan kehendak Allah, Sang Bapa berkata dengan penuh kasih dan keyakinan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Yang dilihat manusia, berbeda dengan yang dinilai Allah. 
Di manakah hati kita berada?

Rabu, 14 Februari 2024

Saat yang Kunantikan

Tidak... aku sama sekali tidak keberatan,
untuk ikut dengan-Mu ke padang gurun.
Bahkan, berada bersama-Mu di padang gurun,
menjadi saat yang kunantikan.
 
Aku ingin menyepi sejenak,
jauh dari hiruk-pikuk dunia,
dengan segala persoalan dan keangkuhannya.
 
Aku ingin mengiringi-Mu,
menimba hikmat dari-Mu,
mengatasi godaan seperti-Mu,
menjadi pemenang bersama-Mu.
 

Jumat, 02 Februari 2024

Berjalan Bersama-Mu

Tak selalu semuanya berjalan monoton, 
ketika aku menapaki jalan yang Engkau tunjukkan.
Tak selalu semuanya dipenuhi salib, 
karena Engkau penuh kejutan.
Ada yang menantang, 
Ada yang menggembirakan, 
Ada yang melegakan.
Dan aku berterima kasih kepada-Mu,
sepanjang aku berjalan bersama-Mu.